Selasa, 20 September 2011

Program IPA dan IPS
Agus Setiyono
Parimin
Retno Winarni
Piawai Berbahasa
Cakap
Bersastra Indonesia
untuk SMA/MA Kelas XII
Program IPA dan IPS
3
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia
3
Untuk SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Penulis : Agus Setiyono
Parimin
Retno Winarni
Editor : Dewi Indrawati
Setting & layout : Heni Astuti
Desain Cover : Mulyanto
Sumber Cover : Clipart dan Dokumen Penerbit
Desain Isi : Ari Nugroho
Ukuran : 17,6 x 25 cm
410.7
AGU AGUS Setiyono
p Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia 3: Untuk SMA/MA
Kelas XII
Program Studi IPA dan IPS / penulis, Agus Setiyono, Parimin, Retno
Winarni ; editor, Dewi Indrawati. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
vi, 218 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Bibliografi : hlm. 216
Indeks
ISBN 978-979-068-906-0 (no jld lengkap)
ISBN 978-979-068-909-1
1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Parimin
III. Retno Winarni IV. Dewi Indrawati
Hak Cipta Buku ini pada Departemen Pendidikan Nasional
Di lindungi oleh Undang-undang
Hak Cipta buku ini telah dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
Dari Penerbit PT. WIDYA DUTA GRAFIKA
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Diperbanyak oleh .....
Kata Sambutan iii
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional,
pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/
penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet
(website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat
kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 81 Tahun 2008 tanggal 11 Desember
2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para
penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa
dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan,
dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk
penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi
ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks
pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat
memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaikbaiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.
Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Juni 2009
Kepala Pusat Perbukuan
Kata Sambutan
Pengantar
Kata orang-orang bijak, belajar yang baik adalah jika disertai keaktifan siswa,
kenyamanan suasana, kegairahan semangat, kekreatifan, dan keefektifan prosesnya.
Itulah sebabnya lantas muncul akronim PAKEM: pembelajaran aktif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan.
Keaktifan dalam belajar sangat dituntut mengingat pada akhir pembelajaran tertentu,
Anda sebagai siswa diharuskan memiliki kompetensi (kemampuan melakukan
secara benar) yang dipersyaratkan sebagaimana tersurat dalam indikator hasil belajar.
Mengingat keaktifan siswa sangat diperlukan, maka buku ini disusun dengan format
yang mudah sehingga dapat menjadi ”teman” bagi para siswa belajar sendiri, tanpa
harus tergantung kepada guru.
Satu hal yang juga perlu dipahami, mengingat belajar bahasa pada dasarnya
adalah belajar berkomunikasi, maka konteks diskusi, bertukar pikiran, dan berlatih
bersama-sama menjadi sesuatu yang sangat sayang jika diabaikan apalagi ditinggalkan.
Buku ini banyak memuat uji kompetensi dan tugas. Tujuannya agar para siswa
dapat lebih memperdalam materi dan segera sampai pada titik kompetensi yang dituju.
Tentu saja, untuk itu dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kegigihan dalam belajar.
Semua itu pasti ada dalam jiwa Anda sebagai pelajar Indonesia, bukan?
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya sumber belajar. Oleh karena
itu, siswa diharapkan melengkapinya dengan sumber-sumber (rujukan) lain. Dengan
begitu, kompetensi yang dituntut benar-benar dapat dikuasai secara semestinya.
Untuk mencapai hasil maksimal, pelajarilah buku ini bab demi bab, aspek demi
aspek secara urut, karena susunan penyampaian materi dalam buku ini telah disesuaikan
dengan standar isi yang berlaku.
Mungkin Anda, para siswa, menemukan hal-hal yang kurang menyenangkan dalam
buku ini. Silakan sampaikan keluhan Anda agar pada waktu mendatang tampilan
dan isi buku ini lebih baik lagi.
Semoga bermanfaat. Selamat belajar.
Surakarta, Mei 2008
Kata Pengantar
iv
Daftar Isi
Daftar Isi
Kata Sambutan ............................................................................................................................. iii
Kata Pengantar ............................................................................................................................. iv
Daftar Isi ..................................................................................................................................... v
Pelajaran 1 Kesehatan
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan ..................................................... 2
B. Berbicara : Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi .. 3
C. Membaca : Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel ........................................... 5
D. Menulis : Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur .................. 8
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan : Menanggapi pembacaan novel/cerpen dari segi vokal, intonasi, dan
penghayatan .............................................................................................................. 11
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 15
Refleksi .............................................................................................................................................................. 15
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 16
Pelajaran 2 Kebersihan dan Keindahan
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Mengomentari laporan lisan dengan memberikan saran atau kritik .......................... 20
B. Berbicara : Menyampaikan inti sari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif
dalam diskusi ............................................................................................................. 21
C. Membaca : Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat ........................................ 23
D. Menulis : Surat dinas ................................................................................................................ 25
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan : Menjelaskan unsur-unsur intrinsik (penggalan novel) ................................................ 29
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 32
Refleksi .............................................................................................................................................................. 32
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 33
Pelajaran 3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan ..................................................... 36
B. Berbicara : Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi .. 37
C. Membaca : Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel ........................................... 39
D. Menulis : Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notula dan daftar hadir ...................... 41
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan : Membacakan puisi (karya sendiri) dan mengomentari pembacaan puisi baru .......... 46
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 50
Refleksi .............................................................................................................................................................. 50
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 51
Pelajaran 4 Kemanusiaan
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Mengomentari laporan lisan dengan memberikan saran atau kritik .......................... 54
B. Berbicara : Menyampaikan inti sari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif
dalam diskusi ............................................................................................................. 56
C. Membaca : Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat ........................................ 57
D. Menulis : Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku .................................. 59
Kemampuan Bersastra
A. Menulis : Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain ................................................... 64
B. Berbicara : Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang ........
tepat ........................................................................................................................... 65
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 69
Refleksi .............................................................................................................................................................. 70
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 70
Pelajaran 5 Lalu Lintas dan Transportasi
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan ..................................................... 74
v
vi Daftar Isi
C. Membaca : Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel ........................................... 77
D. Menulis : Menulis surat dinas berdasarkan isi bahasa dan format yang baku .......................... 80
Kemampuan Bersastra
A. Membaca : Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen ................................................................. 84
B. Menulis : Menulis resensi buku kumpulan cerpen ..................................................................... 85
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 88
Refleksi .............................................................................................................................................................. 88
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 89
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 .........................................................................................................91
Pelajaran 6 Peristiwa
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung 108
B. Berbicara : Mempresentasikan program kegiatan/proposal ......................................................... 109
C. Membaca : Menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300 – 350 kata per
menit .......................................................................................................................... 112
D. Menulis : Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif
dan induktif ................................................................................................................. 115
Kemampuan Bersastra
A. Mendengarkan : Menemukan unsur-unsur intrinsik teks drama yang didengar melalui
pembacaan ................................................................................................................ 121
B. Berbicara : Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai dalam gurindam ..................................................... 129
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 132
Refleksi .............................................................................................................................................................. 132
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 133
Pelajaran 7 Perekonomian
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melalui radio
atau televisi ................................................................................................................ 138
B. Berbicara : Berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang baik ................... 140
C. Membaca : Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok) dari berbagai pola paragraf induksi
dan deduksi dengan membaca intensif ..................................................................... 141
D. Menulis : Menulis esai dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup ..................... 145
Kemampuan Bersastra
Membaca : Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer ................................................ 149
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 156
Refleksi .............................................................................................................................................................. 157
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 157
Pelajaran 8 Lingkungan Hidup
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan : Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung 162
B. Berbicara : Mempresentasikan program kegiatan atau proposal ................................................. 164
C. Membaca : Menentukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300 – 350 kata per
menit .......................................................................................................................... 165
D. Menulis : Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan
deduktif dan induktif ................................................................................................... 167
Kemampuan Bersastra
A. Mendengarkan : Menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks drama ......................................... 168
B. Membaca : Menemukan perbedaan karakteristik karya sastra setiap angkatan .......................... 173
C. Menulis : Menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai untuk mengomentari karya
sastra ......................................................................................................................... 180
Rangkuman ....................................................................................................................................................... 186
Refleksi .............................................................................................................................................................. 187
Evaluasi ............................................................................................................................................................. 187
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 ................................................................................................... 193
Glosarium ................................................................................................................................. 211
Daftar Pustaka ........................................................................................................................... 216
Indeks ..................................................................................................................................... 217
Pelajaran 1
Kesehatan
Sehat adalah sebuah kondisi yang memungkinkan makhluk hidup, terutama manusia
melakukan aktivitas secara nyaman. Karena itu, kesehatan harus dijaga. Pemahaman
secara memadai tentang kesehatan sangat diperlukan.
Cobalah gunakan tema kesehatan untuk membatasi bahan pembicaraan dalam
membahas kebahasaan pelajaran 1 ini. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan dua
keuntungan, yaitu memahami materi keberbahasaan dan meluaskan wawasan tentang
kesehatan. Ingat, jagalah sehatmu sebelum tiba waktu sakitmu!
Sumber: Clipart Gallery
2 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membedakan fakta dan opini yang terdapat dalam
berbagai laporan.
Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan
Sebuah kegiatan biasanya diakhiri dengan laporan, baik lisan maupun tertulis. Suatu
laporan dapat dipastikan memuat hal-hal yang benar, nyata, dan telah terjadi. Hal ini biasa
disebut fakta. Namun demikian, laporan tidak ditabukan berisi hal-hal atau pernyataanpernyataan
yang sifatnya baru berupa gagasan, usulan, pendapat, dan sejenisnya. Itulah yang
disebut opini.
Jika sebuah laporan menyatakan:Kegiatan penyuluhan penyakit menular tersebut telah
berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2007, maka pernyataan tersebut
bersifat fakta karena memang telah benar-benar terjadi atau telah dilaksanakan. Akan tetapi,
jika sebuah laporan menyatakan:Kegiatan tersebut berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan
sukses, maka hal itu disebut opini atau pendapat karena penilaian lancar, tertib, dan sukses
adalah pendapat si pelapor. Bisa jadi, orang lain menganggap sebaliknya.
Bacalah penggalan laporan berikut ini dengan cermat. Perhatikan contoh-contoh fakta dan
opini di bawahnya!
.... Bapak Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu Guru yang kami hormati. Kegiatan bakti sosial
yang telah kami laksanakan tersebut pada dasarnya mendapat sambutan positif dari pemerintah
kecamatan, terutama Dinas Pasar Kecamatan Kedung Sari. Bahkan, pada kesempatan
berpamitan, Kepala Pasar Kedung Sari, Bapak Suherman Toga, menyampaikan keinginannya
agar kegiatan bakti sosial berupa kepedulian kebersihan pasar tersebut dilaksanakan rutin,
setidak-tidaknya sekali dalam setahun. Menurut beliau, bakti sosial akan meningkatkan
motivasi masyarakat untuk peduli sesama.
Selanjutnya, perkenankan kami menyampaikan rincian kegiatan sebagai berikut.
1. Pelaksana
a. Unsur guru/karyawan
b. Semua anggota OSIS
2. Waktu dan tempat pelaksanaan
a. Waktu : tanggal 2-3 Januari 2007
b. Tempat : Pasar Kecamatan Kedung Sari dan sekelilingnya.
3. Sumber dana
a. Anggaran program OSIS tahun 2007/2008
b. Sumbangan donatur
c. Sumbangan dari pihak sponsor (rincinan terlampir)
Kesehatan 3
.... Bapak Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu Guru serta karyawan SMA Janotama yang kami
hormati. Mengingat kegiatan ini dipandang bernilai positif dan luhur, maka hendaknya tetap
diselenggarakan pada tahun yang akan datang.
Demikianlah laporan kami berkenaan dengan telah selesainya salah satu program
OSIS dalam rangka memeriahkan peringatan HUT sekolah, yakni bakti sosial.
Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
Berdasarkan laporan kegiatan tersebut dapat diperoleh fakta dan opini sebagai berikut.
1. Fakta
a. Kegiatan bakti sosial mendapat sambutan positif dari Dinas Pasar Kecamatan Kedung
Sari.
b. Kegiatan bakti sosial dilaksanakan oleh unsur guru dan anggota OSIS.
2. Opini
a. Bakti sosial akan meningkatkan motivasi masyarakat untuk peduli sesama.
b. Kegiatan bakti sosial dipandang bernilai positif dan luhur, maka hendaknya tetap
diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.
1. Susunlah laporan sederhana atas kegiatan yang Anda lakukan sebagai pengurus OSIS,
anggota ekstrakurikuler, atau yang lainnya, baik di dalam maupun di luar sekolah. Format
laporan dapat disusun sebagai berikut.
I. Pendahuluan (berisi latar belakang dan tujuan kegiatan)
II. Isi (berisi penjelasan/uraian kegiatan Anda dari awal sampai akhir dalam garis-garis
besarnya)
III. Penutup (berisi kesimpulan dan saran)
2. Sampaikan secara lisan laporan Anda di depan kelas. Teman Anda akan mencatat faktafakta
dan opini-opini yang termuat dalam laporan Anda itu!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan
alasan yang logis dalam diskusi.
Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi
Dalam forum diskusi, misalnya seminar, dapat dipastikan akan terjadi adu pendapat. Adu
pendapat tersebut dapat berupa persetujuan dan/atau penolakan. Keduanya, persetujuan dan
penolakan, harus diungkapkan dengan bahasa dan cara yang beradab dan santun.
Keberadaban dan kesantunan tersebut dapat diejawantahkan dalam wujud, antara lain,
1. objektif,
2. tidak apriori,
Uji Kompetensi 1.1
4 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. tidak emosional,
4. disertai alasan atau argumen yang logis/masuk akal,
5. menggunakan bahasa ragam resmi,
6. tidak menyinggung perasaan, dan,
7. langsung ke permasalahan, tidak bertele-tele.
Perhatikan penggalan diskusi berikut ini. Bagian yang dicetak tebal adalah argumen atau
alasan pendukung pendapat.
Penyaji : ”…. Saudara-saudara, memang, akhir-akhir ini banyak sekali media massa yang
memberitakan korban penyakit demam berdarah. Saya kira hal itu masih bisa
dikatakan belum parah. Namun demikian, kita harus secepatnya mencegah
perluasannya dengan cara penyuluhan kepada masyarakat terutama tentang
perlunya kebersihan lingkungan.”
....
Moderator : ”Saudara-saudara peserta diskusi yang terhormat, demikian makalah yang telah
disajikan oleh penyaji. Kesempatan berikutnya kita buka termin tanggapan.”
Peserta I : ”Saudara Moderator, nama saya Kukuh Semangat dari Karang Taruna Maju Jaya.
Saya sependapat dengan penyaji. Karena wabah demam berdarah belum menjalar
ke semua lapisan masyarakat maka, pencegahannya cukup dengan penyuluhan.
Hanya melalui penyuluhan kebersihan lingkungan demam berdarah dapat
dihentikan persebarannya karena dengan begitu masyarakatlah yang bergerak
mencegah penyakit berbahaya itu, bukan pemerintah. Kalau masyarakat
bergerak serempak mengadakan kebersihan lingkungan secara periodik,
dijamin nyamuk penyebab demam berdarah akan dapat diberantas sebelum
sempat menularkan demam berdarah. Keuntungan lainnya adalah lingkungan
menjadi bersih dan dengan begitu akan kelihatan indah.Terima kasih.”
Peserta II : ”Saudara Moderator, saya Lambang Bakali dari Karang Taruna Bangun Desa.
Saya kira yang disampaikan Penyaji bisa diterima. Akan tetapi, rasanya, tidak akan
cukup efektif jika pencegahan dan pemberantasan nyamuk demam berdarah
hanya dilakukan dengan penyuluhan. Pemerintah harus berperan aktif dengan
cara melakukan penyemprotan (fogging) ke rumah-rumah dan lingkungannya.
Penyemprotan akan menghentikan siklus hidup nyamuk pembawa virus demam
berdarah dengue (DBD), yakni nyamuk Aedes aegypti. Dengan begitu,
masyarakat akan segera terhindar dari gigitan mematikan si nyamuk. Baru
setelah itu diadakan penyuluhan termasuk penyuluhan kebersihan lingkungan.
Terima kasih.”
Selenggarakanlah sebuah diskusi dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Topik: pentingnya kesehatan atau kebersihan atau keindahan.
2. Pilih dua atau tiga orang yang bertugas menyiapkan materi/makalah (sederhana), satu
orang moderator, dan seorang notulis!
3. Pilih tiga atau empat orang pengamat yang bertugas mencatat setiap pendapat atau
tanggapan beserta alasan-alasan yang mendukungnya!
4. Pada akhir diskusi, pengamat harus menyampaikan catatannya dan membahas ada
tidaknya alasan logis yang menyertai pendapat/tanggapan.
Uji Kompetensi 1.2
Kesehatan 5
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam
artikel melalui membaca intensif.
Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel
Membaca secara sungguh-sungguh, teliti, dan kritis untuk menemukan isi sebuah bacaan
adalah jenis membaca intensif. Begitulah cara kita mencari ide pokok atau permasalahan
dalam (paragraf) artikel. Mengapa harus ide pokoknya yang dicari?
Ide pokok mewakili gagasan penulisnya. Dengan memahami ide pokok, sebenarnya kita
telah menguasai permasalahan dalam bacaan itu. Bagaimana dengan detail atau rincian atau
hal-hal khusus di dalamnya? Menurut para pakar, membaca dengan memahami ide pokok
secara otomatis masalah detail terurusi dan terkuasai. Selain itu, bukankah yang akan kita
ingat untuk jangka panjang adalah gagasan atau ide pokoknya, bukan hal-hal kecilnya?
Letak ide pokok paragraf sebuah bacaan, termasuk artikel, biasanya bervariasi dengan
kemungkinan sebagai berikut.
1. Awal paragraf (disebut paragraf deduktif)
Contoh:
Faktanya, obat palsu sangat sulit dibedakan dari yang
asli. Jangankan masyarakat awam, dokter, atau mereka
yang ahli dalam bidang obat-obatan pun sulit membedakan
mana obat palsu dan mana yang asli. Tidak hanya
kemasannya yang tampak sama. Warna obatnya juga
sangat mirip obat asli. Bahkan, bau dan rasanya nyaris
sama.
2. Akhir paragraf (disebut paragraf induktif)
Contoh:
Jangankan masyarakat awam, dokter, atau mereka
yang ahli dalam bidang obat-obatan pun sulit membedakan
antara obat palsu dan asli. Tidak hanya kemasannya yang
tampak sama. Warna obatnya juga sangat mirip obat asli.
Bahkan, bau dan rasanya nyaris sama. Faktanya, obat
palsu memang sangat sulit dibedakan dari yang asli.
3. Awal dan di akhir paragraf (disebut paragraf deduksiinduksi/
campuran/ kombinasi)
Contoh:
Obat-obatan palsu yang beredar di masyarakat tidak mudah dibedakan dari obat asli.
Jangankan masyarakat awam, dokter, atau mereka yang ahli dalam bidang obat-obatan pun
6 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
sulit membedakan mana obat palsu dan mana yang asli.
Tidak hanya kemasannya yang tampak sama. Warna
obatnya juga sangat mirip obat asli. Bahkan, bau dan
rasanya nyaris sama. Faktanya, obat palsu memang sangat
sulit dibedakan dari yang asli.
4. Di tengah paragraf (disebut paragraf ineratif)
Contoh:
Jangankan masyarakat awam, dokter atau mereka
yang ahli dalam bidang obat-obatan pun sulit membedakan
mana obat palsu dan mana yang asli. Faktanya, obat palsu
sangat sulit dibedakan dari yang asli. Tidak hanya
kemasannya yang tampak sama. Warna obatnya juga
sangat mirip obat asli. Bahkan, bau dan rasanya nyaris
sama.
5. Tanpa kalimat utama
Semua kalimat secara bersama mendukung satu gagasan
(disebut paragraf naratif jika sifatnya menceritakan kejadian
atau deskriptif jika sifatnya menggambarkan/melukiskan objek);
ide pokok di seluruh paragraf.
Contoh:
Di pasaran banyak beredar obat berupa tablet. Tidak sedikit pula yang berbentuk
kaplet. Dalam wujud cair pun tidak sulit ditemukan. Bahkan, obat isap sudah mulai digemari.
Semula masyarakat tidak ambil pusing terhadap kabar merebaknya obat palsu. Bagi
mereka sulit membayangkan bagaimana obat bisa dipalsukan. Belakangan media massa
semakin sering memberitakan. Bahkan, ada pengedarnya yang tertangkap dan mengakui
perbuatannya. Tak pelak, masyarakat pun dibuat resah. YLKI, Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia pun, memelopori unjuk rasa mengecam peredaran obat palsu.
1. Bacalah dengan intensif artikel berikut ini. Tentukan ide pokok setiap paragrafnya!
2. Bahas hasilnya dengan teman!
Uji Kompetensi 1.3
Kesehatan 7
Diplomasi Flu Burung
Yuny Erwanto
Dosen Fakultas Peternakan UGM
Pemberitaan flu burung yang bertubi-tubi secara nasional di berbagai media cetak
telah memberikan kesan betapa berat dan besarnya masalah ini. Masyarakat secara luas
diajak untuk khawatir dan takut dengan kasus flu burung ini. Akibatnya tidak hanya
dirasakan masyarakat itu sendiri namun dunia peternakan yang dianggap sebagai
pembawa wabah ini juga terbebani.
Kasus di Indonesia menunjukkan flu burung justru menimpa banyak orang umum dan
bukan pekerja kandang. Hal tersebut kalau kita identifikasi lebih lanjut menjadi sebuah
pertanyaan besar. Begitu mudahkah virus H5N1 berpindah ke manusia ataukah ada
faktor-faktor lain dari kasus kematian manusia sedangkan flu burung hanya menjadi
pendorong ke arah kematian?
Virus ini sebenarnya tidak menjadikan manusia sebagai habitat untuk hidup. Artinya,
tumbuh optimalnya pada ayam, itik, dan unggas yang lain. Untuk dapat berpindah ke
manusia ini masih menjadi tanda tanya besar apakah melalui perantara atau langsung.
Perlu diketahui bahwa virus ini perlu media pelekatan sehingga dia tidak mampu terbang
melalui udara langsung masuk ke saluran pernapasan. Melalui menempel di tangan, virus
ini kemudian masuk saluran pernapasan. Jadi kekhawatiran yang berlebihan tidak
diperlukan selama masyarakat membiasakan membersihkan badannya setelah
berhubungan dengan unggas dengan detergen.
Mengapa besar?
Kasus flu burung di negara-negara lain tidak menjadi besar sebagaimana di Indonesia.
Ini menarik untuk menjadi bahan pengkajian dan perenungan apakah kebijakan pemerintah
sudah benar dalam mengendalikan kasus flu burung atau sebaliknya. Dalam mengendalikan
permasalahan ini sebenarnya ada dua permasalahan besar. Pertama adalah masalah
teknis penanggulangan dan kedua adalah diplomasi.
Pada era sebelum SBY, walaupun sudah diketahui adanya kasus flu burung, pola
penanganannya cenderung hanya dilakukan oleh departemen terkait. Keuntungan yang
diperoleh adalah masalahnya tidak sampai muncul di media secara meluas. Kerugiannya
adalah dananya sangat terbatas, sehingga penyelesaiannya tidak tuntas.
Pada era pemerintahan SBY, presiden ditarik untuk ikut menyelesaikannya. Dengan
naiknya kasus flu burung kepada RI 1 maka mau tidak mau pemberitaan kasus flu burung
menjadi berita yang besar. Sehingga setiap sakit flu disertai demam dan sesak selalu
dihubungkan dengan flu burung walaupun belum positif terkena virus H5N1. Akibatnya,
masyarakat makin khawatir.
Padahal permasalahan di daerah tropis seperti Indonesia penyakit infeksi saluran
pernapasan menduduki peringkat yang tinggi. Akibatnya yang menjadi pendiagnosis
adalah masyarakat umum dan media massa dengan menanyakan ke sana kemari. Karena
belum pasti, akhirnya diberitakan sebagai suspect flu burung. Tentu hal tersebut tidak
menyelesaikan masalah namun justru merugikan dalam pola penanggulangan dan
pengendalian flu burung secara nasional.
Di samping kerugian tentu ada keuntungan-keuntungan yang diperoleh misalkan
kucuran dana dari dunia internasional sehingga menjadi pekerjaan besar dan proyek
besar bagi instansi dan orang-orang tertentu. Dana yang besar juga bermanfaat untuk
menanggulangi flu burung secara menyeluruh dan berkesinambungan. Sayang, sampai
saat ini masalah flu burung belum ada tanda-tanda akan berakhir.
8 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Diplomasi dan langkah teknis
Untuk itu ada dua pendekatan yang seharusnya dapat segera dilakukan pemerintah,
yaitu satu sisi dengan diplomasi flu burung dan sisi yang lain penanggulangan teknis oleh
departemen terkait. Langkah diplomasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan
harusnya oleh SBY atau JK karena masalahnya sudah sedemikian membesar adalah
segera memberikan informasi bahwa flu burung bukanlah masalah besar dan cara
penularannya ke manusia tidak mudah.
Kasus kematian di dunia yang masih berkisar 150 masih sangat jauh dibanding
kematian manusia karena HIV yang di Amerika saja mencapai 18.017 orang pada tahun
2003 dari 43.171 pasien HIV. SBY harus menyuarakan di forum internasional bahwa
Indonesia mampu secara mandiri menanggulangi kasus flu burung. Indikasi yang terjadi
dengan kasus flu burung diangkat ke dunia internasional agar ’dikasihani’, menjadikan
kasus tersebut betul-betul menakutkan dan mengkhawatirkan.
....
Republika, 3 Februari 2007
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis surat lamaran pekerjaan dengan cermat.
Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur
Menulis dan mengirim surat lamaran menjadi begitu penting ketika seseorang merasa
membutuhkan pekerjaan setelah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu. Mengingat
pentingnya, surat lamaran pekerjaan harus dibuat dengan secermat-cermatnya, baik dari segi
bahasa maupun isinya. Akan tetapi, sebaik apa pun sebuah surat lamaran ditulis dan dikirim,
masih ada yang jauh lebih baik, yakni menerima surat lamaran. Itu artinya Anda harus
menciptakan lapangan pekerjaan, minimal untuk diri sendiri!
Sebagai surat (setengah) resmi, surat lamaran pekerjaan ditujukan kepada sebuah
lembaga. Surat tersebut disusun berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di surat
kabar, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Surat lamaran pekerjaan dapat pula dibuat
berdasarkan inisiatif atau kemauan (sendiri) si pelamar.
Surat lamaran pekerjaan ditulis tangan di atas kertas bermeterai. Selain itu, perlu dilampiri
data pendukung umum dan khusus.
1. Pendukung umum, antara lain,
a. fotokopi sah ijazah atau surat tanda tamat belajar (terakhir), atau sejenisnya;
b. pas foto ukuran 3 × 4 atau 4 × 6;
c. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian setempat;
d. daftar riwayat hidup.
2. Pendukung khusus: sebagaimana dipersyaratkan dalam iklan lowongan, misalnya
a. sertifikat kursus komputer,
b. sertifikat terampil berbahasa Inggris (aktif),
Kesehatan 9
c. surat izin mengemudi (SIM),
d. surat persetujuan dari orang tua,
e. surat keterangan pengalaman bekerja.
Perhatikan contoh surat lamaran pekerjaan berikut!
Cermati format atau bentuk, unsur-unsur, dan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda baca, dan
lain-lain)!
Semarang, 29 Januari 2008
Hal : Lamaran pekerjaan
Lampiran : 7 berkas
Yth. Direktur PT “Maju Jaya”
Jalan A. Yani 46
Jakarta Pusat
Dengan hormat,
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat pada Suara Indonesia, Senin
25 Januari 2008, perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan karyawan administrasi. Saya merasa
mampu dan memenuhi syarat untuk mengisi lowongan tersebut. Untuk itu saya mengajukan
permohonan pekerjaan kepada Bapak/Ibu.
Adapun identitas saya
nama : Harjono
tempat, tanggal lahir : Semarang, 5 Januari 1982
pendidikan terakhir : D-3 Administrasi perkantoran
status keluarga : belum kawin
alamat : Jalan Kemanggisan 456
Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 461273.
Sebagai kelengkapan, bersama ini saya sertakan:
1. fotokopi ijazah terakhir
2. fotokopi KTP
3. fotokopi sertifikat kursus komputer dan bahasa Inggris
4. pas foto 4x6 = 3 lembar
5. SKCK dari kepolisian
6. surat keterangan sehat dari dokter
7. daftar riwayat hidup
Saya berharap dapat diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Harjono, A.Md.
10 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Catatan:
1. Jika lowongan di iklan surat kabar tidak menyebutkan perusahaan (dengan kode PO BOX)
maka alamat surat ditulis sebagai berikut.
Yth.
Pemasang iklan lowongan pekerjaan
di harian ..... (nama koran)
Tanggal .....
PO BOX .....
2. Alamat surat tidak didahului kata ”Kepada.”
Susunlah surat lamaran berdasarkan iklan berikut!
BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI
dibutuhkan
WARTAWAN
Syarat:
¤ Pria/wanita, umur maksimal 25 tahun
¤ Lulusan S-1, diutamakan dari fakultas sosial politik
¤ Memiliki SIM C
¤ Punya keterampilan memotret
¤ Berdomisili di Jakarta dan siap ditempatkan di mana saja
Lengkapi dengan:
¤ foto 3 × 4 sebanyak 5 lembar
¤ SKCK
¤ Surat keterangan sehat dari dokter
¤ Kirim ke Tabloid Gerhana
Jalan Gajah Mada 45 Jakarta
(Sumber: Suara Rakyat, 13 Februari 2007)
Tugas 1.1
1. Carilah iklan lowongan pekerjaan di media massa!
2. Susunlah surat lamaran pekerjaannya!
3. Bahaslah surat Anda bersama teman-teman, baik dari segi bahasa, format, maupun
isinya!
Uji Kompetensi 1.4
Kesehatan 11
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Kalimat dengan penyambung antarkalimat tambahan pula dan di samping itu
Konjungtor atau penyambung antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat satu
dengan kalimat berikutnya (dalam sebuah paragraf). Di samping antarkalimat, terdapat pula
konjungtor antarkata, antarfrasa, dan antarparagraf. Dalam kesempatan ini, kita akan
berkonsentrasi membahas konjungtor antarkalimat, khususnya tambahan pula dan di samping itu.
Kedua konjungsi tersebut sebenarnya memiliki arti dan maksud yang sama, yaitu
menyatakan lebih atau menguatkan dari apa yang dinyatakan sebelumnya.
Tambahan pula sama artinya dengan lagi pula dan lebih-lebih lagi. Ketiganya dapat
dijadikan konjungtor antarkalimat dan dapat saling mensubstitusikan (menggantikan).
Di samping itu sama artinya dengan selain itu dan lain dari itu. Ketiganya pun berfungsi
sebagai konjungtor antarkalimat yang dapat saling menggantikan.
Konjungsi antarkalimat, dalam penulisannya selalu diikuti tanda koma (,).
Perhatikan dan bandingkan contoh-contoh di bawah ini!
Tambahan pula Di samping itu
Setiap hari Hasbi selalu makan makanan Pak Tondang menderita sakit liver. Di
berlemak tinggi. Tambahan pula, ia malas samping itu, beliau juga mengidap penyakit
berolahraga. kencing manis.
Badan sehat akan menjadikan seseorang Buah pisang banyak mengandung vitamin A.
tampil lebih segar dan memesona. Tam- Di samping itu, pisang juga memiliki daya
bahan pula, badan sehat akan meningkat- anastesi atau pengurang rasa sakit.
kan daya pikir.
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menanggapi pembacaan (penggalan) novel atau
cerpen.
Menanggapi pembacaan novel/cerpen dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
Anda masih ingat pengertian cerpen atau novel, bukan? Baiklah, untuk sekadar membantu
mengingat, berikut ini akan disampaikan kembali pengertian cerpen dan novel.
Cerpen, akronim dari cerita pendek merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk
prosa dengan kisahan pendek dengan kesan tunggal dan berpusat pada satu tokoh dalam suatu
situasi. Lebih terperinci cerpen memiliki ciri-ciri, yaitu
12 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. pada umumnya ceritanya pendek (ada yang mengatakan sekitar sepuluh ribu kata, selesai
dibaca dalam ”sekali duduk”: 20 –30 menit);
2. yang diceritakan sesuatu yang benar-benar penting dan berarti;
3. isinya singkat dan padat;
4. sanggup memberi kesan mendalam dalam hati pembaca;
5. jumlah tokoh antara 1 – 4 dan wataknya digambarkan sekilas ”hanya” untuk menghadapi
konflik;
6. hanya mengandung satu konflik atau permasalahan;
7. alur yang digunakan bersifat rapat (tidak memungkinkan adanya perkembangan atau
munculnya alur baru);
8. tidak menyebabkan perubahan nasib pada tokohnya.
Novel boleh dikatakan ”hampir” kebalikan dari cerpen. Novel jelas lebih panjang daripada
cerpen bahkan bisa jauh lebih panjang. Beberapa ciri-cirinya, antara lain,
1. pada umumnya ceritanya panjang;
2. bisa melibatkan tokoh dengan jumlah (sangat) banyak;
3. isi cerita leluasa, bahkan bisa berkembang ke mana-mana;
4. konflik atau permasalahan yang diungkap bisa lebih dari satu;
5. alur atau plotnya renggang sehingga sangat terbuka peluang untuk berkembang atau
bermunculan alur baru;
6. sangat dimungkinkan tokoh (utama) mengalami perubahan nasib.
Sebagaimana puisi, cerpen atau (penggalan) novel juga dapat dinikmati lewat pembacaan.
Untuk mendapatkan pembacaan yang indah, diperlukan beberapa ”syarat”, yaitu
1. vokal atau ucapan, baik volume suara memadai, ejaan yang jelas dan tegas, serta
pengucapan lancar/tidak banyak tersendat atau keliru;
2. intonasi (lagu kalimat) yang baik dan tidak monoton (nada, tekanan, tempo, dan jeda
terkoordinasi dengan cermat);
3. penghayatan atau penjiwaan terhadap isi cerita yang tepat sehingga seolah-olah benarbenar
mengalami. Penghayatan terhadap isi diekspresikan lewat mimik (perubahan raut
muka), gestur (pergerakan anggota tubuh) yang mendukung, vokal, dan intonasi.
Untuk ajang berlatih, laksanakan uji kompetensi berikut. Sengaja dicontohkan cerpen (bukan
novel) agar hasilnya bisa langsung dinikmati.
1. Bacalah cerpen berikut dengan cermat dan cobalah menghayatinya!
2. Mintalah atau pilihlah dua atau tiga orang teman untuk membacakan cerpen tersebut di
depan kelas (kalau perlu secara estafet)!
3. Adakan penilaian atas pembacaan tersebut. Gunakan lembar penilaian sebagai berikut!
4. Hasil penilaian disampaikan secara lisan untuk dibahas.
Uji Kompetensi 1.5
Kesehatan 13
No. Nama Pembaca
Aspek yang Dinilai/Diamati* Jumlah
Vokal Intonasi Penghayatan Nilai
Catatan:
*Rentang nilai 50 – 80
Dua Ratus Rupiah
Rosfita
”Satu kiri, ya!”
”Satu kiri!” kondektur mengulangi ucapan saya sambil berteriak.
Bus yang saya tumpangi lalu menepi ke kiri dan berhenti tepat di depan halte pintu satu
Senayan. Tumben, biasanya sopirnya lebih senang menghentikan bus agak ke tengah
sehingga penumpang harus menengok ke kiri dulu sebelum menyeberang, takut ada mobil
atau motor yang nekat nyelonong. Ya, tumben, tapi soalnya sekarang sedang hujan lebat
sekali. Jadi, keterlaluan sekali jika sopirnya masih tega membiarkan penumpangnya
menyeberangi jalan berbasah-basah. Apalagi yang malas membawa payung seperti saya ini.
Kaki saya belum lagi menyentuh aspal jalanan ketika serombongan bocah kecil menyerbu
ke pintu bus sambil menyodorkan payung yang sudah siap terbuka. Saya jadi kewalahan
turun. Ah, keterlaluan juga anak-anak singkong ini. Kenapa sih, tidak sabar menunggu sampai
saya turun dulu dari bus, baru memberi saya waktu untuk pikir-pikir mau menyewa payung apa
tidak. Sekarang ini, saya memang tidak butuh payung. Halte cuma berjarak satu langkah dari
tempat saya turun.
Kasihan juga melihat wajah-wajah kecil itu kecewa. Tapi bagaimana lagi, lha wong saya
betul-betul sedang tidak butuh. Ah, kan masih banyak orang lain yang mungkin akan memakai
jasa mereka.
Saya segera menyelamatkan diri ke bawah naungan atap halte, berdesakan bersama
orang-orang lain. Setiap orang berusaha untuk lebih masuk ke dalam halte, tidak keberatan
harus berdesak-desakan dengan orang yang belum dikenal, yang penting aman dari siraman
hujan. Beberapa orang malah bersyukur dengan keadaan darurat ini. Anget.
Cuma bocah-bocah singkong ini saja yang kelihatan lebih senang berhujan-hujan.
Masing-masing mereka punya payung, tapi ironisnya setiap anak basah kuyup. Sebagian
malah tidak memakai alas kaki sama sekali. Mau tidak mau saya jadi memerhatikan mereka.
Entahlah, apakah orang-orang lain di halte ini juga melihat hal yang sama. Melihat dua, tiga,
empat, lima, enam,…, ya, enam orang bocah yang basah kuyup sambil memegang payung.
Satu di antara mereka masih kecil sekali, paling-paling baru lima atau enam tahun. Siapa
yang mengajaknya ke tempat ini? Apakah tidak terpikir olehnya bagaimana kalau ia sampai
sakit karena kehujanan? Pilek, batuk, atau demam. Apakah ibunya tidak melarang berhujanhujan
begini? Ataukah ibunya terpaksa tega mengingat gemerencing uang yang bakal
diperoleh anaknya? Ampun, apa betul ada orang tua yang tega begitu?
Tanpa terasa tangan saya menyentuh dua buah uang logam di saku rok saya. Uang
kembalian beli pastel di kantin tadi. Cuma dua ratus. Ya, buat saya cuma dua ratus. Tanpa
susah payah pun tiap hari saya dapat mendapatkan sepuluh kali dari jumlah itu. Tapi buat
anak-anak itu, apakah dua ratus ini juga ’cuma dua ratus?’ Apakah dua ratus tidak sedemikian
berharganya, sampai mereka tidak menghiraukan risiko sakit kehujanan?
14 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Saya jadi merasa tidak enak. Rasanya uang ini lebih berarti di tangan mereka. Di tangan
bocah berkaos biru yang sedang menggigil itu, misalnya. Saya ingin memanggilnya dan
menyelipkan dua buah logam ini ke tangannya, serta menyuruhnya segera pulang. Atau buat
bocah enam tahunan tadi, yang dari hidungnya sudah mulai keluar cairan kental. Mestinya
dia duduk manis-manis di rumah, sambil minum susu hangat, makan ubi goreng. Sekarang
pasti dia sudah terkena pilek. Dan entah sudah berapa hari dia ikut-ikutan berburu uang logam
dengan berbekal payung.
Namun, bagaimana cara memberikan uang ini? Kalau itu saya lakukan, pasti orangorang
yang sedang berdesakan di halte ini akan menyaksikannya, sambil berpikir saya ini sok
sosial, dan sok dermawan. Lalu bagaimana kalau bocah-bocah lain melihat? Akan sanggupkah
saya bertahan di sini sambil terus dipandangi kanan kiri?
Sebuah bus berhenti lagi. Tiga penumpang turun yang dua langsung menyerbu ke halte
berdesakan. Yang seorang mengambil payung yang disodorkan seorang bocah, lalu berjalan
menjauh. Pemilik payung berjalan di belakangnya sambil mendekap tangan yang gemetaran
ke dada. Saya merasa kasihan. Tapi masih lima bocah lagi yang menggigil menunggu
langganan. Si kaos biru menggigil makin keras, payung di tangannya masih tertutup rapi.
Tangan saya kembali meraba dua logam di kantong. Ah, keterlaluan betul saya ini. Untuk
apa saya malu pada orang-orang di halte ini? Apa urusan mereka? Ini uang saya sendiri,
terserah mau saya apakan. Saya genggam uang itu, dan mulai membuka mulut.
Bagaimana saya mesti memanggil bocah berkaos biru itu? ’Hei’ atau ’Dik’, atau
bagaimana? Tapi apa pun yang keluar dari mulut saya, pasti semua orang di halte bus ini akan
menoleh ke arah saya. Lalu mereka akan menyaksikan bagaimana bocah itu mendekat
dengan wajah kebingungan dan mereka akan melihat bagaimana saya meletakkan dua uang
logam ke genggaman si bocah, dan mereka akan mendengar saya berucap, ”Ini uang buat
kamu, sekarang kamu pulang saja, ya, nanti kamu sakit.”
Lalu mereka semua akan memandangi saya, memandangi sang dermawan, dan mereka
mulai menilai saya di dalam benak mereka. Ah, rasanya saya tidak akan sanggup.
Genggaman saya semakin kuat. Saya keluarkan uang itu. Betul, dua ratus rupiah. Cuma
dua ratus rupiah. Tapi, apakah juga ’cuma dua ratus rupiah’ buat si kaos biru?
”Senopati! Senopati!”
Saya tersentak. Ah, bus saya sudah datang. Cepat-cepat saya naik, dan bus pun melaju.
dalam Marahimin, 2004: 183-185 dengan perubahan seperlunya
Tugas 1.2
1. Carilah sebuah novel. Bacalah dan hayati!
2. Pilih satu bagian atau bab untuk dibacakan di depan kelas!
3. Mintalah teman Anda menilai tampilan Anda. Gunakan format penilaian seperti di
atas!
4. Bahaslah hasil penilaiannya!
Kesehatan 15
1. Fakta adalah pernyataan atau hal yang bersifat nyata dan benar-benar ada serta telah
terjadi. adapun opini adalah pernyataan atau hal yang bersifat pendapat atau
gagasan, belum benar-benar ada.
2. Menyampaikan tanggapan, baik yang bersifat persetujuan maupun penolakan
hendaknya memerhatikan: objektif, tidak apriori, tidak emosional, disertai alasan
atau argumen yang logis/masuk akal, menggunakan bahasa ragam resmi, tidak
menyinggung perasaan, dan langsung ke permasalahan, tidak bertele-tele.
3. Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak ide pokoknya, antara lain, deduktif (awal
paragraf), induktif (akhir paragraf), deduktif–induktif/campuran (di awal dan diulang
di akhir paragraf), ineratif (di tengah paragraf), serta naratif/deskriptif (tanpa kalimat
utama).
4. Surat lamaran pekerjaan ditujukan kepada sebuah lembaga. Surat tersebut disusun
berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di surat kabar, majalah, televisi,
radio, dan sebagainya. Surat lamaran pekerjaan dapat pula dibuat berdasarkan
inisiatif atau kemauan (sendiri) si pelamar.
5. Tambahan pula sama artinya dengan lagi pula, dan lebih-lebih lagi. Ketiganya dapat
dijadikan konjungtor antarkalimat dan dapat saling mensubstitusi (menggantikan). Di
samping itu sama artinya dengan selain itu dan lain dari itu. Ketiganya pun berfungsi
sebagai konjungtor antarkalimat dan dapat saling mensubsitusi (menggantikan).
6. Sebagaimana puisi, cerpen atau (penggalan) novel juga dapat dinikmati lewat
pembacaan. Untuk mendapatkan pembacaan yang indah, diperlukan beberapa
syarat, antara lain, vokal, intonasi, dan penghayatan atau penjiwaan isi.
Rangkuman
Pelajaran 1 membuka kesempatan yang sangat luas untuk Anda agar dapat dan terampil
membedakan fakta dan opini, menyampaikan gagasan dalam diskusi, menemukan ide dan
permasalahan dalam artikel, menulis surat lamaran kerja, menggunakan konjungsi tambahan
pula dan di samping itu, serta menanggapi pembacaan (penggalan) novel. Karena itu, menjadi
kewajiban Anda untuk mampu menerapkan keterampilan-keterampilan itu dalam hidup
bermasyarakat. Janganlah Anda terampil hanya soal di sekolah sementara di masyarakat tidak
dapat berbuat apa-apa!
Refleksi
16 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Tuliskan masing-masing dua pernyataan yang bersifat fakta dan opini yang terdapat dalam
penggalan teks berikut!
Lagi-lagi tentang manfaat serat. Kali ini, para peneliti dari Universitas Leeds, Inggris,
menyatakan, asupan serat sangat penting bagi wanita pramenopause karena bisa menurunkan
risiko kanker payudara hingga setengahnya.
Meneliti 35 ribu wanita, para periset menemukan, wanita yang mengonsumsi serat 30 gram
per hari memiliki risiko kanker payudara 50 persen lebih kecil ketimbang wanita yang mengasup
serat kurang dari 20 gram setiap harinya.
Ada banyak jurus yang bisa dilakukan untuk meningkatkan asupan serat. Saat sarapan
misalnya, pilihlah menu sereal yang kaya serat. Kalau selama ini Anda biasa menyantap roti putih
(white bread) yang terbuat dari tepung terigu, gantilah dengan roti yang terbuat dari tepung
gandum utuh (wholemeal bread) karena mengandung lebih banyak serat. Selain itu, jangan
lupakan buah dan sayur. Setiap harinya, pastikan Anda mengonsumsi lima porsi buah dan sayur.
2. Susunlah sebuah tanggapan (bersifat sanggahan atau persetujuan) atas pernyataan
berikut!
Bahan pengawet untuk pangan belakangan banyak diperbincangkan. Banyak anggota
masyarakat bertanya-tanya, amankah pengawet bagi tubuh?
Sayangnya, tak mudah menemukan jawaban untuk memenuhi keingintahuan tersebut.
Bahkan, pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr Ir. Deddy Muhtadi MS,
tak memberikan pernyataan tegas mengenai hal ini. Dia hanya mengatakan, itu tergantung pada
bahan pengawet yang digunakan, kondisi penggunaannya, tujuan penggunaannya, ketepatan
spesifikasinya, serta siapa dan bagaimana konsumennya. ”Jawaban yang lebih pasti adalah
bahan pangan tanpa pengawet belum tentu lebih aman daripada yang ditambahkan bahan
pengawet,’’ tuturnya dalam sebuah forum media edukasi di Jakarta, Kamis (18/1) lalu.
3. Tuliskan ide pokok masing-masing paragraf dalam penggalan teks berikut!
Deddy menyebut beberapa bahan pengawet yang kerap digunakan untuk bahan pangan
salah satunya, benzoat. Ini adalah bahan yang kerap digunakan untuk mengawetkan minuman
ringan, kecap, sari buah, saus tomat, saus sambal, manisan, dan makanan lainnya. Ada juga
propionat sebagai bahan pengawet untuk roti dan keju olahan, dan sorbat sebagai bahan
pengawet untuk margarin, pekatan sari buah, dan keju.
Selain itu, ada pula sulfit dan nitrit. Sulfit merupakan bahan pengawet untuk potongan
kentang goreng, udang beku, dan pekatan sari nenas. Nitrit kerap digunakan untuk bahan
pengawet daging olahan seperti sosis dan kornet dalam kaleng. Bahan ini juga digunakan untuk
mengawetkan keju.
Aktivitas benzoat, kata Deddy, berhubungan dengan keasaman produk pangan. Ini lebih
efektif pada suasana asam, tapi tidak efektif pada suasana netral. ”Bahan ini terutama digunakan
untuk menghambat pertumbuhan kapang (fungi),’’ tuturnya.
Tubuh manusia, menurut Deddy, memiliki sistem detoksifikasi (penghilangan) benzoat yang
sangat efektif. Benzoat akan terbuang hingga 95 persen lewat urine. Jika masih ada yang
tertinggal, benzoat akan bergabung dengan asam glukuronat yang termetabolisme lewat urine.
Kesehatan 17
Baik benzoat maupun sorbat, sebenarnya terdapat secara alami pada buah-buahan dan rempah.
”Cengkih, kayu manis, dan buah berry mengandung benzoat, begitu pun sorbat bisa ditemukan
secara alami pada buah berry.’’
4. a. Susunlah masing-masing satu paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif, deskriptif,
dan naratif!
b. Tulislah sebuah paragraf tentang kesehatan yang di dalamnya termuat konjungsi
tambahan pula, di samping itu, dan lagi pula!
5. Tulislah sebuah surat lamaran kerja berdasarkan iklan di bawah ini!
DIBUTUHKAN SEGERA
S-1 dan D-3 elektro dan mekanik
Kirim lamaran Anda ke PT Kapsulindo Nusantara
Jalan Pancasila 1 Cicadas, Gn Putri, Bogor
Paling lambat sepuluh hari setelah iklan ini.
Abdul Hadi W. M.
Dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah, 3 November 1939.
Menyelesaikan pendidikan di Jurusan Sastra UGM (1965),
kemudian memperdalam pengetahuan di Universitas
Leiden (1980 – 1981), dan terakhir meraih gelar Doktor
dari UGM. Tahun 1970 – 1972, ia pernah mengajar di
Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea
Selatan. Kumpulan sajaknya: Matahari Pagi di Tanah Air
(1967) dan Sajak-sajak 1973-1974-1975 (1975), Hutan
Bunga (1990), Jendela Terbuka (1993) dan Aubade
(1999). Sajak-sajaknya yang lain dimuat dalam Jajak MD
(ed.), Manifestasi (1968) dan Linus Suryadi AG (ed.),
Tonggak 2 (br,1987). Karyanya yang lain: Beberapa
Gagasan dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern
Sebelum Perang Dunia II (bersama Ramli Leman S.,1976), Memahami Sajak-Sajak
Subagio Sastrowardoyo (bersama Tim Peneliti Fakultas Sastra UGM, 1978), Bahasa
Puisi Penyair Utama Kesusastraan Indonesia Modern (1979), Bahasa Puisi Sunyi dan
Deru Campur Debu (1982), Pengkajian Puisi (1987), dan Beberapa Teori Sastra, Metode
Kritik dan Penerapannya (ke, 1995).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
18 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Peribahasa
Bersua beliung dengan sangkal. (Sesuai benar karena sepaham atau setujuan).
Menyelandang bagai panas di padang. (Suatu kejadian yang terjadi secara merata di manamana).
Pelajaran 2
Kebersihan dan
Keindahan
Sumber: Dokumen Penerbit
Kebersihan dan keindahan bagai dua sisi dari satu keping uang logam. Kebersihan
akan mendatangkan keindahan. Sementara itu, keindahan hanya akan terwujud kalau
ada kebersihan. Sebagaimana kesehatan, kebersihan dan keindahan adalah kebutuhan.
Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak menjadikannya budaya sehari-hari.
Dalam pelajaran ini, Anda akan membahas dan berlatih banyak hal tentang
kemampuan berbahasa dan bersastra. Agar tidak melebar dan meluas tidak terkendali,
gunakan masalah kebersihan dan keindahan sebagai ”wadah” dan ”payung”nya. Ingat,
kebersihan adalah sebagian dari iman!
20 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat memberi komentar laporan lisan untuk menyarankan
atau memberi kritik.
Mengomentari laporan lisan dengan memberikan saran atau kritik
Setiap kegiatan, apalagi yang bersifat resmi, tentu ada laporannya. Apakah laporan itu?
Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan berkaitan dengan telah dilaksanakannya
suatu kegiatan. Menurut jenisnya, laporan dapat berupa laporan lisan dan laporan tertulis.
Sebuah laporan perlu ditanggapi atau dikomentari. Untuk itu, penerima laporan harus
mempelajari secara kritis, terlebih jika laporan tersebut berkaitan dengan anggaran (uang).
Bukan tidak mungkin dalam laporan ada rekayasa (negatif), manipulasi, dan sejenisnya.
Jika menemukan kejanggalan dalam sebuah laporan, penerima harus berani memberi
kritik (penilaian baik dan buruknya) serta saran (anjuran perbaikan). Bagaimana santun
menyampaikan kritik dan saran? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu
1. objektif,
2. tidak emosional,
3. menggunakan diksi yang tidak menyinggung perasaan, dan
4. menyertakan alasan-alasan yang logis.
Cermatilah contoh berikut!
....
Seminar bertema Urgensi Kebersihan Lingkungan telah terlaksana dengan sukses.
Seminar ini dihadiri oleh perwakilan seluruh sekolah, SMP dan SMA, di Kabupaten
Kartasari.
....
Dana yang terbelanjakan untuk kegiatan seminar adalah dua belas juta rupiah.
Sebagian besar diperoleh dari kontribusi peserta dan sponsor. Seminar menyimpulkan
bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi gaya hidup, bukan lagi kebutuhan harian.
....
Selaku panitia, kami menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi
dalam pelaksanaan seminar. Untuk itu, kritik dan saran sangat kami harapkan.
Terima kasih.
....
Komentar berupa kritik (bercetak tebal) dan saran (bercetak miring):
Saudara Panitia,
Kami ucapkan selamat atas keberhasilan panitia menyelenggarakan seminar tingkat
kabupaten di sekolah kita. Namun demikian, agar pelaksanaan kegiatan serupa pada masamasa
mendatang lebih baik, perkenankan saya menyampaikan sedikit kritik dan saran
menyangkut anggaran.
Kebersihan dan Keindahan 21
Saya kira biaya dua belas juta rupiah terlalu besar untuk ukuran kegiatan yang hanya
membahas dua topik dari dua pembicara dengan peserta tidak lebih dari seratus orang.
Berkaitan dengan hal itu, sebaiknya panitia melaporkan secara rinci pemasukan dan pengeluaran
anggarannya.
Terima kasih.
1. Bagilah siswa dalam kelas Anda menjadi beberapa kelompok (anggota 4 – 6 orang)!
2. Lakukan sebuah kegiatan sederhana di lingkungan sekolah Anda!
3. Susun laporan atas kegiatan tersebut! Sampaikan di depan kelas untuk mendapatkan
tanggapan dari kelompok lain!
4. Perbaiki laporan Anda berdasarkan saran dari kelompok lain tersebut!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengungkapkan secara lisan inti sari buku nonfiksi
yang Anda baca dengan bahasa efektif.
Menyampaikan inti sari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif
dalam diskusi
Membaca buku harus disertai kemampuan menangkap isinya. Jangan sampai informasi
dari buku hanya ”masuk telinga kanan keluar telinga kiri.” Barangkali itulah sebabnya para bijak
mengingatkan kita bahwa dalam membaca kita harus berpikir sebab jika tidak, sama artinya
dengan membuang-buang waktu saja.
Ada baiknya jika isi buku yang telah Anda baca didiskusikan agar terwujud sebuah
pemahaman yang utuh sekaligus kritis terhadap buku bersangkutan. Untuk itu, dalam tugas
berikut Anda akan diajak untuk mendiskusikan isi sebuah buku. Sebelumnya, harus diingat
bahwa dalam forum resmi semacam diskusi, Anda harus menggunakan bahasa yang efektif.
Apakah bahasa efektif itu? Bahasa efektif adalah bahasa yang dapat mewakili secara cermat
isi pikiran pemakainya, bahasa yang dapat secara tepat sama dipahami oleh pembicara/
penulis dan pendengar/pembaca.
Uji Kompetensi 2.1
22 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Bandingkan dua kelompok kalimat di bawah ini!
No. Kalimat Tidak Efektif No. Kalimat Efektif
Agar menjadi kalimat yang efektif, maka harus diperhatikan hal-hal berikut.
1. Subjek dan/atau predikat bersifat eksplisit, (perhatikan contoh 1).
2. Subjek dan predikat tidak terpisah jauh atau kalimat terlalu panjang agar kesatuan ide
terjaga, (lihat contoh 2).
3. Penempatan unsur keterangan harus tepat (contoh 3).
4. Tanda baca digunakan sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya (contoh 4).
5. Terhindar dari rancu, pleonastis, atau hiperkorek (lihat contoh 5).
6. Menggunakan kata depan secara tepat (contoh 6).
1. Dalam rapat kabinet itu membahas
juga masalah penanggulangan flu
burung, demam berdarah, dan
penyakit chikungunya.
2. Peningkatan kualitas kesehatan
jelas merupakan bagian penting
dalam program kerja pemerintah
sekarang, yang di dalamnya
tercermin kemanfaatannya bagi
masyarakat luas, dari rakyat kecil
sampai kalangan elite.
3. Tahun ini biaya perawatan di rumah
sakit baru disesuaikan.
4. Semua unsur pelayanan medis
sebagai bagian dari sarana
pelayanan publik harus bahu membahu
menolong dan membantu
para pasien.
5. Di dalam kamar rawat mereka
saling menceritakan tentang
pengalaman masing-masing
sebelum sakit.
1. Dalam rapat kabinet itu pemerintah
membahas juga masalah
penanggulangan flu burung,
demam berdarah, dan penyakit
chikungunya.
2. Dalam rapat kabinet itu dibahas
juga masalah penanggulangan flu
burung, demam berdarah, dan
penyakit cikungunya.
Peningkatan kualitas kesehatan
jelas merupakan bagian penting
dalam program kerja pemerintah
sekarang. Di dalam program itu
tercermin kemanfaatannya bagi
masyarakat luas, dari rakyat kecil
sampai kalangan elite.
1. Biaya perawatan di rumah sakit
tahun ini baru disesuaikan.
2. Tahun ini biaya perawatan di rumah
sakit baru dinaikkan.
Semua unsur pelayanan medis,
sebagai bagian dari sarana
pelayanan publik, harus bahu
membahu menolong dan
membantu para pasien.
Di dalam kamar rawat mereka
saling menceritakan pengalaman
masing-masing sebelum sakit.
Kebersihan dan Keindahan 23
Tugas 2.1
1. Bacalah sebuah buku nonfiksi (jangan yang terlalu tebal, yang selesai dibaca satu hari)!
2. Tulis ringkasan atau inti sarinya!
3. Kemukakan dengan bahasa yang efektif inti sari tersebut di depan kelas dalam forum
diskusi!
4. Tunjuk beberapa orang yang selama bertugas mengamati secara cermat penggunaan
bahasa Anda, efektif atau tidak!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang
baik.
Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat
Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang
banyak. Dapat pula diartikan pidato adalah wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan
orang banyak. Pengertian kedua mengacu pada bentuk bahasa tulis/naskah.
Dalam berpidato seseorang dapat menggunakan metode:
1. menghafal (berpidato setelah hafal naskah);
2. naskah (membaca teks yang telah disiapkan sebelumnya);
3. ekstemporan (berdasarkan garis besar gagasan yang telah disiapkan);
4. impromptu (bersifat spontan, tanpa persiapan).
Jika forum pidato bersifat resmi dan penting, misalnya pidato pejabat, biasanya metode
naskah (membaca nyaring/keras-bersuara) yang dipilih. Contohnya adalah pidato kenegaraan
dari seorang presiden.
Agar isi pidato mudah dipahami dan menarik perhatian pendengar, pembaca perlu
memerhatikan lafal, nada, intonasi dan sikap. Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok
orang mengucapkan bunyi bahasa. Minimal lafal seseorang sesuai lafal masyarakat dari mana
ia berasal. Karena lafal orang Bali berbeda dengan lafal orang Jawa dalam bunyi bahasa
tertentu. Demikian juga untuk masyarakat atau suku yang lain.
Nada adalah tinggi rendah bunyi bahasa/ucapan atau ungkapan keadaan jiwa. Nada pidato
di dalam acara resepsi pernikahan berbeda dengan nada pidato dalam upacara bendera, rapat,
pidato kenegaraan, ataupun dalam suasana duka.
Tidak boleh diremehkan juga masalah sikap. Sikap, di antaranya berupa cara berdiri, cara
memegang naskah, cara menatap, dan cara berpakaian yang santun, hormat, dan wajar akan
lebih menarik perhatian dan menimbulkan simpati daripada yang sebaliknya.
24 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Intonasi adalah lagu kalimat. Di dalam intonasi tercakup nada, tempo (cepat lambatnya
pembacaan, tekanan (pada bagian yang dianggap penting), jeda (penghentian sesaat), dan
volume (keras tidaknya ucapan). Intonasi yang baik akan menghindarkan pembacaan teks
pidato dari kemonotonan sehingga tidak menjenuhkan.
Untuk berlatih, mintalah beberapa teman bergantian membacakan teks pidato berikut di depan
kelas!
Assalammulaikum wr. wb.
Salam sejahtera.
Saudara-saudara, para hadirin yang berbahagia, puji syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
kepada makhluk-makhluk-Nya. Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato
tentang lingkungan hidup.
Saudara-saudara.
Dengan melihat dan merasakan keadaaan lingkungan sehari-hari, baik langsung
maupun melalui media massa, kita layak meyakini bahwa pemerintah negara ini, negara kita,
masih belum menunjukkan kinerja optimal dalam mengelola lingkungan hidup, terutama di
kota-kota besar. Tingginya polusi udara, krisis air bersih, bencana banjir, penumpukan
sampah, pencemaran lingkungan, serta lemahnya penegakan hukum, masih menjadi catatan
serius yang harus dibenahi segera.
Pemerintah berkewajiban, baik secara politis, ekonomis, maupun sosial memerhatikan
hak rakyat soal lingkungan hidup yang sehat, demi terwujudnya pembangunan yang adil dan
manusiawi bagi seluruh rakyat, tanpa membedakan struktur kelas. Masalah mengelola
lingkungan, saat ini kesadaran masyarakat dan pejabat belum tumbuh sempurna. Belum ada
keharmonisan antara program pemerintah dan sikap masyarakat. Sikap dan tindakan mereka,
pemerintah dan masyarakat, dalam upaya bersama-sama mengelola lingkungan di daerah
sekitarnya sangat minim. Pemikiran sejumlah masyarakat masih terbatas kepentingan mengisi
perut sehingga persoalan lingkungan hidup belum disikapi secara penuh. Sangat mudah kita
lihat bagaimana warga masyarakat membuang sampah di sembarang tempat, menutup tanah
dengan semen rapat-rapat, dan menebang pepohonan, sekecil apa pun pepohonan itu,
dengan seenaknya.
Saudara-saudara.
Selain rendahnya kesadaran mengelola lingkungan, juga terjadi stagnasi pengelolaan
limbah, baik limbah rumah tangga maupun industri. Limbah masih saja dibuang ke sungaisungai,
tanpa ada upaya pengolahan yang optimal.
Sampai saat ini, pemerintah masih lebih banyak menghabiskan tenaganya untuk
membuat perencanaan pengelolaan lingkungan, tetapi lemah dan tergopoh-gopoh dalam
dalam hal implementasi. Parahnya, kelemahan dalam hal political will itu dibarengi rendahnya
pengucuran anggaran.
Keadaan itu menjadi ironis jika dihubungkan dengan adanya kementerian lingkungan
hidup. Timbul pertanyaan, apa yang dikerjakan dan dikemanakan dana di departeman itu?
Karena itu, sebaiknya kementerian atau instansi ini perlu mendapatkan kewenangan penuh
menangani isu lingkungan hidup baik skala nasional maupun regional. Di sinilah dibutuhkan
keberpihakan politik agar setidaknya, anggaran yang tersedia diarahkan ke upaya perbaikan
lingkungan hidup.
Kebersihan dan Keindahan 25
Tugas 2.2
1. Susunlah sebuah teks pidato dengan ketentuan:
a. topik : kebersihan dan keindahan lingkungan tanggung jawab bersama
b. panjang naskah : 500 – 750 kata
2. Bacakan naskah tersebut di depan kelas untuk mendapatkan catatan dan tanggapan dari
teman-teman, terutama dari segi intonasi dan sikap!
3. Gunakan format pengamatan atau penilaian sebagai berikut.
Aspek yang Dinilai
No. Nama Pembaca Komentar/
Lafal Intonasi Sikap Jumlah Keterangan
Nilai
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan
format yang baku.
Surat dinas
Surat menyurat akan menjadi aktivitas yang penting dalam kehidupan berorganisasi,
sampai kapan pun. Berdasarkan siapa yang membuat, surat dapat dibagi menjadi surat pribadi
dan surat resmi.
Surat dinas merupakan bagian dari surat resmi. Surat dinas adalah surat yang isinya
menyangkut masalah-masalah kedinasan, yakni yang berhubungan dengan administrasi
jawatan atau pemerintahan. Surat dinas harus singkat, padat, tidak bertele-tele, menggunakan
bahasa resmi/baku/efektif, dan santun.
Saudara-saudara,
Fakta yang tidak terbantahkan adalah delapan puluh persen faktor yang membuat kita
sehat terletak pada perilaku dan kualitas lingkungan hidup, bukan berobat ke dokter dan
mengonsumsi obat-obatan.
Sekian pidato saya,
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
(Diadaptasi dari Republika, 4 Januari 2007)
26 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
cap/
stempel
Berikut ini adalah format surat dinas (bentuk surat official style ’bentuk resmi’).
Kepala/kop surat
Nomor surat
Lampiran
Hal/pokok surat
Alamat/tujuan surat
Salam pembuka
Pembuka
Isi
Penutup
Salam penutup
Jabatan penanggung
Tembusan (jika perlu) Tanda tangan
Nama lengkap
NIP
Kebersihan dan Keindahan 27
Uji Kompetensi 2.2
Perhatikan contoh surat undangan berikut!
SMA NEGERI 23 LAMBUNG MANGKURAT
ORGANISASI SISWA INTRASEKOLAH (OSIS)
Jalan Tumenggung Ranu 45, Lambung Mangkurat,
Telepon (0212) 461175, Faksimile (0212) 445654
Nomor : 12/V/O/2008 15 Januari 2008
Lampiran : 1 lembar
Hal : Undangan
Yth. Kepala SMA Bakti Bangsa
u.p. Ketua OSIS
Jalan Kenanga 87
Kemalangin
Dengan hormat,
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun SMA Negeri 23 Lambung Mangkurat,
kami merencanakan menyelenggarakan seminar kesehatan reproduksi. Untuk itu, kami
mengundang pengurus OSIS SMA Bakti Bangsa untuk menghadiri acara tersebut.
Adapun penyelenggaraannya akan diselenggarakan pada:
hari, tanggal : Sabtu, 19 Januari 2008
waktu : pukul 07.30 s.d 13.00 WIB
tempat : aula satu SMA Negeri 23 Lambung Mangkurat
Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Mengetahui, Ketua OSIS,
Kepala Sekolah,
Drs. Tasman Hutasoit, M.Pd. Gunarso Ikman
NIP 131142574
Tembusan:
1. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lambung Mangkurat
2. Arsip
Susunlah sebuah surat undangan berdasarkan ilustrasi berikut!
Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, Pemangku Desa Semanggi Timur
akan menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis. Kepala desa bermaksud mengundang
semua pengurus RT dan RW desa setempat untuk membahas rencana tersebut.
28 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Tugas 2.3
1. Bagilah kelas Anda dalam beberapa regu/kelompok kerja!
2. Carilah contoh-contoh surat dinas di instansi pemerintah di sekitar domisili Anda
(termasuk sekolah Anda)!
3. Analisislah surat tersebut kemudian bahaslah dalam forum diskusi!
4. Dalam format yang baik dan sopan, sampaikan hasil diskusi Anda kepada instansi
bersangkutan!
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Menggunakan kalimat dengan penyambung antarkalimat adapun, di satu pihak … di lain
pihak
1. Konjungtor adapun
Pun dalam tata bahasa merupakan salah satu partikel (di samping -lah, -kah, dan
-tah). Partikel pun yang melekat pada kata adapun bersifat dan berperilaku sebagai
konjungtor (penyambung) antarkalimat. Penulisannya serangkai, sebagaimana
bagaimanapun, walaupun, meskipun, dan sebagainya.
Konjungtor adapun berarti tentang atau mengenai hal. Perhatikan penggunaannya
dalam kalimat di bawah ini!
a. Adapun yang menjadi persoalan adalah ketidaksiapan panitia.
b. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Adapun caranya tergantung pada diri masingmasing
yang bermasalah.
2. Konjungtor di satu pihak … di lain pihak
Konjungtor ini biasanya digunakan untuk menyatakan situasi pertentangan atau
perlawanan. Perhatikan penggunaan konjungtor di satu pihak … di lain pihak di bawah ini!
a. Kegiatan naik atau mendaki gunung dapat dilihat dari dua sisi. Di satu pihak dapat
meningkatkan kecintaan terhadap alam di lain pihak sebenarnya cukup membahayakan
bagi keselamatan pelakunya.
b. Demonstrasi yang terus-menerus dilakukan dapat membawa dua keadaan yang
kontras. Di satu pihak menjadi pendorong demokrasi di pihak lain sesungguhnya dapat
menghambat kreativitas.
Kebersihan dan Keindahan 29
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menjelaskan unsur-unsur pembentuk sastra (tema,
latar, penokohan, alur, pesan, sudut pandang, dan konflik) dalam penggalan
novel/cerpen yang dibacakan.
Menjelaskan unsur-unsur intrinsik (penggalan novel)
Jika Anda membaca karya sastra, cerpen atau novel misalnya, maka pada dasarnya Anda
sedang bergumul dengan berbagai unsur yang secara bersama-sama membentuk karya sastra
tersebut. Memahami unsur-unsur pembentuknya akan menjadikan karya sastra terasa
semakin indah dan penuh nilai. Karya sastra terbentuk atau terbangun dari dua unsur utama,
yaitu intrinsik (unsur-unsur yang berada di dalam karya sastra itu sendiri) dan ekstrinsik (unsurunsur
yang berada di luar karya sastra tetapi turut membentuk karya sastra).
Seharusnyalah Anda telah sangat memahami pengertian dari unsur-unsur tersebut,
terutama unsur-unsur intrinsiknya. Untuk membantu menyegarkan kembali pemahaman Anda,
berikut disajikan sekilas tentang sebagian dari unsur-unsur intrinsik karya sastra.
Unsur Pengertian Perincian
tema Pokok pikiran yang menjadi dasar atau jiwa sebuah – tema mayor
cerita. – tema minor
latar Sesuatu yang melingkupi cerita atau pelakunya. – latar tempat
– latar waktu
– latar suasana
– latar alat
Unsur intrinsik Unsur ekstrinsik
1. Tema
2. Latar/setting
3. Penokohan
4. Alur/plot
5. Pesan/amanat
6. Sudut pandang/point of
view
7. Konflik/pertikaian
8. Ending/pengakhiran
1. Situasi sosial/politik/
ekonomi masyarakat
2. Latar belakang pendidikan
pengarang
3. Status perkawinan
pengarang
4. Jenis kelamin pengarang
5. Ideologi pengarang
Karya sastra
30 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Penokohan Penentuan atau penciptaan citra tokoh (orang/nama – tokoh antagonis
dan perwatakannya) dalam karya sastra. – tokoh protagonis
Alur/plot Rangkaian peristiwa yang dijalin sedemikian rupa – alur maju
sehingga tercipta konflik dalam hubungan waktu – alur mundur
atau sebab akibat. – alur sorot balik
(flashback)
Amanat Gagasan yang mendasari cerita sekaligus pesan – amanat utama/
yang ingin disampaikan kepada penikmat karya khusus/mayor
sastra. – amanat
sampingan/
minor
Sudut Cara atau dari sudut pandangan siapa pengarang – akuan (sudut
pandang mengisahkan suatu cerita. pandang orang
pertama)
– diaan (sudut
pandang orang
ketiga)
Konflik Ketegangan atau pertikaian atau pertentangan – konflik mental
”antartokoh” dalam cerita. – konflik sosial
Ending/pe- Cara seorang pengarang mengakhiri sebuah kisah/ – happy ending
nyelesaian cerita. – tragedy ending
1. Tunjuk/pilihlah satu teman Anda untuk membacakan penggalan novel berikut. (Anda
sebaiknya/seharusnya tidak mendahului membaca!) dan dengarkan baik-baik!
2. Analisislah dan tentukan unsur-unsur intrinsiknya (jika ada sumber unsur ekstrinsiknya
juga)! Laksanakan dalam kelompok kerja (4 – 6 orang). Format hasil analisis sebagai berikut.
No. Unsur Intrinsik/Ekstrinsik Kutipan/Ringkasan Pendukung
3. Ungkapkan hasil analisis Anda di depan kelas untuk dibandingkan dengan kerja kelompok
lain!
Sudah beberapa kali Hidayat bisa bertemu dengan Ita di pesawat udara dalam
perjalanan ke luar negeri. Sudah beberapa kali pula ia berjalan-jalan dengan pramugari
itu di Singapura. Hidayat merasa senang mempunyai teman bicara yang mengasyikkan
dalam mengisi waktu senggang. Malahan ia sempat memberi kenang-kenangan yang
dirasakannya tidak seberapa berharga, tetapi nyatanya diterima oleh Ita dengan perasaan
Uji Kompetensi 2.3
Kebersihan dan Keindahan 31
yang membuat dirinya penuh gundah gulana. Yang tumbuh pada diri Hidayat kian lama
kian jelas, rasa kasih kepadanya. Sementara itu, ia merasa kian bertambah menyala rasa
cinta pramugari itu kepadanya. Ita mabuk, betul-betul mabuk dibuatnya. Sering kali ia tidak
bisa tidur kalau sudah memikirkan laki-laki yang pernah memberinya sepatu di Singapura,
tas yang bagus dari perjalanan Hidayat ke Tokyo, dan sejumlah kenang-kenangan yang
dipajang Ita di lemari kaca di tempat tidurnya. ”Tapi mengapa ia tak pernah mengajak aku
ke tempatnya, ke kantornya sekalipun?” pikirnya. Tadi malam ia melamun lagi. Gelisah tak
menentu. Ia punya perasaan, semestinya ia menjadi pasangan laki-laki yang dicintainya
itu. ”Siapa tahu pula dia pun seperasaan denganku,” pikirnya. ”Bukankah tatapannya itu
selalu mengandung arti? Bukankah ucapan-ucapannya itu selalu mengandung tantangan
dan ajakan? Bukankah dia pernah menyebutkan juga, bahwa dia pun suka kepadaku?”
”Ucapan-ucapannya itu! Waw! Itu kurasakan sangat mengelus hatiku. Aku menemukan
kesenangan bercakap dengannya,” pikirnya. Lalu ia memukul-mukul kepalanya sendiri
seperti ingin membuang khayalannya sendiri.
Sekarang ia sudah membuat janji lagi dengan laki-laki yang dirasakannya
memanjakannya itu. Mereka akan bertemu. Sejak ia meninggalkan pesawat udara, Ita
sudah gelisah. Segalanya ia lakukan cepat-cepat. Ia membereskan barangnya dengan
tergesa-gesa pula di kamarnya di hotel Agung. Ia cepat keluar lalu menelepon. Bersemangat,
bergairah. Hidayat baru saja merebahkan badannya di tempat tidur. Telepon mendering.
Ia mengangkatnya.
”Halo,” kata Hidayat dengan santai.
”Ini Pak Hidayat?” suara perempuan dari jauh.
”Ita?” tanya Hidayat berbalik dengan nada gembira.
”Ya, Kang Dayat,” suaranya halus, gembira pula.
”Ya, sayang. Di mana Ita sekarang?” tanya Hidayat.
....
(Ramadhan KH, Ladang Perminus: 201-202, dengan sedikit penyesuaian)
Tugas 2.4
1. Bentuklah kelompok kerja dengan anggota 4 – 6 orang!
2. Carilah sebuah novel dan tentukan penggalannya untuk dibacakan!
3. Rekam pembacaan Anda dan pertukarkan hasilnya dengan kelompok lain!
4. Rekaman Anda akan dianalisis oleh kelompok lain.
5. Diskusikan hasil analisisnya secara bergiliran!
32 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. Mengomentari laporan, baik berupa kritik maupun saran hendaknya objektif, tidak
emosional, menggunakan diksi yang baik dan tepat, serta menyertakan alasanalasan
logis.
2. Bahasa efektif adalah
a. bahasa yang dapat mewakili secara cermat isi pikiran pemakainya
b. bahasa yang dapat secara tepat sama dipahami oleh pembicara/penulis dan
pendengar/pembaca.
3. Dalam berpidato seseorang dapat menggunakan metode: menghafal, naskah,
ekstemporan, maupun impromptu. Agar isi pidato mudah dipahami dan menarik
perhatian pendengar, pembaca perlu memerhatikan lafal, nada, intonasi, dan sikap.
4. Surat dinas adalah surat yang isinya menyangkut masalah-masalah kedinasan,
yakni yang berhubungan dengan administrasi jawatan atau pemerintahan. Surat
dinas harus singkat, padat, tidak bertele-tele, menggunakan bahasa resmi/baku/
efektif, dan santun.
5. Konjungtor adapun biasanya digunakan untuk menyatakan situasi pertentangan atau
perlawanan. Konjungtor adapun berarti tentang atau mengenai hal.
6. Unsur intrinsik karya sastra meliputi tema, latar/setting, penokohan, alur/plot, pesan/
amanat, sudut pandang/point of view, konflik/pertikaian, dan ending/pengakhiran.
7. Unsur ekstrinsik karya sastra meliputi situasi sosial/politik/ekonomi masyarakat,
latar belakang pendidikan pengarang, status perkawinan pengarang, jenis kelamin
pengarang, dan ideologi pengarang.
Rangkuman
Dalam kehidupan bermasyarakat, kegiatan mengkritik; memberi saran; mengungkapkan
sesuatu dengan bahasa efektif; membaca pidato; menulis surat dinas; menggunakan kalimat
atau paragraf berkonjungsi adapun, di satu pihak .. di lain pihak...; serta membahas unsur-unsur
intrinsik, bukan tidak mungkin akan menjadi kebutuhan. Pelajaran 2 ini menawarkan keterampilanketerampilan
itu. Anda seharusnya mampu menggunakan dan memanfaatkannya! Berbanggalah
menjadi pengguna bahasa Indonesia!
Refleksi
Kebersihan dan Keindahan 33
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah kritik dan saran untuk laporan di bawah ini!
….
Pada mulanya kami kesulitan memperoleh izin masuk lokasi kunjungan, yakni situs bersejarah
Sangiran. Alasan pengelola adalah karena sedang diadakan renovasi. Akan tetapi, dengan
pendekatan yang terus-menerus akhirnya rombongan berhasil memasuki lokasi.
Tepat hari Senin, 28 Januari 2008 pukul 07.00 WIB pengamatan dan penelitian kami mulai.
Seperti telah direncanakan, pelaksanaan pengamatan kami bagi dalam beberapa bagian yang
masing-masing bagian dikoordinasi oleh subtim dengan jumlah anggota setiap subtim empat
orang.
Pukul 11.00 WIB pengamatan kami hentikan. Selanjutnya kami menyusun laporan dengan
cara menyatukan laporan-laporan dari setiap subtim.
Demikianlah laporan kami. Terima kasih.
….
2. Ubahlah kalimat-kalimat berikut agar menjadi efektif!
a. Dalam pertemuan itu membahas rencana perpisahan kelas XII.
b. Setiap permasalahan daripada manusia pasti ada jalan keluarnya.
c. Meskipun banyak hambatan, tetapi rombongan berhasil menyelesaikan ekspedisinya
dengan selamat.
d. Sebelum memulai sesuatu sebaiknya terlebih dahulu berdoa.
3. Tulislah sebuah surat dinas berupa undangan rapat pengurus OSIS sekolah Anda dalam
rangka memperingati hari besar agama/nasional!
4. Temukan unsur intrinsik dalam penggalan cerpen berikut!
Sih sudah tak punya air mata. Kebisuan kembali merengkuhnya. Ia rasakan sekujur tubuhnya
menggigil. Ada dingin yang menyegat-nyengat, lalu luka yang menyergap-nyergap. ”Kita akan
menikah, Sih. Kau yang paling perempuan di jagad ini. Aku tak akan melepaskanmu!” Di mata Sih,
senyuman Kas seperti lengkungan pelangi terbalik yang menghiasi cakrawala. Pendarnya
menggetarkan pojok-pojok sunyi dalam galau diri Sih. Seperti juga Kas, pada waktu itu Sih tak
pernah berpikir ada lelaki yang lebih sempurna, yang Tuhan ciptakan selain Kas. Kas hanya dapat
dikalahkan oleh para nabi, bukan oleh manusia biasa. Apakah yang tak dimiliki Kas? Ia mapan,
keturunan baik-baik, berjiwa satria, tampan, pintar.... Lelaki macam mana lagi yang diperlukan
seorang perempuan selain yang seperti itu?
”Aku tetap akan menulis. Bukan untuk membantumu atau keuangan kita, tapi untuk diriku
sendiri. Dan kamu, Mas..., adalah inspirasiku yang tak pernah habis,” katanya beberapa hari
setelah menikah. Kas mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, menggoda Sih. Lesung
pipitnya yang dalam tampak seketika. Lalu gemas ditekannya kedua pipi Sih dengan dua
tangannya yang lebar dan kokoh. ”Kau boleh melakukan apa saja, Cinta,” katanya bagai penyair
pemula. ”Tahukah kau? Aku menikahimu karena engkaulah pengarangku. Lagi pula, kalau kau
ingin bekerja yang lain, silakan. Aku bukanlah seorang sipir dan rumah ini bukan penjara yang
akan mengurungmu,” bisiknya kemudian di telinga Sih.
34 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Lima tahun. Lima tahun Kas dan Sih berumah tangga. Sih merasakan kebahagiaan bagai
air terjun yang menyerbu dirinya. Ia mengenali pelangi semesta yang sama, yang dimiliki semua
manusia, berpindah hanya memendari rumah mungil mereka. Sih tak pernah berhenti mengarang,
sesuatu yang ditekuninya jauh sebelum ia bertemu Kas. Sementara Kas masih pegawai negeri
di kecamatan. Maka hari berkejaran di halaman waktu tak ubah kanak-kanak yang berlarian di
lapangan luas tak jauh dari rumah mereka. Dan, saat mata Sih melihat seorang anak terjatuh, ia
merasakan kembali keroak luka di batinnya. (Pertemuan di Taman Hening, Helvy Tiana Rosa).
5. Sebutkan dan terangkan hal-hal yang mutlak harus diperhatikan ketika berpidato dengan
metode naskah (membaca)!
Rivai Apin
Dilahirkan di Padang Panjang, Sumatra Barat, 30 Agustus 1927.
Pernah manjadi direktur Gema Suasana, ”Gelanggang”, Siasat,
Zenith, dan Zaman Baru. Pernah pula menjadi anggota Komite
Nasional Indonesia Pusat, DPRD DKI Jakarta, dan Pimpinan
Pusat Lekra (1959-1965). Setelah G–30–S meletus, ia ikut
ditahan hingga akhir 1979. Sajak-sajaknya dimuat dalam H.B.
Jassin (ed.), Gema Tanah Air (1948), dan Tiga Menguak Takdir
(ks bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, 1950). Sajaksajaknya
yang lain, diedit dan diterbitkan Harry Aveling dalam
Dari Dua Dunia yang Belum Sudah (Malaysia,1972).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
Peribahasa
Untung sabut timbul, untung batu tenggelam. (Untung-untungan; tidak seorang pun yang
dapat menghindari nasibnya)
Kaki untuk dipakaikan gelang. (Memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan
bertambah buruk)
Pelajaran 3
Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi
Sumber: Clipart Gallery
Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah syarat utama
untuk dapat mengarungi kehidupan dalam status modern. Tanpa penguasaan iptek, citacita
hidup modern adalah isapan jempol belaka. Oleh karena itu, kuasailah iptek. Agar
wawasan Anda tentang iptek bertambah, gunakan tema iptek untuk berlatih berbahasa
sesuai materi dalam pelajaran 3 ini.
36 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membedakan fakta dan opini yang terdapat dalam
berbagai laporan.
Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan
Telah dijelaskan pada pelajaran 1 bahwa sebuah laporan bisa memuat fakta dan opini atau
pendapat. Anda harus dapat membedakannya. Kemampuan membedakan keduanya akan
sangat membantu dalam menyampaikan tanggapan atau komentar, baik berupa saran maupun
kritik.
Di bawah ini disajikan penggalan laporan. Mintalah seorang teman Anda untuk
membacakannya di depan kelas (dengan catatan Anda tidak boleh mendahului membaca).
Catat dan pilahkan pernyataan-pernyataan di dalam laporan tersebut atas fakta dan opini atau
pendapat. Bandingkan hasilnya dengan hasil analisis teman Anda!
Dengan Biodiesel Mesin Lebih Halus Daripada Solar
Laporan Wartawan Kompas Andy Riza Hidayat
Hampir dipastikan, sepanjang 1.000 kilometer perjalanan ekspedisi uji coba biodiesel
getaran mesin berbahan bakar campuran biodiesel lebih halus dibanding bahan bakar solar
murni. Hal itu diketahui dari tiga kali uji coba di Kabupaten Dairi Sumatra Utara, Aceh Selatan,
dan Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.
”Dalam operasional kendaraan, faktor getaran sangat penting. Adanya getaran
berhubungan memengaruhi tingkat kenyamanan penumpang dalam kendaraan. Idealnya,
getaran sebuah kendaraan tidak sampai di ruang penumpang. Meski tetap saja sampai di
ruang penumpang, sebisa mungkin getaran kendaraan diminimalisir sekecil mungkin,” kata
teknisi dari Auto 2000 PT Astra Internasional, Habibullah, Kamis (25/1) pada sesi getaran
ketiga di Banda Aceh.
Dalam perjalanan di hari keempat, tim ekspedisi uji coba bahan bakar biodiesel menguji
getaran mesin di dua kendaraan yang memakai bahan bakar berbeda. Selama tiga kali uji
getaran mesin, getaran kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel lebih kecil dibanding
dengan kendaraan berbahan bakar solar.
Hasil pengujian
Pengujian getaran pertama dilakukan di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatra
Utara pada perjalanan 243 km, Senin (22/1). Uji coba kedua dilakukan di Desa Batu Merah,
Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, NAD, Selasa (23/1) di perjalanan 413 km. Pengujian
terakhir dilakukan di Kota Banda Aceh, Kamis (25/1) petang di jarak 932 km.
Uji Kompetensi 3.1
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 37
Pengujian pertama getaran di tutup klep mesin untuk kendaraan berbahan bakar
campuran biodiesel 12,84 milimeter (mm)/detik. Di tempat yang sama, getaran kendaraan
berbahan bakar solar sebesar 15,39 mm/detik. Getaran di blok mesin untuk kendaraan
biodiesel 10,58 mm/detik, sedangkan kendaraan solar 12,14 mm/detik.
Pada pengujian kedua di Tapaktuan, getaran kendaraan biodiesel masih lebih kecil
dibanding kendaraan solar. Getaran di tutup klep pada kendaraan biodiesel 10,58 mm/detik.
Sementara untuk kendaraan berbahan bakar solar getaran tercatat 12,65 mm/detik, sedangkan
getaran di blok mesin untuk kendaraan biodiesel 10,0 mm/detik, kendaraan solar 10,84 mm/detik.
Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) M Ansori Nasution mengatakan bahwa
pengujian tetap akan terus dilakukan sampai di tujuan terakhir di Medan. Pengujian
getaran idealnya dilakukan setiap 250 km. ”Pengujian pertama dilakukan dengan
kelipatan jarak itu, jadi kami ingin melakukannya. Meski kerap kali pengujian tidak
dilakukan pada kelipatan 250 karena faktor cuaca,” tutur Ansori.
Sumber: Kompas, 25 Januari 2007
Tugas
1. Buatlah kelompok yang beranggotakan 4 – 6 orang!
2. Adakan pengamatan terhadap objek tertentu di sekitar sekolah Anda!
3. Tulis laporan pengamatan Anda secara sederhana dengan format berikut!
I. Pendahuluan (berisi latar belakang dan tujuan kegiatan)
II. Isi (berisi penjelasan/uraian kegiatan Anda dari awal sampai akhir dalam garis-garis
besarnya)
III. Penutup (berisi simpulan dan saran)
4. Kemukakan laporan tersebut secara bergiliran di depan kelas. Kelompok lain akan
mencatat fakta-fakta dan opini-opini yang terdapat dalam laporan Anda!
5. Bahaslah untuk memastikan bahwa pemilahan pernyataan berdasarkan fakta dan
opini yang Anda buat benar!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan
alasan yang logis dalam diskusi.
Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi
Dalam pelajaran 1 telah disampaikan bahwa dalam forum diskusi, misalnya seminar,
dapat dipastikan akan terjadi adu pendapat, baik berupa persetujuan dan/atau penolakan.
Dalam menyampaikan pendapat atau tanggapan selayaknya diperhatikan dengan sungguhsungguh
hal-hal berikut.
1. Objektif.
2. Tidak apriori.
38 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. Tidak emosional.
4. Disertai alasan atau argumen yang logis atau masuk akal.
5. Menggunakan bahasa ragam resmi.
6. Tidak menyinggung perasaan.
7. Langsung ke permasalahan dan tidak berbelit-belit.
Perhatikan contoh tanggapan berupa penolakan atu sanggahan di bawah ini yang:
1. melalaikan etika/kesantunan (lihat yang bercetak tebal)
2. tidak logis/berbelit-belit sehingga permasalahannya tidak fokus/jelas (dari
mempermasalahkan ”budaya” beralih ke ”etika” selanjutnya ke masalah ”semangat” (lihat
yang bercetak miring)
3. ragam bahasa (sebagian) tidak resmi (lihat yang bergaris bawah)
Saudara Moderator,
Saudara Penyaji, dalam makalahnya, menyatakan bahwa jika kita ingin maju dan
berkembang maka jalan atau jalur yang harus ditempuh sebagai pintu masuk adalah
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern/mutakhir secara optimal.
Sepintas pernyataan Penyaji itu sangat meyakinkan sehingga kalau tidak hati-hati
mencermati omongannya itu kita bisa terkecoh. Alasan-alasan yang dia kemukakan kelihatan
begitu logis disertai fakta-fakta yang juga tidak terbantahkan. Tapi, satu hal dia lupa kita ini
bukan bangsa yang arah daripada pembangunannya hanya berorientasi iptek, tetapi juga harus
perspektif kepada penguatan kebudayaan. Bahkan, budayalah yang menurut saya harus
didahulukan. Bukan iptek. Iptek itu kan cuma mainan anak-anak yang bisa dikerjakan sambil
lalu. Nyontoh negara lain juga gak masalah, ngapain repot-repot.
Sementara, kebudayaan harus ditanamkan dari dini, katakanlah sejak di bangku sekolah
dasar (SD) sehingga pada saat dewasa warga negara ini benar-benar mengerti arti sopansantun
dan etika. Etika itu harus ditekankan sebab etika akan membentuk kepribadian yang
kuat pada diri setiap manusia masing-masing. Dari kuatnya kepribadian itulah kemudian akan
muncul apa yang disebut semangat. Semangat adalah suatu sikap mental yang mendorong
manusia mau melakukan sesuatu demi untuk menciptakan keadaan yang lebih baik. Dengan
semangat kita dapat mbangun pertanian lebih intensif; dengan semangat kita dapat mbangun
transportasi lebih bermutu; dengan semangat kita dapat ngeksplorasi sumber daya alam lebih
banyak. Pokoknya dengan semangat, apa pun dapat kita lakukan.
Terima kasih.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 39
1. Di bawah ini tersaji senarai beberapa pernyataan atau topik tentang ilmu pengetahuan dan
teknologi!
2. Pilih salah satu yang Anda suka. Berdasarkan pilihan Anda, susunlah sebuah karangan
singkat (150 – 200 kata) yang berisi gagasan Anda mengenai topik tersebut!
3. Kemukakan di depan kelas secara lisan (tanpa membaca karangan)!
4. Tugas teman lain adalah menyiapkan tanggapan atas pernyataan-pernyataan pembicara
terutama tentang ada tidaknya alasan logis yang menjadi dasar pernyataannya!
Senarai topik
1. Iptek menjadi syarat mutlak bagi kehidupan masyarakat modern.
2. Orientasi pembangunan pada iptek mengakibatkan kehidupan bangsa kehilangan jiwa.
3. Iptek dan agama harus berjalan seiring.
4. Iptek bukan jaminan kemajuan sebuah bangsa.
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam
artikel melalui membaca intensif.
Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel
Anda tentu sudah paham bahwa dalam setiap paragraf artikel terkandung sebuah ide
pokok, gagasan utama, atau pikiran utama. Ternyata dalam paragraf sebuah artikel kita pun
dapat menemukan permasalahan atau persoalan yang bukan tidak mungkin, menarik untuk
dibahas dan dikaji lebih lanjut.
Masalahnya, bagaimanakah cara menemukan permasalahan dalam sebuah artikel?
Permasalahan dalam artikel ternyata sangat mudah ditemukan bahkan didaftar asalkan si
pembaca memiliki wawasan cukup. Dengan wawasan cukup pembaca akan dapat dengan
cepat menentukan bahwa suatu pernyataan bisa merupakan permasalahan atau tidak.
Uji Kompetensi 3.2
40 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Perhatikan ilustrasi di bawah ini. Dalam sebuah tulisan dinyatakan sebagai berikut.
….
Kematian Napoleon Bonaparte dua abad lalu menyisakan misteri yang menarik untuk
digali. Sebagian ahli sejarah masih berpendapat bahwa hidupnya berakhir karena racun
arsen, namun penelitian terakhir menunjukkan tidak.
Sejak dikalahkan Inggris pada tahun 1815, Kaisar Prancis yang sempat menikmati masamasa
kejayaan dengan menguasai hampir seluruh daratan Eropa itu dikucilkan pada pulau
terpencil di Samudra Atlantik bagian selatan, Pulau St. Helena. Enam tahun kemudian,
Bonaparte menghembuskan napas terakhirnya di usia 52 tahun.
….
Kompas, Januari 2007
Berdasarkan penggalan artikel tersebut, dapat dimunculkan berbagai persoalan berikut.
1. Mengapa setelah sekian lama baru ada penelitian yang menyangkut sebab-sebab kematian
Napoleon Bonaparte?
2. Apabila kematiannya ”tidak jadi” karena diracun, lantas apa penyebabnya?
3. Apa sebenarnya urgensi (tingkat kepentingan) penelitian atas kematian tokoh yang telah
ratusan tahun meninggal?
1. Bacalah dengan cermat dan saksama artikel di bawah ini!
2. Rumuskan beberapa permasalahan yang menurut Anda menarik!
3. Susunlah makalah sederhana berdasarkan salah satu permasalahan tersebut!
4. Diskusikan permasalahan yang terdapat dalam artikel berikut!
”Pishing” di Internet
Memancing Informasi Penting di Kehidupan Nyata
Beberapa saat lalu, seorang teman mengirimkan pesan dari alamat e-mail-nya yang
baru. Kok baru lagi ya? Tanpa ditanya, ia langsung menjelaskan bahwa ia baru saja
kehilangan alamat e-mail-nya. Mailbox-nya tidak lagi dapat diakses. Rupanya, password-nya
telah terbajak.
Lucunya, sebelumnya saya sendiri mengalami hal serupa. Saya mendapat instant
message dari seorang rekan, yang isinya mengundang kita untuk menengok foto-foto
terbarunya dengan mengklik pada alamat suatu situs web. Karena menarik, saya klik ke link
itu, dan ternyata terbawa masuk ke situs foto-foto selebriti yang tidak menarik bagi saya. Saya
tutup halaman itu dan melanjutkan penelusuran saya tentang sesuatu yang lebih menarik.
Tidak lama kemudian, saya pun bermaksud memeriksa e-mail lagi, dan saya kembali ke
halaman situs webmail yang berhubungan dengan penyedia layanan instant messaging di
atas. Karena memang sudah lama meninggalkan situs webmail itu, muncul layar yang
Uji Kompetensi 3.3
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 41
mengatakan bahwa saya perlu melakukan verifikasi password terhadap username yang
sudah tertera pada halaman itu. Tanpa terlalu memerhatikannya, saya ketik password saya
dan langsung bisa akses e-mail saya.
Keesokan harinya, seorang teman mengatakan bahwa kini sayalah yang mengirimkan
padanya pemberitahuan tentang album foto baru, sama seperti yang saya terima beberapa
hari sebelumnya. Wah, jangan-jangan itu virus. Namun, setelah bertanya kepada pakar-pakar
TI, terkuaklah bahwa yang terjadi bukanlah masalah virus, tetapi saya terkena phishing, istilah
yang dipakai untuk pembajakan password. Phishing memang merupakan semacam permainan
kata atas kata fishing, alias mancing. Konon, phishing sudah ada sejak tahun 1996 atau
bahkan sebelumnya.
Bagaimana mereka membajak password saya? Saya teringat layar webmail yang
muncul meminta saya untuk memasukkan password lagi, padahal sebenarnya saya belum
lama log-in. Jadi, rupanya, halaman itu terbentuk ketika saya mengklik di link foto yang
diumumkan teman saya. Halaman itu seolah-olah datang dari situs webmail yang saya
gunakan, padahal sebenarnya bukan. Ketika itulah, pembajak e-mail mengetahui username
saya, meminta saya untuk mengetik password saya, dan kemudian membajaknya.
Jadi, kita harus berhati-hati dalam menggunakan password. Tentunya password itu
sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang tidak dapat sepenuhnya Anda percaya. Anda
juga akan diingatkan untuk tidak menggunakan nomor-nomor yang terlalu mudah diketahui,
seperti tanggal lahir, sebagai password.
Berbagai hal harus kita perhatikan dalam transaksi melalui internet, mulai dari yang
paling umum, yaitu melakukan logging in untuk masuk ke e-mail account gratis, seperti Google
Mail, Hotmail, atau Yahoo! Mail. Memang, seperti pengusaha yang menggunakan tanda
tangan-tanda tangan berbeda, sebaiknya Anda juga gunakan password yang berbeda untuk
jenis account yang berbeda.
Misalnya, untuk account mail yang tidak terlalu penting, bisa gunakan password yang
tidak terlalu rumit, tetapi untuk account internet banking Anda, perlu jenis password yang lebih
canggih, misalnya tidak hanya berupa angka saja atau huruf saja, tetapi angka dan huruf.
....
Amir Sidharta, Kompas, 22 Januari 2007
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyusun laporan hasil diskusi dengan lampirannya
(notula dan daftar hadir).
Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notula dan daftar hadir
Sebuah diskusi, sebagaimana kegiatan-kegiatan lain, hasilnya harus dilaporkan. Tujuannya
bisa bermacam-macam: untuk dokumen, untuk pertanggungjawaban, untuk sarana mengambil
langkah kebijakan atau keputusan, dan sebagainya.
Bagaimanakah menyusun laporan hasil diskusi? Berikut disajikan format laporan diskusi.
42 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Bentuk 1. (formulir/isian)
PANITIA SEMINAR
PENINGKATAN MOTIVASI PENELITIAN MELALUI KIR
SMA BINATAMA
Jalan Pemuda III No. 34, Surakarta, telepon (0271) 34564
LAPORAN HASIL SEMINAR
Hari, tanggal pelaksanaan : .............................................................................
Waktu : .............................................................................
Tempat : .............................................................................
Pembicara
1. ……………………….
Judul makalah ” ………………………..” (terlampir)
2. ……………………….
Judul makalah ” ………………………..” (terlampir)
3. dan seterusnya.
Simpulan diskusi:
1. ........................................................................................................................
2. ........................................................................................................................
3. ........................................................................................................................
4. ........................................................................................................................
..…., …………………..
Ketua, Sekretaris,
……………. ……………………..
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 43
Bentuk 2. (resmi), sistematika lengkapnya:
HALAMAN SAMPUL (Cover)
HALAMAN JUDUL
HALAMAN TANDA TANGAN
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
I. Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Tujuan Diskusi
c. Persiapan
II. Isi/Pelaksanaan
a. Waktu pelaksanaan (hari, tanggal, pukul)
b. Tempat pelaksanaan
c. Peserta
d. Sekilas jalannya diskusi
e. Hasil diskusi (rumusan simpulan)
III. Penutup
a. Simpulan
b. Saran-saran
Lampiran-lampiran
Catatan:
1. Lampiran yang disertakan, antara lain:
a. makalah,
b. notula diskusi (dari setiap sesi), dan
c. daftar hadir.
2. Format notula sebagai berikut.
44 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kepala surat/kop (kalau ada)
Notula Diskusi
Topik : ……………
Sifat diskusi : ……………
Hari,tanggal : ……………
Tempat : ……………
Peserta diskusi : 1. Hadir = ……. orang
2. Tidak hadir = ……. orang
Moderator diskusi : ……………
Notulis : ……………
Mata acara : 1. Pembukaan
2. Penjelasan pokok diskusi
3. Pembacaan makalah
4. Pembahasan/tanggapan
5. Pembacaan kesimpulan
6. Penutup
Risalah diskusi
1. Pembukaan
Diskusi dibuka pukul .… oleh …. inti ….
2. Penjelasan pokok diskusi
Penjelasan pokok diskusi disampaikan oleh …..
Isi ……….
3. Pembacaan makalah oleh …
4. Pembahasan
4.1 Tanggapan peserta
a. Usul : Sdr …..
Isi : …………………….
b. Pertanyaan : Sdr …..
Isi : ……………………..
c. Saran : Sdr …..
Isi : …………………….
d. dan seterusnya.
4.2 Tanggapan balik oleh penyaji
a. Usul : Sdr …..
Isi : ………………………
b. Pertanyaan : Sdr …..
Isi : ………………………
c. Saran : Sdr …..
Isi : ……………………..
d. dan seterusnya.
5. Kesimpulan diskusi
a. ……………….
b. ……………….
c. ……………….
6. Penutup
Diskusi ditutup pukul …. oleh ….
Isi…..
..........., ........................
Moderator, Notulis,
………………….. ……………………….
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 45
1. Pengalaman adalah guru
yang terbaik.
2. Januari adalah bulan pertama
tahun Masehi.
3. Mendaki gunung adalah
olahraga berisiko tinggi.
1. Dalam hal ini yang harus kita
siapkan ialah tenda, tali, dan
perbekalan makan.
2. Napak tilas ialah berjalan
menelusuri jalan yang dahulu
pernah diturut tokoh tertentu.
1. Napak tilas merupakan tiruan
perjalanan tokoh tertentu pada
zaman dahulu.
2. Pengalaman merupakan guru
yang terbaik.
3. Kedewasaan merupakan
bekal hidup yang sangat tinggi
nilainya.
ialah
merupakan
Konjungtor Fungsi/Arti Contoh Kalimat
adalah 1. identik dengan
2. sama maknanya dengan
3. termasuk dalam kelompok/
golongan
Menghubungkan penggal kalimat
satu dengan penggal kalimat
berikutnya yang bersifat menegaskan
perincian atau penjelasan
atas penggal pertama.
1. memberi rupa atau menjadikan
supaya berupa
2. adalah
3. menjadi
1. Bagilah kelas Anda dalam beberapa regu/kelompok kerja!
2. Tentukan sebuah topik (tentang IPTEK) untuk didiskusikan!
3. Susun laporan hasil diskusi beserta lampirannya!
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Menggunakan kalimat dengan penyambung antarkalimat: adalah, ialah, merupakan,
yaitu, dan yakni
Konjungsi adalah, ialah, merupakan, yaitu, dan yakni secara umum mempunyai fungsi
menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Secara terperinci, fungsi atau arti masing-masing
dapat dilihat dalam tabel berikut.
Uji Kompetensi 3.4
46 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
yaitu/yakni Digunakan untuk memerinci
keterangan kalimat.
1. Tiga regu yang akan berangkat
berkemah minggu depan,
yaitu/yakni regu gajah,
harimau, dan kuda.
2. Ada banyak pihak yang membantu
pembebasan sandera
Meutia Hafidz dan Budiyanto,
wartawan Metro TV itu, yaitu/
yakni, MUI, Departemen Luar
Negeri, dan NU.
Pembacaan puisi
Apresiasi
puisi
Dititikberatkan pada pemahaman, keindahan vokal, dan
ekspresi wajah.
Menekankan kepada ketepatan pemahaman, keindahan vokal,
dan ekspresi wajah disertai dengan gerak-gerik tubuh yang
lebih bebas dan ekspresi wajah yang lebih kuat.
Puisi dipandang sebagai suatu kesatuan peristiwa yang dapat
diperagakan dalam suatu pementasan. Oleh karena itu,
pembaca akan memeragakan peristiwa-peristiwa dalam puisi
dengan lakuan tubuh (akting) yang sesuai.
Puisi dinotasikan sebagaimana musik. Lirik puisi dijadikan
syair lagu.
Deklamasi puisi
Dramatisasi puisi
Musikalisasi puisi
Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca puisi baru, baik karya sendiri maupun
orang lain serta mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi,
dan ekspresinya.
Membacakan puisi (karya sendiri) dan mengomentari pembacaan puisi baru
1. Membaca puisi
Berpuisi? Dalam bentuk menulis tentu Anda sudah sangat akrab, bukan? Hampir pada
setiap kesempatan, utamanya bagi mereka yang sedang tertarik kepada seseorang, puisi
menjadi media penyaluran perasaan dan pikiran yang paling dominan. Bagaimana dengan
membaca puisi? Rasanya masih sangat sedikit yang mencoba mengakrabinya. Padahal, puisi
idealnya dinikmati melalui pembacaan. Bagaimana membaca puisi dengan baik dan menarik?
Ikutilah penjelasan berikut ini!
Sebenarnya, apresiasi terhadap puisi dapat ditempuh dengan berbagai bentuk. Perhatikan
penjelasan dalam bentuk bagan di bawah ini.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 47
Pembacaan atau pendeklamasian puisi mengutamakan kejelasan, ketepatan, dan keakuratan
lafal, volume, intonasi, ekspresi, dan gestur.
1. Lafal : cara membunyikan atau mengucapkan huruf (bagaimana mengucapkan,
misalnya huruf f, v, p, z, j, dan sebagainya).
2. Volume suara : tingkat kenyaringan atau kekuatan bunyi atau suara.
3. Intonasi : lagu kalimat, perubahan nada pengucapan tuturan (kata, frasa, klausa,
kalimat) yang menimbulkan makna/arti/informasi. Dalam bahasa tulis,
intonasi diwakili oleh tanda baca (pungtuasi).
4. Ekspresi : perubahan atau pandangan air muka (raut wajah) untuk memperlihatkan
perasaan tertentu.
5. Gestur : gerak anggota tubuh (tangan, kaki, kepala, dan sebagainya) untuk
memperkuat kesan tertentu atau untuk mengungkapkan perasaan.
Di samping hal-hal tersebut, pembacaan puisi hendaknya didahului kegiatan memberi
tanda bantu pada puisi sehingga pembacaannya tidak keliru atau menyimpang dari rencana.
Tanda-tanda yang lazim digunakan dan bisa/boleh dikreasi sendiri, antara lain,
Tanda Kegunaan
/ Perhentian sejenak di antara kata atau frasa tanpa menarik napas.
// Perhentian sesaat untuk mengambil napas (menandai koma atau titik).
/// Perhentian relatif lebih lama untuk mengambil napas beberapa kali.
Nada menaik.
Nada menurun.
Pembacaan langsung ke baris berikutnya.
Pembacaan dengan tempo tinggi/cepat.
Pembacaan dengan tempo rendah/lambat.
Dan Silakan dikreasi sendiri sesuai kebutuhan.
lain-lain.
1. Tunjuk dan pilihlah 4 – 6 orang teman untuk dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pembaca
puisi dan pendeklamasi puisi ”Matahari” berikut secara bergantian (misalnya membaca
dahulu diselesaikan baru mendeklamasikan)!
2. Amatilah pembacaan dan pendeklamasian tersebut untuk penilaian! Gunakan lembar
penilaian sebagai berikut.
Uji Kompetensi 3.5
48 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Lembar Penilaian Pembacaan Puisi
Berjudul ”Matahari”
Karya Bakdi Soemanto
Nama
Aspek yang Dinilai
Lafal Volume Intonasi Ekspresi Gestur Jumlah Nilai
3. Sampaikan hasil penilaian kepada teman-teman yang membaca atau mendeklamasikan
puisi dan mintalah kepada mereka mengulanginya untuk memperbaiki penampilan mereka!
Matahari
Matahari terbit,
Matahari tenggelam
Di hatiku, engkau tidak pernah terbit
dan tidak pernah pula tenggelam
Karena engkau adalah cahaya,
adalah tenaga
yang membuat jantungku berdegup
selama hayat masih dikandung badan
Tetapi siapakah engkau?
Yang mengusik di tengah malam
dalam lelap tidurku,
yang membuatku terjaga
dan mataku terbuka
untuk melihat yang tidak tampak
di siang yang benderang;
yang membuatku terjaga
dan telingaku terbuka
untuk mendengar yang tidak terdengar
di hiruk-pikuk dan hingar-bingar?
Adakah engkau detak kehidupan
yang mendegupkan jantung harapan
di tengah sejarah yang muram:
manusia yang menyimpan senjata genggam
ketika berjabat tangan?
Bakdi Soemanto, Tonggak 3, hlm. 90
2. Membaca puisi karya sendiri
Bagaimana rasanya berkesempatan membacakan puisi karya sendiri di depan kelas?
Pasti menyenangkan dan membanggakan. Siapa tahu Anda akan mendapat tepuk tangan
meriah dari teman-teman. Bayangkan saja mereka adalah jelmaan ribuan penonton dan Anda
sedang membaca puisi di atas panggung yang megah!
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 49
Uji Kompetensi 3.6
Bagaimana cara menulis puisi?
Marilah kita melaksanakan pelatihan penulisan puisi bersama-sama dengan mengikuti
petunjuk yang pernah disampaikan oleh Taufik Ismail, seorang penyair terkenal Indonesia.
Ingat! Menulis puisi dapat dilaksanakan dengan memulai dari segala hal yang dekat
dengan Anda: mimpi, keinginan, bunyi, simile, alam, fantasi (tak masuk akal), metafora,
menjelma hewan, menjelma benda, dan sebagainya. Bahkan, menulis puisi dapat dilakukan
dengan mengambil ide/ilham dari musik.
Ikutilah setiap petunjuk berikut!
1. Menulis puisi yang menggambarkan keinginan.
a. Setiap siswa menulis puisi sebanyak lima baris.
b. Setiap baris dimulai dengan Aku ingin.
c. Dalam puisi itu terkandung sebuah warna, seorang manusia ( boleh nama), sebuah
tempat (jalan, desa, kota, negara, benua, dan sebagainya).
d. Waktu yang disediakan lima menit. Kertas kerja kemudian dikumpulkan kepada guru
untuk dibacakan (dipilih acak atau diseleksi). Setelah selesai diberi judul yang menarik.
Contoh:
Aku ingin jadi petinju yang dapat memukul siapa pun yang ada di depanku ketika di atas
ring
Aku ingin jadi angin yang dengan mudah menghamburkan kapas-kapas putih
Aku ingin jadi pulau yang dapat menyelamatkan sekaligus membenamkan Napoleon
dan seterusnya
2. Menulis puisi yang mengandung simile.
a. Setiap siswa menulis puisi sebanyak 6 – 8 baris.
b. Setiap baris mengandung simile (perbandingan tak langsung) dengan kata-kata seperti,
bagaikan, dan mirip.
Contoh:
Gemuruh ombak seperti desah petani yang gabahnya dibeli murah
Angin seperti hendak menerbangkan gunung-gunung ke angkasa
Di sini, gemercik air pancuran sendang mirip canda ibu-ibu penjual sayur.
(dan seterusnya)
3. Menulis puisi dengan fantasi (tidak masuk akal).
a. Siswa menulis puisi sebanyak 8 – 10 baris.
b. Puisi dimulai dengan kata kutemukan.
c. Dalam puisi tersebut dimasukkan unsur warna, hewan atau benda, dan alam.
Contoh:
Kutemukan sapi memanjat pohon kelapa yang mulai menghitam
Pohon itu terkekeh-kekeh kegelian
Tak lama seekor kuda sumbawa mengirimkan surat undangan pesta pernikahan si sapi
Apa yang terjadi? Sapi justru semakin meninggi seakan hendak meraih awan.
(dan seterusnya)
50 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
4. Bacalah puisi-puisi Anda tersebut di depan kelas. Adakan penilaian seperti biasa!
5. Sampaikan tanggapan Anda secara lisan di depan kelas!
6. Hasil akhir puisi disatukan menjadi kumpulan puisi. Jangan lupa memberi judul kumpulan
puisinya, kata pengantar, daftar isi, dan persembahan. Sumbangkan ke perpustakaan!
Sediakan arsip satu di kelas karena pada pembelajaran kemampuan bersastra selanjutnya
akan dijadikan bahan berlatih membaca puisi. Akan lebih baik jika setiap siswa memiliki
salinan satu jilid.
1. Fakta adalah pernyataan atau hal yang bersifat nyata dan benar-benar ada serta telah
terjadi. Opini adalah pernyataan atau hal yang bersifat pendapat atau gagasan,
belum terjadi.
2. Dalam menyampaikan tanggapan, baik setuju atau menolak, seseorang seharusnya
memerhatikan hal-hal sebagai berikut. Objektif, tidak apriori, tidak emosional,
disertai alasan atau argumen yang logis/masuk akal, menggunakan bahasa ragam
resmi, tidak menyinggung perasaan, dan langsung ke permasalahan, tidak berteletele.
3. Selain ide pokok, sebuah artikel dapat digali permasalahannya. Masalah adalah
sesuatu yang harus dihadapi dan diselesaikan.
4. Notula adalan rekaman jalannya rapat atau sidang yang berisi ringkasan jalannya
sidang dan usulan-usulan serta keputusan yang diambil atau disepakati.
5. Konjungsi adalah, ialah, merupakan, yaitu, dan yakni secara umum mempunyai
fungsi menerangkan atau menjelaskan sesuatu.
6. Pembacaan puisi mengharuskan adanya kejelasan, ketepatan, dan keakuratan
lafal, volume, intonasi, ekspresi/mimik, dan gestur.
Rangkuman
Memahami dan terampil membedakan fakta dan opini; menyampaikan gagasan logis
dalam diskusi; menemukan laporan hasil diskusi; menggunakan adalah, ialah, merupakan,
yakni, dan yaitu; serta membaca puisi karya sendiri, merupakan sasaran dan tujuan pelajaran
3 ini! Sepantasnyalah Anda benar-benar telah terampil untuk bidang-bidang itu. Selanjutnya,
jangan segan-segan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan justru terbawa
arus negatif, seperti mengemukakan pendapat secara emosional.
Refleksi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 51
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah masing-masing tiga buah kalimat yang bersifat fakta dan opini!
2. Susunlah masing-masing sebuah paragraf yang berisi tanggapan terhadap topik/pendapat
berikut!
a. Pendidikan sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara
negara. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya gratis atau minimal murah.
b. Sulitnya pemberantasan korupsi di negara ini, Indonesia, lebih disebabkan oleh karakter
bangsa Indonesia yang cenderung mau enak, tetapi malas bekerja keras.
3. Rumuskan ide pokok dan permasalahan yang terkandung dalam setiap paragraf penggalan
artikel berikut!
Penggabungan Polri ke dalam tubuh ABRI selama pemerintahan Orde Baru menyebabkan
kinerja Polri sebagai penegak hukum dan penjaga ketertiban (law and order) tidak optimal. Ada
suara yang menginginkan Polri tetap di bawah presiden, tapi ada pula yang menyuarakan supaya
Polri di bawah menteri, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri.
Pendapat itu tentu punya dasar karena militer di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. Jadi,
wajar kalau Polri berada di bawah Menteri Dalam Negeri. Apa pun keputusannya, Kapolri
Jenderal Sutanto menyatakan tunduk dan akan menerimanya.
Terlepas dari di bawah menteri atau presiden, yang lebih penting lagi adalah mengembalikan
Polri sebagai polisi yang profesional dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban masyarakat.
Pendidikan Polri yang digabungkan dalam Akademi Militer Nasional (AMN) di waktu itu, misalnya
mengakibatkan Polri lebih sebagai militer ketimbang sebagai polisi. Konsep militer yang fokus
pada pertahanan negara dan polisi sebagai penjaga ketertiban masyarakat telah dicampuradukkan
selama empat dekade.
4. Imajinasikan berlangsungnya sebuah diskusi dengan topik tertentu. Susun laporannya
dalam format isian dan resmi!
5. Susunlah sebuah karangan singkat (lebih kurang 200 kata) yang di dalamnya termuat
konjungsi antarkalimat adalah, ialah, merupakan, yaitu, dan yakni!
6. Bubuhi dengan tanda-bantu-baca agar puisi berikut indah dibaca!
Kutemui Kalian Sampai di Sini
Amir Ramdhani
Sebelum bulan terbit
dan segalanya menjadi bibit
lalu membumbui manis pada pahit
kita menyeruak ke semak-semak
menembus bius lagu tunggu
sampai saatnya menjadi kerak
dan kita terseret-seret
Ketika pendakian mencapai inti darah
seperti para pencari kebenaran,
52 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Boen S. Oemarjati
Dilahirkan di Jakarta, 11 Desember 1940. Setelah tamat SMAB
St. Ursula, Jakarta (1958), melanjutkan ke Fakultas Sastra
UI (tamat 1963), kemudian memperdalam pengetahuan
di Universitas Eberhard-Karl, Tubingen, Jerman Barat
(1968 – 1970), dan terakhir meraih Doktor dari Universitas
Leiden, Belanda (1972). Pernah membantu kegiatan
sastra dan budaya di RRI Jakarta dan TVRI Pusat, menjadi
direktur majalah Bahasa dan Sastra (1975 – ...), dosen
Fakultas Sastra UI, dan kini menjadi dosen FIPIA-UI.
Karyanya Roman Atheis: Sebuah Pembicaraan (s,1962),
Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia (s, 1971), Chairil
Anwar: The Poet and His Language (Den Haag,1972), dan
Himpunan Karangan Sastra dan Budaya (ke,1978).
Terjemahannya: Sang Ayah (d, August Strinndberg), Paskah (d, Strinberg), Rumah
Bernada Alba (d, Federico Garcia Lorca), Kipas Hadiah Ulang Tahun (d, Oscar Wilde),
dan lain-lain. Tahun 1971, Boen S. Oemarjati menerima Anugerah Seni dari pemerintah
RI.
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
Peribahasa
Mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah. (Seseorang yang tiada berbuat
sesuatu kesalahan, tetapi ketika terjadi suatu kejahatan ia dituduh berbuat kesalahan itu)
berjalan di deretan bangkai dunia
jangan lagi membayangkan
betapa banyak kenangan najis
menjadi bangsat-bangsat tersesat
2004
Pelajaran 4
Kemanusiaan
Sumber: Kompas
Kedamaian hidup akan terwujud manakala manusia mengerti, memahami, dan
melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan. Menghargai perbedaan, saling menghormati, tidak
memaksakan kehendak, dan toleransi adalah sebagian kecil dari sekian banyak bentuk
hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu perlu dipupuk. Adapun modal dasarnya
adalah kepekaan nurani. Agar pemahaman Anda terhadap nilai-nilai kemanusiaan
(humanisme) terjaga dan bertambah, cobalah menggunakan isu-isu kemanusiaan dalam
pelajaran 4 ini! Ingat, manusia sejati adalah yang memahami manusia lain!
54 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat memberi komentar laporan lisan untuk menyarankan
atau memberi kritik.
Mengomentari laporan lisan dengan memberikan saran atau kritik
Pada pelajaran terdahulu kita telah berlatih bagaimana membuat laporan,
mengemukakannya di depan kelas, dan menyusun komentar berupa kritik dan saran atas
laporan yang kita buat. Sekarang, Anda akan diajak untuk mencoba mencermati laporan dari
media massa, baik cetak maupun elektronik (televisi dan radio). Laksanakan uji kompetensi
dan tugas berikut dengan sungguh-sungguh.
Berikut disajikan penggalan laporan tertulis yang dikemas dalam bentuk artikel. Bacalah
dengan cermat dan susunlah kritik dan saran atas laporan tersebut!
Minimnya Dana Pencegahan
Oleh Pepih Nugraha
Bencana sering datang tidak terduga. Rangkaian peristiwa yang umumnya disebabkan
oleh alam itu sering mengakibatkan korban nyawa, harta benda, sarana dan prasarana,
bahkan kerusakan lingkungan. Akan tetapi, meski bencana kerap datang berulang, kita tetap
saja lengah dan sering ”kebobolan”.
Segera setelah bencana terjadi, dan penyelamatan pada saat terjadinya bencana.
Seiring dengan itu, tatkala melihat dampak bencana yang mengakibatkan korban ratusan atau
bahkan ribuan nyawa manusia, bantuan pun membanjir. Dalam kasus semacam ini, dana
akan terus mengalir, khususnya dana dari pemerintah yang memang sudah ada dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tetapi adakah dana semacam itu untuk
kegiatan pencegahan atau mitigasi?
Dalam khazanah bencana, penanggulangan bencana disebutkan sebagai segala
upaya dan kegiatan yang dilakukan, di mana kegiatan itu meliputi tiga tahap. Pertama,
pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan pada saat sebelum terjadinya bencana. Kedua,
penyelamatan pada saat terjadi bencana. Ketiga, rehabilitasi dan rekonstruksi pada
pascabencana. Kita tahu, ”dompet bencana” yang berisi sumbangan para pembaca koran
atau pemirsa televisi itu lebih ditujukan untuk penanggulangan tahap ketiga.
Apa yang diungkapkan panelis itu memang kenyataan. Siapa bisa diyakinkan bahwa
dana pencegahan bencana dan mitigasi harus ada? Hati pembaca koran atau pemirsa televisi
tidak akan tersentuh oleh pengumuman ”dompet” untuk suatu bencana yang belum terjadi.
Padahal, dana untuk pencegahan dan mitigasi tidak kalah penting dibanding dana
penyelamatan, rehabilitasi, atau rekonstruksi.
Uji Kompetensi 4.1
Kemanusiaan 55
Pemerintah Jepang, misalnya, karena pengalaman pahit didera tsunami dan gempa
bumi, telah melakukan upaya pendidikan bagi warga pesisir atau warga yang wilayahnya
terancam gempa. Dana untuk itu tidak sedikit, bahkan bisa sebanding dengan dana rehabilitasi
dan rekonstruksi. Belum lagi dari sisi teknologi lewat pemantauan satelit yang harganya tidaklah
murah. Asumsinya, dengan menginvestasikan dana untuk pencegahan, seperti pelatihan
warga dan pembelian teknologi modern, toh akan menekan dana yang jauh lebih besar bila
bencana terjadi. Setidaknya, hilangnya ribuan nyawa dan harta benda bisa dikurangi. Inilah
yang kurang disadari pemerintah kita.
Bukan bermaksud mengorek luka lama. Andai saja masyarakat Aceh sudah mendapat
pelajaran tentang cara-cara menyelamatkan diri dari terjangan tsunami melalui programprogram
yang dilakukan pemerintah maupun partikelir (LSM), bisa jadi korban jiwa tidak
sebanyak ini. Pada saat tsunami menerjang pantai selatan Pulau Jawa, khususnya
Pangandaran, Kompas menanyai warga yang selamat (survivor). Umumnya mereka berlari
menyelamatkan diri ke pegunungan karena mendapat ”pelajaran” dari tsunami Aceh.
Ini bermakna bahwa ”pelajaran” yang berulang-ulang lewat media massa dapat efektif
mengubah perilaku warga. Warga pesisir yang telah mendapat pelajaran lewat media massa
tidak akan berlari ke tengah laut saat laut surut untuk menangkap ikan yang menggelepargelepar
sehabis terjadi gempa.
Suka atau tidak, dana pencegahan bencana untuk membuat brosur atau penerangan
lewat berbagai media massa sangat minim diberikan di negeri ini untuk tidak mengatakan
sama sekali tidak ada. ”Paradigma dan penanganan bencana sering dianggap tanggap
darurat semata. Padahal paradigma itu seharusnya diubah, dari yang semula bersifat
responsif menjadi preventif,” kata panelis lainnya dari Badan Koordinasi Penanggulangan
Bencana Nasional (Bakornas).
Seorang panelis mengungkapkan, dia bersama rekan-rekannya pernah menerbitkan
buku pedoman mitigasi dan pencegahan bencana alam. Namun, karena dana amat
minim, buku hanya dicetak 1.000 eksemplar. Padahal, buku itu akan sangat bermanfaat
karena memuat tentang ”apa yang seharusnya dilakukan”. ”Cobalah diimbau jangan
hanya menyumbang mi instan saja. Bukankah lebih baik jika ada dana untuk
pelatihan menghadapi bencana atau memberi penerangan-penerangan lewat
hiburan rakyat, seperti nanggap ketoprak,” katanya.
....
Tugas 4.1
1. Bagilah kelas Anda dalam beberapa kelompok kerja!
2. Rekamlah sebuah siaran radio atau tayangan televisi tentang laporan suatu kegiatan
tetapi yang bukan berupa berita. Pantaulah acaranya lewat surat kabar atau internet!
3. Susunlah komentar berisi kritik dan saran dari kelompok Anda terhadap laporan
tersebut!
4. Kemukakan komentar Anda tersebut di depan kelas. Sebelumnya jangan lupa
memutar rekaman yang telah dibuat!
56 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengungkapkan secara lisan inti sari buku nonfiksi
yang Anda baca dengan bahasa efektif.
Menyampaikan inti sari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam
diskusi
Apakah Anda benar-benar gemar membaca buku sekarang? Untuk membuktikannya,
berikut Anda akan diminta membaca buku lagi dan menyusun laporannya. Inti sari buku yang
Anda baca harus diungkapkan di depan kelas dalam forum diskusi. Semoga diskusi menghasilkan
masukan berharga untuk perbaikan buku yang Anda baca.
1. Carilah sebuah buku nonfiksi di perpustakaan sekolah Anda!
2. Bacalah dengan teliti dan cermat!
3. Susun laporan hasil membaca Anda dengan format seperti berikut!
Laporan
Hasil Membaca Buku
Judul buku : ….
Penulis : ….
Penerbit : ….
Tahun terbit : ….
Kota terbit : ….
Jumlah halaman : ….
Isi Laporan
Pendahuluan
Latar belakang/alasan pemilihan buku
…………………………………………………………………
Tujuan
…………………………………………………………………
Bab 1
…………………………………………………………………
Bab 2
…………………………………………………………….…..
Uji Kompetensi 4.2
Kemanusiaan 57
Bab 3
…………………………………………………………………
Bab 4
………………………………………………………………….
dan seterusnya.
Tanggapan/komentar
……………………………………………………………………
Simpulan/implikasi
………………………………………………………………
…………..,…………..
Pembaca
…………………………
4. Sampaikan inti sari buku yang Anda baca tersebut di depan kelas dalam forum diskusi.
Dalam kesempatan tersebut Anda berperan sebagai penyaji/pembicara. Mintalah dua
teman menjadi moderator dan notulis!
5. Notulis bertugas menyusun notula diskusi!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang
baik.
Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat
Perlu Anda ingat bahwa jika berpidato yang sifatnya sangat resmi dan menyangkut halhal
yang penting dan berhubungan dengan masyarakat/rakyat, maka sebaiknya digunakan
metode naskah atau membaca nyaring (bersuara).
Ada dua keuntungan penting dalam pidato dengan metode naskah/membaca, antara lain
1. kebutuhan waktu dapat disesuaikan
2. materi atau isi relatif tidak akan menyimpang dari topik atau tema
3. jika terpaksa, pembacaan dapat dilaksanakan oleh orang lain.
58 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Berikut adalah penggalan pidato kenegaraan. Cobalah membacakannya di depan kelas secara
nyaring. Ingat, perhatikan intonasi, lafal, dan sikap! (Lihat kembali pelajaran 2)
PIDATO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA AWAL TAHUN 2007
Jakarta, 31 Januari 2007
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, di manapun saudara berada dan berkarya.
Mengawali pidato ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang
Mahakuasa, Allah swt., karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan
dan kekuatan untuk melanjutkan ibadah, karya, dan pengabdian kita kepada bangsa dan
negara tercinta. Kita juga bersyukur, karena kita masih diberi ketegaran dan kesabaran untuk
menghadapi berbagai tantangan dan ujian, dalam upaya besar kita membangun hari esok
yang lebih baik. Jalan yang kita tempuh dan lalui untuk menjadi bangsa yang maju dan
sejahtera, sebagaimana pula yang dialami oleh bangsa-bangsa lain adalah jalan yang
panjang, tidak lunak, dan penuh dengan tantangan. Hanya bangsa yang tangguh, ulet, cerdas,
dan terus bekerja keraslah yang akan berhasil mencapai cita-citanya. Insya Allah, bangsa
Indonesia akan mampu menghadapi dan mengatasi ujian dan tantangan itu dan kelak akan
menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saya menunda penyampaian Pidato Akhir
Tahun, yang biasanya saya sampaikan di akhir bulan Desember. Saya ingin menggantinya
dengan tradisi baru, yakni menyampaikan Pidato Awal Tahun pada bulan Januari. Dalam
pertimbangan saya, pada bulan Januari, kita telah memperoleh gambaran yang lebih utuh
tentang apa yang telah kita capai di tahun sebelumnya. Pertimbangan saya yang lain adalah
setiap akhir tahun atau awal tahun baru banyak dilakukan evaluasi dan refleksi kritis terhadap
kinerja pemerintah, baik itu oleh DPR, partai-partai politik, lembaga kajian, ataupun para
pengamat secara perseorangan. Terhadap kritik dan masukan tersebut, baik dengan atau
tanpa usulan solusi, saya dan jajaran pemerintah yang saya pimpin telah menyimaknya
dengan saksama. Sebagian kritik itu logis dan dapat kami terima, sebagian lagi perlu kami
berikan klarifikasi dan penjelasan karena cara melihat permasalahan berbeda, atau karena
kurang mengetahui apa yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini. Namun, sulit bagi
pemerintah untuk merespons kecaman yang hanya sarat dengan retorika, tanpa data dan fakta
yang akurat, dan bernada ”pokoknya” pemerintah gagal, jelek, dan tidak ada satu pun
kemajuan yang dicapai.
….
Saudara-saudara.
Sejak awal pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu akhir Oktober 2004, saya telah
mengenali permasalahan mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu tingginya tingkat
kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, dan besarnya utang pemerintah. Di samping 3
(tiga) permasalahan mendasar ini, kita juga dihadapkan pada 3 (tiga) permasalahan serius
lain yang memerlukan perhatian kita semua, yaitu praktik korupsi yang kronis dan penegakan
hukum yang lemah, perekonomian nasional yang masih rapuh dan rentan akibat krisis, dan
Uji Kompetensi 4.3
Kemanusiaan 59
keadaan politik serta keamanan yang masih rentan, termasuk keadaan di Aceh dan Papua.
Kita sadar dan amat mengetahui, jika keenam permasalahan-permasalahan mendasar itu
tidak kita tangani secara sungguh-sungguh, tekun, dan konsisten, negara kita tidak akan
bergerak maju, dan kesejahteraan rakyat juga tidak akan bertambah baik.
Masalah kemiskinan, pengangguran, dan utang pemerintah, terutama utang luar negeri
yang amat tinggi merupakan masalah yang mengalir dari masa lalu yang menjadi tantangan
bersama kita masa kini. Sebelum krisis 1998, angka kemiskinan, pengangguran, dan utang
luar negeri itu masih relatif tinggi. Ketika negara kita mengalami krisis, angka kemiskinan,
pengangguran, dan utang pemerintah menjadi lebih tinggi lagi. Itulah sebabnya, pemerintah
berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melanjutkan upaya pengurangan kemiskinan,
pengangguran, dan utang pemerintah terutama utang luar negeri kita. Upaya tersebut juga
telah dilakukan oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya, yang dalam kenyataannya juga
mengalami pasang-surut.
….
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 31 Januari 2007
Presiden Republik Indonesia
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis resensi terhadap buku nonfiksi dengan
format baku
Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku
Anda pernah membaca resensi buku? Tentu. Syukurlah kalau juga sering membaca
resensi-resensi lain, seperti resensi film, drama/teater, dan musik. Resensi, apa pun objeknya,
dapat Anda jadikan batu loncatan untuk lebih mendalami sesuatu, dalam hal ini objek atau
sasaran resensi, misalnya buku.
Apakah resensi itu?
Sebelum membahasnya, silakan baca contoh resensi buku pengetahuan berikut dengan
cermat!
Menguak Kapitalisme Indonesia
Oleh Zul Fadli
Judul buku : Kebebasan, Negara, Pembangunan
Pengarang : Arief Budiman
Penerbit : Pustaka Avabet dan Freedom Institute
Tahun terbit : 2006
Jumlah halaman : 446
60 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Pada 1980-an ilmu sosial menjadi perdebatan yang menarik
bagi kalangan elite intelektual di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi
kecenderungan untuk mempraktikkan ilmu-ilmu sosial yang bersifat
universal. Di satu sisi sebagian kalangan berpandangan bahwa
ilmu-ilmu sosial bersifat universal sehingga bisa diterapkan dalam
setiap lini kehidupan manusia, tanpa mengenal batas budaya,
bangsa, dan etnis tertentu.
Di sisi lain ilmu sosial tidak bersifat universal. Karena setiap
bangsa mempunyai sejarah berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya, pandangan ilmu sosial yang bersifat universal
adalah suatu hal yang mustahil untuk diterapkan.
Buku berjudul Kebebasan, Negara, Pembangunan ini
merupakan kumpulan tulisan Arif Budiman dari 1965-2005.
Kumpulan tulisan ini mengulas tiga tema besar yang menjadi inti pemikirannya, yaitu
kebebasan, negara, dan pembangunan. Dalam salah satu tulisannya, kue pembangunan
yang dilaksanakan pada masa pemerintahan Orde Baru hanya menguntungkan sebagian
kalangan elite tertentu saja.
Menurut Arif, asumsi dasar teori modernisasi yang menyatakan untuk mengatasi
kemiskinan—yang terjadi di negara ketiga adalah dengan cara memodernkan negara
tersebut dengan cara melakukan pembangunan dalam segala bidang adalah usaha yang
keliru. Karena kemiskinan yang terjadi di dunia ketiga justru disebabkan oleh campur tangan
negara-negara luar (negara kapitalis) terhadap dunia ketiga.
Ketergantungan yang berlebihan terhadap negara-negara maju adalah faktor utama
mengapa negara-negara dunia ketiga sulit berkembang. Selain itu, proses demokratisasi di
dunia ketiga berbasis pada kapitalisme karena proses terjadinya demokrasi dalam masyarakat
tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Doktor lulusan Universitas Harvard ini juga menampik proses demokratisasi dalam
sistem kapitalisme karena tujuan lapisan menengah ke atas dan lapisan bawah dalam
mendukung demokrasi ini berbeda. Kelompok masyarakat lapisan bawah mendambakan
demokratisasi, selama ini mereka menjadi korban ‘pembangunan’ yang dijalankan oleh dua
kekuatan yang bergabung, yaitu kekuatan ekonomi (pengusaha) dan politik.
Kedua kekuatan inilah yang mengakibatkan tanah mereka digusur, lokasi usaha mereka
dihilangkan, penertiban pedagang kali lima, pembangunan mal-mal, dan banyak lainnya.
Jelas kedua kelompok ini memiliki hubungan pribadi dan sosial yang lebih dekat dengan
pemerintah ketimbang dengan masyarakat lapisan bawah.
Melalui buku ini, Arif Budiman menegaskan untuk menciptakan demokrasi setidaknya
ada dua cara yang harus ditempuh. Pertama, mekanisme formal. Lembaga politik seperti
perangkat undang-undang dan hukum, cara bekerja lembaga tinggi negara seperti parlemen,
Mahkamah Agung, dan lembaga sejenisnya, dibuat menjadi demokratis.
Kedua, mekanisme struktural. Cara ini beranggapan bahwa demokratisasi hanya bisa
terjadi bila dapat diciptakan perimbangan kekuasaan antara masyarakat dan pemerintah.
Kalau pemerintah terlalu kuat, meskipun ada lembaga formal yang menjamin terjadinya
proses demokrasi, suatu hal yang sulit untuk mengharapkan proses demokrasi yang sebenarnya.
Meskipun buku ini kumpulan tulisan, tidak mengurangi nilai aktualitas dalam konteks
sekarang ini. Selain membahas tiga tema besar (kebebasan, negara, dan pembangunan)
buku ini juga menyuguhkan gagasan Arif yang lain, seperti hak asasi manusia, kebebasan,
kebudayaan dan sastra, media massa dan film, termasuk masalah pornografi.
Kemanusiaan 61
Juga kesannya terhadap sejumlah tokoh seperti Yap Thiam, Drijarkara dan Rendra,
Soedjatmoko, Pramoedya Ananta Toer, dan sejumlah tokoh bangsa lainnya. Buku ini diharapkan
bisa memberikan sumbangan bagi peneliti sosial, sivitas akademik, budayawan, dan
sebagainya.
(Zul Fadli, pencinta buku tinggal di Yogyakarta)
Resensi buku adalah tulisan yang berisi ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan
sebuah buku yang dapat menjadi pertimbangan orang untuk menentukan membaca/membeli
atau tidak buku yang diresensi itu. Resensi biasanya dimuat di media massa cetak.
Resensi disusun dengan sistematika sebagai berikut.
Judul Resensi
Identitas Buku:
Judul buku, penulis/pengarang, penerbit, kota terbit, ketebalan (halaman),
gambar sampul, harga, dan sebagainya.
Isi Resensi:
Pengantar, gambaran umum buku dan pengarangnya, sistematika/struktur buku,
kelebihan/kelemahan buku baik dari segi isi maupun bahasa serta tampilannya.
Penutup/Simpulan:
Berisi anjuran atau imbauan atau pertimbangan kepada si pembaca resensi
perlu atau tidaknya atau untung ruginya mereka membaca/membeli
buku yang diresensi tersebut.
Cermati kembali resensi berjudul ”Menguak Kapitalisme di Indonesia”! Analisislah berdasarkan
bagian-bagiannya. Isikan dalam bagan seperti berikut!
No. Unsur/Bagian Isi/Inti
1. Judul resensi a. Judul Buku: Kebebasan, Negara, Pembangunan
2. Identitas b. Pengarang: Arief Budiman
c. ....
Uji Kompetensi 4.4
62 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. Pengantar
4. Kelemahan
5. Kelebihan/keunggulan
6. Simpulan
Tugas 4.2
1. Carilah sebuah buku nonfiksi!
2. Buatlah resensi atas buku tersebut!
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Perluasan frasa verba dengan: akan, baru, masih, sedang, dan telah
Kata atau frasa verba (kerja) dalam penggunaannya dapat diperluas untuk menyatakan
efek tertentu dengan menggunakan adverbia (keterangan), seperti sedang, baru, masih, akan,
telah, dan sebagainya. Perluasan dengan adverbia tersebut akan menimbulkan efek makna
yang lebih tegas. Adverbia adalah kelompok kata yang berfungsi memberikan keterangan
pada verba (kata kerja), adjektiva (kata sifat), nomina predikatif (kata benda yang dalam kalimat
berfungsi sebagai predikat), dan sebagainya.
Kelompok adverbia tersebut memiliki fungsi sebagai berikut.
No. Adverbia Fungsi
1. akan Menyatakan sesuatu yang hendak terjadi.
Contoh:
a. Pertandingan antara Manchester United dan AC Milan nanti
malam akan berlangsung sengit dan ketat.
b. Chelsea berencana akan menambah pemain tengah atau
gelandang pada separuh musim ke depan.
2. baru a. Menyatakan sedang berlangsung. Biasanya untuk ragam bahasa
percakapan. Ragam formalnya sedang.
Contoh:
Perebutan juara F1 antara tim McLaren dan Ducati baru berlangsung.
(ragam cakapan/santai)
Bandingkan:
Perebutan juara F1 antara tim Mclaren dan Ducati sedang
berlangsung. (ragam formal)
Kemanusiaan 63
b. Menyatakan atau berarti kemudian atau setelah itu.
Contoh:
1) Setelah berjuang selama hampir tiga jam, baru Marat Safin dapat
menyudahi dan memenangi pertandingan final Australia Terbuka.
2) Setelah ada kesepakatan, baru para pemain asing itu bersedia
menandatangani kontrak.
3. baru saja Menyatakan belum lama berselang/belum lama antaranya.
Contoh:
a. Pertandingan memperebutkan jatah ke babak final antara Persebaya
Surabaya dan PSMS Medan baru saja berlangsung.
b. Samuel Eto’o baru saja dinobatkan sebagai pemain sepak bola
terbaik Afrika tahun 2004.
4. masih Dalam keadaan belum selesai atau sedang berlangsung.
Contoh:
a. Pertarungan antara Chrisjon dan petinju Thailand itu masih
berlangsung sengit dan seimbang.
b. Pengurus PB PBSI masih berunding tentang rencana
penyelenggaraan Indonesia Terbuka.
5. sedang Masih dalam melakukan sesuatu.
Contoh:
a. PSSI masih mempelajari kemungkinan penyelenggaraan Liga
Indonesia dalam dua wilayah, Timur dan Barat.
b. Rencana UEFA menggunakan jasa elektronik untuk membantu
tugas wasit di lapangan masih menjadi polemik.
6. telah/sudah Menyatakan perbuatan atau keadaan yang sempurna, lampau, atau
selesai.
Contoh:
a. Tim William-BMW dengan pembalap andalannya, pasangan Mark
Weber dan Nick Heidfeld, telah memastikan keikutsertaannya dalam
putaran Grand Prix Australia.
b. Mulai musim ini, pebasket NBA dari klub Kings, Chris Webber telah
memutuskan bermain untuk klub Lakers.
Catatan:
Di samping sebagai adverbia, kata baru dapat pula bersifat adjektiva. Sebagai adjektiva,
penggunaan baru tampak dalam kalimat berikut.
1. Rasanya perlu diciptakan jenis olahraga baru yang tepat dan bermanfaat secara optimal
bagi para penderita tunanetra. (Artinya, belum pernah ada sebelumnya)
2. Sampai saat ini, belum ada berita baru tentang hasil pertandingan sepak bola Piala
Champion Eropa. (Artinya, belum pernah didengar sebelumnya)
64 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. Pengusaha terkenal itu mendirikan gedung baru untuk sarana olahraga para karyawannya.
(Artinya, belum lama selesai)
4. Tahun ini, klub sepak bola Barcelona menggunakan seragam baru. (Artinya, belum pernah
dipakai sebelumnya)
Kemampuan Bersastra
A. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang, baik
menyangkut pelaku, peristiwa, maupun latar.
Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain
Sudah pernah mencoba menulis cerita pendek (cerpen)? Cobalah segera. Siapa tahu,
Anda punya kemampuan untuk menjadi cerpenis andal. Sebenarnya, apa yang harus dilakukan
oleh seseorang untuk dapat menghasilkan karya tulis berupa cerpen?
Ada kiat-kiat yang bisa dijadikan pedoman awal. Mau tahu kiat-kiat itu? Ikuti penjelasan
berikut dengan saksama. Setelah itu, lakukan pelatihan secara terus-menerus. Kalau tidak,
ibarat belajar berenang tanpa air! Jangan pernah tidak mencoba!
Sebelum menulis, cobalah renungi ”nasihat” sastrawan sekaligus budayawan besar yang
pernah kita miliki, berhubungan hakikat cerpen berikut!
”Esensi cerita pendek yang baik bukan pada soal pendek panjangnya. Akan tetapi,
bagaimana dalam dan lewat suatu pengisahan peristiwa kecil yang kompak dapat bercahaya
suatu pijar pamor kemanusiaan yang menyentuh, yang mengharukan, dan yang mengimbau
pembaca mencicipi setetes madu manis atau racun pahit kemanusiaan.” (Y.B. Mangunwijaya)
Cermatilah beberapa kiat berikut! Bolehlah Anda anggap sebagai langkah-langkah
menulis cerpen.
1. Ciptakan cerita yang unik, berbeda dengan cerita-cerita yang telah ada sehingga seperti
muncul cerita baru. Tidak peduli masalahnya sama, misalnya tentang cinta. Tidak peduli
cerita Anda berangkat dari pengalaman diri sendiri atau orang lain. Jadi, Anda harus
menyiapkan tema terlebih dahulu.
2. Mulailah paragraf pertama yang langsung ke persoalan. Kalau perlu langsung ke konfliknya.
Jangan terlalu memberi penjelasan apalagi menggurui. Jadikan paragraf pertama etalase
menawan yang ”memaksa” pembaca terus membaca. Jangan biarkan paragraf pertama
Anda menjadi ruang kumuh yang memaksa pembaca lari terbirit-birit. Jadi, di paragraf ini
Anda sudah dapat menampilkan konflik dan memunculkan tokoh dan penokohannya.
3. Tokoh beserta karakternya harus dikembangkan secara dinamis atau bergerak. Jangan
diceritakan tersendiri seperti dalam novel. Biarlah pembaca mengetahui watak atau
karakter tokoh cerpen dari apa yang diucapkan dan dilakukannya, baik secara psikis
maupun fisik.
Kemanusiaan 65
4. Anda harus mempertimbangkan pembaca. Pembaca tidak memilih tema. Tema apa pun
mereka terima asalkan Anda bisa membuat cerita yang penuh kejutan, cerita yang tidak
mudah ditebak jalannya, tidak gampang diterka selesainya.
5. Galilah latar cerita sekaligus mengaitkannya dengan suasana batin tokohnya. Pilihlah
latar, misalnya keadaan sebuah kota, diceritakan tersendiri dan lepas dari suasana jiwa
tokohnya.
6. Usahakan menggunakan kalimat yang ”efektif”, dalam arti, kalimat yang mampu
menyampaikan pesan secara tepat dan pas. Tidak perlu panjang-panjang asal mudah
ditangkap artinya dan lancar mengalir.
7. Berilah bumbu-bumbu, misalnya humor, tetapi tetap dalam konteks cerita.
8. Akhiri cerita dengan sentakan yang mengejutkan yakni ketika pembaca masih ”ingin”
melanjutkan cerita tetapi Anda justru menghentikannya. Biarkan pembaca menerawang
dan mencari ”penyelesaian” menurut versi dan cara mereka masing-masing.
9. Berikutnya, beri judul cerpen Anda dengan baik. Jangan judul-judul yang klise dan kuno,
seperti Akibat Tergoda Narkoba, Surat Cinta Sinta, atau Ada Dia di Mataku.
10. Jangan lupa menyunting tulisan Anda. Siapa tahu ada yang kurang pas dan kurang cocok,
baik isi maupun bahasanya.
11. Di samping berlatih, sering-seringlah membaca cerpen karya para cerpenis atau sastrawan
ternama. Dengan begitu, Anda dapat senantiasa menambah wawasan juga mencari bukti
atas kiat-kiat di atas.
12. Selamat mencoba!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan tanggapan atas pembacaan
puisi lama oleh teman tentang lafal, intonasi, dan ekspresi.
Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Pada pembelajaran terdahulu Anda telah berlatih bagaimana membaca puisi baru, baik
karya sendiri maupun karya orang lain. Selain itu, Anda juga telah berlatih dengan baik
bagaimana mengungkapkan pendapat atau komentar terhadap pembacaan puisi oleh temanteman.
Pada kesempatan ini Anda akan diajak untuk beralih ke puisi lama. Apakah puisi lama
itu?
Berdasarkan sejarah atau waktu yang melingkupinya, sastra dibedakan atas sastra
(Melayu) lama/klasik dan sastra baru. Sastra lama atau klasik berkembang pada zaman
Indonesia lama. Sebaliknya, sastra yang hidup dan berkembang dalam zaman Indonesia baru
disebut sastra baru.
Tidak jelas mulai dan berakhir kapan sastra lama dan baru itu. Ada yang mendefinisikan
sastra lama Indonesia sebagai sastra berbahasa Melayu yang berkembang dan tersebar di
daerah berbahasa Melayu sampai sekitar abad ke-18.
66 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Salah satu hasil pemilahan waktu (periodisasi) adalah sebagai berikut.
Periodisasi Kesastraan Indonesia
A. Kesastraan Lama
1. Masa/Zaman Purba (.... – 1400)
2. Masa/Zaman Hindu (1400 – 1600)
3. Masa/Zaman Islam (1600 – 1820)
B. Kesastraan Peralihan/Zaman Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1820 – 1845)
C. Kesastraan Baru
1. Angkatan Balai Pustaka (BP) atau Angkatan ’20 (1918 – 1930)
2. Angkatan Prapujangga Baru (1930 – 1933)
3. Angkatan Pujangga Baru (PB) atau Angkatan ’30 (1933 – 1942)
4. Angkatan/Masa Jepang (1942 – 1945)
5. Angkatan ’45 (1945 – 1950)
6. Angkatan ’50 (1950 – 1966)
7. Angkatan ’66 (1966 – 1970)
8. Angkatan ’70 atau Angkatan ’80 (1970-an – 1980-an)
9. Angkatan 2000 (1990-an – …)
Satu dari sekian petunjuk perbedaan keduanya adalah ciri-ciri yang melekat pada kedua
jenis sastra itu.
Sastra Lama Sastra Baru
�� Puisi bentuknya terikat. �� Puisi bersifat bebas, baik isi maupun
�� Prosanya sangat statis, kalaupun bentuk.
berkembang sangat lambat. �� Jenis prosa lebih dinamis.
�� Istana sentris. �� Berpusat pada kehidupan masyarakat
�� Lebih dipengaruhi sastra Hindu dan sehari-hari (masyarakat sentris).
Islam/Arab. �� Dipengaruhi sastra Barat.
�� Kebanyakan anonim. �� Tidak lagi anonim.
Kemanusiaan 67
Secara bentuk, sastra lama/klasik mencakup jenis-jenis sebagai berikut.
Sastra
Prosa Puisi
�� dongeng (cerita �� bidal
jenaka, legenda, mite, sage) �� pantun
�� cerita pelipur lara �� karmina
�� hikayat �� talibun
�� sejarah �� syair
�� epos �� gurindam
�� seloka
Dalam kesempatan ini kita akan memfokuskan diri pada puisi lama, yakni pantun. Jenis
lainnya, yaitu gurindam akan dibahas pada pelajaran 6.
1. Pantun
Contoh:
Buah ara, batang dibantun,
Mari dibantun dengan parang.
Hai saudara dengarlah pantun,
Pantun tidak mengata orang.
2. Ciri-ciri pantun
a. Terdiri atas 4 larik sebait.
b. Tiap larik antara 8 – 12 suku kata.
c. Bersajak ab ab.
d. Larik 1 dan 2 adalah sampiran; larik 3 dan 4 merupakan isi/maksud.
3. Jenis-jenis pantun
a. pantun kanak-kanak: ( meliputi pantun sukaria, pantun dukacita)
b. pantun muda
c. pantun dagang
d. pantun perhubungan (meliputi: pantun berkenalan, pantun berkasihan, pantun perceraian/
perpisahan, pantun beriba hati)
e. pantun jenaka
f. pantun tua (meliputi pantun nasihat, pantun adat, pantun agama)
Bagaimana cara membaca pantun? Agar pembacaan pantun dapat dinikmati, maka
pembaca harus memerhatikan:
1. lafal (ucapan),
2. intonasi (lagu kalimat), dan
3. ekspresi wajah (mimik).
Untuk mengingat kembali ketiga hal tersebut, silakan pelajari kembali pelajaran tentang
membaca puisi baru pada pelajaran 3.
68 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. Pilihlah beberapa teman untuk membacakan pantun berikut di depan kelas!
2. Siswa lain menyiapkan tanggapan atau komentar. Sasaran komentar adalah kejelasan
lafal, ketepatan intonasi, dan kesesuaian ekspresi. Gunakan format berikut!
3. Lembar Penilaian Pembacaan Pantun
Aspek yang Dinilai
Nama Lafal Volume Intonasi Ekspresi Gestur
Pengha- Jumlah
yatan Nilai
*) Rentang nilai 50 – 80.
4. Sampaikan amatan/penilaian Anda di depan kelas secara lisan untuk mendapatkan
tanggapan dari teman lain!
a. Pantun (jenaka)
Elok rupanya pohon belimbing,
tumbuh di dekat limau tungga.
Elok rasanya berbini sumbing,
biar marah tertawa juga.
Orang Jawa pergi ke Banda,
membeli ikan dengan rebung.
Orang tua berbini muda,
bagai rasa menang menyabung.
Lebat sungguh padi di paya,
kayu tumbang tepi pangkalan.
Heran sekali hati saya,
burung terbang disambar ikan.
b. Pantun berdukacita
Ke balai membawa labu,
labu amanat dari si tunggal.
Orang memakai baju baru,
hamba menjerumat baju bertambal.
Kuini tumbuh di badan,
ke barat condong buahnya.
Kalau begini peruntungan badan,
alamat melarat kesudahannya.
c. Pantun nasihat
Ganja dibawa dari hulu,
elang terbang ke seberang.
Janganlah kita dapat malu,
kelak tidak dipandang orang.
Anak gajah mandi di sumur,
ambil galah dalam perahu.
Orang muda jangan takabur,
cobaan Allah siapa tahu.
Berburu ke padang datar,
mendapat rusa belang kaki.
Berguru kepalang ajar,
bagai bunga kembang tak jadi.
Uji Kompetensi 4.5
Kemanusiaan 69
Tugas 4.5
Marilah berbalas pantun!
1. Bentuklah kelas Anda menjadi dua kelompok!
2. Aturlah tempat duduk Anda agar berhadapan!
3. Lakukan kegiatan berbalas pantun! Terlebih dahulu sepakati jenis pantun untuk
setiap putaran atau terminnya, misal dimulai pantun jenaka kemudian termin
berikutnya pantun nasihat, dan seterusnya!
4. Setiap pantun yang terlontar harus segera dibalas oleh kelompok lain.
5. Pantun balasan pun harus segera dibuatkan balasannya kembali, begitu seterusnya.
6. Berjuanglah untuk dapat menyusun balasan atas pantun yang terlontar dari kelompok
lain.
7. Dokumentasikan pantun-pantun yang telah tercipta secara spontan tersebut!
8. Kegiatan ini dapat juga dilaksanakan satu orang lawan satu!
1. Mengomentari laporan, baik berupa kritik maupun saran hendaknya objektif, tidak
emosional, menggunakan diksi yang baik dan tepat, serta menyertakan alasanalasan
yang logis.
2. Inti sari buku adalah pokok-pokok isi buku yang dibaca.
3. Ada dua keuntungan penting dalam pidato dengan metode naskah atau membaca,
antara lain, kebutuhan waktu dapat disesuaikan, materi atau isi relatif tidak akan
menyimpang dari topik atau tema, jika terpaksa, pembacaan dapat dilaksanakan
oleh orang lain.
4. Resensi buku adalah tulisan yang berisi ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan
sebuah buku yang dapat menjadi pertimbangan orang untuk menentukan membaca/
membeli atau tidak buku yang diresensi itu. Resensi biasanya dimuat di media
massa cetak.
5. Kata atau frasa verba (kerja) dalam penggunaannya dapat diperluas untuk menyatakan
efek tertentu dengan menggunakan adverbia (keterangan) seperti sedang, baru,
masih, akan, telah, dan sebagainya. Perluasan dengan adverbia tersebut akan
menimbulkan efek makna yang lebih tegas.
Fungsi:
a. akan: menyatakan sesuatu yang hendak terjadi
b. baru:
Rangkuman
70 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1) menyatakan sedang berlangsung. Biasanya untuk ragam bahasa cakapan
2) menyatakan atau berarti kemudian atau setelah itu
c. baru saja: menyatakan belum lama berselang/belum lama antaranya
d. masih: menyatakan dalam keadaan belum selesai atau sedang berlangsung
e. sedang: menyatakan masih melakukan sesuatu.
f. telah/sudah: menyatakan perbuatan atau keadaan yang sempurna, lampau, atau
selesai.
6. Cerita pendek (cerpen) sebagaimana karya sastra lainnya terbangun atas unsur
intrinsik yang meliputi tema, latar/setting, penokohan, alur/plot, pesan/amanat,
sudut pandang/point of view, konflik/pertikaian, dan ending/pengakhiran.
7. Berdasarkan sejarah atau waktu yang melingkupinya, sastra dibedakan atas sastra
(Melayu) lama/klasik dan sastra baru. Sastra lama atau klasik berkembang pada
zaman Indonesia lama. Sebaliknya, sastra yang hidup dan berkembang dalam
zaman Indonesia baru disebut sastra baru.
8. Sastra Melayu Lama meliputi:
a. prosa: dongeng ( cerita jenaka, legenda, mite, sage), cerita pelipur lara, hikayat,
sejarah, epos, kitab-kitab, dan lain-lain.
b. puisi: bidal, pantun, karmina, talibun, syair, gurindam, seloka, dan lain-lain.
Setelah pelajaran 4 ini Anda seyogianya terampil menyampaikan kritik dan saran secara
santun, merangkum buku dan menyampaikan inti sarinya dengan bahasa baku/efektif,
berpidato dengan membaca teks, menulis resensi, menggunakan kata tugas akan, baru,
masih, sedang, dan telah, serta menulis cerpen. Perhatikan resensi dan cerpen yang hampir
setiap hari bertebaran di media massa! Suatu saat Anda harus menjadi salah satu penulis/
pengirimnya.
Refleksi
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah saran dan kritik terhadap laporan di bawah ini!
Ke Mana Mencari Selamat
Masih ingatkah kita akan penolakan warga sejumlah desa di seputar Gunung Merapi?
Awal Juni 2006, warga yang akan dievakuasi oleh satuan pelaksana di tingkat kabupaten
menolak pergi. Mereka merasa bahwa Gunung Merapi masih aman untuk mereka tinggali.
Kemanusiaan 71
Sementara, suatu siang di penghujung Juli 2006, ribuan karyawan di gedung-gedung
tinggi perkantoran di Jakarta dengan panik berdesak-desakan turun ke lantai dasar.
Penyebabnya adalah layanan pesan singkat (SMS) berantai, berisi pemberitahuan bahwa
pada pukul 14.00 hari itu akan ada gempa besar di Jakarta.
Yang menarik, ketika itu karyawan-karyawan ekspatriat tenang-tenang saja di meja
masing-masing dan tetap bekerja. Sungguh berbeda cara mereka menyikapi kabar tersebut.
Berkali-kali di segala kesempatan, pihak yang kompeten tentang bencana geologi selalu
menekankan, gempa tidak bisa diprediksi secara rinci kapan akan terjadi. Yang baru bisa
diperkirakan adalah kawasan mana yang aktif mengakumulasi energi dan kemungkinan akan
terjadi gempa di sana. Soal kapan terjadi? Bisa setahun, dua tahun, bahkan mungkin baru 10
tahun lagi. Gempa sulit diprediksi karena melibatkan dua lempeng besar yang melibatkan
banyak faktor, antara lain, massa jenis batuan, usia batuan, jenis kontak antarpermukaan
lempeng, sudut tumbukan, dan sebagainya.
Rupanya, setelah 61 tahun merdeka dan hidup di daerah rawan bencana geologis,
masyarakat tetap tidak paham dan tidak mengerti tentang apa itu gempa bumi, apa itu tsunami,
dan apa itu bencana gunung api. Hal itu tidak mengherankan karena paradigma
penanggulangan bencana saat ini masih konvensional, dianggap sama dengan tanggap
darurat dengan orientasi relief (bantuan). Paradigma keliru lainnya adalah bencana dianggap
”urusan pusat”.
Menilik apa yang selama ini ditegaskan pemerintah, penekanan rupanya diberikan pada
pembangunan sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS).
Seorang panelis tegas mengatakan, mestinya sekarang proporsinya 70:30, yaitu 70 persen
untuk sosialisasi ke masyarakat dan 30 persen untuk TEWS. Yang bisa dilakukan adalah
sosialisasi, penyebaran peta rawan gempa, penyebarluasan peta, sistem peringatan dini, dan
tata ruang.
Saat ini sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah melakukan sosialisasi,
namun belum ada koordinasi dengan pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) atau
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) atau lainnya. Sedangkan, Departemen Energi
dan Sumber Daya Mineral memiliki unit untuk sosialisasi. Apa yang terjadi ini walau belum
sempurna merupakan cikal bakal yang baik. Tinggal diatur agar ada koordinasi jelas sehingga
tidak terjadi inefisiensi.
Untuk peta rawan bencana, beberapa panelis mengaku, ”Berat pelaksanaannya. Pemda
tidak mau daerahnya disebut rawan bencana karena khawatir investor kabur. Jika semua
orang bersikap cuek, maka tidak akan ada siapa-siapa yang bisa menolong kita. Lalu ke mana
kita harus mencari selamat?”
Kompas, 16 Agustus 2006
2. Anggaplah teks soal nomor 1 adalah sebuah buku. Susun inti sarinya dalam bentuk
laporan membaca buku!
3. Anggaplah teks soal nomor 1 adalah sebuah buku. Susunlah resensinya!
4. Sebutkan unsur intrinsik yang tersurat dalam penggalan cerpen berikut!
Onah
* Agus Hernawan
….
Di tengah suara dentuman, hiruk orang-orang, bunyi klakson, serta tangis dan erang yang
saling meningkahi, mereka menjadi burung-burung laut yang bermigrasi. Mengungsi, mencari
daratan, tepian yang lain. Ia ingin menanyakan kepada ibu ke mana bapak dan ke mana
mereka akan pergi, tapi ia urung menanyakannya saat menemukan mata ibu yang kuyu
dengan bibir yang bergetar menyeru nama Tuhan. Ia hanya memeluk ibu di atas kendaraan
yang terseok-seok, di atas jalanan yang menanjak dan berkelok. Menjelang petang, mereka
72 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
tiba di Bukittinggi, menumpang di rumah keluarga suami eteknya. Tapi, tak sempat mereka
bermalam di sana. Mereka kembali berangkat dengan keluarga pak eteknya ikut bersama
mereka.
Ia, gadis kecil yang merangkak remaja dengan sepasang dada mulai membungkal dalam
warna merah kesumba, lagi-lagi tak tahu ke mana orang-orang menuju. Ia hanya melihat
jalanan dengan cahaya bulan jatuh di punggung gunung, di atap-atap rumah, dan petak-petak
sawah. Sepanjang tanjakan, sepanjang penurunan, ia hanya bisa melamunkan menjadi
seekor burung malam. Terbang di atas jalanan berkelok, lantas hilang ke balik tebing yang
curam. Ia ingat saat mereka mulai memasuki Lubang Kalam. Ia memeluk ibu sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya, menghalau bayangan bahwa mereka akan terperangkap,
tersekap di lubang yang sengap. Begitu pun saat mereka melewati Kelok Nona, atau saat
merayapi Pendakian 17, ia menyurukkan kepalanya ke bawah ketiak ibu, menyembunyikan
pikirannya dari dihinggapi bayangan bahwa mereka akan terperosok, jatuh, dan pecah seperti
gerabah di dasar lembah.
Onah juga masih mengingat saat rombongan mereka baru saja tiba di Pelayangan,
sedang menunggu giliran menyeberang. Malam itu, ia terserang demam. Tubuhnya menggigil.
Di dalam kendaraan, ibu rapat memeluknya. Menyelubungi tubuh mereka berdua dengan
selimut tebal. Ibu membuka bajunya, kemudian menyusul membuka bajunya sendiri. Di balik
selimut, mereka berdua sama-sama bertelanjang dada. Ia jelas merasakan kulit dada ibu rapat
ke dadanya yang baru membungkal.
”Seperti ini, dulu, ibu mengobati Onah kalau demam tinggi. Bapak paling benci melihat
ini. Bapak lebih suka menyerahkan Onah ke temannya yang jadi dokter di Gantiang. Bapakmu
tidak tahu, Onah, cinta seorang ibu kadang lebih mujarab dari segala macam obat,” ujar ibu
waktu itu sembari rapat mendekapnya. Sesaat kemudian, ia merasakan hangat menjalar
memasuki pori-porinya, dan ia pun larut dalam lelap.
Media Indonesia, 3 Desember 2006
5. Susunlah sedikitnya empat bait pantun nasihat!
Peribahasa
Mayang menolak selendang. (Melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil)
Mencit seekor penggada seratus. (Berhadapan dengan lawan yang banyak/lebih kuat)
Pelajaran 5
Lalu Lintas dan
Transportasi
Sumber: Clipart Gallery
Kecelakaan lalu lintas dan transportasi di negara kita Indonesia, masih termasuk
tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain. Kita masih sangat
memandang rendah arti penting keselamatan berlalu lintas dan bertransportasi. Disiplin
dan kesadaran kita masih rendah untuk dua hal itu.
Dengan menggunakan dua topik tersebut sebagai payung dalam berlatih berbahasa
pada pelajaran ini, semoga pemahaman Anda tentang lalu lintas semakin meningkat.
Ingat, kesemrawutan lalu lintas dan transportasi merupakan penyebab kematian yang
tinggi!
74 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membedakan fakta dan opini yang terdapat dalam
berbagai laporan.
Membedakan fakta dan opini dalam laporan lisan
Telah dijelaskan pada pelajaran terdahulu bahwa sebuah laporan dapat memuat fakta dan
opini/pendapat. Demikian halnya dengan berita. Meskipun lebih sering didominasi oleh fakta,
berita juga bisa mengandung opini atau pendapat.
Mengapa berita bisa memuat opini? Barangkali definisi berita dari Dja’far H. Assegaff di
bawah ini dapat menjadi jawaban.
Berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa (baru), yang dipilih oleh staf
redaksi suatu harian (media massa-penulis) untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian
pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena
ia mencakup segi-segi human interest, seperti humor, emosi, dan ketegangan.
Contoh di bawah ini adalah buktinya (yang dicetak tebal miring).
Sebuah mobil Toyota Hardtop terjungkal ke dasar Sungai Sompok, Semarang
Selatan, pagi kemarin (17/8/07). Kecelakaan ini diduga akibat mobil mengalami rem
blong. Pengemudi, Sukamto, warga Jombang, hanya mengalami lecet di bagian kaki.
(Seputar Indonesia, 18 Februari 2007: 2)
Berikut disajikan sebuah berita. Mintalah seorang teman Anda untuk membacakannya di depan
kelas (dengan catatan Anda tidak boleh mendahului membaca). Catat dan pilahkan pernyataanpernyataan
di dalam berita tersebut atas fakta dan opini/pendapat. Bandingkan hasilnya
dengan hasil analisis teman Anda!
Korban KM Senopati Diperiksa Polda Jatim
SURABAYA — Empat korban selamat KM Senopati Nusantara, Jumat (1/2), diperiksa di
ruang unit Pidana Ekonomi (Pidek) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Kepolisian
Daerah (Polda) Jawa Timur. Mereka adalah Siswanto, Astuti, Sutarni, dan Ahmad Shodiqin.
Didampingi pengacara Muhammad Sholeh SH, para korban dan keluarga korban yang
selamat itu mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB. ”Kami melapor ke Polda
Jatim, karena konsentrasi keluarga korban memang di Surabaya untuk mencari kepastian
anggota keluarganya,’’ katanya.
Soleh mengatakan, keluarga korban dan korban selamat terpaksa melapor karena polisi
selama ini belum ada kemauan baik untuk melakukan pengusutan. ”Prinsipnya, kami ingin ada
Uji Kompetensi 5.1
Lalu Lintas dan Transportasi 75
pengusutan untuk memperjelas, apakah tenggelamnya KM Senopati pada 30 Desember
2006 merupakan kelalaian manusia atau faktor alam,’’ tegasnya.
Sholeh mengatakan, korban yang selamat umumnya menilai tenggelamnya KM Senopati
Nusantara merupakan kesengajaan dari nakhoda atau ABK (anak buah kapal) serta PT Prima
Vista selaku pemilik kapal. Untuk itu, mereka diduga melakukan pelanggaran Pasal 19 UU
Perlindungan Konsumen 8/1999.
‘’Indikasi kesengajaan itu, kapal sudah oleng sejak pagi dan kapal benar-benar tenggelam
pada malam hari. Tapi, mulai pagi hingga malam tak ada imbauan atau instruksi dari nakhoda
untuk melakukan penyelamatan dengan menggunakan sekoci atau pelampung,’’ kata Sholeh.
Akibatnya, korban yang selamat umumnya mencari sekoci dan pelampung sendiri. Sedangkan
ratusan korban lainnya akhirnya tewas karena tidak mengerti mekanisme penyelamatan
akibat tidak adanya informasi mengenai cara penyelamatan.
”Kami juga melaporkan pemalsuan dokumen, karena manifes (daftar penumpang kapal)
tidak sesuai dengan realita atau terjadi kelebihan penumpang yang membuat kapal menjadi
rawan tenggelam sehingga dalam hal ini diduga ada pelanggaran pasal pemalsuan dokumen
dalam KUHP,’’ tandas Sholeh.
Selain menggugat nakhoda, ABK, dan PT Prima Vista itu, para korban itu juga menggugat
pemerintah selaku regulator. Hal ini karena pemerintah dianggap tidak mengontrol kelayakan
kapal. Apalagi, KM Senopati sebenarnya adalah kapal untuk melayani pelayaran jarak
pendek, tapi ternyata malah dipakai sebagai kapal dengan trayek jarak jauh.
Menanggapi pemeriksaan korban KM Senopati itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman S
Sumawiredja, menyatakan, pihaknya hanya membantu melakukan pemeriksaan korban
selamat sebagai saksi yang ada di Surabaya. ”Kalau sudah selesai, hasilnya akan kami
serahkan ke Polda Jateng, karena locus delictie (lokasi kejadian) di perairan Mandalika,
Jepara, Jawa Tengah. Kita juga selalu koordinasi dengan Polda Jateng,’’ katanya.
Republika, 3 Februari 2007
Tugas 5.1
1. Simaklah (dan rekamlah) sebuah acara berita di televisi atau radio!
2. Analisislah berita tersebut atas fakta dan opininya!
3. Sampaikan di depan kelas untuk dibahas!
76 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan
alasan yang logis dalam diskusi.
Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi
Dalam kesempatan ini kita akan membahas bagaimana menyampaikan tanggapan atau
gagasan dalam forum diskusi dalam bentuk bertanya atau mengajukan pertanyaan. Sebagaimana
lazimnya orang bertanya, pertanyaan hendaknya disusun dan disampaikan dengan bahasa
yang santun, tidak emosional, dan logis. Selain itu, pertanyaan sebaiknya objektif, pendek/
singkat, tidak berbelit-belit/bertele-tele, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Cermati contoh-contoh di bawah ini dan bandingkan! Contoh a tergolong santun, logis, dan
objektif. Contoh b sebaliknya. (Perhatikan bagian bercetak tebal!)
Contoh:
a. Peserta : Saudara Pembicara yang saya hormati.
Nama saya Suni Ahsan dari SMA Bineka Jaya. Izinkan saya mengajukan
pertanyaan. Rambu-rambu lalu-lintas di perempatan jalan kota kita ini
seolah-olah dianggap hiasan belaka. Kebanyakan pemakai jalan enggan
mengindahkannya sehingga sering terjadi kecelakaan. Bagaimana usaha
yang konkret dan tepat untuk mengatasi hal itu? Terima kasih.
b. Peserta : Bapak Pembicara yang saya hormati.
Sejujurnya saya tidak dapat memahami konsep amburadul Bapak tentang
kenyamanan berlalu lintas tadi. Saya berpendapat konsep Bapak masih
sangat teoretis dan sangat tidak mungkin untuk direalisasikan,
bahkan mustahil. Saya minta Bapak bisa menjelaskan lebih detail dan
konkret lagi serta dapat merealisasikannya sekarang. Terima kasih.
1. Berikut diterangkan penggalan pendapat pembicara dalam sebuah diskusi.
2. Susunlah empat pertanyaan terkait dengan permasalahan dalam pendapat tersebut!
….
Rentetan kecelakaan KA bukan semata-mata disebabkan oleh human error petugas
di garis depan. Juga bukan didominasi oleh malfunction lokomotif, gerbong, atau prasarana
perkeretaapian lain. Akar persoalan yang esensial adalah rusaknya budaya perkeretaapian
nasional yang meliputi budaya kerja personel dan budaya korporasi. Akibatnya kecelakaan
KA terus berulang dan menjadi siklus lingkaran setan yang tidak mampu diputus. Oleh
sebab itu, rekonstruksi budaya perkeretaapian nasional sangat penting.
Uji Kompetensi 5.2
Lalu Lintas dan Transportasi 77
Kerusakan budaya itu merembet kronis hingga ke unit kerja terkecil dari entitas
perkeretaapian. Rusaknya budaya korporasi perkeretaapian selain diakibatkan oleh
salah urus manajemen yang disertai dengan maraknya berbagai praktik korupsi, juga
karena tidak konsistennya politik atau kebijakan perkeretaapian nasional dari pemerintah.
Akibatnya, berapa pun besarnya upaya dan dana APBN yang dikucurkan untuk menyuntik
arus kas PT KA akan sia-sia, sarat kebocoran, dan tidak tepat sasaran.
Totok Siswantoro, Pikiran Rakyat, 1 Februari 2008
Tugas 5.2
1. Selenggarakanlah diskusi kelas dengan topik transportasi atau lalu lintas!
2. Tunjuk beberapa teman (4–6) orang untuk mengamati dan mencatat kemudian
menganalisis pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta beserta cara
menyampaikannya. Hasilnya dikemukakan di depan kelas untuk dibahas sekaligus
bahan introspeksi!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam
artikel melalui membaca intensif.
Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel
Anda tentu sudah memahami apa itu ide pokok dan bagaimana menemukannya dalam
paragraf dengan teknik membaca intensif. Ingat bahwa dalam sebuah paragraf termuat satu
gagasan/ide pokok yang biasanya terangkum dalam sebuah kalimat yakni kalimat pokok atau
kalimat utama. Jika terdapat kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut ”hanya” sebagai
penjelas atau pengembang. Oleh karena itu, disebut kalimat-kalimat penjelas atau kalimatkalimat
pengembang.
Perhatikan contoh berikut!
Paragraf Ide Pokok Kalimat Utama
Ban merupakan peranti yang meme- Ban adalah peranti vital Ban merupakan peranti
gang peranan vital pada sepeda mo- pada sepeda motor. yang memegang perantor.
Jadi, merawat si bundar ini sudah an vital pada sepeda
pasti menjadi ritual wajib bagi motor.
78 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
pengendara sepeda motor. Selain
untuk menghemat, merawat ban
dengan benar juga untuk menjaga
keselamatan pengendara maupun
penumpangnya. Tekanan udara ban
yang tidak tepat sangat memengaruhi
keseimbangan dan kestabilan
laju sepeda motor. Jangan pernah
memakai ban lain, kecuali yang
ditetapkan oleh pabrik sepeda
motor.
Agar lebih mahir menemukan ide pokok paragraf dalam artikel, marilah kita berlatih lagi.
1. Bacalah dengan saksama penggalan artikel berikut!
2. Analisislah dan temukan ide-ide pokoknya dalam masing-masing paragraf! Buat daftarnya
seperti contoh format berikut!
Senarai Ide Pokok
Dalam Artikel ”Budaya Perkeretaapian”
Tulisan Totok Siswantoro
Dimuat di Pikiran Rakyat, 1 Februari 2007
No. Urutan Paragraf Ide Pokok Kalimat Utama
1.
Budaya Perkeretaapian
Oleh Totok Siswantoro
Rentetan kecelakaan KA (kereta api) telah berlalu begitu saja. Dan esok hari bahaya
kecelakaan masih tetap mengintip di sepanjang jalan baja. Faktor utama penyebab
kecelakaan tetap saja menjadi enigma, sedangkan faktor sekundernya telah menjadi
berkas acara pemeriksaan pihak kepolisian daerah. Padahal, kondisi perkeretaapian
nasional yang tengah mengalami keropos prasarana dan sarat mismanajemen memerlukan
pembenahan yang sangat mendasar.
Rentetan kecelakaan KA bukan semata-mata disebabkan oleh human error petugas
di garis depan. Juga bukan didominasi oleh malfunction lokomotif, gerbong, atau prasarana
perkeretapaian lain. Akar persoalan yang esensial adalah rusaknya budaya perkeretaapian
Uji Kompetensi 5.3
Lalu Lintas dan Transportasi 79
nasional yang meliputi budaya kerja personel dan budaya korporasi. Akibatnya, kecelakaan
KA terus berulang dan menjadi siklus lingkaran setan yang tidak mampu diputus. Oleh
sebab itu, rekonstruksi budaya perkeretaapian nasional sangat penting.
Kerusakan budaya itu merembet kronis hingga ke unit kerja terkecil dari entitas
perkeretaapian. Rusaknya budaya korporasi perkeretaapian selain diakibatkan oleh
salah urus manajemen yang disertai dengan maraknya berbagai praktik korupsi, juga
karena tidak konsistennya politik atau kebijakan perkeretaapian nasional dari pemerintah.
Akibatnya, berapa pun besarnya upaya dan dana APBN yang dikucurkan untuk menyuntik
arus kas PT KA akan sia-sia, sarat kebocoran, dan tidak tepat sasaran.
Begitu juga belanja teknologi dalam bentuk lokomotif, sistem persinyalan, alat
komunikasi, dan prasarana KA lainnya tidak pernah berlangsung secara optimal. Kukuhnya
budaya perkeretaapian di negara-negara lain, seperti halnya di RRC bermula dari
konsistensi rencana induk kebijakan perkeretapian yang diikuti dengan penerapan
disiplin kerja yang ketat, peningkatan kompetensi teknologi secara progresif, serta
pemberantasan korupsi dan mark-up sampai ke modus yang terkecil.
Tidak mengherankan jika RRC sekarang ini mampu membangun jalur KA menuju
”atap” dunia, yakni jalan langit antara dataran Qinghai-Tibet. Dengan budaya perkeretaapian
yang kukuh, RRC mampu membangun jalan KA yang paling tinggi di atas permukaan laut
di dunia sepanjang 1.142 kilometer. Rintangan alam yang berupa tanah beku berhasil
diatasi dengan rancangan teknik sipil jalan KA. Tanah beku merupakan berbagai macam
tanah batu dan tanah yang mengandung es di mana suhunya di bawah 0 derajat Celsius.
Dalam keadaan membeku, volume tanah beku akan mengembang; sedangkan di musim
panas, tanah beku mencair, volumenya menyusut.
Kerusakan budaya perkeretaapian selama ini juga mencuat dalam bentuk konflik
antara pihak serikat pekerja dengan manajemen. Serikat pekerja dinilai acap kali
mencampuri urusan manajemen di luar kapasitasnya. Akibatnya, konflik yang bermula dari
hal-hal normatif telah bergeser sehingga menjadi mendistruktif kinerja perusahaan. Oleh
sebab itu, dibutuhkan ketegasan dari pemerintah dalam hal ketenagakerjaan dengan
mengacu undang-undang yang berlaku.
Postur karyawan PT KA yang begitu gemuk hingga mencapai jumlah sekitar 38 ribu
orang, sangat tidak proporsional bila dibandingkan dengan revenue atau pendapatan
perusahaan dan beban kerja aktual pada saat ini sehingga rasio antara jumlah perjalanan
KA beserta fasilitas pendukungnya, bila dibandingkan dengan job establishment sangatlah
timpang. Akibatnya, banyak karyawan yang beban kerjanya sangat minimal. Berdasarkan
penelitian pihak manajemen beberapa tahun yang lalu, bahwa jumlah karyawan yang
minimal beban kerjanya mencapai 11 ribu orang.
Pikiran Rakyat, 1 Februari 2007
80 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis surat dinas dengan berdasarkan isi,
bahasa, dan format yang baku.
Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
Surat menyurat merupakan hal yang sangat penting dalam berorganisasi. Anda tentu
menyadari hal itu. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memahami dan menguasai cara
penulisannya secara benar dan standar, terutama surat dinas.
Surat dinas adalah surat yang isinya menyangkut masalah-masalah kedinasan, yakni
yang berhubungan dengan administrasi jawatan/pemerintahan. Surat dinas harus singkat,
padat, tidak bertele-tele, menggunakan bahasa resmi/baku/efektif, dan santun.
Pada pelajaran 2, Anda telah berlatih bagaimana menulis dan menganalisis surat dinas,
dalam hal itu surat undangan. Agar lebih menguasai, ikuti uji kompetensi berikut dengan
sungguh-sungguh.
Berikut disajikan contoh surat undangan yang sengaja dibuat banyak kesalahan, baik dari segi
kelogisan maupun kebahasaan, terutama ejaannya.
1. Berdiskusilah dengan teman-teman Anda (dalam kelompok 4–5 orang) untuk menemukan
kesalahan tersebut!
2. Ungkapkan secara lisan hasilnya di depan kelas untuk dibandingkan dengan temuan
kelompok lain! Gunakan format laporan sebagai berikut.
Kesalahan dan Perbaikan
pada Surat Undangan Nomor …
No. Kesalahan Seharusnya/Perbaikan
Uji Kompetensi 5.4
Lalu Lintas dan Transportasi 81
SMA NEGERI 23 LAMBUNG MANGKURAT
ORGANISASI SISWA INTRASEKOLAH (OSIS)
Jalan Tumenggung Ranu 45, Lambung Mangkurat,
Telp. (0212) 461175, Fax. (0212) 445654
Nomor : 12/V/O/2008 15 Januari 2008
Lampiran : 1 lembar
Hal : Undangan
Kepada
Yth. Kepala SMA Bakti Bangsa
u.p. Ketua OSIS
Jln. Kenanga No. 87
Kemalangin
Dengan Hormat,
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun SMA Pancasila Jaya. Kami akan
merencanakan penyuluhan kepada ketertiban lalulintas. Untuk itu, kami mengundang
OSIS SMA Bangun Jaya untuk menghadiri daripada acara tersebut.
Hari, tanggal : Sabtu, 23 Februari 2008
Waktu : jam 07.30 s/d 13.00 WIB
Tempat : aula satu SMA Pancasila Jaya
Atas perhatiannya Bapak/Saudara kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui, Hormat kami,
Kepala Sekolah, Ketua OSIS,
Drs. Gunawan Sembiring Gunarso Ikman
Tembusan:
1. Kepala Dinas Pendidikan Kota Waringin
2. Arsip
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Kalimat majemuk
Ketika Anda membaca artikel atau wacana lain, pasti sering menjumpai bentuk-bentuk
kalimat yang berbeda-beda atau bervariasi. Variasi tersebut, misalnya
1. Transportasi di Indonesia masih membutuhkan pembenahan.
S(subjek) P(predikat) O(objek)
2. Pemilik jasa transportasi belum memprioritaskan keselamatan penumpang
S P O
sehingga banyak alat transportasi yang tidak layak tetap dioperasikan.
Konj(konjungtor) S P
82 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Ditinjau dari jumlah klausa atau polanya, kalimat 1 disebut kalimat tunggal (berpola S –
P – O), sedangkan kalimat 2 adalah kalimat majemuk (berpola S – P – O – S – P).
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (satu S dan/atau satu P)
atau satu klausa. Variasi pola kalimatnya, antara lain
a. S – P : Saya belum berangkat.
S P
b. S – P – O : Tiara sedang menghafal rambu-rambu lalu lintas.
S P O
c. S – P– K : Suny pergi ke Bali.
S P K
d. S – P – Pel(engkap) : Asmin sedang belajar menyetir.
S P Pel
e. S – P – O – K : Indonesia membeli gerbong kereta dari Jepang.
S P O K
Jika sebuah kalimat memiliki dua pola, yang berarti mempunyai dua klausa, maka disebut
kalimat majemuk. Satu pola kalimat bisa diwakili oleh satu S dan/atau satu P.
Ada tiga jenis kalimat mejemuk, yaitu setara, bertingkat, dan campuran.
1. Kalimat majemuk setara (KMS)
Dalam KMS hubungan antarunsur/klausanya setara atau sederajat. KMS meliputi:
a. KMS penggabungan (konjungtornya: dan, lalu, kemudian, serta, dan lain-lain.)
Contoh: Saya pergi ke Bali dan mereka (pergi) ke Surabaya.
b. KMS pemilihan (konjungtornya: atau)
Contoh: Mereka bisa naik kereta api atau (naik) pesawat.
c. KMS pertentangan (konjungtornya tetapi, melainkan, sedangkan)
Contoh: Bus sudah siap di depan sekolah tetapi para peserta datang terlambat.
2. Kalimat majemuk bertingkat (KMB)
Dalam KMB hubungan unsur-unsurnya tidak setara. Satu unsur/klausa (yang utama)
disebut induk kalimat, unsur/klausa lain disebut anak kalimat.
KMB mencakup jenis-jenis, antara lain:
a. KMB hubungan waktu (konjungtornya, antara lain: ketika, sewaktu, sejak, sesudah, dan
manakala)
Perhatikan contoh berikut!
1) Kepadatan transportasi darat jalur pantura meningkat sejak pemerintah
induk kalimat anak kalimat
mengumumkan tanggal libur Lebaran.
anak kalimat
2) Sejak pemerintah mengumumkan tanggal libur Lebaran, kepadatan transportasi
darat jalur pantura meningkat.
(Karena anak kalimat mendahului induk, maka dipisahkan tanda koma)
Lalu Lintas dan Transportasi 83
b. KMB hubungan syarat (konjungtornya: jika, seandainya (saja), andaikan, asalkan,
kalau, dan apabila)
Contoh:
1) Kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi secara signifikan jika pengguna jalan menaati
rambu-rambu yang ada.
2) Jika pengguna jalan menaati rambu-rambu yang ada, kecelakaan lalu lintas dapat
dikurangi secara signifikan.
c. KMB hubungan tujuan (konjungtornya: agar, supaya, biar)
Contoh:
1) Pemerintah perlu menyusun perangkat hukum yang tegas agar ada jaminan
keselamatan dalam menggunakan jasa transportasi.
2) Agar ada jaminan keselamatan dalam menggunakan jasa transportasi, pemerintah
perlu menyusun perangkat hukum yang tegas.
d. KMB hubungan sebab (konjungsinya: sebab, karena)
e. KMB hubungan akibat (konjungsinya: akibatnya, sehingga, sampai-sampai, maka)
f. KMB hubungan perbandingan (konjungsinya: seperti, ibaratnya, daripada, bagaikan,
alih-alih, laksana, dan lain-lain)
g. KMB perlawanan/konsesif (konjungsinya: walaupun, meskipun, kendatipun, dan lainlain)
h. KMB penjelasan (konjungsinya: bahwa)
i. KMB atributif/keterangan (konjungsinya: yang)
Contoh:
1) Busnya yang jurusan Jakarta-Bogor mogok di Tangerang. (keterangan subjek)
2) Mereka berangkat naik kereta yang tiga bulan lalu didatangkan dari Jepang.
(keterangan objek)
3) Gadis-gadis cantik yang memakai seragam berwarna putih kehijauan itu pramugari
pesawat. (keterangan subjek)
4) Orang itu pamanku yang kemarin baru tiba dari Surakarta. (keterangan predikat)
3. Kalimat majemuk campuran (KMC)
KMC merupakan gabungan antara KMS dan KMB. Jadi, setidak-tidaknya ada tiga unsur/
klausa dalam KMC.
Contoh:
Kereta itu tiba ketika penjemput masih tertidur dan pegawai stasiun mulai berdatangan.
induk kal. anak kalimat
klausa 1 (setara dengan) klausa 2
84 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Cerpen
Kemampuan Bersastra
A. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen.
Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen
Pada pelajaran 2 telah dijelaskan beberapa unsur intrinsik novel. Adakah perbedaan antara
unsur intrinsik novel dan cerpen? Secara isi tidak ada perbedaan. Hanya saja, dalam novel,
karena bentuknya yang lebih panjang dan luas, maka unsur-unsur intrinsiknya lebih detail,
terperinci, dan lengkap daripada cerpen.
Perhatikan bagan berikut!
�� Tema
�� Latar/setting
�� Penokohan
�� Alur/plot
�� Pesan/amanat
�� Sudut pandang/point of view
Unsur Intrinsik �� Konflik/pertikaian
�� Ending/pengakhiran
Penjelasan dari sebagian unsur-unsur tersebut dapat Anda lihat pada pelajaran 2.
Selebihnya silakan cari di perpustakaan!
Tugas 5.3
1. Simaklah sebuah pembacaan cerpen di kelas Anda ( bisa memutar rekaman atau
memilih beberapa teman untuk membaca secara estafet)!
2. Analisislah cerpen tersebut untuk menguraikan unsur-unsur intrinsiknya! Berikut
adalah contoh lembar pengamatan.
No. Unsur Intrinsik Kutipan/Ringkasan Pendukung
Lalu Lintas dan Transportasi 85
B. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis resensi buku kumpulan cerpen dengan
baik.
Menulis resensi buku kumpulan cerpen
Menulis resensi? Sudah terampil bukan. Ya, di kelas XI telah dijelaskan dan dilatihkan
bagaimana menyusun resensi buku-buku fiksi dan nonfiksi. Bahkan, barangkali di antara Anda
ada yang sudah berhasil memasukkan resensinya ke media massa dan dimuat. Syukurlah,
yang lain harus segera menyusul.
Baiklah, untuk sekadar menyegarkan pemahaman Anda tentang resensi, dalam hal ini
resensi buku fiksi, berikut disajikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang
peresensi sebuah buku yang berupa kumpulan cerpen. Sekadar mengingatkan, buku kumpulan
cerpen adalah buku yang memuat beberapa cerpen dari satu atau beberapa orang cerpenis
untuk diterbitkan. Pengumpulan tersebut biasanya merupakan ide dari atau dilakukan oleh
seseorang yang sekaligus bertindak sebagai editor.
Resensi buku kumpulan cerpen adalah tulisan yang berisi ulasan mengenai kelebihan dan
kelemahan kumpulan cerpen yang dapat menjadi pertimbangan orang untuk menentukan
membaca/membeli atau tidak karya yang diresensi itu. Resensi tersebut biasanya dimuat di
media cetak.
Kalau pada resensi novel Anda harus memerhatikan lima hal penting, yakni tema, sudut
pandang, penokohan, alur/plot, dan bahasa pengarangnya, maka ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam meresensi buku kumpulan cerpen. Di antaranya akan diuraikan berikut.
1. Identitas buku yang mencakup, antara lain, pengarang (kalau dari satu cerpenis) atau
editor (kalau dari beberapa cerpenis), judul kumpulan cerpen, kota dan tahun terbit, penerbit,
dan jumlah halaman.
2. Kepengarangan akan diulas di sini meskipun tidak secara keseluruhan. Misalnya, siapa
pengarangnya dan seluk beluk mengenai pengarang itu: kelahiran, karya-karya yang telah
diciptakan, proses kreatifnya, dan sebagainya.
3. Kelebihan dan kekurangan isi kumpulan cerpen, misalnya mengenai adanya cerpen yang
”tidak layak” dalam kumpulan cerpen tersebut, relevansi tema-temanya, sistematika atau
pengurutan cerpen yang ditampilkan, tampilan fisik buku (sampulnya, ukurannya, dan
ketikannnya)
4. Bahasa pengarang (utamanya untuk kumpulan cerpen dari satu pengarang). Peresensi
harus menganalisis bahasa cerpenis untuk kemudian disimpulkan, baik atau tidak,
komunikatif atau tidak, wajar atau tidak, orisinal atau klise, bernilai seni (artisitik) atau tidak,
dan sebagainya.
86 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Resensi buku-buku fiksi, termasuk buku kumpulan cerpen, disusun dengan sistematika
sebagai berikut.
Judul Resensi
Identitas Novel:
Judul buku, penulis/pengarang, penerbit, kota terbit, ketebalan (halaman),
gambar sampul, harga, dan sebagainya.
Isi Resensi:
Sinopsis atau inti masalah/konflik (beberapa cerpen), riwayat singkat
pengarang, sistematika/struktur buku, dan kelebihan/kelemahan buku.
Penutup/Simpulan:
Berisi anjuran atau imbauan atau pertimbangan kepada si pembaca resensi
tentang perlu atau tidaknya atau untung ruginya mereka membaca/membeli
buku yang diresensi tersebut.
Beberapa contoh judul kumpulan cerpen dari sastrawan-sastrawan terkenal antara lain:
Pengarang Judul Tahun Terbit
Danarto Godlob 1976
Adam Ma’rifat 1982
Berhala 1987
Putu Wijaya Bom 1978
Es 1980
Gres 1982
Protes 1994
Blok 1994
Darah 1995
Yel 1995
Zig Zag 1996
Tidak 1999
Seno Gumira Manusia Kamar 1987
Ajidarma Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi 1995
Sebuah Pertanyaan untuk Cinta 1996
Wisanggeni sang Buronan 2000
Sutardji C. Bahri Hujan Menulis Ayam 2001
Lalu Lintas dan Transportasi 87
Berikut adalah contoh resensi sederhana buku kumpulan cerpen.
Helvy Tiana Rossa
Lelaki Kabut dan Boneka
(Bandung: Asy Syaamil, 2002),
xiv + 188 halaman
Frant Fanon dalam buku The Wretched of The Eart (1963) mendeskripsikan bagaimana
manusia Aljazair mengalami disorder (kekacauan jiwa) setelah melewati kekejaman perang
kolonial sekian tahun lamanya. Dan kini dalam buku Helvy Tiana Rossa kita jumpai pula
manusia serupa, katakanlah Inong di Aceh dalam cerpen (”Jaring-Jaring Merah” atau ”Si
Gadis di Palestina” dalam ”Hingga Batu Bicara”. Kecuali cerpen ”Mencari Senyuman”,
Juragan Haji”, dan ”Percakapan di Taman Sunyi”, cerpen-cerpen Helvy memang menanggung
cerita dari sejumlah konflik atau ”perang” di negeri ini (Aceh, Maluku, Dayak, dan sebagainya)
maupun di mancanegara (Bosnia dan Palestina). Itu sebabnya, darah, air mata, dan kekacauan
jiwa bertebaran dalam cerpen-cerpen tersebut. Kisah-kisah itu—juga cerpen di luar kisah
konflik berdarah—tampak sekali dibalut suatu persoalan ”besar”, baik itu politik, sosial, juga
budaya. Selain itu cerpen-cerpen Helvy kental dengan napas ke-Islaman. Seakan ada suatu
ambisi, bahkan pretensi, dalam cerpen-cerpen itu (tentu untuk kemaslahatan kemanusiaan),
tetapi dapat membuat cerpen terjebak pada ”hitam putih” sikap yang membekukan persoalan
kecuali pada cerpen sejenis ”Darahitam” yang tampak berusaha melepaskan pibadi tokoh dari
belenggu aktivitas ”rigt or wrong is my etnic” (dalam kasus ini konflik Dayak-Madura di
Kalimantan.
Horison, Januari 2003: halaman belakang dalam
Anda tentu memiliki simpanan cerita atas dasar pengalaman orang lain, seperti adik, kakak,
nenek, teman, dan sebagainya.
1. Tulislah sebuah cerpen berdasarkan cerita atau pengalaman tersebut!
2. Bacakan di depan kelas! Pilih yang menurut Anda terbaik!
Tugas 5.4
Berdasarkan penjelasan atau uraian materi di atas, tulislah sebuah resensi sederhana
terhadap buku kumpulan cerpen yang ada di perpustakaan sekolah Anda atau kumpulan
cerpen yang Anda punya!
Uji Kompetensi 5.5
88 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. Fakta adalah pernyataan atau hal yang bersifat nyata dan benar-benar ada serta telah
terjadi. Opini adalah pernyataan atau hal yang bersifat pendapat atau gagasan,
belum benar-benar ada.
2. Sebagaimana lazimnya orang bertanya, pertanyaan hendaknya disusun dan
disampaikan dengan bahasa yang santun, tidak emosional, dan logis. Selain itu,
pertanyaan sebaiknya objektif, pendek/singkat, tidak berbelit-belit/bertele-tele, dan
tidak menusuk perasaan orang lain.
3. Gagasan/ide pokok paragraf biasanya terangkum dalam sebuah kalimat yakni
kalimat pokok atau kalimat utama. Kalimat-kalimat lain (kalau ada) dalam paragraf
tersebut hanya sebagai penjelas atau pengembang.
4. Surat dinas adalah surat yang isinya menyangkut masalah-masalah kedinasan,
yakni yang berhubungan dengan administrasi jawatan/pemerintahan. Surat dinas
harus singkat, padat, tidak bertele-tele, menggunakan bahasa resmi/baku/efektif,
dan santun.
5. Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (satu S dan/atau
satu P) atau satu klausa. Jika sebuah kalimat memiliki dua pola, yang berarti
mempunyai dua klausa, maka disebut kalimat majemuk. Satu pola kalimat bisa
diwakili oleh satu S dan atau satu P. Ada tiga jenis kalimat majemuk, yaitu setara,
bertingkat, dan campuran.
6. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meresensi buku kumpulan cerpen,
antara lain, identitas, kepengarangan pengarangnya, kelebihan dan kekurangan,
serta bahasa pengarang.
Rangkuman
Setelah pelajaran 5 ini tuntas Anda geluti, seharusnyalah Anda dapat dengan cepat dan
tepat membedakan fakta dan opini, menyampaikan gagasan dalam diskusi, menggali ide-ide
penting sebuah artikel, menulis surat dinas dengan baku, menggunakan kalimat majemuk
bertingkat secara variatif, dan menyampaikan unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Tetapi ingat,
kemampuan dan keterampilan itu tidak hanya berhenti pada saat Anda di sekolah. Di
masyarakat pun Anda harus dapat memanfaatkannya.
Refleksi
Lalu Lintas dan Transportasi 89
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah karangan singkat dengan ketentuan:
a. topik: lalu lintas atau transportasi
b. terdiri atas 3 – 4 paragraf (150 – 200 kata)
c. setiap paragraf memuat fakta (digaris bawah) dan opini!
2. Susunlah tanggapan yang logis atas pernyataan di bawah ini!
….
”Jadi selain lomba balap mobil F3 Asia, sirkuit Sentul juga diminta menjadi tuan rumah
salah satu seri lomba balap mobil F3 Asia Pasifik yang diikuti 24 pembalap Asia termasuk
Jepang dan Australia,” jelas Tinton.
Sirkuit Sentul ditunjuk untuk menyelenggarakan lomba F3 Asia Pasifik tanggal 5 – 6
Mei mendatang menggantikan tuan rumah sebelumnya sirkuit Oran Park di Sydney,
Australia. Dengan demikian, agenda F3 Asia Pasifik akan dimulai dari sirkuit Zhuhai di
China tanggal 20 – 21 Januari dengan menggelar putaran kesatu sampai ketiga.
Putaran keempat sampai keenam diselenggarakan di Melbourne, Australia, 15 – 18
Maret. Yang menjadi unik pada lomba F3 Asia Pasifik di Melbourne itu karena mereka
menjadi salah satu peserta lomba tambahan dari partai puncak pagelaran formula satu
(F1). Putaran 7 – 9 diselenggarakan 5 – 6 Mei di Sirkuit Sentul kemudian diikuti lomba
penutup putaran 10 – 12 di sirkuit Zhuhai, 7 – 8 Juli.
Selain lomba F3 Asia dan F3 Asia Pasifik, sirkuit Sentul juga menjadi tuan rumah balap
mobil serial dunia Grand Prix A1, balap mobil serial AFOS (mencakup balap mobil Formula
BMW, Touring Car, Renault V-6 dan lomba satu merek Porsche) dan balap motor Superbike
FIM Asia.
Kompas, 19 Januari 2007
….
3. Rumuskan ide-ide pokok paragraf dan permasalahan dalam penggalan artikel berikut!
Pemerintah, kata Dodi, mendorong sebuah mekanisme agar penulis atau penerbit
mengalihkan hak ciptanya. Dia mengatakan, pemerintah akan membeli hak cipta sehingga
setiap orang dapat menggandakan dan menayangkan di website tanpa takut dikatakan
pembajak. Niat ini dianggapnya bagus. ”Supaya tidak ada sekat-sekat ekonomi, sehingga
tidak ada seorang guru sekolah dasar kesulitan membeli buku,’’ katanya.
Dengan ide ini, Dodi melanjutkan, penerbit akan tetap tumbuh dengan menjual hak
ciptanya. Penerbit dapat melakukan seleksi terhadap buku-buku terbaik dan layak pakai
untuk dijual kepada pemerintah. Alternatifnya, pemerintah tetap dapat menjual sendiri
buku-buku terbitannya.
90 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Selain itu, pengalihan hak cipta tersebut merupakan suatu bentuk penghargaan,
sekaligus kebanggaan bagi penulis buku. ”Penulis menjadi terangsang untuk membuat
buku yang bagus dan tetap merasa terlindungi hak-haknya, serta tidak merasa dirugikan,’’
tuturnya.
Menurut Dodi, akses dapat dilakukan dalam bentuk soft copy, download dari internet,
dan sebagainya. Setiap orang yang mengakses tidak usah kuatir melanggar hak cipta
karena hak cipta sudah dibeli oleh pemerintah. ”Pemda dan sekolah juga bisa memfotokopi
atau mencetak sendiri buku itu tanpa lewat penerbit dan tanpa takut kena pembajakan,’’
tuturnya. Namun dia menegaskan, naskah teks hanya boleh diakses secara gratis, tidak
untuk diperjualbelikan.
Republika, 21 Januari 2007
4. Tulislah surat undangan resmi berdasarkan ilustrasi berikut.
Sebuah sekolah hendak mengadakan pertandingan persahabatan bola basket dengan
sekolah lain.
5. Susunlah masing-masing tiga buah kalimat:
a. tunggal
b. majemuk setara
c. majemuk bertingkat hubungan:
1) waktu
2) syarat
3) sebab-akibat
4) tujuan
5) penjelasan
6) keterangan/atributif perluasan:
a) subjek
b) predikat
c) objek
d. majemuk campuran
Peribahasa
Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang. (Rupa saja yang hebat
dan garang, tetapi hati penakut)
Mulut bejana boleh ditutup, mulut orang tidak. (Rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan
kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup)
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 91
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Ada ketokan keras pada pintu, seperti ketokan orang marah, yang tak sempat menunggu.
Sulastri terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan ia berbisik ke Sudarmo, ”Ada apa?” Akan
tetapi, Sudarmo mencoba bangun dari tidurnya, mengantuk lagi, dan pukulan-pukulan di
pintu muka menjadi lebih keras lagi. Ia berdiri dengan kaki telanjang pergi perlahan-lahan
ke pintu muka mengintip dari celah-celah jendela dan ia melihat di teras yang gelap itu
sesuatu yang putih-putih.
Sudut pandang pada penggalan novel di atas adalah ….
a. pertama
b. pertama tokoh utama
c. pertama sebagai pengamat
d. ketiga serba tahu
e. ketiga terarah
2. ”Aku tidak meminta yang bukan-bukan, Sukri. Kemiskinan telah membikin aku terbiasa untuk
menerima apa adanya. Kau tidak usah memikirkan kado. Dirimu adalah kado perkawinanku
yang berharga. Ambillah aku, Sukri sebagai istrimu aku telah bahagia. Jangan pikirkan kado
yang tidak-tidak.”
Watak tokoh aku dalam penggalan cerita di atas adalah ….
a. setia dan jujur d. sabar dan setia
b. jujur dan lugas e. penurut dan sabar
c. lugas dan setia
3. Bukan guna-guna, bukan mantra, bukanlah yang gaib-gaib, yang dapat dipakai untuk
melayani laki-laki. Tetapi perempuan yang penurut selalu akan dicintai oleh suaminya. Sifat
penurut pada perempuan membangkitkan kasihan laki-laki. Sifat penurut itu ialah jalan
menuju cinta, kesungguhan hati menuju kasih sayang, dan setia membangkitkan kepercayaan.
Bukan keturunan, bukan kekayaan, dan kecantikan yang menjadi tiang perkawinan. Hanyalah,
semata-mata sifat penurut, menyesuaikan diri akan kemauan suami, kepandaian menjaga
dan merahasiakan segala yang tak usah diketahui orang lain. Hanya itulah yang harus
engkau pelajari.
Dari Layar Terkembang karya STA
Unsur atau nilai budaya yang terdapat dalam kutipan di atas adalah ….
a. istri penurut menimbulkan kasih para suami
b. suami lebih berkuasa daripada istri
c. suami harus selalu dilayani oleh istri
d. istri harus selalu mengalah pada suami
e. istri sangat jauh mencintai suami
92 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
4. Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena, tidak
sepatutnyakah hal itu kulaporkan? Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus
diutamakan adalah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa
mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaikbaiknya.
Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin
tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain
meringkuk di penjara.
Gerhana, M. Ali
Nilai moral pada cerpen di atas adalah ….
a. orang yang menebang pohon milik orang lain dapat dimasukkan penjara
b orang yang menebang pohon milik orang lain harus dilaporkan kepada lurah
c. persoalan kecil yang dibesar-besarkan akan berakibat fatal
d. kerukunan kampung dapat terganggu karena penebangan pohon pepaya
e. dua kilogram beras telah menyebabkan dua orang bertikai
5. Kalimat penutup undangan resmi yang tepat adalah ….
a. Atas perhatian dan kehadiran Bapak, kami ucapkan terima kasih
b. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih
c. Atas kehadirannya, diucapkan terima kasih
d. Atas perhatiannya, kami haturkan banyak terima kasih
e. Atas kehadiran dan perhatian Saudara, terima kasih banyak-banyak
6. 1) Gubernur Papua Jacobus Perviddya Solossa meninggal, Senin (19/12) malam.
2) Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura beberapa saat setelah
membuka peringatan HUT ke-25 dan reuni SMA Negeri II Jayapura.
3) Pihak rumah sakit menyatakan, Solossa diduga wafat akibat serangan jantung.
4) Meski demikian, pihak Polresta Jayapura berupaya melakukan otopsi terhadap
jenazah almarhum.
5) Solossa meninggal dunia beberapa saat setelah mencicipi makanan di peringatan
HUT SMA N II.
Kalimat berupa opini dalam kutipan di atas adalah ….
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
7. Kepada Bapak Camat waktu dan tempat dipersilakan.
Kalimat tersebut rancu, yang benar adalah ….
a. Kepada Bapak Camat diharap memberi sambutan
b. Kepada Bapak Camat dihaturkan dengan hormat
c. Kepada yang terhormat Bapak Camat dipersilakan
d. Kepada yang terhormat Bapak Camat waktu dan tempat secukupnya dihaturkan
e. Dihaturkan waktu secukupnya kepada Bapak Camat untuk memberikan sambutan
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 93
8. Judul karya tulis ”Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti bagi Anak-Anak”.
Latar belakang yang sesuai dengan judul di atas adalah …
a. Orang tua sudah memberikan contoh budi pekerti kepada anak-anak.
b. Budi pekerti sudah merupakan naluri setiap orang.
c. Budi pekerti sudah berkembang secara otomatis dalam masyarakat.
d. Anak-anak memperoleh pendidikan budi pekerti dari orang tua masing-masing.
e. Pendidikan budi pekerti yang dapat disampaikan melalui semua mata pelajaran,
dirasa waktunya belum memadai.
9. Penulis menyampaikan harapan agar karya tulis bermanfaat bagi pembaca.
Hal tersebut dapat kita temukan pada bagian ….
a. kata pengantar d. kesimpulan
b. pendahuluan e. penutup
c. latar belakang
10. Sejumlah anak bermain bola di sebuah jalan kampung. Tubuh dan wajah mereka terlihat
berkeringat dan kotor. Sementara matahari dengan garang menyengat mereka. Tetapi,
mereka tak menghiraukannya. Kemudian seorang di antara mereka dengan sigap dan lincah
menggiring bola dan menendangnya ke arah gawang lawan. Kemudian ”Gol… gol… gol…,”
teriak mereka.
Pola pengembangan paragraf tersebut adalah ….
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
11. Seorang pendaki gunung pasti menghadapi banyak rintangan. Seperti jalan licin dan berliku,
cuaca yang tidak mendukung, binatang buas, dan lain-lain. Demikian pula seorang yang
menuntut ilmu, juga banyak kendalanya, yaitu biaya untuk membeli buku-buku, biaya
transportasi, kesulitan dalam memahami ilmunya, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa seseorang yang menuntut ilmu sama halnya seseorang yang mendaki
gunung.
Paragraf di atas dikembangkan dengan pola ….
a. generalisasi d. contoh
b. sebab-akibat e. proses
c. analogi
12. Sebuah perusahaan percetakan menolak lamaran kerja seorang pelamar karena
persyaratannya tidak terpenuhi.
Kalimat yang baik untuk menolak lamaran kerja, sesuai dengan ilustrasi tersebut
adalah …
a. Sehubungan dengan surat lamaran Saudara, dengan ini kami beri tahukan bahwa
lamaran Saudara belum dapat kami terima.
b. Surat lamaran Saudara tidak dapat diterima karena persyaratannya tidak lengkap.
c. Surat lamaran Anda tidak lengkap. Karena itu kami tolak.
d. Surat lamaran Anda kami tolak karena syarat-syaratnya tidak lengkap.
e. Menanggapi surat lamaran Saudara, dengan ini kami beri tahukan bahwa Anda tidak
diterima.
94 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
13. Penulisan alamat surat yang benar adalah ….
a. Kepada Sdr. Sawitri
Jl. Solidaritas 28 Surakarta
b. Kepada yth. sdr. Sawitri
jln. Solidaritas 28
Surakarta
c. Kepada yth. sdr. Sawitri
Jalan Solidaritas no. 28
Surakarta
d. Yth. saudara Sawitri
jalan Solidaritas 28
Surakarta
e. Yth. Sdr. Sawitri
Jl. Solidaritas 28
Surakarta
14. Di bawah ini kalimat majemuk setara menggabungkan ….
a. Kakaknya rajin, namun adiknya malas
b. Engkau pergi atau tinggal di rumah
c. Mereka tidak mengetahui bahwa kami sudah datang
d. Ia menghukum anak yang mencuri uang kemarin
e. Ibu membeli sepatu dan adik memakainya
15. Kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif adalah ….
a. Walaupun kaya, mereka tidak tinggi hati
b. Anak kecil itu tidak menangis meskipun jatuh dari sepeda
c. Kenakalan remaja terjadi karena pengaruh lingkungan
d. Tidak hanya bangsa Indonesia yang dilanda bencana, melainkan seluruh dunia
e. Tiga puluh orang tewas akibat banjir yang melanda di daerah
16. Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum jadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Berasa di atas ditindas
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 95
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Diponegoro-Chairil Anwar
”Dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh mudah menyerah.”
Baris puisi yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah … .
a. Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
b. Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum jadi api
c. Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
d. Sekali berarti
Sudah itu mati
e. Maju
Serbu
Serang
Terjang
17. Penyampaian gagasan yang santun dalam diskusi adalah ….
a. Saudara Penyaji, ternyata Saudara masih kurang tanggap bahwa pencemaran
lingkungan sudah cukup mengkhawatirkan.
b. Saya tidak menyetujui pendapat Saudara bahwa saat ini banyak remaja yang tidak
peduli terhadap lingkungan.
c. Tuduhan Saudara bahwa remaja yang tidak peduli terhadap lingkungan itu mungkin
karena Saudara kebetulan melihat remaja yang tidak peduli terhadap lingkungannya.
d. Saudara Penyaji, pendapat Saudara bahwa peranan remaja dalam menjaga
pelestarian lingkungan itu memang benar, tetapi hal itu bukanlah satu-satunya
tanggung jawab remaja.
e. Pendapat Saudara bahwa penyebab perekonomian lingkungan tersebut akibat
limbah saja itu sangat keliru.
96 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
18. Lowongan
Perusahaan yang sedang berkembang membutuhkan kepala bagian iklan, S1, Inggris
aktif, maksimal 28 tahun, mampu mengoperasikan komputer, berpengalaman dalam
bidang advertising, siap bekerja keras untuk memajukan perusahaan.
(Sumber: Republika, 9 Januari 2002)
Kalimat yang menyatakan isi surat lamaran pekerjaan yang tepat sesuai dengan iklan
di atas adalah ….
a. Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Fida 26 tahun, D3, Akuntansi, siap dilatih
mengoperasikan komputer dan dilatih bahasa Inggris aktif.
b. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan di harian Republika membutuhkan kepala
bagian iklan.
c. Sehubungan dengan iklan Bapak di harian Republika, 9 Januari 2002, saya
mengharap agar Bapak menerima saya sebagai kepala bagian di perusahaan
Bapak.
d. Sehubungan dengan iklan lowongan pekerjaan di harian Republika, 9 Januari 2002,
saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai kepala bagian iklan di perusahaan
Bapak, mohon diterima
e. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan di harian Republika, 9 Januari 2002 tentang
kepala bagian iklan, saya bermaksud untuk melamar pekerjaan di perusahaan
Bapak.
19. Abrasi heboh yang terjadi di pesisir utara Jawa Barat telah menggerus objek wisata ini.
Kalimat penjelas yang tidak relevan dengan kalimat utama di atas adalah ….
a. Kini yang terlihat hanyalah air laut yang membiru dan ombak yang menggulung
b. Warung-warung kecil dan kamar bilas sudah tidak ada lagi
c. Sejumlah fasilitas bermain anak-anak, pondok istirahat lenyap disapu ombak
d. Puluhan pohon peneduh di tepi pantai satu per satu tumbang disapu ombak
e. Sepasang muda-mudi asyik bercengkerama di bawah pohon kelapa
20. Perhatian pemerintah terhadap bidang industri, terutama industri kecil dan kerajinan,
semakin bertambah penting karena pembangunan negara kita dewasa ini mulai memasuki
tahap awal industrialisasi. Dalam proses industrialisasi, diperlukan tampilnya sikap-sikap
inovasi dan sikap wiraswasta, dalam hal ini yang diperlukan adalah membina sikap kualitas
manusia Indonesia karena keberhasilan industri pada akhirnya akan ditentukan oleh tekad,
semangat dan mental pembangunan, serta kemampuan manusia Indonesia dalam
menghadapi kemajuan teknologi rancang bangun dan perekayasa. Peningkatan manusia
yang berkualitas ini sangat diperlukan dalam pembangunan industri kecil supaya industri
kecil dapat bertindak sebagai rekanan bagi industri besar dan industri berat (manufacturing).
Berikut yang merupakan pikiran penjelas paragraf adalah ...
a. Sikap inovasi dan sikap wiraswasta sangat diperlukan dalam proses industrialisasi.
b. Keberhasilan industri sangat ditentukan oleh tekad, semangat, dan mental.
c. Kemampuan manusia Indonesia dalam menghadapi teknologi rancang bangun.
d. Diperlukan pembinaan sikap dan kualitas manusia Indonesia yang utuh.
e. Perhatian pemerintah terhadap industri kecil dan kerajinan semakin bertambah
penting.
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 97
21. Detergen merupakan produk sintetis. Penggunaannya akan menimbulkan polusi berupa
meningkatnya pH air kalau keasaman air tinggi, kehidupan organisme di dalamnya dapat
terganggu. Semakin tinggi penggunaan pembersih sintetis ini oleh masyarakat luas tentunya
lingkungan di sekitar pemukiman penduduk akan makin tercemar, termasuk sungai-sungai
yang menjadi sumber air baku bagi perusahaan air minum.
Pikiran utama (ide pokok) paragraf di atas adalah ….
a. Detergen merupakan produk sintetis
b. Kehidupan organisme dapat terganggu oleh keasaman air yang tinggi
c. Sungai merupakan sumber air baku bagi perusahaan air minum
d. Daerah pemukiman penduduk tercemar oleh aliran air
e. Detergen menimbulkan polusi berupa meningkatnya pH air
22. Selain tempat rekreasi, melepas ketegangan, dan kepenatan rutinitas sehari-hari, Dunia
Fantasi bisa dijadikan arena belajar anak-anak karena kawasan ini akan dikembangkan
sebagai laboratorium fisika raksasa. Kalau jeli, sebetulnya hampir semua wahana yang ada
di Dunia Fantasi merupakan sebuah konsep fisika terapan. Teori ayun dapat dilihat pada
permainan kora-kora. Halilintar pada percepatan, gravitasi, dan ketinggian. Untang-anting
adalah gaya sentrifugal. Di Dunia Fantasi kita juga akan menemukan bahwa fisika itu mudah
dan menarik. Fisika tidak menjadi momok yang menakutkan, tetapi sebuah fantasi yang
mengasyikkan, yang sama serunya berada di lorong sesat atau duduk-duduk di Istana
Boneka.
Gagasan utama paragraf di atas adalah …
a. Dunia Fantasi sebuah fantasi yang mengasyikkan.
b. Dunia Fantasi arena rekreasi dan belajar anak-anak.
c. Fisika itu mudah, menarik, dan perlu dikembangkan.
d. Wahana yang ada di Dunia Fantasi merupakan konsep fisika terapan.
e. Di kawasan Dunia Fantasi akan dikembangkan laboratorium fisika.
23. Seluas 35.000 hektare dari sekitar 200.000 hektare lahan kritis di Sumatra Barat akan
dikembangkan menjadi kebun tanaman jarak (Jetrova curcus) yang buahnya dapat diolah
menjadi biodiesel, energi alternatif masa depan. Enam bupati di Sumatra Barat akan
menandatangani komitmen dengan investor, pada tahap awal akan diinvestasikan sebesar
Rp300 miliar.
Inti paragraf tersebut adalah …
a. Lahan kritis di Sumatra Barat akan ditanami jarak (Jetrova curcus).
b. Enam Bupati di Sumatra Barat menandatangani kontrak dengan investor.
c. Buah jarak (Jetrova curcus) dapat diolah menjadi biodiesel.
d. Usaha mendapat energi alternatif dengan menanam jarak (Jetrova curcus).
e. Kebun tanaman jarak sangat diperlukan untuk energi alternatif.
98 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
24. (1) Di daerah Tarutung, salah satu pusat kegiatan menenun, hampir setiap rumah
memiliki rata-rata dua-tiga alat tenun. (2) Sekalipun rumah itu sempit, masih sempat
menyisihkan ruang antara dapur dan tempat tidur untuk menenun. (3) Bahkan, ada
yang mempunyai hingga tiga gedogan karena alat tenun itu bisa dilipat atau digulung
apabila ruangan hendak digunakan untuk tidur. (4) Situasi yang hampir sama kita
temukan juga di daerah Palembang. (5) Menenun merupakan salah satu kegiatan di
rumah yang tidak terpisahkan dan yang paling menjanjikan bagi peningkatan ekonomi
keluarga.
Pernyataan opini dalam bacaan di atas terdapat dalam kalimat nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
25. Trotoar pada dasarnya merupakan bagian jalan yang disediakan bagi pejalan kaki.
Kalimat penjelas yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah …
a. Trotoar itu dibuat di kiri kanan jalan untuk tempat bersantai.
b. Namun tuntutan sosial ekonomi menyebabkan trotoar tidak berfungsi semestinya.
c. Banyak pedagang kaki lima memanfaatkan trotoar untuk berdagang.
d. Namun tidak ada trotoar yang dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki.
e. Dengan adanya trotoar, maka pejalan kaki tidak perlu memerhatikan rambu-rambu.
26. Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan prihatin atas maraknya kasus
percobaan upaya bunuh diri di kalangan siswa lantaran tunggakan uang sekolah. Mulai
tahun ajaran 2005/2006, jika DPR setuju pemerintah akan menyediakan dana bantuan biaya
operasional sekolah antara Rp20 juta – Rp30 juta per sekolah, terutama sekolah-sekolah
yang menampung anak-anak miskin.
Dikutip dari Kompas, 6 Mei 2005
Paragraf di atas termasuk jenis ….
a. deskripsi
b. persuasi
c. argumentasi
d. narasi
e. eksposisi
27. Penulisan judul buku berikut yang tepat adalah ….
a. Berlindung di bawah langit
b. Pencemaran Lingkungan di Wilayah Jembatan Lima
c. Bahasa Dan Sastra Indonesia
d. Dari Desa Ke Kota
e. Anak Dan Cita-Citanya
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 99
28. Amir, Andi, Asep, Nanang, setiap hari berkumpul di rumah Welly. Mereka menghabiskan
waktunya untuk duduk-duduk, bermain karambol, atau menyanyi-nyanyi. Aini sering merasa
terganggu oleh suara teman kakak-kakaknya. Ia ingin menyarankan agar kakaknya dan
teman-temannya mau melakukan suatu pekerjaan yang bermanfaat.
Kalimat saran yang baik adalah …
a. Daripada kalian menghabiskan waktu tidak karuan setiap hari, lebih baik membantu
membersihkan halaman.
b. Aku tidak bisa belajar, tiap hari ribut terus di rumah ini. Apakah kalian tidak ingin
mencari pekerjaan yang lebih bermanfaat?
c. Aku ada ide untuk membuat taman di halaman ini. Maukah kalian membantuku?
d. Carilah pekerjaan yang bermanfaat. Itu akan lebih baik bagi kalian daripada
membuang-buang waktu seperti ini.
e. Sebaiknya kalian tidak menghabiskan waktu seperti ini setiap hari, tetapi carilah
pekerjaan yang lebih bermanfaat.
29. Buku ini merupakan kumpulan 67 kisah pendek yang mengungkap refleksi kehidupan sosial
politik Indonesia, tentang penyadaran makna nilai-nilai keutamaan budi, kearifan, dan
kebajikan dalam lingkaran kekuasaan yang banyak menyimpan konflik. Secara keseluruhan
buku ini banyak dinikmati pembaca karena banyak mengangkat hal yang berkenaan dengan
sosok masyarakat kecil yang dapat dilihat nyata dalam kehidupan yang sesungguhnya.
Dengan demikian, kisah yang diungkapkan serasa hadir di tengah-tengah pembaca, hidup,
dan dapat dirasakan.
Pernyataan yang menunjukkan pada keunggulan buku dalam kutipan resensi di atas
adalah …
a. Peristiwa dalam cerita mengungkap refleksi kehidupan sosial politik Indonesia.
b. Cerita ini mengungkap penyadaran makna nilai-nilai kehidupan.
c. Penyajian cerita serasa hidup dan dapat dirasakan sebagai kehidupan nyata.
d. Pengarang mengungkap kunci-kunci analis dalam filsafat dan ilmiah.
e. Buku tersebut mengungkap peran metodologi yang dipakai dalam bagian buku.
30. Sekolah saya berdampingan dengan puskesmas. Pada hari ini diadakan seminar AIDS di
sekolah. Salah seorang pembicaranya adalah dokter kepala puskesmas tersebut dan Anda
diminta sebagai pembawa acara.
Kalimat yang tepat untuk menyilakan pembicara adalah …
a. Berhubung hari sudah siang, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
ulasannya, waktu dan tempat saya persilakan.
b. Untuk mempersingkat waktu, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
makalahnya
c. Waktu dan tempat kami persilakan kepada dokter kepala menyampaikan sajiannya.
d. Tiba saatnya kita akan mendengar penjelasan tentang AIDS yang akan disampaikan
oleh dokter kepala puskesmas. Bapak Dokter, kami persilakan
e. Kepada dokter kepala kami persilakan menyampaikan sajiannya. Waktu dan
tempat saya persilakan
100 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
31. Kalimat majemuk bertingkat perluasan keterangan waktu terdapat dalam kalimat ….
a. Ayah tidak mengetahui bahwa nenek menderita sakit keras
b. Yang tidak berkepentingan, dilarang masuk
c. Anak yang sering bolos itu tidak naik kelas
d. Walaupun hari hujan, ia tetap berangkat
e. Kakak datang ketika ibu sedang pergi ke pasar
32. Saya kira, pembinaan tentang kebersihan tidak perlu diadakan terus menerus, sebab
masyarakat sudah sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Kalimat sanggahan yang logis terhadap saran tersebut adalah …
a. Saya tidak setuju karena pendapat penyaji terlalu teoritis.
b. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena pendapatnya terlalu mengada-ada.
c. Saya tidak setuju dengan penyaji karena pendapatnya sulit dibuktikan.
d. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena kenyataannya tidak sepenuhnya
demikian.
e. Saya menolak pendapat penyaji karena masalah yang dibahas tidak masuk akal.
33. Setelah ia duduk di muka Hanafi, maka dipandangnyalah sejurus akan anaknya, lalu
berkata dengan sedih, ”Istrimu sangat lelah dan lebih dari sabar, Hanafi. Oleh karena itu,
makin tidak patut engkau berbuat serupa itu.”
”Oh Ibu, jika hendak menyesal, janganlah aku Ibu sesali, baiklah Ibu menyesal diri sendiri.
Siapakah yang memberikan istri serupa itu kepadaku?”
Dengan tidak dapat ditahan-tahannya, air mata ibu sudah jatuh pula berhamburan,
laksana manik putus pengarang. Sejurus lamanya ia tidak sanggup bersuara karena
kerongkongannya bagai disumbat. Akhirnya berkatalah ia dengan terputus-putus, ”Kusangka
engkau sedang menyesal atas perbuatanmu tadi, Hanafi! Tapi itulah pula yang engkau
sebut. Sudahlah untung bagi orang tua buruk ini, beranak satu yang serupa ini.”
Salah Asuhan, Abdul Muis
Konflik yang terjadi dalam kutipan novel ”Salah Asuhan” di atas adalah ….
a. Hanafi menolak istri pemberian ibunya
b. Ibu Hanafi sangat keras dan terlalu memaksakan kehendaknya kepada Hanafi
c. Perbuatan Hanafi yang dirasakan tidak manusiawi oleh ibunya
d. Ibu Hanafi memperingatkan perbuatan anaknya
e. Watak keras Hanafi yang tidak mau memahami keinginan ibunya
34. Transmigrasi bagi Pak Adi merupakan jalan untuk mengangkat harkat hidupnya. Keadaan
alam yang keras dan mungkin kurang bersahabat serta semua rintangan ia hadapi dengan
tabah dan keteguhan tekad. Tekad untuk memperbaiki taraf hidup anak-anak dan
keturunannya kelak, maka ia tak kenal putus asa meski cita-citanya sendiri untuk melanjutkan
sekolah ke sekolah guru tinggal impian karena faktor biaya.
Inti sari bacaan di atas adalah ….
a. Semua warga Indonesia sebaiknya bertransmigrasi
b. Setiap bekerja harus selalu tabah, teguh, dan tak kenal putus asa
c. Faktor biaya merupakan faktor penghambat
d. Tekad yang kuat untuk mengangkat harkat hidup melalui transmigrasi
e. Cita-cita yang tinggi, yaitu menjadi guru
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 101
35. Pertanyaan berikut yang paling santun untuk mewawancarai narasumber adalah …
a. Apakah kamu senang bekerja di perusahaan itu?
b. Berapa gaji yang kamu terima setiap bulan?
c. Bila kamu sakit, apakah mendapat biaya pengobatan?
d. Seandainya Bapak tidak bekerja karena sakit, apakah gaji Bapak dipotong?
e. Gajimu hanya sekian itu?
36. 1. Ariesta : Kamu akan masuk jurusan apa?
2. Dewi : Nggak tahu ya, aku masih bingung.
3. Ariesta : Mengapa masih bingung?
4. Dewi : Aku ingin masuk jurusan arsitektur, sedangkan orang tuaku ingin agar
aku masuk jurusan kedokteran.
Kalimat yang tidak baku dalam percakapan di atas adalah kalimat nomor ….
a. 1 d. 3
b. 2 e. 3 dan 4
c. 1 dan 2
37. Yang bertanda tangan di bawah ini …
Penggalan kalimat surat di atas salah karena ….
a. diawali kata penghubung ’Yang’
b. ’bertanda tangan’ seharusnya ditulis serangkai
c. penulisan kata ‘di bawah’ seharusnya ’dibawah’
d. ’di bawah ini’ diganti dengan ’di alinea surat ini’
e. kata ’Yang’ seharusnya ditulis ‘yang’
38. Yth. Sdr. Anisa Rahmi
Jalan Gatot Subroto No. 20
Bandung
Dengan hormat,
Berkenaan dengan surat lamaran Saudara, kami haturkan kepada Saudara
bahwa lamaran Saudara ….
Pemakaian kata haturkan pada penggalan balasan surat lamaran di atas tidak tepat.
Kata yang sebaiknya dipakai adalah … .
a. izinkan d. sampaikan
b. berikan e. menghaturkan
c. pertimbangkan
39. Berikut ini contoh-contoh alinea pembuka pada surat jawaban atau balasan lamaran
pekerjaan, kecuali ….
a. menunjuk surat Saudara tanggal …
b. menjawab surat Saudara tanggal …
c. membalas surat Saudara tanggal …
d. sesuai dengan pembicaraan kita minggu yang lalu …
e. bersama melalui surat ini saya sampaikan …
102 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
40. “Saudara-saudara, kita berada dalam situasi krisis moneter, krisis ekonomi, dan krisis
kepercayaan yang sulit dicarikan jalan keluarnya.”
Isi penggalan pidato di atas bertujuan … kepada pendengar.
a. membujuk d. mengajak
b. menghibur e. memberi informasi
c. menyatukan pendapat
41. Notula Rapat
………….
Pelaksanaan
1. Pimpinan rapat memberi pengarahan/penjelasan
2. Pembahasan masalah (tanya jawab)
Sdr. Hasnah menanyakan …
Sdr. Dodi menanyakan …
Sdr. Sidik mengusulkan …
3. Rapat ditutup pukul 12.00.
4. Pukul 09.30 pemimpin rapat membuka rapat.
5. Pemimpin rapat menyampaikan masalah yang akan dirapatkan, antara lain:
a.
b.
c.
6. Pemimpin rapat membacakan keputusan rapat, antara lain:
a.
b.
c.
d.
Urutan penggalan notula rapat yang tepat adalah ….
a. 4, 5, 1, 2, 6, 3 d. 1, 6, 4, 5, 2, 3
b. 1, 5, 2, 6, 3, 4 e. 4, 1, 5, 2, 6, 3
c. 1, 4, 5, 2, 6, 3
42. Padamu Jua
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar setia selalu
Amir Hamzah
Penggalan puisi tersebut mengandung nilai ….
a. cinta d. kematian
b. frustasi e. kemunafikan
c. religius
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 103
43. Usaha untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan tertib adalah tanggung jawab
semua warga (1). Karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab mereka
akan pentingnya hal tersebut (2). Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk membangkitkan
motivasi masyarakat dalam menciptakan dan memelihara kebersihan, keindahan, dan
ketertiban lingkungan mereka (3). Misalnya, penyuluhan tentang kesehatan lingkungan,
pembentukan organisasi pemuda pecinta lingkungan hidup, kerja bakti, dan sebagainya (4).
Penyuluhan semacam ini dapat dilakukan melalui berbagai organisasi dan instansi (5).
Kalimat utama paragraf di atas adalah kalimat nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
44. Danau Limboto jadi daratan, kota Gorontalo jadi lautan, sungguh mengerikan. Hal itu
diramalkan akan terjadi 25 tahun lagi, bila saja tindakan penyelamatan telah dipindahkan
500 kepala keluarga dari lereng-lereng gunung yang sedang menggundul.
Ide pokok paragraf di atas adalah …
a. Demi keselamatan penduduk, Pemda Gorontalo akan memindahkan 500 kepala
keluarga.
b. Pemerintah Daerah Gorontalo berusaha untuk menanggulangi bahaya erosi.
c. Dua puluh lima tahun lagi seluruh kota Gorontalo akan menjadi lautan.
d. Untuk membendung erosi, Pemerintah Daerah Gorontalo berusaha menghijaukan
gunung-gunung yang gundul.
e. Danau Limboto jadi daratan, kota Gorontalo jadi lautan.
45. Selain melalui tayangan programa nasional, TVRI pun lewat programa 2 Jakarta
menyajikan musik. Dan jika ditilik dari segi musikal, agaknya programa nasional masih
memberikan nilai lebih tersendiri. Hal tersebut karena diorientasikan komersial juga
banyak menampilkan artis-artis penyanyi ternama.
Fakta yang terdapat dalam paragraf di atas adalah ….
a. TVRI programa 2 menyajikan paket musik
b. Paket musik dipandang bernilai komersial tinggi
c. TVRI mementingkan finansial dalam tayangannya
d. TVRI lebih sistematis dan menarik daripada TV swasta
e. Kerja sama TVRI dengan TV swasta perlu ditingkatkan
46. Truk yang muatan cukup sarat itu gagal mendaki tanjakan licin pada penyeberangan sungai.
Hujan lebat sebelumnya menyebabkan kondisi jalan sangat berat untuk dilewati, sehingga
truk terperosok mundur ke tengah sungai. Agar memudahkan pendakian tanjakan, maka
Ayub, pengemudi truk, meminta para penumpangnya turun. Dia bahkan mengingatkan
kemungkinan terjadinya banjir bandang dari sebelah hulu. Akan tetapi, para penumpang
menolak permintaan itu.
Ide pokok paragraf di atas adalah ….
a. Truk gagal mendaki tanjakan licin
b. Truk terperosok mundur ke tengah sungai
c. Penumpang menolak permintaan supir
d. Supir mengingatkan kemungkinan terjadinya banjir bandang
e. Pengemudi truk, meminta agar penumpang turun
104 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
47. Pengurus OSIS SMA Nasional mengadakan rapat beserta anggotanya. Masalah yang
dibahas adalah rencana karya wisata ke Gunung Bromo dalam rangka mengisi liburan
semester. Peserta rapat diminta memberikan tanggapan dengan menggunakan
alasan.
Tanggapan yang berupa saran adalah …
a. Rencana itu baik sekali untuk menghilangkan kejenuhan siswa setelah dalam satu
semester serius menghadapi dan mengikuti pembelajaran.
b. Rencana itu tidak sepatutnya dilakukan karena menghabiskan dana yang banyak
sehingga akan sangat memberatkan orang tua.
c. Sebaiknya rencana itu ditinjau kembali sehubungan dengan musim penghujan dan
cuaca yang kurang bersahabat di akhir tahun.
d. Rencana itu kurang menarik karena lokasinya terlalu berbahaya.
e. Rencana itu segera saja dilaksanakan mengingat masih banyak kegiatan sesudah
tes semester.
48. Agar pidato yang disampaikan kepada pendengar bisa menarik, maka seseorang perlu
menguasai teknik berpidato berikut, kecuali ….
a. banyak menggunakan bahasa asing/Inggris
b. menguasai materi dan komunikatif
c. materi sesuai kebutuhan pendengar
d. intonasi baik dan bervariasi
e. pandangan menyeluruh
49. Arman adalah siswa yang baik dan pintar. Namun sayang ia sering mengeluh karena
keadaan ekonomi di dalam keluarganya yang sangat minim, sehingga SPP-nya
selama empat bulan belum dapat dibayar.
Kalimat yang baik dalam memberikan petunjuk/saran dalam menghadapi permasalahan
di atas adalah ...
a. Kalau memang sudah tidak mampu, lebih baik kamu berhenti sekolah saja.
b. Kalau kamu mau, setelah pulang sekolah kamu ikut bekerja dengan saya. Mudahmudahan
dengan upah yang kamu peroleh uang SPP-mu dapat dilunasi .
c. Kamu jangan berkecil hati, berusahalah terus, masa tidak bisa.
d. Alangkah baiknya jika kamu berterus terang pada kepala sekolah saja.
e. Berusahalah terus agar SPP-mu bisa terbayar walaupun harus dicicil.
50. Ada dua tantangan yang akan dihadapi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, yaitu
jumlah penduduk yang besar dan mutu pelayanan.
Berdasarkan masalah di atas, judul karya tulis yang sesuai adalah ….
a. Pembangunan Bidang Kesehatan Masyarakat
b. Peningkatan Mutu dan Pelayanan Kesehatan
c. Tantangan bagi Dunia Kesehatan di Indonesia
d. Pembangunan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
e. Perlunya Peningkatan Mutu dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pelatihan Ujian Akhir Semester 1 105
51. … (1). Akan tetapi dia tidak patah semangat. (2) Dia terus menerus mengirimkan karyakaryanya
dengan posisi tetap seperti itu. (3) Sayang keadaan tidak juga berubah. (4)
Karya-karyanya yang selalu dia kirim dengan disertai perangko, terus menerus
dikembalikan. (5) Kenyataan ini akhirnya melukainya.
Kalimat yang menggunakan ragam bahasa tidak baku adalah nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
52. Memperingati hari kesehatan dan gizi di sekolah disampaikan sebuah pidato mengenai
manfaat mutu makanan yang bergizi oleh dinas kesehatan. Pidato tersebut disampaikan
kepada siswa sekolah tersebut agar memerhatikan makanan dan jajanan yang mereka
makan.
Kalimat pembuka pidato yang tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah …
a. Para siswa-siswa yang saya cintai, kita perlu menjaga makanan agar kita selalu
sehat.
b. Para siswa yang berbahagia, dalam rangka memperingati hari kesehatan dan gizi,
saya akan sampaikan manfaat mutu makanan bergizi.
c. Para hadirin sekalian, di hari yang berbahagia ini perkenankanlah saya menjelaskan
kepada hadirin mengenai mutu makanan bergizi.
d. Anak-anak sekalian marilah kita jaga makanan kita, makanlah makanan yang
bergizi agar kita selalu sehat dan menjadi anak pintar.
e. Agar tubuh kita menjadi sehat maka akan saya sampaikan pidato mengenai
manfaat mutu makanan bergizi pada hari ini.
53. Laporan Harian Seminar
………………………………….
1. Latar belakang :
2. Tujuan seminar :
3. Tema :
4. Waktu dan tempat :
5.
6.
7.
8. Penutup
Pemandu
Notulis
………..
………..
Bagian laporan hasil seminar yang bernomor 5, 6, 7 berisi tentang ….
a. pelaksanaan, susunan organisasi, kesimpulan
b. pelaksanaan, isi, susunan organisasi
c. isi, pelaksanaan, susunan organisasi
d. susunan organisasi, pelaksanaan, kesimpulan
e. susunan organisasi, kesimpulan, saran
106 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
54. Apabila dicermati, buku ini lebih mirip buku sejarah yang dikemas dalam bentuk yang kocak,
karikatural, menggelitik, ditambah pengalaman menyaksikan sendiri peperangan, jadilah
buku ini sebagai pengetahuan sejarah yang tidak akan ditemukan dalam buku sejarah.
Penggalan resensi di atas merupakan bagian ….
a. pembuka buku d. keunggulan buku
b. penutup buku e. kelemahan buku
c. klasifikasi buku
55. Jika rimbang petang
tidak berarti permainan bakal selesai
dan boleh ditinggalkan gelanggang
hanya peranan berputar dari pemain di dalam
menjadi penonton di luar
Amanat yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah ….
a. hari sudah sore d. permainan belum selesai
b. penonton itu ada di luar e. kehidupan belum selesai
c. kehidupan itu akan berubah
Pelajaran 6
Peristiwa
Sumber: Dokumen Penerbit
Setiap saat kita mengalami peristiwa. Berarti atau tidaknya sebuah peristiwa tergantung
kepada seberapa jauh kita terkesan olehnya.
Memahami berbagai peristiwa dan menghubungkannya dengan pendewasaan diri
adalah sikap yang bijak. Peristiwa sekecil apa pun, dapat menjadi bahan pembelajaran
dan pendidikan. Mengingat pentingnya sebuah peristiwa, tidak ada salahnya jika dalam
proses pelatihan berbahasa dalam pelajaran 6 ini, Anda membatasi diri dengan payung
tema peristiwa. Ingat, peristiwa bisa menjadi sarana pencerahan jiwa!
108 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan saran perbaikan terhadap
penyampaian informasi secara baik.
Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung
Anda tentu kerap mendengarkan secara langsung ceramah, pidato, khotbah, dan
sejenisnya. Banyak informasi positif yang dapat Anda petik dari kegiatan tersebut. Pendengar
yang baik salah satu cirinya adalah kritis, yakni dapat menilai kelebihan dan kekurangan dari
penyampaian informasi, baik yang berkaitan dengan isi, cara penyampaian, dan bahasa yang
digunakan. Kritis yang bermanfaat adalah jika disertai keberanian menyampaikan saran
perbaikan.
Bagaimana cara menyampaikan saran agar tidak menimbulkan ketidakenakan hati pada
yang menyampaikan informasi?
Beberapa hal yang perlu Anda catat adalah
1. objektif,
2. langsung ke sasaran,
3. menggunakan bahasa yang santun, dan
4. tidak menggurui.
Langkah yang sebaiknya Anda tempuh sebelum menyampaikan saran adalah
1. mendengarkan secara saksama isi informasi,
2. mencatat pokok-pokok informasi atau menyusun ringkasan informasi,
3. merumuskan saran secara baik, dan
4. menyampaikan saran secara langsung dengan santun.
Berikut adalah contoh teks ceramah seorang dokter beserta contoh saran dari seorang
pendengar.
….
”Saudara pendengar,
Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan obesitas bisa menyebabkan berbagai
penyakit. Penelitian terbaru secara tidak langsung mengaitkan obesitas dengan kanker
prostat.
Hasil penelitian tersebut menyatakan, berat badan bisa memengaruhi akurasi
pemeriksaan deteksi kanker prostat pada pria. Pada pria gendut, ada tidaknya kanker prostat
sulit dideteksi sehingga bisa saja dari pemeriksaan fisik tidak tampak gejala kanker prostat,
tapi ternyata ada.
Para peneliti di University of Texas Healt Science Center di San Antonio mempelajari
2.779 pria tanpa kanker prostat mulai 2001 hingga 2004. Studi yang dipublikasikan dalam
jurnal kanker itu menyebutkan, sebelum terkena kanker semakin gemuk pria semakin rendah
kadar Prostate Specific Antigen (PSA). Kadar PSA kurang atau sama dengan dengan 4 (empat)
itu biasanya menunjukkan tidak adanya kanker prostat.
Peristiwa 109
Sementara itu, pada studi-studi sebelumnya justru menunjukkan kanker prostat lebih
agresif pada pria obesitas dibandingkan yang beratnya normal. Untuk itu, para peneliti
mencari penyebab hal itu terjadi.
Apakah karena deteksi kanker pada pria gemuk terlambat, atau karena hal lain? Ternyata,
dari hasil penelitian memang menunjukkan adanya keterlambatan deteksi penyakit ganas
prostat pada pria gemuk.
Diduga, pada pria obesitas produksi estrogen meningkat, sehingga menekan kadar
testosteron. Kadar testosteron rendah itu memengaruhi sel yang memproduksi antigen.”
….
Saran:
Apa yang disampaikan oleh Pak Dokter tadi cukup memberi kesadaran kepada saya akan
pentingnya menjaga keseimbangan tubuh agar tidak mengalami kegemukan atau obesitas.
Akan tetapi, saya belum paham tentang hubungan antara obesitas dengan kanker prostat. Hal
itu karena Dokter terlalu ilmiah dalam menjelaskan hal tersebut. Saran saya, sebaiknya materi
sepenting itu dikemukakan secara populer dengan istilah-istilah yang sederhana dan
komunikatif. Terima kasih.
Tugas 6.1
1. Siapkan sebuah ceramah (ekstemporan) dengan topik pengalaman menarik!
2. Enam sampai delapan siswa menyampaikan ceramah di depan kelas secara bergiliran
dengan alokasi waktu 5 – 7 menit!
3. Siswa lain mencatat pokok-pokok isi ceramah untuk persiapan memberi saran perbaikan!
Sasaran saran adalah isi, bahasa, dan penampilan.
4. Sampaikan saran perbaikan Anda dengan santun! Guru Anda akan memberi tanggapan dan
penilaian.
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mempresentasikan proposal dengan baik.
Mempresentasikan program kegiatan/proposal
Tidak perlu diragukan lagi, Anda pasti telah begitu paham apa itu proposal. Terlebih lagi,
bagi Anda yang aktif di organisasi. OSIS misalnya. Pengertian proposal adalah rencana yang
dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.
Proposal merupakan suatu permintaan atau saran kepada pihak tertentu (seseorang atau
badan) untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam hal itu, si pembuat proposal menyediakan
diri untuk mewakili seseorang atau badan tersebut dalam melakukan pekerjaan yang diusulkan.
110 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Perlu Anda pahami bahwa dalam hubungannya dengan surat menyurat, proposal sebenarnya
adalah lampiran dari sebuah surat yang isi surat tersebut secara langsung memohon kepada
seseorang atau badan (melalui pimpinan tertinggi) untuk mengerjakan atau melakukan
sesuatu. Proposal boleh dikatakan sebagai bahan pertimbangan yang berfungsi untuk
meyakinkan bahwa pekerjaan yang diusulkan benar-benar bermanfaat.
Mengingat proposal pada hakikatnya adalah sebuah permohonan, maka biasanya ada
forum presentasi, yakni penyajian secara langsung isi proposal sehingga dapat ditanggapi,
dikomentari, dan dipertanyakan secara langsung. Jawaban atas komentar, tanggapan, atau
pertanyaan itu akan menentukan diterima/disetujui tidaknya sebuah proposal.
Dalam mempresentasikan proposal, hendaknya Anda memerhatikan hal-hal berikut.
1. Menggunakan bahasa ragam resmi.
2. Santun.
3. Jujur.
4. Alasan-alasan dan keterangannya logis.
5. Tidak menganggap pendengar bodoh.
6. Jika perlu menggunakan media tayang.
Secara sederhana, proposal kegiatan tersusun dengan unsur-unsur dan sistematika
sebagaimana contoh berikut. Sekiranya Anda perlu dapat melengkapinya.
PROPOSAL STUDI BANDING
OSIS SMA NEGERI 35 TANJUNGPURA
1. Nama Program : Studi Banding OSIS SMAN 35 Tanjungpura
2. Dasar Pemikiran :
2.1 OSIS SMAN 1 Tanjungpura belum secara penuh
menerapkan mekanisme dan prosedur kegiatan
OSIS.
2.2 Perlunya landasan dan rujukan bagi OSIS SMA
Negeri 35 Tanjungpura dalam menyusun program
kerja.
2.3 Perlunya menjaga dan meningkatkan eksistensi
serta kinerja OSIS SMA Negeri 35 Tanjungpura.
3. Tujuan :
3.1 Memberikan bekal pengetahuan kepada pengurus
OSIS.
3.2 Menumbuhkan kedewasaan OSIS SMA Negeri 35
Tanjungpura.
3.3 Memantapkan kerja OSIS SMA Negeri 35
Tanjungpura.
4. Ruang Lingkup : Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus OSIS dan MPK
SMA Negeri 35 Tanjungpura.
5. Pelaksanaan :
5.1 Hari, tanggal : Sabtu, 26 Januari 2008
5.2 Waktu : Pukul 07.00 WIB
5.3 Tempat : SMA Negeri 20 Singkalang
Peristiwa 111
6. Pelaksana :
Pembina : Drs. Sucipto
Ketua : Ivan Khrisna
Sekretaris : Ida Nuraini
Bendahara : Nur Halimah
Seksi Konsumsi : Siti Khasanah
Seksi Transportasi : Sudira Novianto
Seksi Umum : Prastono
7. Anggaran :
7.1 Pendapatan :
7.1.1 Dana OSIS : Rp 1.000.000,00
7.1.2 Subsidi sekolah : Rp 500.000,00
7.2 Pengeluaran :
7.2.1 Transportasi : Rp 500.000,00
7.2.2 Konsumsi : Rp 500.000,00
7.2.3 Administrasi : Rp 100.000,00
7.2.4 Dokumentasi : Rp 200.000,00
7.2.4 Lain-lain : Rp 200.000,00
Tanjungpura, 10 Desember 2007
Ketua Sekretaris
Ivan Khrisna Ida Nuraini
Mengetahui,
Wakasek Urusan Kesiswaan
Drs. Susmono Kadang, M.Hum.
NIP 132142574
Catatan:
Agar terkesan rapi, bernilai, dan meyakinkan, sebaiknya proposal diberi sampul judul tersendiri
dan dijilid.
1. Secara berkelompok (anggota kelompok 4-6 orang) cermatilah proposal di atas kemudian
analisislah untuk menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, baik isi maupun bahasanya!
2. Berdasarkan temuan Anda, susun kembali proposal tersebut sehingga lebih sempurna!
Uji Kompetensi 6.1
112 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. Susun surat permohonannya!
4. Presentasikan hasil kerja kelompok Anda di depan kelas dan tampunglah tanggapan dari
kelompok lain.
Tugas 6.2
1. Bentuklah kelas Anda dalam beberapa kelompok (anggota 4-6 orang)!
2. Susunlah sebuah proposal kegiatan yang sekiranya bermanfaat bagi kelas Anda!
3. Presentasikan proposal Anda di depan kelas!
4. Kelompok lain akan mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dari proposal kelompok
Anda!
5. Perbaiki proposal Anda berdasarkan masukan lisan dari kelompok lain!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca dengan kecepatan 300 – 350 KPM dengan
pemahaman isi minimal 75%.
Menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300-350 kata per menit
Di kelas X dan XI, Anda telah belajar apa dan bagaimana mengukur kemampuan
membaca. Di kelas XII ini setidaknya Anda harus bisa membaca dengan kecepatan 300 – 350
kata per menit (KPM). Kecepatan membaca itu harus diimbangi pemahaman minimal 75 persen
isi bacaan. Itulah yang disebut kecepatan efektif membaca (KEM).
Bagaimana cara untuk dapat meningkatkan KEM? Tidak ada jalan lain kecuali terusmenerus
meningkatkan kebiasaan membaca dengan teknik baca yang tepat. Jadikan
membaca sebagai kebutuhan! Sudah saatnya menepis anggapan bahwa Indonesia tergolong
bangsa yang berbudaya baca rendah.
Sekadar mengingatkan, kecepatan efektif membaca biasanya dihitung dengan rumus
KM = KB : (SM : 60) X (PI : 100) KPM
KM : kemampuan membaca
KB : jumlah kata dalam bacaan
SM : jumlah detik/second dalam membaca
PI : pemahaman isi (berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan)
KPM : kata per menit
Peristiwa 113
Contoh cara menghitung:
Isnan menyelesaikan membaca teks dengan jumlah kata 600 dalam 3 menit (180 detik).
Skor pemahaman Isnan terhadap isi bacaan 80 (interval skor 10 – 100). Berarti tingkat
kemampuan membaca Isnan adalah:
KM = KB : (SM : 60) X (PI : 100) KPM
= 600 : (180 : 60) X (80 : 100) KPM
= 600 : (3 X 0,80) KPM
= 250 KPM
Jadi, kecepatan membaca Isnan 200 kata per menit. Jika Isnan adalah siswa kelas XII
SMA maka KEM-nya masih jauh di bawah KEM ideal, yakni 300 – 350 KPM. Berapa KEM
Anda? Marilah kembali berlatih menghitung!
Untuk melaksanakan uji kompetensi ini Anda sebaiknya berpasangan dengan teman sebangku.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bacalah teks berikut dengan cepat tetapi isinya tetap terpahami! Teman Anda akan
menghitung dari saat Anda mulai membaca (ucapkan dengan aba-aba ”mulai”) sampai
selesai (nyatakan dengan aba-aba ”selesai”).
2. Tutup teks dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah teks. Di sini Anda dituntut jujur
dan sportif!
3. Setelah selesai, simpan jawaban Anda. Pada saatnya nanti akan dicocokkan.
4. Sekarang giliran pasangan Anda melakukan hal yang sama dengan Anda.
5. Secara bersama-sama (satu kelas) cocokkan jawaban Anda dengan melihat bacaan.
6. Hitung KEM Anda dengan rumus yang ada! Siapa yang jumlah KEM-nya di atas 350 kata?
Kisah Para Pembuat Perahu Aceh
Ahmad Arif
Perahu bagi nelayan Aceh adalah jiwa mereka. Dan, para tukang adalah “pencipta”
yang menitipkan ruhnya pada perahu-perahu itu. Selama bertahun-tahun tradisi ini
terjaga. Namun, orientasi ekonomi mulai mengubahnya. Kebanyakan tukang perahu, kini
sekadar perajin yang mengejar target produksi atau order dari kontraktor.
Menurut Denys Lombard, dalam bukunya Kerajaan Aceh Zaman Iskandar Muda
(1607-1636), seorang tukang pembuat perahu termasuk golongan utama dalam masyarakat
Aceh zaman dulu. Para tukang ini bertugas membuat kapal nelayan, yang merupakan
profesi utama masyarakat Aceh pesisir. Para tukang ini pula yang bertugas membuat
kapal- kapal perang, yang menjadikan Kesultanan Aceh disegani sebagai penguasa Selat
Malaka dan pantai barat Sumatra.
Seorang tukang harus memilih sendiri kayu terbaik dari hutan yang akan digunakan
untuk bahan perahu. Setelah dipilih hari terbaik, pohon itu baru boleh ditebang. Jatuhnya
batang kayu akan menentukan kayu itu layak dipakai atau tidak. Ada perhitungan rasional,
sekaligus ritual, yang mesti dilakukan sejak proses memilih kayu di hutan untuk lunas
hingga saat perahu untuk pertama kali menyentuh air laut.
Uji Kompetensi 6.2
114 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Saat ini, ritual itu sudah banyak ditinggalkan. Namun, di kawasan pesisir barat Aceh
jejaknya masih bisa ditemukan. Para tukang perahu yang kami temui di Aceh Selatan dan
Aceh Barat Daya, misalnya, masih menerapkan aturan ini. Salah satunya adalah Tukang
Atim (67) dari Desa Pante Raja, Kecamatan Mangging, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Berkat kepiawaian membuat perahu, istilah ‘tukang’ pun akhirnya melekat menjadi bagian
dari nama sang empu.
Lelaki ini sudah membuat perahu sejak 1965, dimulai dengan magang pada Tukang
Kamar, pemilik galangan kapal terbesar di Meulaboh pada era itu. Galangan kapal ini
membuat boat pesanan dari berbagai daerah di Aceh, seperti Pulau Sinabang, Banda
Aceh, Aceh Selatan, dan Singkil. Perahu terbesar yang pernah dibuatnya adalah kapal
penyeberangan Labuhan Haji––Simeulue berbobot 260 ton.
Pada tahun 1980, dia pulang kembali ke desa dan membuat perahu sendiri. Sejak
saat itu pula Tukang Atim telah mendidik puluhan tukang perahu di wilayah Aceh Barat
Daya dan Aceh Selatan.
Menurut Atim, seorang pembuat perahu harus memiliki tiga hal: panggilan, mengerti
tentang kayu, dan memiliki keahlian pertukangan. Namun, yang terpenting adalah panggilan.
”Tanpa adanya panggilan, orang mungkin bisa membuat perahu, tapi akan banyak salah.
Perahu yang dibuat tidak membawa berkah dan bisa mengancam nasib nelayan pemakai,”
kata dia.
Tukang Atim yakin, saat membuat perahu seorang tukang harus benar-benar
menjiwainya. Dia harus tahu betul kayu yang dipakai, diambil dari mana, dan bagaimana
jatuhnya saat ditebang. ”Nasib nelayan di laut bergantung pada perahu yang kita buat,”
ujar dia.
Ilmu atau pengetahuan tentang kayu dibutuhkan untuk menghasilkan perahu yang
kuat menahan ombak selama bertahun-tahun. Tiap jenis kayu punya fungsi masingmasing.
Misalnya, untuk lunas biasa dipakai kayu seumantok atau damar laut, untuk
dinding dari meranti, dan gading-gading atau rusuk kapal dari bak mane.
”Dulu, tukang harus memilih sendiri kayu di hutan untuk bahan perahunya, terutama
kayu untuk lunas. Setelah memilih kayu untuk lunas, dia harus mengayunkan kampak
untuk pertama kali ke kayu itu. Pecahan pertama kayu yang lepas akibat kapak ini harus
disimpan dulu,” tutur Tukang Atim. Kemudian, seorang tukang akan menunggu “tanda”
apakah pohon itu boleh ditebang atau tidak. Jika ada tanda baik—bisa dengan mimpi—
berarti pohon siap ditebang.
Di sekitar pohon yang akan ditebang ini harus dibersihkan dulu, sebab kayu yang
ditumbangkan harus langsung mengenai tanah. Sisi kayu yang jatuh mengenai tanah ini
nantinya saat dijadikan lunas, yang juga harus berada di sisi bawah. Tidak boleh terbalik.
Jatuhnya kayu saat ditebang juga harus jauh dari pangkal, tak boleh menempel. Kayu
seperti ini bisa membahayakan kalau dipakai untuk membuat perahu, bisa menimbulkan
korban atau mahantam banie.
”Kalau terbalik, perahu juga rawan terbalik saat di laut. Tukang harus bisa membaca
tanda-tanda alam,” ungkap dia.
Interaksi dengan pemilik
Selain mengetahui betul kondisi kayu yang dipakai untuk bahan perahu, seorang
tukang juga harus membangun komunikasi terus-menerus dengan calon pemilik perahu.
“Kita harus mengetahui kemauan calon pemilik perahu, sehingga perahu yang dibuat
betul-betul cocok dengan mereka,” kata Tukang Atim.
Peristiwa 115
Untuk menentukan ukuran perahu, menurut Tukang Atim, dia memiliki rumus yang
dipegang, dan diwariskan secara turun-temurun. Misalnya, jika pemesan meminta panjang
lunas perahu 20 meter, berarti lebar perahu 4,5 meter dengan kedalaman 1,7 meter. Jika
panjang lunas 25 meter, berarti lebar perahu 6 meter, dan kedalaman 2 meter.
Para tukang perahu sepertinya juga memiliki angka-angka emas, seperti golden
section, temuan Leonardo Da Vinci dalam menentukan proporsi rumah terbaik. Proporsi
terbaik untuk membuat perahu ini pun biasa diwariskan secara turun-temurun kepada
calon tukang yang magang.
Kompas, 7 Maret 2007
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! Usahakan untuk tidak membuka teks!
1. Sebelum beralih ke orientasi ekonomi, tradisi apa yang ada dalam proses pembuatan
perahu pada masyarakat Aceh?
2. Apa profesi atau mata pencaharian utama masyarakat pesisir Aceh zaman dahulu?
3. Selain kapal nelayan, kapal apa saja yang dibuat oleh para pencipta perahu masyarakat
Aceh zaman dahulu?
4. Siapa nama tukang yang sampai sekarang masih menerapkan ritual dalam pembuatan
perahu?
5. Terkait dengan pembuatan perahu, tsunami memiliki dampak positif dan negatif. Apa
dampak-dampak itu?
6. Siapa nama tukang kayu yang tidak lagi menggunakan ritual tradisional dalam membuat
perahu?
7. Apa bentuk nyata dari perhitungan logis yang digunakan oleh tukang perahu yang tidak
lagi menggunakan ritual tradisional atau adat?
8. Dalam menentukan ukuran perahu ada rumus yang diwarisi secara turun temurun.
Sebutkan contohnya!
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis karangan dengan pola deduktif dan induktif.
Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan
induktif
Pada pembelajaran terdahulu telah kita bahas apa itu paragraf deduktif dan induktif. Anda
tentu sudah menguasainya secara baik. Sekadar menyegarkan ingatan, pembedaan paragraf
atas deduksi dan induksi didasarkan pada letak kalimat utama atau kalimat topiknya. Jika
kalimat utama terletak di awal paragraf, maka paragraf tersebut merupakan paragraf deduktif.
Sebaliknya, apabila kalimat utama terletak di akhir paragraf, maka paragraf tersebut dinamakan
paragraf induktif. Kalimat-kalimat lain (selain kalimat utama) di dalam paragraf, disebut
kalimat penjelas.
116 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Lantas, apakah yang dimaksud karangan yang dikembangkan dengan pola deduktif dan
induktif?
Pola pengembangan deduktif adalah pola penyusunan karangan yang diawali dengan
mengungkapkan hal-hal yang bersifat umum dan luas kemudian dijelaskan secara detail
rincian-rinciannya (hal-hal yang bersifat khusus). Oleh karena itulah pola deduktif sering
disebut pola umum- khusus. Sebaliknya, jika sebuah karangan dimulai dengan pengungkapan
hal-hal yang khusus kemudian diarahkan ke simpulan yang sifatnya umum, maka karangan
tersebut berpola induktif (pola khusus-umum).
1. Sistematika karangan
Sebuah karangan, esai atau artikel, misalnya, pada dasarnya terdiri atas tiga macam
paragraf: pembuka, isi (pokok dan penunjang), dan penutup. Perhatikan sistematika
berikut!
Judul
...........................................
..................................................
..................................................
...........................................
..................................................
..................................................
...........................................
..................................................
..................................................
...........................................
..................................................
..................................................
...........................................
..................................................
..................................................
...........................................
..................................................
..................................................
Paragraf pembuka
(umumnya terdiri atas satu atau dua
paragraf, berisi latar belakang dan
tujuan/maksud penulisan)
Paragraf isi
(umumnya terdiri atas
beberapa paragraf yang
merupakan inti/isi
permasalahan. Inti/isi
dituangkan dalam satu
atau dua paragraf pokok
dan paragraf lain
merupakan paragraf
pengembang dari
paragraf pokok)
Jenis karangan ini disebut:
a. deduktif jika paragraf
pokok diletakkan di
awal paragraf isi
b. induktif jika paragraf
pokok diletakkan di
akhir paragraf isi
Paragraf penutup
(umumnya terdiri atas satu atau dua
paragraf yang berisi simpulan dan
saran)
Paragraf
pokok
Paragraf
pengembangan/
penunjang/
penjelas
Peristiwa 117
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan karangan (bolehlah dianggap
sebagai ciri-ciri) antara lain:
a. dikembangkan dari satu gagasan pokok
Sebagaimana paragraf, karangan yang baik hanya memiliki satu gagasan pokok atau
yang biasa disebut topik.
b. memiliki kepaduan
Kepaduan sebuah karangan, yakni antara paragraf satu dengan paragraf berikutnya,
ditandai oleh adanya:
1) kesatuan (kohesivitas)
Kesatuan adalah kepaduan yang berhubungan dengan isi masalah/pembahasan.
2) pertautan (koherensi)
Pertautan adalah kepaduan yang berkenaan dengan hubungan eksplisit/fisik antara
bagian satu dengan bagian lainnya (dalam hal ini kalimat dengan kalimat, paragraf
dengan paragraf, dan seterusnya). Bentuk fisik pemarkah hubungan ini biasanya
berupa:
a) konjungsi (kata penghubung),
b) repetisi (pengulangan kata/frasa kunci/penting),
c) kata ganti (orang), dan
d) kata/frasa transisi (untuk melancarkan perpindahan dari bagian satu ke bagian
lainnya dalam karangan).
2. Langkah-langkah menulis karangan
Ada tahap-tahap yang sebaiknya dilalui untuk menulis karangan. Tahap-tahap itu
umumnya sebagai berikut.
a. Menentukan/memilih tema, topik, dan judul
Pada tahap ini Anda harus jeli dan peka. Pilih atau tentukan tema atau topik yang
aktual, faktual, orisinal (asli dan baru) menarik, mendidik, bernilai kemanusiaan,
bermanfaat positif, dan sebagainya.
Judul, meskipun bisa juga dibuat setelah karangan jadi sebaiknya juga dipersiapkan
dari awal, terutama jika karangannya bersifat karangan ilmiah. Sebuah judul sebaiknya
singkat, mewakili isi, menarik, mudah diingat, menimbulkan penasaran atau keingintahuan
pembaca, dan sebagainya.
b. Menyusun kerangka karangan (outline)
Kerangka karangan adalah rencana kerja yang memuat pokok-pokok atau garis
besar karangan. Manfaat kerangka karangan, antara lain, memudahkan penyusunan
karangan, memudahkan penempatan bagian-bagian dalam karangan, menghindarkan
pengarang dari mengulang pembahasan, dan memudahkan pengumpulan bahan dan
sumber yang diperlukan.
Secara sederhana, kerangka karangan, dalam hal ini artikel dan esai, dapat
dibagankan sebagai berikut.
118 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Judul
A. Pendahuluan
(Berisi latar belakang dan tujuan penulisan)
B. Isi/Pembahasan
(Berisi uraian seperlunya tentang pokok masalah/topik. Biasanya disertai pembuktian,
argumen, contoh-contoh, dan sebagainya).
C. Penutup
(Berisi simpulan dan saran)
c. Mencari dan mengumpulkan data
Dalam tahap ini Anda harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang
terkait dan berhubungan dengan masalah yang akan Anda bahas. Tidak semua
informasi harus dimuat dalam karangan, pilih yang paling berhubungan dan diperlukan.
Lebih baik membuang daripada kurang.
Sumber informasi dapat berupa buku, majalah, buletin, surat kabar, radio, televisi,
internet, dan sebagainya. Jangan lupa menuliskan sumber sebagai bahan penyusunan
daftar pustaka.
d. Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Dalam tahap ini Anda harus sudah mulai menyusun kalimat demi kalimat, paragraf demi
paragraf, dan bagian demi bagian dalam kerangka dengan menggunakan bahasa sendiri.
e. Melakukan revisi/koreksi/penyuntingan
Setelah selesai mengembangkan kerangka menjadi karangan, jangan berhenti dan
merasa puas. Tinjau dan koreksi kembali karangan Anda baik dari segi isi maupun
penggunaan bahasanya. Kegiatan ini bisa disebut merevisi dan menyunting.
f. Tindak lanjut
Tindak lanjut yang dimaksud dapat berupa mengirim karangan ke media massa
untuk diterbitkan. Beranikah Anda mencoba?
Peristiwa 119
Tugas 6.3
1. Berkelompoklah dengan teman-teman. Setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang!
2. Analisis dan identifikasilah teks berikut (berjudul Solusi Banjir secara Ekologis
dan Humanis) untuk menemukan bagian-bagian karangan. Isikan hasilnya dalam
format seperti berikut!
No. Aspek yang Diidentifikasi Urutan Ide Pokok Paragraf
Paragraf
1. Judul –
2. Paragraf pembuka
3. Paragraf isi/pokok
4. Paragraf pengembang
5. Paragraf penutup
6. Pola pengembangan
Solusi Banjir secara Ekologis dan Humanis
Mimin Dwi Hartono
Peneliti Komnas HAM
Dampak banjir yang menenggelamkan sebagian besar wilayah Jakarta kali ini,
sungguh dahsyat. Tercatat lebih dari 40 orang tewas, sekitar 400 ribu orang, kaya dan
miskin, mengungsi. Infrastruktur publik rusak parah, roda transportasi terhenti, dan kerugian
ekonomi mencapai hampir Rp4 triliun. Daya dukung ekologi yang semakin turun,
ketidaktahuan masyarakat tentang antisipasi bencana banjir, kapasitas pemerintah yang
lemah, menyebabkan dampak banjir menjadi sedemikian parah.
Banjir telah menyebabkan hak-hak fundamental warga tercerabut, yaitu hak atas
kesehatan, pangan, papan, pendidikan, air bersih, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Masyarakat yang miskin bertambah miskin, bahkan banyak yang kembali ke titik nol,
karena semua propertinya hancur. Aset pembangunan yang dibangun dan dipelihara
selama sekian tahun, rusak. Roda bisnis dan pemerintahan, terhenti untuk beberapa hari.
Persoalan banjir di Jakarta adalah kejadian klasik yang terus berulang, namun selalu
dipandang tidak serius dan ditangani secara parsial oleh pemerintah. Pemerintah masih
gagap dan tidak mempunyai pola pencegahan dan mitigasi bencana banjir yang mumpuni.
Padahal bencana semakin sering terjadi di Tanah Air dan semestinya pemerintah belajar
dari pengalaman yang telah lalu. Terlebih banjir adalah kategori bencana yang didominasi
oleh faktor kelalaian dan kesalahan manusia, sehingga semestinya bisa diminimalkan
dampaknya.
Lebih aneh lagi, banjir itu terjadi di ibu kota negara, di mana presiden, wakil presiden,
para menteri, anggota parlemen, pejabat negara, dan pebisnis beraset ratusan miliar
120 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
rupiah, berkantor. Di sini pula sebagian besar sumber daya ekonomi, politik, serta alat
pertahanan dan keamanan tersedia. Semestinya dengan sumber daya tersebut, pemerintah
DKI Jakarta dan pusat tidak mengalami kesulitan dalam memobilisasinya untuk menangani
banjir guna meminimalisasi dampak bagi manusia. Namun publik bisa mengetahui bahwa
korban banjir tidak tertangani dengan baik dan layak. Bahkan korban jiwa dan material
tahun ini lebih besar dari banjir besar 2002.
Pendekatan ekologis
Persoalan banjir di Jakarta tidak bisa ditangani secara sepihak dan parsial, namun
harus dengan pendekatan sistem ekologis (ekosistem) dan humanis. Pendekatan itu bisa
teraplikasi dengan membangun kesepahaman dan kerja sama antara masyarakat dan
pemerintah daerah hulu (Bogor-Puncak-Cianjur/Bopuncur) dan hilir (Jakarta).
Pendekatan ekosistem berarti melihat sebab dan akibat banjir dalam satu kesatuan
ruang ekologi dengan menghilangkan sekat administrasi, politik, sosial, dan ekonomi.
Ekosistem Jakarta adalah satu ruang dengan ekosistem Bopuncur sehingga saling
bergantung dan memengaruhi. Penataan ruang di hilir tidak akan bisa cukup menyelesaikan
masalah jika tidak disertai dengan penataan ruang di kawasan hulu.
Persoalan kerusakan lingkungan di hulu adalah akibat dari tuntutan ekonomi yang
dilegitimasi oleh keputusan politik untuk menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah.
Laju konversi lahan hijau di kawasan hulu menjadi kawasan perumahan mencapai sekitar
10 ribu hektare setiap tahun. Era otonomi mendorong semua pemerintahan di daerah
untuk berlomba-lomba menggenjot pendapatan setinggi mungkin dengan mengabaikan
keseimbangan ekologi. Padahal daerah hulu mempunyai fungsi ekologis yang sangat
penting. Wacana untuk menerapkan kebijakan insentif-disinsentif dan kompensasi dari
daerah hilir ke daerah hulu menjadi sangat relevan untuk segera diterapkan.
Kebijakan insentif bertujuan untuk merangsang pihak tertentu untuk melakukan
sesuatu yang diinginkan dan disinsentif adalah kebalikannya, yaitu menjauhkan perilaku
yang tidak diinginkan. Insentif dapat berupa reward untuk pihak yang menjalankan
kegiatan pelestarian lingkungan. Disinsentif dapat berupa denda, sanksi, maupun hukuman
yang bisa menimbulkan efek jera bagi perusak lingkungan, sedangkan kompensasi
adalah besaran moneter maupun nonmoneter yang diberikan pada pihak yang telah
melestarikan lingkungan sehingga memberikan dampak positif bagi sebagian besar
masyarakat.
Jika daerah hulu bersedia atau diharuskan untuk mengalokasikan sekian persen
daerahnya sebagai wilayah ekologis, yang berarti akan mengontrol secara ketat
pembangunan ekonominya sehingga berdampak pada pendapatan, daerah hilir mesti
memberikan insentif dan kompensasi yang layak. Insentif dan kompensasi ini harus setara
dengan pengorbanan ekonomi dan sosial yang telah dilakukan oleh daerah hulu dan
cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum bagi masyarakatnya, sedangkan
disinsentif diterapkan bagi daerah hulu maupun hilir yang tidak mengindahkan kebijakan
untuk melestarikan lingkungan.
Pendekatan humanis
Pendekatan ekosistem harus paralel dengan pendekatan humanis. Kebijakan insentif
dan kompensasi adalah juga salah satu manifestasi dari pendekatan yang humanis.
Bahwa masyarakat yang hidup di kawasan hulu mempunyai hak yang sama untuk hidup
secara sejahtera dan berkecukupan, seperti mereka yang hidup di hilir. Insentif dan
kompensasi adalah upaya untuk membuat kesejahteraan masyarakat di hulu meningkat
dengan tidak melihat upaya melestarikan lingkungan sebagai sebuah paksaan.
Peristiwa 121
Isu lain, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dianggap sebagai salah satu
penyebab meluapnya air karena terjadi penyempitan alur sungai. Mereka yang tinggal di
bantaran bukanlah sebuah pilihan, namun karena kemiskinan. Relokasi mereka dari
bantaran sungai harus diikuti dengan pemberian alternatif permukiman yang permanen,
murah, dan sehat. Hal ini juga terkait dengan isu ketidakadilan, di mana mereka yang kaya
dapat dengan mudah menguasai tanah dan mengubah tata ruang, sedangkan yang miskin
selalu disalahkan oleh pemerintah.
Pendekatan humanis juga akan mendorong partisipasi publik dalam kebijakan
penanganan banjir karena banjir tidak mengenal strata sosial, ekonomi, dan politik.
Kejadian banjir kali ini menegaskan bahwa semua kalangan menjadikan banjir sebagai
ancaman bersama dan melestarikan lingkungan adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa
ditunda-tunda lagi.
Republika, 10 Februari 2007
Susunlah sebuah karangan singkat dengan ketentuan:
1. tema/topiknya bebas (pilih yang aktual),
2. dikembangkan secara deduktif,
3. panjang karangan 300 – 500 kata,
4. disusun dalam 6 – 8 paragraf (terdiri atas paragraf pembuka, isi, dan penutup),
5. terlebih dahulu susunlah kerangka karangannya!
Kemampuan Bersastra
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan unsur-unsur intrinsik drama melalui
mendengarkan pembacaan drama.
Menemukan unsur-unsur intrinsik teks drama yang didengar melalui pembacaan
Jika Anda membaca karya sastra, drama misalnya maka pada dasarnya Anda sedang
bergumul dengan berbagai unsur yang secara bersama-sama membentuk karya sastra
tersebut. Memahami unsur-unsur pembentuknya akan menjadikan karya sastra terasa
semakin indah dan penuh nilai.
Karya sastra, termasuk drama, terbentuk atau terbangun dari dua unsur utama, yaitu
intrinsik (unsur-unsur yang berada di dalam karya sastra itu sendiri) dan ekstrinsik (unsur-unsur
yang berada di luar karya sastra, tetapi turut membentuk karya sastra).
Uji Kompetensi 6.3
122 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
�� Tema
�� Latar/setting
�� Penokohan (tokoh dan watak)
�� Alur/plot
�� Pesan/amanat
�� Sudut pandang/point of view
�� Konflik/pertikaian
�� Ending/pengakhiran
�� Situasi sosial/politik/ekonomi
masyarakat
�� Latar belakang pendidikan
pengarang
�� Status perkawinan pengarang
�� Jenis kelamin pengarang
�� Ideologi pengarang
Karya Sastra
Unsur Intrinsik
Unsur Ekstrinsik
Anda tentu telah memahami pengertian unsur-unsur tersebut, terutama unsur-unsur
intrinsiknya. Untuk membantu menyegarkan pemahaman Anda, berikut disajikan sekilas
tentang sebagian dari unsur-unsur intrinsik karya sastra tersebut.
Unsur Pengertian Perincian
Tema Pokok pikiran yang menjadi dasar atau jiwa – tema mayor
sebuah cerita. – tema minor
Latar Sesuatu yang melingkupi cerita atau pelakunya. – latar tempat
– latar waktu
– latar suasana
– latar alat
Penokohan Penentuan atau penciptaan citra tokoh (orang/ – tokoh antagonis
nama dan perwatakannya) dalam karya sastra. – tokoh protagonis
Alur/plot Rangkaian peristiwa yang dijalin sedemikian rupa – alur maju
sehingga tercipta konflik dalam hubungan waktu – alur mundur
atau sebab akibat. – alur sorot balik
(flashback)
Amanat Gagasan yang mendasari cerita sekaligus pesan – amanat utama/
yang ingin disampaikan kepada penikmat karya khusus/mayor
sastra. – amanat sampingan/
minor
Sudut Cara atau dari sudut pandangan siapa pengarang – akuan (sudut
pandang mengisahkan suatu cerita. pandang orang
pertama)
– diaan (sudut pandang
orang ketiga)
Peristiwa 123
Konflik Ketegangan atau pertikaian atau pertentangan – konflik mental
“antartokoh” dalam cerita. – konflik sosial
Ending Cara seorang pengarang mengakhirkan sebuah – happy ending
kisah/cerita. – tragedy ending
Tugas 6.4
1. Tutup buku Anda. Mintalah beberapa teman Anda untuk membacakan teks drama
(saduran) berikut!
2. Dengarkan baik-baik dan analisislah pembacaan drama yang Anda dengar itu untuk
menemukan unsur-unsur intrinsiknya!
3. Gunakan format seperti berikut untuk menuliskan hasilnya!
4. Presentasikan hasil analisis Anda dengan teman lain!
5. Uji kompetensi ini dapat Anda laksanakan secara berkelompok
No. Unsur Intrinsik Penggalan/Kutipan/Ringkasan Pendukung/Bukti
Sampek Engtay
Nukilan
N. Riantiarno
Sekolah Yayasan Putra Bangsa di Betawi, pagi.
(Guru tengah meluapkan kemarahan pada murid-muridnya. Memukul bel berkali-kali dan
baru berhenti ketika murid-murid sudah berkumpul semua. Dia menatap murid-muridnya satu
demi satu).
Guru : ”Siapa di antara kalian yang kencing sambil berdiri?”
Murid-murid : (Semua mengacungkan tangan, kecuali Engtay)
Guru : ”Sejak kapan kalian kencing sambil berdiri?”
Murid-murid : ”Sejak kami kecil, Guru.”
Guru : ”Itu menyalahi peraturan. Apa bunyi peraturan tentang kencing?”
Murid-I : ”Seingat saya, sekolah kita tidak pernah membuat peraturan tentang kencing,
Guru. Yang ada hanya peraturan yang bunyinya: Jaga Kebersihan.”
Guru : (Membentak) ”Jaga kebersihan! Bunyi peraturan itu bisa berlaku untuk
segala perkara, termasuk perkara kencing dan berak. Paham!”
Murid-murid : (Ketakutan) ”Paham, Guru.”
124 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Guru : ”Tapi coba lihat sekarang di tembok WC dan kamar mandi. Hitamnya,
kotornya. Bagaimana cara kalian menjaga kebersihan? Dengan cara
mengotorinya? Itu akibat kalian kencing sambil berdiri.
Engtay : (Mengangkat tangan)
Guru : ”Kenapa Engtay? Mau omong apa? Kamu satu-satunya yang tadi tidak
tergolong kepada para kencing berdiriawan ini. Apa kamu kencing sambil
jongkok? Atau sambil tiduran?”
Engtay : (Menahan senyum) ”Maaf Guru. Saya kencing sambil jongkok sejak kecil.
Sudah kebiasaan. Kencing sambil berdiri, bukan saja menyalahi peraturan
sekolah kita, tapi juga melanggar ujar-ujar kitab yang bunyinya: Jongkoklah
Waktu Buang Air kecil dan Besar, Supaya Kotoran Tidak Akan Berceceran.”
Guru : ”Itulah yang ingin kuutarakan pagi ini. Otakmu encer sekali Engtay dan
sungguh tahu aturan. Kamu betul-betul kutu buku. Apa lagi kalimat-kalimat
dalam kitab yang kamu baca perihal kencing? Katakan, biar kawan-kawanmu
yang bebal ini mendengar.”
Engtay : (Berlagak menghafal) ”Yang Keluar Saat Buang Air Kecil Harus Air. Kalau
Darah, Itu Pertanda Kita Sakit. Segeralah ke Dokter.”
Guru : ”Bagus. Apa lagi? Apa lagi?”
Engtay : ”Terlalu Sering Kencing, Beser Namanya. Susah Kencing, Mungkin Kena
Sakit Kencing Batu. Segeralah Berobat. Jangan Punya Hobi Menahan
Kencing. Sebab Kencing Alamiah Sifatnya. Dan Harus Dikeluarkan. Dengan
Kata Lain, Semua Kotoran Harus Segera Dibuang.”
Guru : ”Bagus-bagus. Sejak saat ini, dengar bunyi peraturan dari kitab-kitab itu.
Dan patuhi! Kalian melanggar akan aku suruh hukum pukul tongkat tujuh
kali. Hafalkan peraturannya, terutama mengenai kencing sambil jongkok itu
tadi. Sekarang kalian aku hukum membersihkan WC dan kamar mandi.
Semuanya. Kecuali Engtay!”
Murid-murid : ”Kami patuh, Guru.”
Guru : ”Sekian pelajaran tentang kencing. Hukuman harus segera dilaksanakan
sekarang juga!” (Pergi)
(Musik terdengar. Masuk dalang, omong sama penonton)
Dalang : ”Para pemirsa, tahu ‘kan siapa biang keladi perkara ini? Tidak lain dan tidak
bukan Engtay sendiri. Paham kan mengapa ia berbuat demikian? Engtay
tidak ingin rahasianya terbuka, ya, kan? Mana mungkin seorang perempuan
sanggup kencing sambil berdiri tanpa berceceran? Kalau kawan-kawannya
memergoki bagaimana cara Engtay kencing, bagaimana? Kan mereka bisa
curiga? Jadi, Engtay pun berpikir keras, mencari akal agar kencing sambil
jongkok dijadikan peraturan sekolah. Lalu diambilnya tinta bak dan
disiramkannya ke tembok-tembok WC. Tuh, jadi kotor, kan? Engtay berhasil.
Cerdik-kiawan sekali, anak itu. Selanjutnya ada apa ini? Adegan apa? Oo,
iya, adegan Pasar Malam.”
(Lampu berubah)
Peristiwa 125
(Pasar malam di Gambir-Betawi, malam. Murid-murid sekolah Bangsa menonton tonil-pasar
berbaur dengan para penonton lainnya. Sampek Engtay juga ada)
Dalang : (Yang bertindak sebagai pembawa acara)
Terang bulan terang di kali.
Buaya tidur disangkanya mati.
Malam ini kita jumpa lagi.
Dalam lakon cinta kasih sejati.
Pohon-pohon dikasih dupa.
Daunnya rimbun kuat akarnya.
Ini lakon cinta kasih dari Eropa.
Asmara Romeo pada Yuliet-nya.
(Panggung rakyat digelar)
(Pertama, disajikan kisah cinta Romeo dan Yuliet)
Romeo : (Muncul bersama Yuliet) ”Ibarat bunga, mawar atau kenanga, kalau ia
harum, nama tak lagi penting adanya. Yuliet, kalau dikau ibarat bunga,
berganti nama sejuta kalipun, asal dikau adalah Yuliet seperti yang kukenal
sekarang ini, duhai, dikau, tetap kucinta …”
Yuliet : (Manja) ”Ah, ah …”
Dalang : ”Stop, tunggu jangan dilanjutkan dulu! (Membaca) Hasil pengumpulan
pendapat dari para penonton malam ini tidak dibutuhkan lakon tragedi.
Ternyata penonton kita lebih suka komedi. Tapi kami belum siap lakon baru.
Apa boleh buat, lakon Yuliet dan Romeo, terpaksa dibikin jadi komedi. Ya,
mulai! Go!”
Romeo : (Bersuit)…
Yuliet : (Mendekat) ”Yeah?”
Romeo : (Bersuit lebih keras) …
Yuliet : ”Yeah,yeah….”
Romeo-Yuliet: (Berduet)
”Romeo dan Yuliet.
Dunia baru.
Berlomba-lomba.
Kita bergerak maju.
Romeo dan Yuliet.
Bermerek baru.
Mundur dan maju.
Tergantung situ!”
(Genderang baris-berbaris)
(Tema percintaan disajikan secara parodikal. Romeo dan Yuliet mempertontonkan kepiawaian
mereka dalam olahraga baris dan cara kasih hormat. Adegan usai, mereka masuk ke balik
layar. Para penonton pun bertepuk dengan kedua belah tangan)
126 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Dalang : ”Luar biasa. Sekarang giliran: Roro Mendut dan Pronocitro!”
(Masuk seorang laki-laki berblangkon, mengisap sepuluh batang rokok yang memenuhi
antara jari-jari tangannya. Diikuti oleh seorang perempuan yang berjualan rokok)
Roro Mendut : ”Rokok,rokok. Semua ada, panjang, pendek, kecil-besar, asem-manis, legit.
Rasa baru, rasa cokelat-jeruk-apel dan tomat.”
Pronocitro : ”Rokoknya lagi. Mbakyu! Yang rasa bawang.”
Roro Mendut : ”Sudah punya kok minta. Mau ditaruh mana lagi?”
Pronocitro : ”Masih ada kaki. Mana?”
Roro Mendut : ”Nih! Aku kasih tiga. Dua pendek, satu panjang.”
(Mendadak, dengan heboh, masuk seorang lelaki gempal mengusung poster antirokok,
bunyinya: Nikotin no! Poligami yes!)
Dalang : ”Adipati Wiraguna.”
(Pronocitro berperang dengan Adipati. Pronocitro kalah. Lalu, Roro Mendut pun bunuh diri)
(Para penonton bertepuk tangan)
Dalang : ”Rupanya kisah cinta Pronocitro dan Roro Mendut tak lebih sebagai perang
nikotin. Maka, waktu Wiraguna menang, merokok pun dilarang di manamana.
Tembakau dianggap racun. Jadi, begitu Pronocitro dan Roro Mendut
mati, seluruh petani tembakau dan pabrik rokok juga ikut mati. Pengangguran
meningkat tajam, dan pajak negara berkurang pemasukannya. Kesehatan
warga bertambah maju, tapi para dokter mengeluh kekurangan pasien.
Hukum sebab akibat. Dilarang ini, muncul begini. Dlarang itu, muncul begitu.
Repot!”
(Semua menyanyi)
”Melarang dan larangan.
Bisa panjang resikonya.
Jangan itu jangan ini.
Harus bagaimana lagi?
Ibarat gedung bagus.
Megah indah.
Tapi tak punya pintu dan jendela.”
(Lampu berubah)
(Terang pada Sampek Engtay)
Engtay : ”Kekal dan abadikah cinta Romeo-Yuliet?”
Sampek : ”Hanya maut yang bisa memisahkan mereka. Kesetiaan Romeo pada
Yulietnya, begitu pula sebaliknya, tetap abadi sampai sekarang.”
Engtay : ”Alangkah indahnya kalau kita berdua bisa begitu.”
Sampek : ”Apa katamu?”
Engtay : ”Jika Kakak mau jadi Romeo, aku mau jadi Yulietnya.”
Sampek : ”Kamu ini bagaimana? Kita berdua sama-sama laki-laki. Gila apa? Jangan
berpikir seperti itu. Kita ini orang-orang normal. Bagaimana bisa kamu jadi
Yuliet. Ibaratnya, kita berdua adalah alu. Dan hanya lumpang yang harus
kita cari.”
Peristiwa 127
Engtay : (Tertawa terbahak-bahak) ”Kakak betul. Tapi juga salah. Aku tidak perlu
lumpang lagi. Sudah punya.”
Sampek : (Menghela napas) ”Yah, kamu orang kaya, tentu sudah ditunangkan oleh
orang tuamu sejak kamu kecil. Aku tidak begitu. Tak ada yang mau dinikahi
mahasiswa miskin macam aku ini. Aku memang harus berusaha keras
mencari pangkat dan kekayaan dulu, baru punya calon istri mau mendekatiku,
seperti laron mendekati cahaya lampu.”
Engtay : ”Kekayaan bukan ukuran untuk seorang perempuan. Yang paling penting
adalah hati bersih, jujur, dan bekerja keras. Pada Kakak aku melihat semua
sifat baik itu. Pasti akan ada perempuan yang bersedia jadi pendamping.”
Sampek : ”Mudah-mudahan. Sekarang marilah kita pergi.”
Engtay : ”Mencari lumpang.”
Sampek : ”Huss. Kembali ke gedung sekolah.” (Engtay tersenyum manis sekali)
(Lampu berubah)
(Sampek Engtay semakin intim. Ke mana pun pergi selalu berdua. Dan pelajaran di sekolah
semakin meningkat pula)
Guru : (Menyanyi)
”Merah dicampur kuning.”
Murid-murid : (Menyanyi)
”Jadi warna jingga.”
Guru : ”Putih dicampur hitam.”
Murid-murid : ”Berubah kelabu muda.”
(Sambil menyanyi guru dan murid-murid bersilat)
Guru : ”Putih dicampur hitam.”
Murid-murid : ”Berubah kelabu muda.”
(Sambil menyanyi, guru dan murid-murid bersilat)
Engtay : (Menyanyi)
”Burung berpasangan.
Laut banyak asinnya.
Manusia berjodohan.
Keong ada rumahnya.”
Dalang : (Menyanyi)
”Bagai lidah dan rasa.
Bagai pohon dan tanah.
Bagai bulan dan matahari.
Sampek-Engtay duet serasi.”
Engtay-Sampek : (Berduet)
”Tali persahabatan.
Tersimpul abadi.
Sepanjang zaman.
Di bumi atau langit.”
128 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Guru : ”Dilukai.”
Murid-murid : ”Bangkit lagi.”
Guru : ”Digencet, dihajar.”
Murid-murid : ”Tetap tegar.”
Guru : ”Dikucilkan, dibuang, disiksa.”
Murid-murid : ”Makin kuat perkasa.”
Guru : ”Jangan lupa, itu watak utama.”
Murid-murid : ”Yeah, yeah ….”
(Lampu berubah)
N. Riantiarno, Sampek Engtay, Pustaka Jaya, Jakarta, 1999
Tugas 6.5
1. Secara berkelompok rekamlah sebuah pementasan drama (bisa dari media elektronik,
radio atau televisi)!
2. Putarlah di depan kelas untuk dianalisis!
3. Presentasikan hasilnya agar dapat saling ditanggapi untuk saling melengkapi!
4. Gunakan format sebagai berikut untuk melaporkan hasilnya!
No. Unsur Intrinsik Kutipan/Ringkasan Pendukung
Peristiwa 129
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membahas ciri-ciri dan nilai-nilai dalam gurindam
serta menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan.
Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai dalam gurindam
1. Gurindam
Gurindam? Barangkali Anda masih asing dengan istilah itu karena salah satu jenis puisi
lama ini relatif jarang diperbincangkan orang. Padahal, gurindam cukup menarik dipelajari.
Karena sifat dan bentuknya yang mirip dengan pantun, karya ini cukup ideal untuk diakrabi.
Kata gurindam berasal dari bahasa Tamil (India). Pengertian gurindam adalah karya
sastra berbentuk puisi dua seuntai yang berima a-a. Meskipun terbentuk dalam dua larik,
sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini biasanya berupa kalimat
majemuk dengan hubungan seperti sebab-akibat atau syarat-hasil). Larik pertama ”syarat”,
sedangkan larik kedua ”jawabnya”.
Pada umumnya gurindam dibuat berbait-bait dengan isi bersifat nasihat, mirip dengan
pepatah atau peribahasa. Sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini
biasanya berupa kalimat).
Contoh gurindam:
Kurang fikir, kurang siasat,
tentu dirimu kelak tersesat.
Fikir dahulu sebelum berkata,
supaya terelak silang sengketa.
Siapa menggemari silang sengketa,
kelaknya pasti berdukacita.
Ciri-ciri gurindam:
a. setiap bait terdiri atas dua larik
b. jumlah suku kata dalam setiap larik antara 10 – 14
c. bersajak aa
d. hubungan larik 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang biasanya bersifat sebabakibat.
Dahulu (seperti halnya pantun, talibun, karmina, dan bidal) gurindam dibuat oleh orang
yang tak dikenal (anonim). Ada satu gurindam yang dahulu sangat terkenal karya Raja Ali
Haji, yakni Gurindam 12 yang terdiri atas 12 pasal. Berikut sebagian dari pasal pertama dari
Gurindam 12 tersebut. Selebihnya bacalah Gurindam 12 dalam buku Puisi Lama karya
Sutan Takdir Alisyahbana.
Contoh:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama,
Barang siapa mengenal yang empat,
maka dia itulah orang yang ma’rifat.
Cari olehmu sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal Tuhan yang bahri.
130 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
bukannya manusia itulah setan.
Bagaimana membawakan gurindam? Tidak berbeda dengan pantun. Hal yang
dikedepankan adalah volume, lafal, intonasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat dan
sungguh-sungguh. Cobalah dan nikmatilah!
1. Buatlah gurindam sebanyak empat bait!
2. Tukarkanlah gurindam empat bait yang Anda buat dengan teman secara acak!
3. Secara bergiliran (sedikitnya lima orang yang dipilih secara acak) bacakanlah gurindam
hasil pertukaran tadi di depan kelas, masing-masing minimal empat bait!
4. Siswa lain mencoba mengamati dengan lembar pengamatan sebagai berikut.
Lembar Penilaian Pembacaan Pantun
Aspek yang Dinilai
Nama Lafal Volume Intonasi Ekspresi Gestur
Pengha- Jumlah
yatan Nilai
*) Rentang nilai 50 – 80.
5. Sampaikan tanggapan/komentar Anda di depan kelas berdasarkan penilaian di atas!
6. Kumpulkan gurindam yang Anda buat untuk dijilid kemudian sumbangkan ke perpustakaan!
2. Nilai-nilai dalam gurindam
Sebagaimana karya sastra lain, tentunya gurindam diciptakan untuk menggambarkan
sesuatu yang telah, sedang, akan, boleh, tidak boleh, atau seharusnya terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Karya sastra dibuat untuk memberi hiburan sekaligus manfaat atau
nilai bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, karya sastra yang baik, tidak terkecuali
gurindam, seharusnya terkait dengan segala sesuatu yang terjadi atau mungkin akan terjadi
dalam kehidupan nyata. Sebaliknya, seorang apresiator atau penikmat sastra, dalam hal
ini gurindam, harus mampu menggali, menemukan, dan kemudian mengaitkan pesanpesan
atau nilai-nilai di dalamnya dengan kehidupan masa kini. Pesan-pesan atau nilai-nilai
dalam gurindam sangat luas cakupannya, seluas samudra kehidupan. Jika dirangkum,
nilai-nilai tersebut mencakupi, antara lain
a. nilai agama,
b. nilai moral,
c. nilai sosial,
d. nilai pendidikan,
e. nilai adat istiadat, dan
f. nilai budaya/tradisi.
Uji Kompetensi 6.4
Peristiwa 131
Di samping itu, seorang apresiator juga harus dapat menyimpulkan isi gurindam yang
dibacanya. Menyimpulkan di sini berarti mengikhtisarkan, meringkas, atau menyarikan isi
gurindam tersebut.
1. Bacalah dengan cermat gurindam berikut!
2. Daftarlah nilai-nilai atau pesan-pesan yang dapat Anda petik dari gurindam tersebut!
3. Pesan-pesan di dalamnya pasti memiliki keterkaitan atau relevansi dengan kehidupan
sehari-hari. Jelaskan!
4. Simpulkan isi gurindam tersebut dengan bahasa Anda sendiri dalam beberapa kalimat!
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangkat yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buang yang khianat.
Hendaklah marah,
dahulukan hajat.
Hendaklah dimalui,
jangan melalui.
Hendaklah damai,
murahkan perangai.
5. Susunlah laporannya dalam format sebagai berikut!
Hasil Analisis Gurindam
……………………………………… (Gurindam yang dianalisis)
1. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya:
a. ….
b. ….
c. ….
2. Keterkaitan/relevansi pesan-pesan/nilai-nilai dalam gurindam dengan kehidupan
sehari-hari.
........................................................................................................................
3. Simpulan isi gurindam
........................................................................................................................
6. Presentasikan hasilnya!
Uji Kompetensi 6.5
132 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Rangkuman
1. Cara menyampaikan saran, antara lain, objektif, langsung ke sasaran, menggunakan
bahasa yang santun, dan tidak menggurui.
2. Proposal adalah suatu permintaan atau saran kepada pihak tertentu (seseorang atau
badan) untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam hal itu, si pembuat proposal
menyediakan diri untuk mewakili seseorang atau badan tersebut dalam melakukan
pekerjaan yang diusulkan.
3. Dalam mempresentasikan proposal, hendaknya Anda memerhatikan hal-hal sebagai
berikut. Menggunakan bahasa ragam resmi, santun, jujur, memberikan alasanalasan
dan keterangan yang logis, tidak menganggap pendengar bodoh, jika perlu
menggunakan media tayang.
4. Kecepatan efektif membaca (KEM) biasanya dihitung dengan rumus
KM = KB : (SM : 60) X (PI : 100) KPM
5. Pola pengembangan deduktif adalah pola penyusunan karangan yang diawali dengan
mengungkapkan hal-hal yang sifatnya umum dan luas kemudian dijelaskan secara
detail rincian-rinciannya (hal-hal yang bersifat khusus). Oleh karena itulah pola
deduktif sering disebut pola umum-khusus. Sebaliknya, jika sebuah karangan
dimulai dengan pengungkapan hal-hal yang khusus kemudian diarahkan ke simpulan
yang sifatnya umum, maka karangan tersebut berpola induktif (pola khusus-umum).
6. Langkah-langkah menulis karangan, antara lain, menentukan/memilih tema, topik,
dan judul, menyusun kerangka karangan (outline), mencari dan mengumpulkan data,
mengembangkan kerangka menjadi karangan, melakukan revisi/koreksi/
penyuntingan, tindak lanjut.
7. Unsur intrinsik drama meliputi: tema, latar/setting, penokohan (tokoh dan watak),
alur/plot, pesan/amanat, sudut pandang/point of view, konflik/pertikaian, ending/
pengakhiran, dan lain-lain.
Anda layak menjadi orang yang berbahagia jika setelah pelajaran 6 ini, hal-hal berikut tidak
menjadi problem/masalah bagi Anda. Mengajukan saran perbaikan secara santun, membaca
cepat dengan kecepatan > 350 KPM, menulis karangan secara deduktif atau induktif, dan
menggali unsur-unsur intrinsik drama. Oleh karena itu, aplikasikan keterampilan-keterampilan
tersebut dengan sungguh-sungguh dalam hidup bermasyarakat sesuai kebutuhan.
Refleksi
Peristiwa 133
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah saran perbaikan atas informasi berikut!
Saudara-saudara.
Sejak pertama kali diterbitkan lisensi untuk pendirian stasiun TV pada tahun 1941,
maka pada waktu itu juga kehidupan sehari-hari manusia mulai dipengaruhi oleh kehadiran
program yang ditayangkan siaran TV. Dampaknya tentu tidak selamanya negatif. Banyak
program yang ditayangkan stasiun televisi yang berdampak positif. Berbagai program
tayangan TV bersifat negatif apabila bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya
masyarakat pemirsa. Sebaliknya, program tayangan TV dikatakan berdampak positif
apabila memberikan nilai tambah terhadap perkembangan kebudayaan dan kehidupan
beragama masyarakat pemirsa serta ilmu pengetahuan.
Dewasa ini, televisi telah menjadi satu bentuk hiburan yang sangat diminati masyarakat.
TV juga dipandang sebagai wahana yang baik dalam mempersiapkan anak-anak memasuki
sekolah dan membantu mendidik anak-anak setelah mereka masuk sekolah. Bahkan diakui
bahwa siaran televisi telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan
sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya waktu yang digunakan untuk menonton
televisi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media massa (termasuk televisi) dewasa ini
memainkan peranan yang signifikan dalam membentuk kehidupan anak-anak. Media
massa menantang pemikiran dan kebiasaan para anak dalam berbagai cara. Dalam kaitan
ini, para orang tua biasanya hanya merisaukan efek negatif televisi yang kemungkinan
terjadi pada anak-anak.
Berdasarkan berbagai studi yang telah dilaksanakan di berbagai negara (Sendjaja,
1999), dampak/pengaruh positif TV yang signifikan di kalangan anak-anak adalah bahwa
program siaran televisi dapat:
a. meningkatkan pengetahuan (umum) anak-anak;
b. menumbuhkan keingintahuan atau motivasi untuk memperoleh informasi dan pengetahuan
lebih lanjut;
c. meningkatkan perbendaharaan kosakata, istilah/jargon, dan kemampuan berbahasa
secara verbal dan nonverbal;
d. meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak;
e. meningkatkan kekritisan daya pikir anak-anak karena dihadapkan pada dua realitas
gambar dunia; dan
f. memicu minat baca dan motivasi belajar anak-anak.
2. Susunlah sebuah proposal dalam rangka menyelenggarakan seminar dengan tema
”Mengantisipasi dampak negatif internet”!
3. Tulislah ide pokok penggalan teks berikut dalam tiga kalimat!
134 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
....
Pemodernan adalah suatu proses pergantian dari gaya lama menjadi gaya baru. Di
dalam proses itu terjadi perubahan, khususnya perubahan yang diusahakan dengan sadar
oleh manusia atau masyarakat. Karena diusahakan dengan sadar, sudah semestinya
pemodernan itu tidak hanya mengarah ke gaya baru, tetapi gaya baru itu diharapkan lebih
menguntungkan dan memuaskan manusia dan masyarakat daripada gaya lama yang
digantikannya (Sumarjan 1998:8). Sesuai dengan definisi tersebut, yang dimaksud
pemodernan bahasa adalah proses perubahan bahasa Indonesia dari gaya lama ke gaya
baru, yaitu eksistensi bahasa yang sederhana menjadi bahasa yang maju, kritis, dan
mendunia. Makna pemodernan bahasa mencakup usaha menjadikan bahasa bertaraf
sederajat secara fungsional dengan bahasa-bahasa lain yang lazim disebut bahasa
terkembang yang sudah mantap. Pemodernan bahasa dapat diartikan sebagai pemutakhiran
bahasa sehingga serasi dengan keperluan komunikasi dewasa ini di berbagai bidang
kehidupan, seperti industri, teknologi, dan pendidikan lanjutan.
Seminar Politik Bahasa yang diselenggarakan di Cisarua, Bogor tanggal 8 – 12
November 1999 menghasilkan rumusan sebagai berikut (Pusat Bahasa 2000:2).
Setelah melalui kurun waktu 25 tahun, kebijakan bahasa nasional tahun 1975 perlu
ditinjau kembali sesuai dengan tuntutan perubahan dalam kehidupan masyarakat dan
negara Indonesia dan tuntutan perubahan dunia internasional. Tuntutan perubahan itu
timbul sebagai akibat kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi
dalam hubungan antarbangsa.
Berdasarkan ”perintah” Rumusan Seminar Politik Bahasa 2000 itu, secara implisit
produk kebahasaan, seperti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah, harus ditinjau kembali dan dimutakhirkan
supaya seirama dengan tuntutan pergaulan kesejagatan. Pemutakhiran berbagai produk
kebahasaan itu harus ditempuh agar sejalan dengan kodrat bahasa Indonesia yang terbuka
terhadap pengaruh teknologi informasi dan penggunaan bahasa asing, terutama bahasa
Inggris. Pusat Bahasa, yang kegiatan intinya adalah ”menjual” bahasa Indonesia yang baik
dan benar kepada khalayak, sudah sewajibnya berupaya mengikuti ”perintah” yang
terkandung di dalam Rumusan Seminar Politik Bahasa 2000 tersebut.
....
4. Susunlah sebuah karangan singkat yang terdiri atas 3 – 5 paragraf yang dikembangkan
secara deduktif dan memiliki paragraf pembuka, isi, dan penutup!
5. Analisislah penggalan naskah drama berjudul Tanda Bahaya karya Bakdi Soemanto berikut
untuk menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya!
….
Asdiarti : ”Kau masih ada di sini, Yanti, belum pulang?”
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca)
Asdiarti : (Mendekati) ”Ada sesuatu?”
Yanti : (Menggeleng)
Asdiarti : ”Aku tidak mengerti sebenarnya persoalanmu, Yanti. Lebih baik kau menyatakan
lekuk-liku persoalanmu sehingga kalau aku tahu persis persoalannya mungkin
aku bisa menolongmu.”
Yanti : ”Aku mengerti, aku memang harus mengatakannya. Tetapi dari mana dan
bagaimana aku harus mulai?”
Peristiwa 135
Asdiarti : ”Kenapa?”
Yanti : ”Sangat ruwet.”
Asdiarti : ”Kau dipaksa kawin oleh orang tuamu?”
Yanti : ”Antara lain itu, dan banyak lagi.”
Asdiarti : ”Apa?”
Yanti : ”Ah, sudahlah. Sebaiknya kau tak usah memaksaku mengatakannya. Sulit.
Terlalu sulit!”
Asdiarti : ”Yah, aku tahu, kau tidak kerasan di rumah.”
Yanti : (Memandang)
Asdiarti : ”Itu persoalan yang banyak kita rasakan bersama.”
Yanti : ”Kau juga mengalami masalah seperti itu?”
Asdiarti : ”Memang. Cuma persoalanku tidak seberat persoalanmu. Aku selalu menghibur
diri dengan cara pergi dengan teman-teman pria kalau hari Minggu ke
Kaliurang atau ke mana saja.”
Yanti : ”Dulu aku mencoba demikian, tapi kalau aku pergi, sesudah sampai di rumah,
aku mengalami peristiwa yang sama, bahkan merasa lebih berat maka saya
menghentikan cara-cara pelarian seperti itu.”
Asdiarti : ”Tapi kita harus menghibur diri Yanti.”
Yanti : ”Lebih dari itu, aku ingin menyelesaikan persoalan. Cara seperti itu tidak
menyelesaikan persoalan. Itu bahkan menyiksa. Makin menyiksa.”
Asdiarti : ”Lalu, mesti gimana?”
Yanti : ”Aku tak mengerti.”
Asdiarti : ”Tidak mengerti.”
Yanti : ”Itulah yang menyedihkan. Kita mengalami sesuatu, tetapi kita tak mengerti
bagaimana memahami pengalaman itu sendiri.”
Asdiarti : (Tersenyum)
Yanti : ”Kau tersenyum? Mengejekku?”
Asdiarti : ”Kau tidak tahu Yanti, bahwa aku sebenarnya gelisah bukan? Aku juga
gelisah, nah ….”
Yanti : ”Benar. Kupikir kita ini mau apa? Setelah selesai sekolah, lalu kita melanjutkan
sekolah lagi. Barangkali hanya satu dua tahun. Paling banter tiga tahun, sudah
itu kita dipinang orang. Kita jadi ibu … Apa artinya pelajaran yang kita terima
semua ini sekarang.”
Astarti : ”Nah ..” (Tersenyum).
Yanti : ”Kita mempersiapkan diri untuk menjadi sesuatu yang tidak ada artinya.”
Asdiarti : ”Maksudmu?”
Yanti : ”Menjadi istri. Menjadi ibu. Apa artinya? Apa pula hubungannya dengan
sekolah yang kita tempuh selama ini.”
Asdiarti : ”Maka kita gelisah, karena sebenarnya kita tidak pernah mengerti nasib kita
yang akan datang.”
Yanti : ”Dan persoalan yang kita hadapi itu, tidak bisa dipecahkan dengan ilmu
pengetahuan yang kita terima di sekolah sekarang ini.”
Asdiarti : ”Kau mau?” (Mengeluarkan sebatang rokok)
Yanti : ”Apa ini?”
Asdiarti : ”Bawalah kalau kau mau. Kau akan mendapat ketenangan.”
136 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Yanti : (Menerima lalu diletakkan di atas meja)
Asdiarti : ”Ambillah. Simpanlah di tasmu jangan sampai kelihatan guru kita.”
Yanti : (Memandang penuh ketidakmengertian)
Asdiarti : ”Kalau kau tak mau, biarlah kusimpan sendiri. Ini cukup mahal (Mengambil
rokok itu lalu menyimpannya sendiri kembali). Kau bisa datang ke rumahku
kalau mau. Nanti Antok, Yusman, Joko pada datang menjemput aku pergi ke
…”
Tanda Bahya, Bakdi Soemanto
Aoh Kartahadimaja
Dilahirkan di Bandung, 15 September 1911, meninggal di
Jakarta, 17 Maret 1973. Pendidikan terakhir: MULO. Pernah
bekerja di perkebunan Parakan Salak (Sukabumi), Pusat
Kebudayaan, Balai Pustaka, Mimbar Umum (Medan, 1950-
1952), Sticusa Amsterdam (1952 – 1956), BBC London Seksi
Indonesia (1959 – 1970), dan Penerbit Dunia Pustaka Jaya
(1971 – 1973). Tahun 1972, ia menerima Anugerah Seni dari
pemerintah RI. Karyanya: Zahra (ks,1950); Beberapa Paham
Angkatan 45 (ed.,1952); Pecahan Ratna (ks, 1952); Manusia
dan Tanahnya (kc,1952); Seni Mengarang (s,1971); Aliran Klasik,
Romantik, dan Realisme dalam Kesusastraan Indonesia (s,1972);
Poligami (kc, 1972); Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, Laut
yang Biru … (n,1975); dan Sepi Terasing (n,1977).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
Peribahasa
Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai. (Orang yang baik meskipun ia tidak
kaya, jauh lebih baik daripada orang kaya yang jahat dan jahil)
Nasi habis budi bersua. (Sesudah dalam kesusahan, barulah ingat akan sahabatnya)
Pelajaran 7
Perekonomian
Sumber: Dokumen Penerbit
Ternyata perekonomian dapat menjadikan sebuah bangsa maju atau sebaliknya,
carut marut. Perekonomian acapkali bahkan hampir selalu menjadi tolok ukur berhasil
atau tidaknya sebuah pemerintahan. Jadi, memahami masalah ekonomi sedikit banyak
akan mendorong Anda mengerti akan pemerintahan. Dengan begitu, Anda akan tahu ke
mana arah pembangunan bangsa. Karena itu, gunakan masalah perekonomian sebagai
pembatas dalam berlatih berbahasa dalam pelajaran 7 ini. Ingat, kestabilan ekonomi sangat
menentukan kenyamanan berbangsa dan bernegara!
138 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan saran perbaikan terhadap
penyampaian informasi secara baik.
Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melalui radio atau
televisi
Di samping sering menyimak informasi secara langsung, Anda tentu juga (harus) terbiasa
menyimak informasi melalui media massa cetak, radio, dan atau televisi. Kemasan informasi
tersebut, misalnya berupa berita, laporan-laporan, dan wawancara atau dialog. Sebagaimana
telah kita pelajari pada pelajaran 1, kebiasaan mendengarkan informasi melalui media
elektronik seharusnya juga disertai sikap kritis. Kekritisan akan berguna kalau misalnya
dinyatakan dengan mengajukan saran (perbaikan). Bagaimana menyampaikan saran perbaikan
tentang informasi yang disampaikan melalui radio dan televisi?
Ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan, yaitu
1. mendengarkan dan menyaksikan dengan saksama,
2. mencatat pokok-pokok informasi secara cermat,
3. menyiapkan ringkasan,
4. merumuskan saran perbaikan secara baik dengan tertulis, dan
5. mengirimkan saran perbaikan melalui, antara lain, surat, e-mail, telepon, atau faksimile.
Anda juga harus ingat, apa pun media penyampaiannya, saran hendaknya disampaikan
dengan mengedepankan prinsip:
1. objektif,
2. langsung ke sasaran,
3. menggunakan bahasa yang santun, dan
4. tidak terkesan menggurui.
Cobalah kerjakan uji kompetensi berikut agar Anda memahami materi di atas!
1. Mintalah satu teman Anda untuk membacakan teks berita radio berikut di depan kelas.
Anggaplah ia seorang penyiar! Ingat, sebaiknya Anda tidak mendahului membaca agar
pelatihan ini efektif! Tutup buku Anda sampai pelatihan selesai!
2. Selama teks dibacakan, tulislah pokok-pokok informasi yang Anda tangkap!
3. Susun rumusan untuk memberi saran perbaikan terhadap:
a. isi berita
b. penampilan/sikap pembaca
4. Sampaikan saran perbaikan Anda. Bandingkan dengan saran teman-teman yang lain!
Uji Kompetensi 7.1
Perekonomian 139
5. Susunlah ringkasan isi siaran/rekaman berikut!
”Saudara pendengar.
Inilah Radio Suara Indonesia dengan siaran berita industri dan perdagangan.
Saya, Aryadita.
Pokok berita : Pengusaha industri sepatu mengkhawatirkan makin maraknya serbuan
sepatu impor khususnya yang ilegal ke pasar lokal melesukan produk
dalam negeri. Produk impor itu diperkirakan telah menguasi lebih dari
50 persen pasar di dalam negeri. Apabila hal ini dibiarkan akan
mengancam kelangsungan hidup industri sepatu lokal, dan ini akan
memotivasi para pengusaha untuk beralih menjadi pedagang.
Berita selengkapnya.
Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Apresindo) menyatakan, sepatu impor
ilegal sudah menguasai lebih dari 50 persen pasar lokal.
Diasumsikan pasar sepatu di dalam negeri sebesar 50 persen dari jumlah penduduk atau
sekitar 100 juta. Produksi sepatu di dalam negeri diperkirakan mencapai 40 juta pasang.
Dengan demikian, sisanya sebanyak 50 persen lebih dikuasai sepatu impor, khususnya impor
ilegal.
Bahkan diduga setiap bulan ada sekitar 2.000 – 3.000 peti kemas sepatu impor ilegal
masuk ke pasar Indonesia. Dengan asumsi bea masuk dan pajak yang hilang akibat impor
ilegal sebesar Rp200 juta sampai dengan Rp250 juta per peti kemas. Dengan masuknya 2.000
peti kemas, nilai kerugian negara dapat mencapai Rp500 miliar per bulan.
Importir tidak membayar bea masuk (40%), pajak penjualan barang mewah (35%), PPn
10%, dan pajak penghasilan (PPh) 2,5%. Seharusnya importir membayar Rp315 juta, namun
importir membayar borongan Rp60 juta per peti kemas.
Sepatu impor ilegal banyak masuk melalui pelabuhan di daerah, seperti Surabaya.
Selain membayar pajak secara borongan, cara impor ilegal biasanya dilakukan dengan
memanipulasi nilai barang.
Masuknya sepatu impor ilegal tidak hanya merugikan industri sepatu berskala besar,
melainkan juga industri kecil yang mengandalkan pasar lokal. Padahal, sektor ini menyerap
banyak tenaga kerja.
Jumlah tenaga kerja di sektor sepatu berskala besar mencapai 300.000 orang. Jumlah
itu menurun dibandingkan sebelum krisis sebanyak 800.000 orang, sedangkan jumlah tenaga
kerja di sektor industri kecil dan menengah sulit terdata.
Dengan maraknya sepatu impor ilegal, pengusaha industri sepatu dapat beralih menjadi
pedagang. Demikian pendapat sebagian pengusaha sepatu.
Saudara pendengar,
Itulah tadi berita singkat industri dan perdagangan.
Terima kasih atas perhatian Anda.
Selamat siang.”
140 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Tugas 7.1
1. Bentuk kelas Anda dalam beberapa kelompok (4 – 6 orang per kelompok)!
2. Buatlah rekaman acara televisi atau radio yang berupa laporan!
3. Perdengarkan di depan kelas agar teman-teman Anda dapat mencatat pokok-pokok
informasi dan menyiapkan saran perbaikan terhadap penyampaian informasi tersebut!
Sasaran saran adalah isi, bahasa, dan penampilan (jika rekamannya dari tayangan
televisi).
4. Lakukan secara bergiliran!
5. Mintalah guru Anda menilai dan memilih saran dan penyampaian terbaik!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat berpidato tanpa teks secara baik dengan
memerhatikan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang baik.
Berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang baik
Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang
banyak. Dapat pula diartikan pidato adalah wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan
orang banyak. Pengertian kedua mengacu pada bentuk bahasa tulis/naskah.
Seperti telah Anda pelajari pada semester 1, dalam berpidato seseorang dapat menggunakan
metode:
1. menghafal (berpidato setelah hafal naskah);
2. naskah (membaca teks yang telah disiapkan sebelumnya);
3. ekstemporan (berdasarkan garis besar gagasan yang telah disiapkan); dan
4. impromptu (bersifat spontan, tanpa persiapan).
Pada semester lalu telah dijelaskan pula kapan seseorang diseyogiakan berpidato
menggunakan metode naskah (membaca).
Agar isi pidato mudah dipahami, menarik perhatian pendengar, dan tidak menjenuhkan,
lafal, nada, intonasi, dan sikap berpidato perlu diperhatikan. Apa pengertian lafal, nada,
intonasi, dan sikap itu? Silakan membuka kembali pelajaran 2 semester 1 buku ini!
Kalau dalam pelajaran itu sikap dapat berwujud cara berdiri, cara menatap, dan cara
berpakaian yang santun, hormat, dan wajar, maka dalam berpidato tanpa teks perlu ditambahkan
unsur gestur. Gestur adalah isyarat berupa gerak anggota (terutama tangan) badan untuk
menguatkan kesan dan mempertegas maksud/isi pidato. Sikap yang baik adalah yang wajar,
tidak berlebihan, atau dibuat-buat. Untuk membiasakan sikap yang baik, berlatihlah di depan
cermin!
Perekonomian 141
Berpidato tanpa teks dapat berupa:
1. tanpa teks sama sekali (biasanya bersifat spontanitas/impromptu), dan
2. dengan teks berbentuk pokok-pokok/garis besar isi pidato (metode ekstemporan).
Bagaimana? Beranikah Anda mencobanya? Ikuti uji kompetensi berikut dengan sungguhsungguh.
1. Rencanakan sebuah pidato tanpa teks dengan ketentuan:
a. tema/topik: perekonomian bangsa atau kesejahteraan rakyat,
b. untuk membantu, silakan menyusun garis besar/kerangka pidato,
c. lama waktu pidato lebih kurang lima menit.
2. Sampaikan pidato Anda dengan sungguh-sungguh!
3. Teman-teman Anda akan mengamati, menilai, dan menyiapkan tanggapan!
4. Usahakan Anda dapat memperbaiki penampilan berdasarkan masukan atau penilaian
teman!
5. Format penilaian sebagai berikut.
Aspek yang Dinilai
No. Nama Pembaca Komentar/
Lafal Intonasi Sikap Jumlah Keterangan
Nilai
*Rentang nilai 50 – 80
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menentukan ide pokok paragraf (induksi dan deduksi).
Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok) dari berbagai pola paragraf induksi dan
deduksi dengan membaca intensif
Setiap berhadapan dengan bacaan, kita tidak bisa lepas dari paragraf. Hal itu wajar karena
bacaan, wacana, atau teks dibangun oleh paragraf-paragraf. Pengembangan wacana selalu
dimulai dengan pengembangan paragraf.
Berbicara pengembangan paragraf, tidak bisa terlepas dari membahas pola pengembangan
secara induksi dan deduksi. Pola induksi diawali dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat
perincian (khusus) kemudian dari perincian tersebut ditarik simpulan (umum). Sementara itu,
pada pola deduksi, hal atau keadaan yang bersifat umum dikemukakan terlebih dahulu untuk
Uji Kompetensi 7.2
142 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
dapat ditarik simpulan yang bersifat khusus. Pola induksi sering disebut pola khusus-umum,
sedangkan pola deduksi disebut pola umum-khusus. Masing-masing pola pengembangan itu
(induksi dan deduksi) mencakup beberapa subpola.
Perhatikan bagan-bagan penjelas berikut!
1. Pola pengembangan paragraf secara induksi
a. Generalisasi
Perhatikan contoh di bawah ini.
1) Daun pisang berwarna hijau karena memiliki klorofil. Daun bayam juga hijau karena
memiliki klorofil. Daun pohon mangga juga hijau karena berklorofil. Daun kangkung,
daun jati, daun padi, dan sebagainya juga berwarna hijau karena memiliki klorofil.
Jadi, semua daun yang berklorofil berwarna hijau.
2) Emas merupakan komoditas yang mahal karena persediaannya terbatas, sementara
permintaan sangat tinggi. BBM juga cenderung mahal karena persediaannya
terbatas dan permintaan tinggi. Beras bisa menjadi sangat mahal kalau persediaan
menipis dan permintaan dari konsumen tinggi. Dapat disimpulkan bahwa semua
barang yang persediaannya terbatas tetapi permintaan tinggi, harganya mahal.
Generalisasi adalah proses penalaran menggunakan beberapa pernyataan khusus
dengan ciri-ciri tertentu untuk ditarik simpulan yang bersifat umum. Generalisasi disebut
juga penyamarataan.
khusus
khusus
khusus
khusus
khusus
khusus
khusus
khusus
umum umum
Induksi Deduksi
Pola Pengembangan Paragraf
Induksi (khusus-umum) Deduksi (umum-khusus)
Generalisasi Analogi Sebab-akibat silogisma entimem
Sebab-akibat Akibat-sebab Sebab-akibat 1 akibat 2
Perekonomian 143
b. Analogi
Perhatikan contoh di bawah ini!
1) Dalam hidupnya, sebenarnya manusia bisa meniru pohon pisang. Pohon pisang
adalah pohon yang begitu ditunaskan oleh induknya akan tumbuh sampai besar.
Pohon ini tidak akan mati kalau belum berbuah dengan buahnya yang enak dan
bergizi. Manusia pun dapat meniru falsafah pohon pisang: hidup, tumbuh, berkarya
baru. Setelah itu, tua dan meninggal, kecuali jika sebelum berkarya Tuhan
memanggilnya.
2) Ibu Sinta adalah seorang pengusaha kain batik. Di kotanya, Bandung, ia memproduksi
tiga jenis kain. Jenis pertama terbuat dari bahan baku sutra dan diolah dengan mesin
tenun tradisional. Hasilnya adalah kain berkualitas dan bernilai seni tinggi. Karena itu,
mahal. Jenis kedua terbuat dari kain katun dan dikerjakan dengan mesin. Kain ini
tidak terlalu mahal harganya. Jenis ketiga terbuat dari kain mori dan pengerjaannya
menggunakan mesin modern sebagaimana jenis kedua. Harga kain ini murah. Dari
hasil penghitungan kain jenis pertama ternyata sangat laku. Berdasarkan keadaan
tersebut, Ibu Sinta akan memproduksi kain batik jenis pertama untuk pasaran kotakota
besar lain, seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya.
Analogi adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal (atau lebih) yang memiliki
sifat atau keadaan sama agar dapat ditarik simpulan yang sejalan.
c. Sebab-akibat
1) Sebab-akibat
Perhatikan contoh!
CGI (Consultative Group on Indonesia) adalah kelompok negara-negara yang
berkomitmen memberi bantuan keuangan bagi pembangunan di Indonesia. Dalam
perkembangannya lembaga itu ternyata sering turut campur dalam urusan politik dan
masalah dalam negeri Indonesia. Bahkan, pernyataan-pernyataan dari pimpinannya
sering mendikte Indonesia. Atas pertimbangan demi kedaulatan bangsa, akhirnya
CGI dibubarkan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
2) Akibat-sebab
Atas pertimbangan demi kedaulatan bangsa, CGI (Consultative Group on
Indonesia) dibubarkan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Penyebabnya adalah lembaga itu ternyata sering turut campur dalam urusan politik
dan masalah dalam negeri Indonesia. Bahkan, pernyataan-pernyataan dari
pimpinannya sering mendikte Indonesia. Padahal, pada awalnya lembaga itu
berkomitmen hanya untuk memberi bantuan keuangan bagi pembangunan di
Indonesia.
3) Sebab – akibat 1 – akibat 2 – dst
Tahun 2005 pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM sebesar hampir
seratus persen. Kenaikan itu membawa akibat semua barang industri melambung
tinggi. Daya beli masyarakat pun merosot tajam. Produk-produk industri mengalami
kesulitan dalam pemasaran. Produksi terancam berhenti. Akhirnya perusahaan
banyak yang memutuskan mengambil langkah PHK (pemutusan hubungan kerja)
terhadap sebagian besar karyawan atau buruhnya. Tidak aneh, pengangguran pun
meningkat pesat mencapai 45 juta jiwa.
144 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara generalisasi!
2. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara analogi!
3. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara sebab-akibat!
4. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara akibat-sebab!
5. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara sebab-akibat 1-akibat 2!
Tugas 7.2
1. Carilah sedikitnya empat artikel!
2. Analisislah paragraf-paragrafnya!
3. Tentukan jenis pengembangannya!
4. Tulis ide pokok setiap paragrafnya!
5. Hasilnya presentasikan di depan kelas!
2. Pola pengembangan paragraf secara deduktif
Jika dalam pelajaran terdahulu diutarakan masalah pengembangan paragraf secara
induksi, pada kesempatan ini kita akan mendalami pola pengembangan paragraf secara
deduksi. Pengembangan paragraf secara deduksi meliputi silogisme dan entimem. Apa
pengertian kedua hal tersebut?
Secara singkat silogisme dapat diartikan sebuah cara menarik simpulan (konklusi)
berdasarkan premis yang ada. Premis adalah penyataan yang dianggap atau diasumsikan
benar. Premis umum mencakup lingkup atau kelas yang luas (biasanya didahului kata
semua, setiap, seluruh, atau yang sejenis). Premis khusus mencakup lingkup yang sempit
yang merupakan bagian dari premis umum.
Rumus silogisme
PU : A = B PU = premis umum
PK : C = A PK = premis khusus
K : C = B K = konklusi/simpulan
a. Silogisme
Contoh 1
1) Silogisme positif
PU : Semua pemimpin harus bersikap jujur dan bertanggung jawab.
PK : Suwandi adalah pemimpin.
K : Suwandi harus bersikap jujur dan bertanggung jawab.
Uji Kompetensi 7.3
Perekonomian 145
2) Silogisme negatif
PU : Semua negara maju memiliki pendapatan per kapita tinggi.
PK : Indonesia bukan negara maju.
K : Indonesia tidak memiliki pendapatan per kapita tinggi.
b. Entimem
Entimem adalah silogisme yang diperpendek atau dipersingkat. Caranya adalah
dengan melesapkan unsur PU (premis umum). Rumus entimem adalah
Entimem = K karena PK
Contoh 1
Suwandi harus jujur dan bertanggung jawab karena ia (Suwandi) adalah pemimpin.
Contoh 2
Pak Johan selalu memahami dan menerima dengan pikiran yang positif segala sesuatu
yang terjadi di sekelilingnya sebab ia (Pak Johan) adalah seorang yang berjiwa besar.
1. Susunlah masing-masing lima buah:
a. silogisme positif
b. silogisme negatif
c. entimem positif
d. entimem negatif
2. Carilah bersama teman pernyataan-pernyataan di media massa yang dikembangkan
secara deduksi menggunakan pola silogisme!
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis esai dengan pola pengembangan pembuka,
isi, dan penutup.
Menulis esai dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup
Dalam pelajaran 6 telah disinggung tentang pola pengembangan karangan yang terdiri atas
paragraf: pembuka, isi, dan penutup. Sekarang Anda akan diajak berlatih menulis esai dengan
pola tersebut. Sebelum itu, perhatikan penjelasan singkat tentang esai berikut!
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari
sudut pandang pribadi penulisnya. Sebagaimana artikel, esai biasa dimuat di media massa
cetak. Penulis esai disebut esais.
Uji Kompetensi 7.4
146 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Dari segi isinya, esai terdiri atas esai formal dan informal. Perbandingan keduanya sebagai
berikut.
Aspek-Aspek Esai Formal Esai Nonformal
Maksud Mengajarkan, meyakinkan, Menyajikan impresi/kesan
disertai argumen-argumen. pribadi.
Nada Biasanya serius. Biasanya ringan/santai.
Perkembangan Tegas dan teratur. Bebas dan beraneka ragam,
gagasannya sesuai selera pengarangnya.
Di samping esai, dalam keseharian orang sering menyebut istilah artikel. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai
dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dari pengertian itu terkesan bahwa esai
merupakan bagian dari artikel. Atau mungkin Anda justru menyimpulkan tidak ada perbedaan
esai dan artikel? Baiklah, mari kita sepakati, bahwa artikel itu tidak lain adalah esai dalam
bentuk formal, sedangkan yang informal kita sebut esai!
Adapun format penulisan esai secara sederhana dan umum dapat digambarkan sebagai
berikut.
Pengantar/pendahuluan/pembuka:
latar belakang (dan tujuan) dikemas dalam bentuk yang menarik: pepatah, kutipan, cerita
lucu, syair lagu, dan sebagainya agar pembaca tertarik.
Isi:
uraian permasalahan menurut pandangan pribadi penulisnya (dapat dilengkapi contohcontoh,
data, fakta, perbandingan, disertai kutipan, anekdot, dan sebagainya).
Penutup:
simpulan/saran/penegasan kembali
1. Bacalah dengan saksama penggalan esai (formal) berikut!
2. Analisislah esai tersebut dan temukan paragraf pembuka, isi, dan penutupnya. Tulis ideide
pokok dari setiap bagian itu! Format berikut dapat Anda jadikan ajang menulis hasilnya!
Uji Kompetensi 7.5
Perekonomian 147
Hasil Analisis Esai Berjudul ...
Karangan ...
Aspek Analisis Letak Paragraf Ide Pokok
Paragraf pembuka
Paragraf isi
Paragraf penutup
Simpulan/ringkasan
Angkat Keripik Nanas Jadi Makanan Khas
Oleh Neli Triana
Kios etalase keripik nanas milik Muslimin (50) hampir dua kali terlewati ketika sambil
berkendara roda dua kami bolak-balik mencarinya di Jalan Pekanbaru-Bangkinang,
Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rasa penasaran ingin mencoba makanan khas Kampar
yang tersohor di seluruh Provinsi Riau dan telah merambah negeri tetangga itulah yang
menjadi motivasi kami menyusuri perjalanan sepanjang sekitar 30 kilometer.
Agak kaget ketika yang tampak hanyalah bangunan kecil berukuran lebar tiga meter
dan panjang enam meter yang berfungsi sebagai toko sekaligus dapur pembuatan keripik
nanas. Muslimin yang hanya mengenakan kaus singlet sibuk melayani pembeli maupun
penyetor buah nanas segar. Tampak berkeringat dan sedikit lelah, tetapi bapak lima anak
ini ramah menerima kedatangan tamunya.
Muslimin lalu berkisah tentang perjuangannya dari petani nanas biasa hingga menjadi
pembuat keripik nanas yang kemudian menjadi komoditas andalan Kampar. Laki-laki paruh
baya penduduk asli Kampar ini sejak tahun 1997 terjun sebagai petani nanas. Sebelumnya
dia telah malang melintang di dunia pertanian dan selalu merasa tak mendapatkan hasil
yang memuaskan.
Pada masa-masa ekonomi sulit, tepat setelah masa reformasi, ia terjun ke bidang
pertanian nanas dengan alasan yang sama seperti alasan ratusan petani nanas lain di Desa
Kualu Nanas, Kecamatan Kampar. Nanas telah dikenal di daerah ini sejak berpuluh tahun
silam. Tanaman nanas ditemukan di lahan ratusan hektare yang tersebar mengitari
permukiman.
Dulu, masyarakat membiarkan saja nanas tumbuh subur sebagai tanaman liar. Mereka
memanfaatkannya hanya untuk konsumsi sendiri. Lama kelamaan buah kuning oranye
bermahkota ini pun diminati orang dan mulai terjadi transaksi jual beli yang memicu
tumbuhnya perkebunan nanas.
Celah peningkatan ekonomi itu bak pancingan yang segera disambut. Warga desa
beramai-ramai membuka perkebunan nanas, bahkan perusahaan di bidang agrobisnis pun
mengapling tanah membangun perkebunan, di samping juga menyerap hasil budidaya
warga setempat.
Selain saat musim panen besar pada Juni-Juli dan pada akhir tahun, buah nanas
hampir setiap hari dapat dipetik. Warga setempat cukup memajang buah nanasnya di
pinggir Jalan Pekanbaru-Bangkinang. Pengguna jalan yang tertarik langsung berhenti dan
membeli buah segar tersebut.
148 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Akan tetapi, sejak tahun 1990-an, jumlah nanas di Kualu Nanas selalu berlebih dan
ketika pasar tak lagi dapat menampung, buah-buah yang mengandung banyak air serta
berasa manis asam segar itu terpaksa dibiarkan membusuk. Ini membuat Muslimin dan para
petani lainnya prihatin. Namun, apa daya mereka tak memiliki kemampuan memasarkan
nanas hingga jauh ke luar kota, provinsi, apalagi luar negeri.
“Nanas dari sini susah dibawa dalam perjalanan jarak jauh. Kandungan air dan gula
amat banyak hingga cepat matang dan membusuk saat berada di ruang panas tertutup.
Paling jauh, kami menjual nanas ke Pekanbaru atau daerah perbatasan Sumatra Barat,”
kata Muslimin.
Menyadari susahnya mencari peluang pasar di luar Kampar, Muslimin membentuk
Kelompok Tani Berkat Bersama. Kelompok ini kemudian menjadi satu-satunya kelompok
tani yang mewadahi petani nanas. Itu pun hanya segelintir saja yang tertarik menjadi
anggota.
Kelompok Tani Berkat Bersama pernah membuat terobosan distribusi penjualan
nanas. Termasuk kesempatan kerja sama dengan perusahaan agrobisnis menyalurkan
nanas ke beberapa provinsi lain di Sumatra. Menurut Muslimin, produk nanas Kualu Nanas
memang kurang disukai di luar negeri karena terlalu manis dan berair.
Orang-orang Barat, demikian juga Muslimin, lebih menyukai nanas yang kesat berwarna
kuning muda dan kental rasa asamnya. Karena itu, satu-satunya cara adalah menerobos
pasar dalam negeri yang cocok dengan cita rasa nanas Kualu. Namun, keterbatasan
teknologi pengepakan dan pengangkutan menghambat penyaluran hasil produksi.
Produk alternatif
Keprihatinan ini sudah sering diungkapkan, baik kepada sesama petani maupun
kepada pemerintah. Baru pada tahun 2000, Balai Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP)
Kabupaten Kampar tergerak menjawab kegelisahan petani Kualu Nanas. BPTP Kampar
mendatangi sejumlah petani dan menawarkan pelatihan pembuatan berbagai alternatif
produk berbahan dasar nanas.
Tawaran alternatif itu hanya disambut oleh Kelompok Tani Berkat Bersama. Kelompok
ini pun mengutus tujuh anggotanya, termasuk Muslimin, mengikuti pelatihan pembuatan
keripik nanas selama enam bulan. Setengah tahun masa latihan terlewati mudah karena
nanas sebagai bahan dasar telah tersedia, sedangkan alat pembuatan, bahan-bahan lain,
serta modal lainnya dibantu penuh oleh BPTP.
Peserta pelatihan mulai bertumbangan saat mereka harus berhadapan dengan likaliku
dunia pemasaran. Satu setengah tahun kemudian, dari tujuh peserta hanya tersisa
Muslimin. Mengenalkan makanan yang sama sekali baru merupakan cobaan terberat pada
awal usaha Muslimin.
Sepanjang 2001 sampai menjelang tahun 2003, ia gigih memproduksi keripik nanas
dan memasarkannya. ”BPTP masih mendampingi, tetapi saya sudah harus keluar modal
sendiri serta menerapkan segala strategi, tanpa berhenti belajar tentang hal baru agar
usaha berhasil. Hasil saat itu hanya cukup untuk ongkos hidup,” tutur suami dari Nur Syam ini.
Setiap hari ia mengawali pagi dengan menyiapkan bahan-bahan berupa nanas yang
telah dikupas kemudian mengiris tipis melintang sehingga menghasilkan potongan buah
berbentuk bundar pipih dengan tebal sekitar tiga milimeter. Hasil irisan direndam beberapa
jam dalam air garam dicampur soda kue untuk menghilangkan rasa pengar penyebab gatal.
Irisan nanas lalu digoreng dalam alat khusus berbentuk silinder melintang berukuran
diameter lebih kurang 40 sentimeter sepanjang hampir satu meter.
Perekonomian 149
Dalam alat itu irisan nanas terendam minyak goreng dan akan dipanasi selama tiga
jam nonstop secara tertutup agar dihasilkan keripik berwarna kuning keemasan yang
renyah. Tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan pembuatan secara higienis, keripik
nanas Muslimin cukup percaya diri berkompetisi dengan jenis makanan ringan lain yang
telah menjamur di Riau.
Muslimin ditemani anggota BPTP memberanikan diri menawarkan produk andalannya
di Kota Pekanbaru yang juga pusat segala kegiatan perekonomian skala besar terjadi. Tokotoko
swalayan, tempat-tempat makan terkenal, serta pusat-pusat jajanan di Pekanbaru
dijajal. Laki-laki ini tak kenal lelah dan tahan malu memperkenalkan produknya dari pintu
ke pintu. Ditolak mentah-mentah juga pernah dialaminya.
Selain dijadikan keripik, nanas dapat juga dijadikan sirop sari nanas seperti sari kelapa
dan banyak lagi. Yang dibutuhkan hanya keyakinan, kerja keras, dan semangat pantang
menyerah. Pemerintah daerah setempat pun diharapkan lebih sensitif dalam mendorong
semangat, mendampingi, dan menyuntikkan modal awal untuk pengembangan usaha
mereka.
Kompas, 8 September 2006
Tugas 7.3
Tulislah sebuah esai dengan ketentuan:
1. tema, topik atau judul bebas asal aktual dan faktual
2. panjang karangan 300 – 500 kata
3. mencakup pembuka, isi, dan penutup,
4. berpola deduktif!
Kemampuan Bersastra
Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer.
Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer
1. Puisi kontemporer
Sebenarnya, sengaja atau tidak, kegiatan berpuisi, terutama menulis, telah begitu
akrab pada masyarakat pelajar. Perhatikan, para remaja begitu antusias menulis puisi
ketika sedang memendam rasa (suka) kepada seseorang. Hampir setiap tempat, buku
pelajaran, buku harian, tembok kamar tidur, kamar mandi, dan majalah dinding menjadi bukti
bisu betapa menulis puisi begitu akrab pada remaja (pelajar). Bahkan banyak puisi yang
diterakan, misalnya, di tembok-tembok (grafiti) dan meja-meja di kelas. Sayangnya
150 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
kegiatan berpuisi secara tertulis ini belum begitu diikuti keakraban membacakan puisi.
Membaca puisi sering hanya menjadi ”pengisi acara” dengan peserta atau pelaku yang
”terpaksa” dalam menjalankannya.
Dalam kesempatan ini Anda akan diajak berlatih membacakan puisi-puisi kontemporer
untuk kemudian bersama-sama mengidentifikasi tema dan ciri-ciri yang melekat pada puisi
kontemporer. Apakah puisi kontemporer itu?
Puisi kontemporer adalah puisi yang diciptakan, dimunculkan, dan diterbitkan saat ini
atau masa kini. Puisi kontemporer bukan puisi Melayu lama seperti pantun atau gurindam,
meskipun pantun atau gurindam pada masa kemunculannya juga bersifat kontemporer.
Pendek kata, jika saat ini Anda menulis puisi, maka puisi Anda tergolong kontemporer.
Perhatikan contoh berikut!
Puisi 1
Dendang Musim Jagung
D. Zawawi Imron
Cintaku yang terbit dari kembang-kembang jagung
subur oleh gaplek dan duri kenyataan
menunggu tangan tak kunjung salam.
Sampai sekarang masih kusenang
membelai-belai daunan pinang
dan lalang-lalang yang atap kandang.
Memang tidak percuma
kalau semalam bulan purnama
bayang-bayangku yang tak sempurna
masih mampu melucuti tombakku yang dahaga.
Ubi jalar merambat-rambat
ke seluruh pohon jiwaku
tak kenal kemarau tak kenal penghujan
hingga meskipun miskin
aku tetap merasa kaya
setelah menjilat jejak petani.
(Kumpulan Puisi Nenek Moyangku Airmata, 1985)
Puisi 2
Bahwa Aku
Soni Farid Maulana
”Dirimu Hamlet di dunia yang lecet?’’
demikian kau bilang.
Tidak. Tidak. Dalam kabut waktu yang kelam
aku bukan siapa pun. Bahwa aku masih tidur lelap
di gerbong kereta tahun lalu. Bahwa kau sudah tiba
di tempat yang kau tuju, jarak dan bahasa
memang memisah kita.
Perekonomian 151
Bahwa air mengalir ke hilir,
bahwa hidup terus bergulir, bahwa maut menggilir,
bahwa malam melepas daun gugur,
bahwa angin menghempas daun jendela,
bahwa gagak keparat berkoak-koak di atas kepala,
adalah detik jam berkarat di tubuh yang sekarat,
dan aku bukan yang kau sangka dalam kisah itu
bukan pula tersangka dalam kisah ini.
Aku adalah imbangan gelap bagi dirimu
bagi keraguan cintamu kepadaku.
(Republika, 21 Januari 2007)
Puisi 3
Malam Biru
Amir Ramdhani
Malamku biru senantiasa
jendela hati membentang tawa
sedang imaji mengelana
Tak lupa kupunguti tiap helai harapan
yang jatuh dari pohon waktu
dan menanamkannya kembali
di ubun-ubun malam
Beruntun kuwarnai malam dengan biru
tak perlu hitam atau putih salju
Ada juga yang mengartikan kontemporer sebagai puisi yang absurd, puisi yang tidak
masuk akal, puisi yang ”menyalahi” aturan, maupun puisi yang aneh. Perhatikan contoh di
bawah ini!
Puisi 4
Solitude
Sutardji Calzoum Bachri
yang paling mawar
yang paling duri
yang paling sayap
yang paling bumi
yang paling pisau
yang paling risau
yang paling nancap
yang paling dekap
samping yang paling
Kau!
(Kumpulan Puisi, O, Amuk, Kapak, 1981)
152 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Puisi 5
Sepisaupi
Sutardji Calzoum Bachri
Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisapanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisaupi
Sepikul diri keranjang duri
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi
(Kumpulan Puisi, O, Amuk, Kapak, 1981)
2. Tema dan ciri-ciri puisi kontemporer
Tema disebut juga subject matter, pokok pikiran yang diungkapkan pengarang
sekaligus menjadi jiwa atau dasar sebuah puisi. Tema puisi bersifat khusus (mengacu
kepada penyair), objektif (semua pembaca harus sama tafsirannya), dan lugas (bukan
makna konotasi). Tema-tema puisi mencakup, antara lain:
a. ketuhanan (religius),
b. kemanusiaan,
c. cinta,
d. patriotisme,
e. perjuangan,
f. kegagalan,
g. lingkungan/alam,
h. sosial,
i. demokrasi, dan
j. persahabatan/kesetiakawanan.
Di bawah ini beberapa contoh puisi karya D. Zawawi Imron yang diambil dari kumpulan
puisi Bulan Tertusuk Ilalang. Puisi-puisi tersebut memiliki tema yang sama atau setidaknya
searah. Cermati lewat judulnya yang cenderung mengangkat ”protes sekaligus cita-cita
atau keinginan lewat isi alam.”
Bulan Tertusuk Ilalang
Bulan rebah
angin lelah di atas kandang
Cicit-cicit kelelawar
menghimbau di ubun bukit
di mana kelak kujemput anak cucuku
menuntun sapi berpasang-pasang
Perekonomian 153
Angin termangu di pohon asam
bulan tertusuk ilalang
Tapi malam yang penuh belas kasihan
menerima semesta bayang-bayang
dengan mesra menidurkannya
dalam ranjang-ranjang nyanyian
1978
Cemara-Cemara
Cemara-cemara ini tak ada yang punya
resahnya saja menghembuskan bahana
sedang aku yang lelap di bawah daunnya
masih sempat menghitung ruas-ruas kehidupan
berapa undak dari cincin ke bulan.
Kalau engkau akan kemari, silakan!
Tapi jangan sebagai serdadu atau pejabat
di daerah ini orang-orang tak tahan kejutan
silakan datang, tetapi sebagai murai
yang berkicau membangkitkan bayang-bayang.
Cemara-cemara ini tak ada yang punya
dan sebaiknya memang tak ada yang punya
kecuali milik nurani yang bebas prasangka
desir-desir berangkat dan berputik dalam sepi
menjelaskan asal mula sebuah nama
kiblat senyum mereka.
1979
Sungai Kecil
Sungai kecil! Sungai kecil! Di manakah engkau telah kulihat? Antara Cirebon dan
Purwokerto ataukah hanya dalam mimpi?
Di atasmu batu-batu kecil sekeras rinduku dan tepimu daun-daun bergoyang menaburkan
sesuatu yang kuminta dalam doaku.
Sungai kecil! Sungai kecil! Terangkanlah kepadaku, di manakah negri asalmu? Di
atasmu akan kupasang jembatan bambu agar para petani mudah melintasimu dan akan
kubersihkan lubukmu agar para perampok yang mandi merasakan sejuk airmu.
Sungai kecil! Sungai kecil! Mengalirlah terus ke rongga jantungku dan kalau kau payah,
istirahatlah dalam tidurku! Kau yang jelita kutembangkan buat kasihku.
1980
Puisi berikut bertema kemanusiaan.
Polisi Malam
Amir Ramdhani
Ketika keliling
kami menangkap maling
di antara kegelapan sekeliling.
154 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Para pemuda pemadat, nongkrong
di kota bejat ini. Tadi siang
jalanan dijejal brutal para pelajar
mereka saling menimpuk dengan batu-batu liar
bahkan ada yang menenteng parang
kriminalitas mengangkang.
O, lekaslah kalian tidur
sembari menata moral yang hancur.
(Republika, 26 Desember 2004)
Sebagaimana puisi-puisi zaman atau angkatan sebelumnya, tentu puisi-puisi kontemporer
memiliki ciri-ciri khas. Ciri-ciri khas tersebut dapat ditelusuri atau diidentifikasi melalui
analisis terhadap unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya kemudian dibandingkan dengan
ciri-ciri puisi lain (lama/klasik). Unsur-unsur tersebut meliputi sebagai berikut.
a. pilihan kata/diksinya,
b. persamaan bunyi/rimanya,
c. bentuk fisik atau tata wajahnya,
d. temanya, dan
e. pencitraan/pengimajiannya.
Agar analisis Anda mendalam dan rumusan ciri-ciri yang Anda tetapkan akurat, maka
sebaiknya Anda membaca tidak hanya satu dua puisi melainkan banyak puisi dalam bukubuku
kumpulan puisi. Satu buku kumpulan buku yang cukup menarik adalah Malu Aku Jadi
Orang Indonesia karya Taufik Ismail!
Tugas 7.4
Kerjakan dalam kelompok!
1. Tentukan tema puisi-puisi berikut!
Hutan
K. Manis
Hari ini aku melihat dan berbicara denganmu
Dalam rindangan kehijauan dingin dalam dadamu
Batangmu lurus tegak menyambutku
Senyum anak tanah air
yang punya belantara hadiah percuma
Tuhan Yang Maha Esa
Kau sumber kekayaan
Kau sumber ilham
Kau sumber kekuatan
Hari ini aku masih melihatmu
Esok entah di mana kau
Bersama nyanyian lagu kehijauan
Perekonomian 155
Menghilang dari tanah airku
Hari ini tangan-tangan ganas kian menjelang
Kau ditebang masuk ke kilang
Atau dibakar diganti lalang
Esok anak-anakku berwajah walang
Rimba raya di tanah airnya sudah menghilang
Dan mereka tak kenal lagi
Mana meranti, kamper, dan keruwing
(Dari Antologi Puisi Jalan-Jalan Berjalan-Jalan, 1998: 92)
Perempuan Itu adalah Ibuku
Perempuan yang bernama kesabaran
Apabila malam menutup pintu-pintu rumah
Masih saja ia duduk menjaga
Anak-anak yang sedang gelisah dalam tidurnya
Perempuan itu adalah ibuku
Perempuan yang menangguhkan segalanya
bagi impian-impian yang mendatang. Telah memaafkan
setiap dosa dan kenakalan
anak-anak sepanjang zaman
Perempuan itu adalah ibuku
Bagi siapa Tuhan menerbitkan
matahari juga. Bagi siapa Tuhan memberikan
singgasana-Nya. Dan dengan segala ketulusan
ia membasuh setiap niat busuk anak-anaknya.
(Arifin C. Noer, Tonggak 3 hlm. 32)
Matahari
Matahari terbit,
Matahari tenggelam
Di hatiku, engkau tidak pernah terbit
dan tidak pernah pula tenggelam
Karena engkau adalah cahaya,
adalah tenaga
yang membuat jantungku berdegup
selama hayat masih dikandung badan
Tetapi siapakah engkau?
Yang mengusik di tengah malam
dalam lelap tidurku,
yang membuatku terjaga
dan mataku terbuka
untuk melihat yang tidak tampak
di siang yang benderang;
156 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
yang membuatku terjaga
dan telingaku terbuka
untuk mendengar yang tidak terdengar
di hiruk-pikuk dan hingar-bingar?
Adakah engkau detak kehidupan
yang mendegupkan jantung harapan
di tengah sejarah yang muram:
manusia yang menyimpan senjata genggam
ketika berjabat tangan?
(Bakdi Soemanto, Tonggak 3, hlm.90)
2. Berdasarkan beberapa puisi di atas (Anda dapat membaca puisi-puisi yang lain),
rumuskan ciri-ciri puisi kontemporer!
Isikan hasilnya dalam format seperti berikut!
No. Aspek/Segi Ciri-Ciri Contoh Penggalan
1. Penjudulan
2. Tema/isi
3. Rima
4. Tata wajah
5. Bahasa
3. Presentasikan/diskusikan hasil pengerjaan nomor 1 dan 2 di atas di depan kelas!
1. Saran hendaknya disampaikan dengan mengedepankan prinsip: objektif, langsung
ke sasaran, menggunakan bahasa yang santun, tidak terkesan menggurui.
2. Dalam berpidato seseorang dapat menggunakan metode: menghafal, naskah,
ekstemporan, atau impromptu.
3. Pola pengembangan paragraf secara induksi diawali dengan mengemukakan hal-hal
yang bersifat rincian (khusus) kemudian dari rincian tersebut ditarik simpulan
(umum). Pada pola deduksi, hal atau keadaan yang bersifat umum dikemukakan
terlebih dahulu kemudian ditarik simpulan yang sifatnya khusus.
4. Pola pengembangan paragraf secara induksi meliputi: generalisasi, analogi, dan
sebab akibat (sebab- akibat, akibat-sebab, sebab 1 – akibat1/sebab 2 – akibat 2/
sebab 3 dan seterusnya).
Rangkuman
Perekonomian 157
5. Pola pengembangan paragraf secara deduksi meliputi silogisme dan entimem.
6. Silogisme dapat diartikan sebuah cara menarik simpulan (konklusi) berdasarkan
premis yang ada. Premis adalah penyataan yang dianggap atau diasumsikan benar.
Premis umum mencakup lingkup atau kelas yang luas (biasanya didahului kata
semua, setiap, atau seluruh maupun yang sejenis). Premis khusus mencakup
lingkup yang sempit yang merupakan bagian dari premis umum.
7. Entimem adalah silogisme yang dipersingkat.
Rumus silogisme:
PU : A = B PU = premis umum
PK : C = A PK = premis khusus
K : C = B K = konklusi/simpulan
Rumus entimem:
Entimem : K karena PK
8. Puisi kontemporer adalah puisi yang diciptakan, dimunculkan, dan diterbitkan saat
ini atau masa kini.
Setelah tuntas mempelajari pelajaran 7 ini, jadilah anggota masyarakat yang terampil
mengajukan saran perbaikan secara santun, berpidato tanpa teks, menentukan ide pokok/
simpulan paragraf induktif dan deduktif, menulis esai atau artikel, serta memahami puisi-puisi
kontemporer. Jangan pernah menganggap apa yang Anda pelajari dalam pelajaran ini hanya
sebagai pengetahuan tanpa keinginan menerapkannya dalam hidup bermasyarakat.
Refleksi
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah saran perbaikan berdasarkan penggalan informasi dari radio berikut!
Saudara Pendengar,
Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia berasuransi masih tergolong sangat rendah
jika dibandingkan dengan kondisi di negara lain. Penilaian itu terutama jika dilihat dari
sudut pandang tingkat penetrasi industri untuk pasar nasional nasabah individual. Hanya
sekitar lima juta orang dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia yang saat ini tercatat sebagai
pemegang polis asuransi secara individual. Itu pun ada beberapa orang yang memiliki polis
lebih dari satu.
158 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Banyak faktor penyebab terjadinya kondisi demikian. Tingkat kesejahteraan
masyarakat, diukur dengan pendapatan per kapita yang masih rendah, mungkin bisa
dikatakan penyebab utama. Ditambah lagi kapasitas dunia usaha asuransi yang masih
tergolong rendah sehingga upaya melakukan edukasi kepada publik masih terbatas.
Padahal, edukasi itulah yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, paling tidak
pemahaman masyarakat akan pentingnya berasuransi.
….
2. Tentukan ide-ide pokok penggalan teks berikut!
Di tengah kondisi masyarakat yang tingkat pendapatannya masih rendah, baru
sekitar 1.500 dolar AS, boleh jadi berasuransi belum merupakan sebuah kebutuhan,
apalagi dianggap sebagai gaya hidup (life style). Masih banyak kebutuhan lain yang lebih
mendesak ketimbang menyisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan proteksi diri
dan harta bendanya. Apalagi, kalau mengharapkan masyarakat memandang asuransi
sebagai instrumen investasi, mungkin masih terlalu jauh.
Padahal, dalam sejarah sistem keuangan, kehadiran asuransi jauh lebih dulu
ketimbang instrumen modern lainnya, seperti reksa dana yang sempat melesat dengan
cepat tetapi ambruk karena tidak adanya exit policy yang andal, suatu kebijakan yang juga
perlu dipersiapkan sejak dini sembari membenahi industri asuransi dan meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk berasuransi.
Asuransi kini bukan lagi sebagai alat perlindungan diri atau perlindungan harta benda
semata. Jangan lupa, asuransi telah berkembang sedemikian jauh, menjadi suatu
instrumen investasi yang diharapkan dapat menjamin tersedianya dana untuk kebutuhan
masa depan bagi diri peserta dan keluarganya, manakala seseorang sudah tidak produktif
lagi menghasilkan uang.
Di tengah masyarakat, mungkin tidak jarang kita mendengar ucapan bahwa jangankan
berasuransi, menabung sebagian kecil saja penghasilan untuk kebutuhan mendadak
masih sulit bagi sebagian besar masyarakat. Tidak salah-salah amat persepsi semacam
itu. Inflasi, nilai tukar, kondisi moneter yang liar tidak terkendali, yang merupakan wilayah
tanggung jawab profesional dan moral pemerintah untuk menjaganya, merupakan momok
yang senantiasa menelan nilai aset masyarakat.
Pelaku dan regulator industri perasuransian bertanggung jawab meluruskan persepsi
masyarakat yang keliru. Bukankah justru karena minimnya penghasilan sehingga menuntut
seseorang harus disiplin menabung agar tidak gelagapan jika menghadapi kebutuhan
mendadak, semisal untuk berobat kalau sakit. Menabung secara konvensional itu sendiri
sebenarnya bentuk lain dari ”perlindungan” yang dilakukan secara sadar atau tidak oleh
masyarakat. Berasuransi hanyalah memindahkan pengelolaan risiko kepada pihak lain,
yakni perusahaan.
Perekonomian 159
3. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara generalisasi!
4. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara analogi!
5. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara sebab-akibat!
6. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara akibat-sebab!
7. Susunlah dua paragraf yang dikembangkan dengan penalaran secara sebab-akibat 1-
akibat 2!
8. Gambarkanlah bagan sistematika karya tulis berupa esai!
9. Tulis sebuah esai pendek 400 – 500 kata (tema bebas)!
10. Rumuskan tema puisi di bawah ini. Berilah alasan secukupnya!
Seperti Tangis Daun
Wahyu Priyono
Aku masih melangkah di atas kering tanah
Pada bebatuan yang menyeringai. Dibelenggu akar-akar rapuh
Tentang musim, seperti kendaraan yang melesat
Mengiringi kepergian duka. Di dadaku
Langit membakar kedamaian dengan sinar pongahnya
Dan kokoh pohon di taman jatuh rebah
Menguliti nasib dalam dekapan kemarau. Aku tebang hujan
Dengan awan kesedihan yang berarak. Panas
Musim berlari mengejar bayang semuku
Aku bersembunyi dalam bait-bait merdu
Di balik kering daun jati. Di taman hati
Menangis daun karena kerinduannya pada hujan
Semua terbang dalam dekap ampun-Mu
Tetapi sayapku patah. Dan aku berubah menjadi pohon
Seperti tangis daun. Aku bersimpuh
Pada malam-malam hening taubatku
160 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Peribahasa
Ombak yang kecil jangan diabaikan. (Perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya
perlu diperhatikan juga)
Menepis mata pedang. (Melawan orang yang berkuasa)
Trisnoyuwono
Dilahirkan di Yogyakarta,12 November 1925, meninggal di
Bandung, 29 Oktober 1966. Pendidikan terakhir tamat
SMA(1947). Pernah menjadi anggota Pasukan 40 Tentara
Rakyat Mataram di Yogya (1946), Korps Mahasiswa di
Magelang dan Jombang (1947 – 1948), TNI Divisi Siliwangi
(1950 – 1953). Tahun 1949 dipenjarakan di Ambarawa
selama 10 bulan, tetapi berhasil melarikan diri ketika dirawat
di RSU Semarang. Pernah menjadi redaktur Cinta (1955),
redaktur harian Pikiran Rakyat, dan direktur penerbit
Granesia di Bandung.
Cerpennya ”Tinggul”, mendapatkan hadiah pertama majalah
Kisah tahun 1956; kumpulan cerpennya, Laki-Laki dan Mesiu
(1957), mendapat hadiah sastra nasional BMKN 1957/1958; sedangkan novelnya, Pagar
Kawat Berduri (1961), menggondol hadiah sastra dari Yayasan Yamin tahun 1964 (tahun
1963 novel ini difilmkan Asrul Sani). Karyanya yang lain: Angin Laut (kc,1958), Di Medan
Perang (kc,1962), Bulan Madu (n,1962), Kisah-Kisah Revolusi (1965), Biarkan Cahaya
Matahari Membersihkan Dulu (1966), Surat-Surat Cinta (n,1968), Peristiwa-Peristiwa
Ibu Kota Pendudukan (1970), dan Petualang (n,1981). Di samping pengarang dan
wartawan, ia juga dikenal sebagai penerjun payung.
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
Pelajaran 8
Lingkungan Hidup
Sumber: Dokumen Penerbit
Pemanasan global sebagai akibat dari efek rumah kaca, sangat mengkhawatirkan
kelanjutan kehidupan di bumi ini. Pemanasan global jika tidak dicarikan solusinya lambat
laun akan mengakibatkan bumi ”terbakar” sehingga bumi tidak lagi menjadi tempat yang
nyaman untuk kehidupan.
Menjaga lingkungan hidup agar senantiasa seimbang ekosistemnya merupakan solusi
masalah pemanasan global. Memahami secara memadai seluk beluk lingkungan hidup
akan sangat membantu bagaimana melestarikan lingkungan hidup. Karena itu, gunakan
tema tersebut sebagai bahan pembicaraan dalam belajar berbahasa pada pelajaran 8 ini.
Ingat, bumi yang kita tempati adalah titipan anak cucu!
162 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan saran perbaikan terhadap
penyampaian informasi secara baik.
Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung
Dalam kesempatan ini, Anda akan diajak berlatih kembali bagaimana menyampaikan
saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung oleh seseorang.
Barangkali dalam pelatihan materi pelajaran 6, ada teman Anda yang belum sempat ”menikmati”
asyiknya mengemukakan saran. Inilah saatnya!
Lakukan petunjuk uji kompetensi di bawah ini dengan tertib dan sungguh-sungguh!
1. Mintalah seorang teman Anda membacakan teks ceramah/pidato berikut di depan kelas
secara nyaring dan dengan intonasi yang baik! Jangan lupa memberi pembuka (salam,
sapaan, dan sebagainya) dan penutup seperlunya.
2. Dengarkan baik-baik dan catat pokok-pokok isi ceramah!
3. Berdasarkan pokok-pokok isi ceramah tersebut susunlah saran perbaikan terhadap isi,
bahasa, dan penampilan penceramahnya (pembacanya)!
4. Sampaikan saran perbaikan Anda di depan kelas dan bandingkan dengan saran perbaikan
teman lainnya!
5. Selama pelatihan, tutuplah buku paket Anda!
”Saudara-saudara.
Rasanya terkesan bombastis kalau kita menyebutkan kawasan hutan di lereng
Merapi kini sudah jungkir-balik. Tapi mau bukti? Datang saja ke kawasan hutan lindung
di lereng Merapi di daerah Kabupaten Magelang. Di sana, yang bertumbangan bukan
hanya pohon-pohon di hutan lindung, tetapi juga alam yang semakin teraniaya. Danaudanau
dan lubang berdiameter puluhan meter, maupun lembah-lembah buatan akibat
penggalian pasir yang tak terkendali menjadi pemandangan sehari-hari.
Di hutan lindung RPH Gumuk, hutan sudah jungkir-balik dijadikan hutan produksi
karena diambil pasirnya. Memang dengan memproduksinya, Pemkab Magelang bisa
mendapat retribusi dari galian pasir tak kurang dari Rp7,2 miliar. Ini memang bisa
mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi, hal itu juga harus dibayar mahal dalam
pengertian sebenarnya. Sebab, menurut kajian yang dilansir UGM Yogyakarta, untuk
mengelola kawasan Merapi dibutuhkan dana sedikitnya Rp56 miliar per tahun.
Nah, dari mana pemerintah, terutama pemerintah daerah, harus mencari dana untuk
menambah kekurangan sekitar Rp48,8 miliar per tahun, jika seluruh retribusi galian pasir
digunakan untuk mengelola kawasan Merapi? Itu sama sekali tidak seimbang.
Uji Kompetensi 8.1
Lingkungan Hidup 163
Di masa datang dan harus dimulai dari sekarang, hutan lindung harus benar-benar
dilindungi, bukan malah dieksplorasi tanpa kendali. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat
sekitar hutan di kawasan Merapi. Sebab, kalau tak ada pengendalian dengan baik, daerah
resapan air akan habis dan pada musim hujan sangat potensial menimbulkan bencana
banjir atau tanah longsor. Sebaliknya, pada musim kemarau daerah tersebut akan
kekeringan.
Saudara-saudara.
Kondisi kawasan Merapi kini sangat memprihatinkan. Tidak kurang dari 250 ha areal
hutan terkoyak oleh aktivitas penambangan pasir galian golongan C. Puluhan orang
terenggut nyawanya untuk mendapatkan rezeki dari pasir. Banyak pula masyarakat yang
mengeluh karena pasokan air bersih sekarang jauh berkurang.
Tenaga kerja dan PAD selalu diangkat sebagai alasan utama. Namun hingga kini
belum dapat diselesaikan sehingga kerusakan lingkungan semakin parah. Semua elemen
yang terkait sudah mengingatkan, seperti Bupati, Kadin Kehutanan, dan DPRD, tetapi
mereka tetap saja menggali pasir. Masalah ini perlu dicarikan solusi yang tepat.
Salah satu solusi adalah pengalihan pendapatan para penambang pasir ke sektor
lain, misalnya peningkatan pertanian, industri rumah tangga, perbengkelan, perkebunan,
dan sebagainya. Alih profesi ini dilakukan secara intensif dan ekstensif. Kerja sama
dengan perusahaan industri yang sudah mapan adalah jalan terbaik.
Saudara-saudara.
Sekian uraian singkat saya tentang lingkungan hidup. Mudah-mudahan dapat
menggugah hati untuk berbuat sesuatu yang positif bagi lingkungan sekitar kita.”
(Diolah dari berbagai sumber)
Tugas 8.1
1. Bentuk kelas Anda dalam beberapa kelompok (dengan anggota 4 – 6 orang)!
2. Siapkan materi ceramah atau pidato tentang lingkungan!
3. Pilih salah satu anggota untuk menyampaikannya di depan kelas!
4. Kelompok lain menyiapkan saran perbaikan dan menyampaikannya setelah ceramah
dari kelompok bersangkutan selesai!
164 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mempresentasikan proposal dengan baik.
Mempresentasikan program kegiatan atau proposal
Telah kita bahas pada pelajaran 8 buku ini bahwa dalam banyak hal, sebuah proposal harus
dipresentasikan. Pada saat presentasi itulah seorang pembuat proposal berkesempatan
meyakinkan seseorang atau lembaga/badan agar mengabulkan proposal bersangkutan. Oleh
karena itu, kemampuan mempresentasikan proposal dengan baik sangat diperlukan.
Dalam pelajaran yang sama juga telah disampaikan bahwa banyak hal yang harus
diperhatikan oleh seorang penyaji (presentator), antara lain
1. menggunakan bahasa ragam resmi
2. santun dan bijaksana
3. jujur
4. berpenampilan meyakinkan (baik dari cara berpakaian maupun bersikap)
5. mengemukakan alasan-alasan dan keterangan logis
6. tidak menganggap pendengar bodoh
7. jika perlu menggunakan alat bantu media tayang.
Agar semakin terampil, marilah berlatih lagi!
1. Jadikan kelas Anda menjadi beberapa kelompok (anggota per kelompok 4 – 6 orang)!
2. Susunlah sebuah proposal kegiatan lengkap dengan surat permohonannya!
3. Presentasikan proposal kelompok Anda di hadapan teman-teman!
4. Kelompok lain mencatat kekurangan-kekurangan dan menyampaikan tanggapan berupa
masukan.
5. Perbaiki proposal Anda berdasarkan masukan dari teman tersebut!
Berdasarkan proposal yang disusun dan presentasinya, pilihlah proposal dan penyaji terbaik!
Uji Kompetensi 8.2
Lingkungan Hidup 165
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca dengan kecepatan 300 – 350 KPM dengan
pemahaman isi minimal 75%.
Menentukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300 – 350 kata per menit
Dalam kesempatan ini Anda akan kembali diajak untuk meningkatkan keterampilan
membaca cepat dengan mencoba menghitung kecepatan efektif membaca (KEM) Anda. Ikuti
dan laksanakan uji kompetensi di bawah ini dengan sungguh-sungguh sehingga manfaatnya
benar-benar dapat Anda rasakan.
1. Lakukan pelatihan membaca cepat untuk teks berikut!
2. Tahap-tahap pelaksanaannya sama dengan yang Anda kerjakan dalam pelatihan membaca
cepat pelajaran 8 buku ini.
3. Jika Anda telah meningkatkan frekuensi membaca Anda sehari-hari, pasti akan ada
peningkatan KEM Anda. Jika KEM Anda tetap atau justru menurun, silakan mawas diri!
Wallacea, Surga bagi Burung yang Misterius
Rachma Tri Widuri
Kawasan Wallacea yang meliputi Kepulauan Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara
mungkin termasuk kawasan yang kurang dikenal secara ornitologis. Daerah seluas sekitar
350.000 kilometer persegi itu sendiri menjadi jelajahan utama naturalis asal Inggris, Alfred
Russel Wallace, yang mendeskripsikan batas-batas zoogeografis di kawasan unik itu. Tak
dinyana, di wilayah yang tergolong miskin burung itu, Wallace, yang namanya diabadikan
untuk nama kawasan itu, menemukan beberapa spesies burung.
Perlu diketahui, dalam khazanah burung, kawasan Wallacea tercatat sebagai rumah
dari sedikitnya 697 jenis burung penetap dan migran. Dari jumlah itu, 249 jenis di antaranya
merupakan burung endemik. Soal paras, sebagian besar adalah burung-burung cantik
yang dijuluki burung-burung surgawi (birds of paradise).
Adapun burung yang ditemukan oleh Wallace di kawasan ini, antara lain, gosong
maluku (Eulipa wallacei), mandar gendang (Habroptila wallacii), walik wallacea (Ptilinopus
wallacii), bidadari halmahera (Semioptera wallacei), dan burung kacamata (Zosterops
wallacei). Nama taksonomi burung-burung itu memakai nama wallacei atau wallacii di
belakang nama marganya karena ditemukan oleh Wallace.
Burung temuan Wallace yang unik antara lain gosong maluku. Burung ini berukuran
sebesar ayam kampung, berwarna cokelat, dan tersebar di seluruh pulau-pulau besar di
Maluku.
Jika sudah cocok dengan tempat untuk bertelur pilihannya itu, burung gosong akan
terus memakai tempat itu sampai beberapa generasi. Karena itulah, manusia sudah
Uji Kompetensi 8.3
166 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
sangat hafal dan sering mencuri telur burung gosong. Salah satu tempat favorit untuk telur
gosong maluku adalah Pantai Galela di Halmahera Utara.
Burung lain temuan Wallace yang luar biasa cantiknya adalah bidadari halmahera
atau Wallace’s standardwings. Bidadari yang satu ini tidak seperti bidadari dari kahyangan
yang tinggi semampai dan bertutur kata manis. Bidadari halmahera hanya berukuran
25 – 30 sentimeter, tetapi ia juga mahir menari!
Burung cantik lain temuan Wallace adalah mandar gendang. Sama seperti bidadari,
burung ini juga endemik Halmahera. Dinamai ”gendang” karena suaranya yang
menggelegar seperti gendang. Burung ini juga punya nama alternatif dalam bahasa
Inggris yang sangat tepat, yaitu invisible rail, karena meskipun sudah berkali-kali dicari,
burung ini tidak ditemukan lagi oleh pengamat burung atau ilmuwan selama bertahuntahun.
Dalam salah satu tulisan yang diberi judul On The Zoological Geography of The Malay
Archipelago, Wallace menceritakan keheranannya mendapati kenyataan bahwa gajah,
harimau, dan badak hidup hanya di sebelah barat Nusantara. Sebaliknya, kuskus dan
kasuari hanya ditemukan di daerah timur. Apalagi burung cenderawasih yang hanya
ditemukan di Papua.
Keheranannya makin menjadi melihat di Sulawesi ada binatang-binatang ajaib,
seperti anoa, babirusa, dan dihe yang tidak dia jumpai di Kalimantan. Padahal, Sulawesi
dan Kalimantan hanya terpisah oleh Selat Makassar.
Kejadian dan keheranan paling dramatis dialaminya saat menuju Pasifik Selatan. Di
sana Wallace menemukan sejumlah spesies burung (jalak bali) yang hanya berkembang
biak di Pulau Dewata itu. Padahal, di Pulau Lombok yang hanya disekat sepotong selat
kurang dari 32 kilometer dari Bali, spesies tersebut tidak ditemukan.
....
Kompas, 7 Agustus 2006
Jawablah dengan tidak membuka teks dalam waktu maksimal 15 menit!
1. Meliputi daerah mana saja kawasan Wallacea itu?
2. Siapakah orang Inggris yang telah menjelajahi kawasan Wallacea?
3. Mengapa burung-burung di kawasan Wallacea disebut birds of paradise?
4. Sebutkan tiga jenis burung yang ada di kawasan Wallacea!
5. Apa nama burung yang besarnya seukuran ayam?
6. Apa nama burung yang menurut penemunya secantik bidadari yang ada di kawasan
Wallacea?
7. Mengapa burung mandar gendang dinamai dalam bahasa Inggris invisible rail?
8. Di mana terdapat binatang-binatang ajaib, seperti anoa, babirusa, dan dihe yang tidak
dijumpai di Kalimantan?
Lingkungan Hidup 167
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis karangan dengan pola deduktif dan induktif.
Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan
induktif
Materi pelajaran 6 aspek menulis telah memberi cukup bekal bagi Anda untuk menulis
karangan sederhana dengan pola deduktif dan bahkan induktif. Kalau pada pelajaran tersebut
Anda lebih mendalami pola pengembangan deduktif, maka dalam kesempatan ini pola
induktiflah yang akan lebih diutamakan.
Sedikit mengingatkan, pengembangan karangan secara induktif adalah pengembangan
yang didahului dengan mengemukakan hal-hal khusus bersifat penjelasan atau rincian
dilanjutkan perumusan simpulan yang bersifat umum.
Perhatikan kerangka paragraf berikut!
Gagasan utama:
Bantuan sifatnya sementara dan harus berhenti pada saatnya
Gagasan pendukung: (dua bentuk/versi)
�� Ketika krisis ekonomi menghantam Asia Tenggara, termasuk Indonesia, IMF
mendominasi penentuan kebijakan ekonomi Indonesia. (Dominasi IMF dalam penentuan
kebijakan ekonomi Indonesia)
�� Terasa menyinggung perasaan bangsa ini ketika melihat foto pimpinan IMF yang berlipat
tangan menyaksikan Presiden Indonesia yang membungkuk menandatangani LOI.
(ketersinggungan Indonesia atas sikap pimpinan IMF ketika penandatanganan LOI)
�� Ternyata resep IMF malah membuat Indonesia makin terpuruk. (Keterpurukan
Indonesia akibat resep IMF)
Cermati pula bentuk paragraf lengkap berikut dari pengembangan kerangka di atas!
Ketika krisis ekonomi menghantam Asia Tenggara sekitar 1996 dan imbasnya terasa
dalam perekonomian Indonesia pada tahun 1997, opini-opini ekonomi CGI, khususnya IMF
terasa sangat dominan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi Indonesia. Puncaknya
ketika Indonesia menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan IMF. Foto pimpinan IMF,
Michael Camdesus, yang berlipat tangan menyaksikan Presiden Indonesia yang membungkuk
menandatangani LOI, terasa menyinggung perasaan sebagian bangsa ini. Apalagi ketika
ternyata resep IMF (International Monetary Fund) yang tertuang dalam LOI, malah membuat
Indonesia makin terpuruk. Jadi, bagaimanapun bantuan tetap bantuan yang tidak bisa
diharapkan secara terus menerus dan suatu saat harus diputus.
168 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Tugas 8.2
Susunlah sebuah karangan singkat dengan ketentuan:
1. tema/topiknya bebas (pilih yang aktual)
2. dikembangkan dengan pola induktif
3. panjang karangan 300 – 500 kata
4. disusun dalam 6 – 8 paragraf (terdiri atas paragraf pembuka, isi, dan penutup)
5. terlebih dahulu susunlah kerangka karangannya!
Kemampuan Bersastra
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks
drama.
Menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks drama
Sebuah drama, sebagaimana karya sastra lainnya, diciptakan dengan maksud
menyampaikan sesuatu kepada penikmat sastra atau masyarakat. Sesuatu itu di samping
menghibur, pastilah memiliki manfaat. Sesuatu itulah isi drama. Inti dari isi sebuah drama
sebenarnya adalah pesan/amanat yang hendak disampaikan. Jika Anda telah menangkap
pesan-pesan sebuah drama, maka Anda sebenarnya telah memahami isinya.
Secara lebih detail, isi drama mencakupi unsur-unsur intrinsiknya. Seperti telah dibahas
sebelumnya, unsur intrinsik meliputi
1. tema
2. latar/setting
3. penokohan (tokoh dan watak)
4. alur/plot
5. pesan/amanat
6. sudut pandang/point of view
7. konflik/pertikaian
8. ending/pengakhiran
Lingkungan Hidup 169
Tugas 8.3
1. Tutup buku Anda. Mintalah beberapa teman Anda untuk membacakan teks drama
(saduran) berikut!
2. Dengarkan baik-baik dan analisislah pembacaan drama yang Anda dengar itu untuk
merumuskan isi drama tersebut dengan format sebagai berikut!
No. Isi/Unsur Intrinsik Kutipan/Keterangan Pendukung
3. Setelah itu, presentasikan hasilnya!
4. Uji kompetensi ini dapat Anda laksanakan secara berkelompok!
Tanda Bahaya
Oleh Bakdi Soemanto
Para Pelaku:
Yanti
Asdiarti
Kusni
Surti
Setting:
Ketika sandiwara ini dimulai, di panggung tampak sebuah pelukisan suatu kelas. Ada
tiga atau empat meja dan kursi, sebuah meja untuk guru, dan sebuah papan tulis. Letak
masing-masing perlengkapan panggung itu ditata rapi sehingga seperti benar-benar
kelas. Tampak Yanti seorang pelajar tengah duduk di salah satu meja itu. Ia menekuni
sebuah buku pelajaran. Asdianti, sahabatnya masuk. Waktu itu sudah hampir jam satu.
Sekolah sudah selesai. Bahwa Yanti belum pulang, itulah yang menyebabkan Asdiarti
terkejut.
Asdiarti : ”Kau masih ada di sini Yanti, belum pulang?”
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca)
Asdiarti : (Mendekati) ”Ada sesuatu?”
Yanti : (Menggeleng)
Asdiarti : ”Aku tidak mengerti sebenarnya persoalanmu, Yanti. Lebih baik kau
menyatakan lekuk-liku persoalanmu. Sehingga kalau aku tahu persis
persoalannya mungkin aku bisa menolongmu.”
Yanti : ”Aku mengerti, aku memang harus mengatakannya. Tetapi dari mana dan
bagaimana aku harus mulai?”
Asdiarti : ”Kenapa?”
Yanti : ”Sangat ruwet.”
170 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Asdiarti : ”Kau dipaksa kawin oleh orang tuamu?”
Yanti : ”Antara lain itu, dan banyak lagi.”
Asdiarti : ”Apa?”
Yanti : ”Ah, sudahlah. Sebaiknya kau tak usah memaksaku mengatakannya. Sulit.
Terlalu sulit!”
Asdiarti : ”Yah, aku tahu, kau tidak kerasan di rumah.”
Yanti : (Memandang)
Asdiarti : ”Itu persoalan yang banyak kita rasakan bersama.”
Yanti : ”Kau juga mengalami masalah seperti itu?”
Asdiarti : ”Memang. Cuma persoalanku tidak seberat persoalanmu. Aku selalu
menghibur diri dengan cara pergi dengan teman-teman pria kalau hari
Minggu ke Kaliurang atau ke mana saja.”
Yanti : ”Dulu aku mencoba demikian, tapi kalau aku pergi, sesudah sampai di
rumah, aku mengalami peristiwa yang sama. Bahkan merasa lebih berat
maka saya menghentikan cara-cara pelarian seperti itu.”
Asdiarti : ”Tapi kita harus menghibur diri Yanti.”
Yanti : ”Lebih dari itu, aku ingin menyelesaikan persoalan. Cara seperti itu tidak
menyelesaikan persoalan itu bahkan menyiksa. Makin menyiksa.”
Asdiarti : ”Lalu, mesti gimana?”
Yanti : ”Aku tak mengerti.”
Asdiarti : ”Tidak mengerti.”
Yanti : ”Itulah yang menyedihkan. Kita mengalami sesuatu, tetapi kita tak mengerti
bagaimana memahami pengalaman itu sendiri.”
Asdiarti : (Tersenyum)
Yanti : ”Kau tersenyum? Mengejekku?”
Asdiarti : ”Kau tidak tahu Yanti, bahwa aku sebenarnya gelisah bukan? Aku juga
gelisah, nah …”
Yanti : ”Benar. Kupikir kita ini mau apa? Setelah selesai sekolah, lalu kita melanjutkan
sekolah lagi. Barangkali hanya satu dua tahun. Paling banter tiga tahun,
sudah itu kita dipinang orang. Kita jadi ibu … Apa artinya pelajaran yang kita
terima semua ini sekarang?”
Astarti : ”Nah ..” (Tersenyum).
Yanti : ”Kita mempersiapkan diri untuk menjadi sesuatu yang tidak ada artinya.”
Asdiarti : ”Maksudmu?”
Yanti : ”Menjadi istri. Menjadi ibu. Apa artinya? Apa pula hubungannya dengan
sekolah yang kita tempuh selama ini?”
Asdiarti : ”Maka kita gelisah, karena sebenarnya kita tidak pernah mengerti nasib kita
yang akan datang.”
Yanti : ”Dan persoalan yang kita hadapi itu, tidak bisa dipecahkan dengan ilmu
pengetahuan yang kita terima di sekolah sekarang ini.”
Asdiarti : ”Kau mau?” (Mengeluarkan sebatang rokok)
Yanti : ”Apa ini?”
Asdiarti : ”Bawalah kalau kau mau. Kau akan mendapat ketenangan.”
Yanti : (Menerima lalu diletakkan di atas meja)
Asdiarti : ”Ambillah. Simpanlah di tasmu jangan sampai kelihatan guru kita.”
Yanti : (Memandang penuh ketidakmengertian)
Lingkungan Hidup 171
Asdiarti : ”Kalau kau tak mau, biarlah kusimpan sendiri ini cukup mahal .. (Mengambil
rokok itu lalu menyimpannya sendiri kembali) Kau bisa datang ke rumahku
kalau mau, nanti Antok, Yusman, Joko pada datang menjemput aku pergi
ke …”
Yanti : (Berdiri) ”Pergi ke mana?”
Asdiarti : ”Pergi ke suatu tempat. Pokoknya … sip deh.”
Yanti : ”Aku mendengar dari Ketiek kesenanganmu pergi ke tempat-tempat itu. Itu
…”
Asdiarti : ”Berdosa?”
Yanti : ”Bukan.”
Asdiarti : ”Maksiat?”
Yanti : ”Bukan.”
Asdiarti : ”Itulah dunia masa kini.”
Yanti : ”Barangkali benar.”
Asdiarti : ”Nah, akhirnya kau menerima juga.”
Yanti : ”Tapi mengapa harus begitu? Itu berbahaya bagi kesehatan. Kita masih
sangat muda, Asdi. Bayangkan kalau masa remaja kita, kita habiskan
dengan cara-cara itu, hari tua kita dapat apa? Lagi pula, tujuanmu mencari
kebebasan tetapi menempuh jalan itu, apakah sebenarnya kau tidak
membuat dirimu diperbudak kembali oleh kebiasaanmu itu?”
Asdiarti : ”Aku tidak mengerti omonganmu, Yanti, kalau kau tidak mau tak usah
bertele-tele menasihatiku.”
Yanti : (Diam)
Asdiarti : ”Baiklah kau pulang tidak? Itu Kusni, Surti menunggu di luar kalau kau tidak
pulang, aku pulang duluan … dan kalau kau mau, kutunggu kau nanti sore
di rumahku.”
Yanti : (Tidak menjawab cuma memandang)
Asdiarti : (Mengemasi tasnya, siap mau pergi)
Yanti : ”Kenapa kau takut ketahuan guru kita?”
Asdiarti : ”Karena mereka nanti akan marah. Merampas dan menyetrap.”
Yanti : ”Kau tahu penyebabnya?”
Asdiarti : ”Nggak. Mereka orang tua yang kolot. Seperti orang tua kita saja.”
Yanti : ”Itu berbahaya. Obat bius dilarang diedarkan secara bebas.”
Asdiarti : ”Tapi mereka toh tak sanggup menyelesaikan kegelisahanku. Sedikitsedikit
bilang dosa, maksiat, porno, huh!”
(Kusni dan Surti masuk)
Kusni : ”Astaga, ngapain, nih kalian di sini? Kutunggu di luar sampai lama banget.”
Asdiarti : ”Mau nolong Yanti. Akibatnya malah dapat kuliah.”
Sarto : ”Pantesan. Habis cita-cita Yanti mau jadi dosen.”
Yanti : ”Aku memperingatkan Asdiarti. Bahaya main-main rokok begituan …”
Surti : ”Sudahlah. Yanti, mari kita pulang saja. Ini sudah jam (Menengok arloji
tangannya) … setengah dua. Sebentar lagi kelas ini dipakai anak-anak
sore.”
Yanti : ”Pulanglah dulu kalau kalian mau pulang. Aku butuh belajar … “
Surti : ”Aaaah, kau nunggu Pak Lucas?”
(Surti, Asdiarti, Kusni tertawa bersama)
Yanti : ”Pergi!”
Kusni : ”Yanti, aku mencintaimu. Boleh?”
172 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Yanti : (Mengangguk)
Kusni : ”Kenapa kita harus bertengkar. Kita sahabat bukan?”
Yanti : (Merebahkan kepala di meja)
Kusni : ”Sebenarnya kau tak usah melanjutkan hubungan dengan Pak Lucas. Apa
sih untungnya. Paling hanya memperoleh nasihat saja. Nasihat tidak akan
menyelesaikan persoalanmu. Keuntungannya hanya mual-mual, …”
Yanti : ”Barangkali benar.Tapi aku membutuhkan nasihat-nasihat itu. Aku
memerlukan guru yang tidak cuma pandai mengajar, tetapi juga
memerhatikan diriku. Aku membutuhkan bimbingan.”
Kusni : ”Tetapi sebagai akibatnya, istrinya menjadi cemburu kepadamu. Bukankah
itu merusak rumah tangganya?”
Yanti : ”Aku tahu itulah yang kusedihkan. Tapi aku memang membutuhkan dia ….”
Kusni : ”Memang aku sebenarnya juga.”
Yanti : ”Dulu kuharapkan Bu Sri mau mengerti persoalanku. Tapi ia malah marah
melulu.”
Asdiarti : ”Nah, sekolah ini memang konyol …”
Yanti : ”Sekolah ini tidak salah. Kita yang salah. Kita terlalu menuntut banyak …”
Kusni : ”Kita memang membutuhkan sesuatu di sekolah kalau sesuatu yang kita
butuhkan tidak kita temukan di rumah.”
Asdiarti : ”Sesuatu itu apa?”
Kusni : ”Aku tak mengerti.”
Asdiarti : ”Barangkali … (Tersenyum) semacam kehangatan.”
Yanti : ”Ya. Tepat!”
Kusni : ”Sukar sekali.”
Yanti : ”Sedih bukan?”
Asdiarti : ”Ya, kehangatan … bukan mimpi-mimpi, bukan pelarian.” (Mengambil rokok
lalu membuang)
Kusni : ”Agar kita kerasan di sekolah. Tapi apa itu mungkin…?”
Yanti : ”Sedih sekali.”
Asdiarti : (Berjalan mau mengambil rokok yang dibuang)
Yanti : ”Biar guru kita mengerti, inilah dunia kita sebenarnya.”
Asdiarti : ”Tapi aku akan dimarahi lagi.”
Yanti : ”Akulah yang akan bilang, bahwa aku yang membawa rokok itu.”
Asdiarti : ”Yanti!”
Yanti : ”Aku mau tahu, setelah marah-marah guru-guru kita lalu berbuat apa
kepada kita.”
Kusni : ”Aku akan ikut dimarahi,Yanti. Ayo ambil Asdi!”
Yanti : ”Jangan!”
Sarto : ”Kau jangan aneh-aneh Yanti. Kalau kita dikeluarkan bagaimana … ?”
Yanti : ”Percayalah guru-guru kita perlu mengerti apa yang kita pikirkan, kita
butuhkan setiap hari … agar mereka tidak sekadar menempa kita dengan
rumus-rumus yang harus dihafal melulu …”
(Yanti pergi, yang lain menatap terus mengikuti perginya. Tinggal Asdi. Lalu Asdiarti
mengambil rokok itu mengikuti mereka. Sebelum off stage, Asdiarti membalik lagi
melemparkan rokok itu ke kelas lagi dan lari sambil berteriak)
Asdiarti : ”Yanti, Yanti tunggu …”
Dari Majalah Semangat, dengan sedikit perubahan
Lingkungan Hidup 173
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan perbedaan karakteristik karya sastra
setiap angkatan.
Menemukan perbedaan karakteristik karya sastra setiap angkatan
Berdasarkan perkembangannya, karya sastra dibedakan atas periode-periode tertentu.
Pembagian perkembangan sastra Indonesia atas periode-periode (periodisasi) didasarkan
pada perbedaan ciri-ciri sastra antara masa satu dengan masa lainnya.
Ada beberapa versi atau pendapat atas periodisasi kesastraan Indonesia itu dari beberapa
tokoh sastra Indonesia, antara lain J.S. Badudu, H.B. Yassin, Nugroho Susanto, dan Ayip
Rosidi. Gabungan antara pendapat-pendapat tersebut terangkum dalam periodisasi yang relatif
lengkap sebagai berikut.
Periodisasi Kesastraan Indonesia
A. Kesastraan Lama
1. Masa/Zaman Purba (… – 1400)
2. Masa/Zaman Hindu (1400 – 1600)
3. Masa/Zaman Islam (1600 – 1820)
B. Kesastraan Peralihan/Zaman Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1820 – 1845)
C. Kesastraan Baru
1. Angkatan Balai Pustaka (BP) atau Angkatan ’20 (1918 – 1930)
2. Angkatan Pra-Pujangga Baru (1930 – 1933)
3. Angkatan Pujangga Baru (PB) atau Angkatan ’30 (1933 – 1942)
4. Angkatan/Masa Jepang (1942 – 1945)
5. Angkatan ’45 (1945 – 1950)
6. Angkatan ’50 (1950 – 1966)
7. Angkatan ’66 (1966 – 1970)
8. Angkatan ’70 atau Angkatan ’80 (1970-an– 1980-an)
9. Angkatan 2000 (1990-an – … )
174 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Masing-masing periode perkembangan kesastraan memiliki ciri-ciri sendiri-sendiri. Berikut
gambaran ciri-ciri dan beberapa sastrawan serta karya-karyanya dalam masing-masing periode.
Angkatan Ciri-Ciri Sastrawan Karyanya
Balai Pustaka (BP)/’20
- Masih menggunakan bahasa Melayu.
- Unsur takhayul masih kuat.
- Masih mementingkan bentuk daripada isi:
menyukai pantun dan syair.
- Kebanyakan bertema adat-istiadat dan
kawin paksa.
- Sangat dipengaruhi tradisi dan sastra
daerah.
- Kebanyakan beraliran romantisme.
- Dibandingkan kesastraan sebelumnya
hanya berubah sedikit sekali.
- Telah menggunakan bahasa Indonesia.
- Unsur takhayul mulai berkurang.
- Bentuk dan isi dianggap sama-sama
penting; lebih menyukai bentuk soneta.
- Temanya telah meluas: tentang kehidupan
masyarakat.
- Mulai dipengaruhi budaya Barat (Eropa).
- Beraliran idealisme.
- Dibandingkan sastra sebelumnya , proses
perkembangannya bersifat meramu
bentuk-bentuk lama menjadi baru.
Merari Siregar
Marah Rusli
Abdul Muis
Nur Sutan
Iskandar
Sutan Takdir
Alisyahbana (STA)
- Azab dan Sengsara
(novel, 1920)
- Cerita Si Jamin dan Si
Johan (saduran dari
cerita Uit het Volk
karya Justus van
Maurik, 1918)
- Sitti Nurbaya (1922)
- Gadis yang Malang
(terjemahan novel
Charles Dickens,
1922)
- Salah Asuhan (novel,
1922)
- Don Kisot (terjemahan
karya Cervantes,
1923
- dan lain-lain.
- Apa Dayaku Karena
Aku Perempuan (novel,
1922)
- Cinta yang Membawa
Maut (dengan Abd.
Ager, novel, 1926)
- Salah Pilih (novel,
1928)
- dan lain-lain.
- Tak Putus Dirundung
Malang (roman, 1929)
- Dian yang Tak Kunjung
Padam (roman,
1932)
- Tebaran Mega (kumpulan
sajak/puisi,
1935)
- Layar Terkembang
(roman, 1937)
- dan lain-lain.
Pujangga Baru (PB)/’30
Lingkungan Hidup 175
Balai Pustaka (BP)/’20
- Mencerminkan kekaguman terhadap
Jepang.
- Keragu-raguan terhadap Jepang.
- Timbul rasa benci terhadap Jepang.
- Sikap tawakal terhadap Tuhan atas
kekejaman Jepang.
- Sikap orang berkepala dua seperti bunglon
demi kepentingan sendiri.
- Tumbuhnya rasa kebangsaan yang kuat.
- Bersifat simbolik.
Amir Hamzah
Sanusi Pane
Armijn Pane
Usmar Ismail
Nursyamsu
Maria Amin
Idrus
- Nyanyi Sunyi (kumpulan
sajak, 1937)
- Setanggi Timur (Kumpulan
terjemahan
sajak-sajak Jepang,
India, Persia, 1939)
- Bhagawad Gita (percakapan
tentang hidup
antara Wisnu dan
Arjuna, 1933)
- dan lain-lain.
- Pancaran Cinta (kumpulan
Prosa, 1926)
- Puspa Mega (kumpulan
sajak, 1927)
- Airlangga (drama,
1928)
- Eenzame Garoedavlucht
(drama bahasa
Belanda, 1929)
- Madah Kelana (kumpulan
sajak, 1931)
- Kertajaya (drama,
1932)
- Sandyakalaning
Majapahit (drama,
1931)
- Jiwa Berjiwa (kumpulan
sajak, 1939)
- Belenggu (novel)
- Kisah Antara Manusia
(kc)
- Jinak-Jinak Merpati
(kumpulan drama)
- Kita Berjuang (sajak)
- Saqudara (sajak)
- Diserang Rasa (sajak)
- Tidak Kau Ingat (sajak)
- Membayar Utang
(sajak)
- Tinggi Hati (sajak)
- Jeritan Malam (sajak)
- Lagu Perpisahan
(sajak)
- Kapal Udara (sajak)
- Aku Menyingkir (sajak)
- Dengar Keluhan Pohon
Mangga (artikel)
- Tuan Turutlah Merasakan
(artikel)
- Kota-Harmoni
(cerpen)
- Sanyo (cerpen)
- Heiho (cerpen) Angkatan/Zaman Jepang
176 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
- Menggunakan bahasa Indonesia.
- Gaya-gaya klise mulai ditinggalkan.
- Isi lebih penting daripada bentuk;
bahasanya bebas, prosa berkurang puisi
berkembang.
- Kebanyakan bertema perjuangan
melawan penjajah.
- Sinisme dan sarkasme terhadap
kepincangan dalam masyarakat mulai
menonjol.
- Dipengaruhi sastrawan/pujangga dunia,
ingin melahirkan kebudayaan yang
bersifat universal internasional.
- Beraliran realisme.
- Dibandingkan dengan sastra-sastra
sebelumnya, angkatan ’45 bersifat
membentuk sesuatu yang baru di atas
“reruntuhan” yang lama.
Rosihan Anwar
Amal Hamzah
Chairil Anwar
Chairil Anwar
Idrus
Usmar Ismail
- Seruan Lepas (sajak)
- Untuk Saudara
(sajak)
- Kisah di Waktu Pagi
(sajak)
- Radio Masyarakat
(cerpen)
- Pahit (sajak)
- Kesombongan (sajak)
- Melaut Benciku (sajak)
- Bingkai Retak (cerpen)
- Seniman Pengkhianat
(drama)
- Tuan Amin (drama)
- Tak Sepadan (sajak)
- Kesabaran (sajak)
- Hampa (sajak)
- Doa (sajak)
- Diponegoro (sajak)
- Kepada Pemintaminta
(sajak)
- Aku (sajak)
- Kerikil Tajam dan
yang Terempas dan
yang Putus (kumpulan
sajak)
- Tiga Menguak Takdir
(kumpulan sajak,
bersama penyair lain)
- Deru Campur Debu
(kumpulan sajak)
- Dari Ave Maria ke
Jalan Lain ke Roma
(kumpulan cerpen)
- Keluarga Surono
(drama)
- Dokter Bisma (drama)
- Kejahatan Membalas
Dendam (drama)
- Aki (novel)
- Perempuan dan Kebangsaan
(novel)
- Perkenalan (kumpulan
cerpen terjemahan)
- Mutiara dan Nusa
Laut (drama)
- Mekar Melati (drama)
- Puntung Berasap
(kumpulan puisi)
- Sedih dan Gembira
(kumpulan drama)
Angkatan ’45
Lingkungan Hidup 177
- Terikat oleh kesatuan tempat dan waktu.
- Tumbuh dari pengaruh kesastraan sendiri.
- Memberi nilai baru terhadap arti daerah.
- Sumber ilham dan tempat berpijak secara
budaya.
- Menggunakan bahasa Indonesia.
- Isi dianggap lebih penting daripada bentuk,
bahasanya bebas.
- Kebanyakan bertema perlawanan
terhadap tirani dan kekejaman.
- Dipengaruhi pujangga dunia, tetapi tetap
berusaha mempertahankan jati diri bangsa.
- Beraliran idealisme.
- Menciptakan karya dengan sungguhsungguh
dan sejujur-jujurnya.
Rosihan Anwar
Asrul Sani
W.S. Rendra
Toto Sudarto Bachtiar
N.H. Dini
Subagyo
Sastrowardoyo
Nugroho Notosusanto
A.A. Navis
Ajip Rosidi
- India dari Dekat
(kisah perjalanan)
- Dapat Panggilan Nabi
Ibrahim (kisah perjalanan)
- Raja Kecil, Bajak Laut
di Selat Malaka (novel)
- Tiga Menguak Takdir
(kumpulan sajak,
bersama penyair lain)
- Dari Suatu Masa, dari
Suatu Tempat (kumpulan
cerpen)
- Mantera (kumpulan
sajak)
- Rumah Perawan (novel)
- Villa des Roses (novel
terjemahan)
- Orang-orang di Tikungan
Jalan (drama,
1954)
- Ia Masih Kecil (cerpen,
1956)
- Balada Orang-orang
Tercinta (ks, 1956)
- Suara (ks, 1956)
- Etsa (ks, 1958)
- Pelacur (drama terjemahan
karya Satre,
1954)
- Dua Dunia (kc, 1956)
- Kejantanan di Sumbing
(cerpen, 1955)
- Hujan Kepagian (kc,
1958)
- Tiga Kota (kc, 1959)
- Robohnya Surau
Kami (kc, 1955)
- Sebuah Rumah Buat
Hari Tua (kc)
- Tahun-tahun Kematian
(kc)
- Pesta (ks)
- Ketemu di Jalan (ks)
Angkatan ’50 Angkatan ’66
178 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
- Memiliki ciri estetika tersendiri (lain dari
yang lain).
- Semakin ekspresif.
W.S. Rendra
A.A. Navis
Budi Darma
N.H. Dini
Sapardi Joko Damono
Iwan Simatupang
W.S. Rendra
Sutardji Calzoum
Bachri
- 4 Kumpulan Sajak
(ks, 1961)
- Ia Sudah Bertualang
(kc)
- Bianglala (kc)
- Hujan Panas (kc)
- Kemarau (novel)
- Olenka (novel)
- Orang-orang Blommington
(kc)
- Rafilus (00vel)
- Ny. Talis (novel)
- Di Pondok Salju (cerpen)
- Dua Dunia (kc)
- Hati yang Damai (novel)
- Pada Sebuah Kapal
(novel)
- La Barka (novel)
- Namaku Hiroko (terjemahan
novel La
Peste (Albert Camus))
- Balada Matinya Seorang
Pemberontak
(balada)
- Sihir Hujan (ks)
- Perahu Kertas (ks)
- Dukamu Abadi (ks)
- Mata Pisau (ks)
- Koong (novel, 1975)
- Kering (novel, 1972)
- Tegak Lurus dengan
Langit (kc, 1982)
- Blues untuk Bonnie
(ks, 1971)
- Sajak-sajak Sepatu
Tua (ks, 1972)
- Potret Pembangunan
dalam Puisi (ks,
1980)
- Panembahan Reso
(drama, 1988)
- Disebabkan oleh
Angin (ks, 199)
- O (ks, 1973)
- Amuk (ks, 1977)
- O Amuk (ks, 1979)
- O Amuk Kapak (ks,
1981)
Angkatan ’70/’80
Lingkungan Hidup 179
- Ditandai oleh lahirnya wawasan estetis
baru pada tahun 90-an (misalnya: tidak
lagi mengembalikan realitas fiktif ke realitas
dongeng; tidak memisahkan antara
wacana prosa dan wacana puisi; adanya
teknik-teknik dalam pengembangan
sastra khususnya novel/prosa).
Danarto
Putu Wijaya
Afrizal Malna
Seno Gumira
Ayu Utami
Dorothea Rosa
Herliany
- Godlob (kc)
- Adam Ma’rifat (kc)
- Berhala (kc)
- Setangkai Melati di
Sayap Jibril (kc)
- Obrok Owok-Owok,
Ebrek Ewek-Ewek
(drama, 1976)
- Asmaraloka (novel,
1999)
- Telegram (novel,
1972)
- Bila Malam Bertambah
Malam (novel, 1971)
- Stasiun (novel, 1977)
- Lautan Bernyanyi
(drama, 1967)
- Dag Dig Dug (drama,
1976)
- Gerr (drama, 1986)
- Dar Der Dor (drama,
1996)
- Dadaku adalah Perisaiku
(ks, 1974)
- Zat (ks, 1996)
- Yang Berdiam dalam
Mikrofon (1990)
- Arsitektur Hujan (1995)
- Kalung dari Teman
(1999)
- Penembak Misterius
(c, 1993)
- Saksi Mata (kc, 1994)
- Dilarang Menyanyi di
Kamar Mandi (kc,
1995)
- Negeri Kabut (kc,
1996)
- Iblis Tidak Pernah
Mati (kc, 1999)
- Wisanggeni Sang
Buronan (kc, 2000)
- Saman (novel, 1998)
- Matahari yang Mengalir
(1990)
- Kepompong Sunyi
(ks, 1993)
- Nyanyian Rebana (ks,
1993)
- Nikah Ilalang (ks, 1995)
- Mimpi Gugur Daun
Zaitun (ks, 1999)
- Blencong (kc, 1995)
- Perempuan yang
Menunggu (kc, 2000) Angkatan 2000
180 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Setiap periode atau angkatan sastra memiliki atau melahirkan karya-karya penting yang
biasanya menjadi bahan perbincangan, perdebatan, atau sasaran kekaguman, dan sebagainya.
Angkatan ’20 misalnya melahirkan Azab dan Sengsara yang dianggap sebagai tonggak novel
modern. Angkatan ’30 lahir Belenggu yang menghebohkan karena dianggap terlalu berani
membuka sesuatu yang sebelumnya sangat tabu, dan sebagainya. Angkatan ’80 heboh karena
muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang dianggap sangat aneh karena ”menentang
arus” dengan ciri ”tidak taat” kepada makna kata pada umumnya.
1. Bentuklah kelas Anda menjadi beberapa kelompok (sebanyak jumlah angkatan sastra
Indonesia sebagaimana dibahas di atas)! Namailah kelompok Anda dengan nama angkatan
sastra yang ada!
2. Cari dan analisislah karya-karya yang termasuk dalam angkatan kelompok Anda! Agar tidak
terlalu berat, silakan mulai dari puisi/sajak atau cerpen.
3. Sasaran analisis adalah tema, isi/makna/maksud karya, gaya bahasa, dan bentuk sastra.
4. Buatlah semacam makalah sederhana untuk melaporkan hasil analisis kelompok Anda
(lihat format makalah sederhana pada pembelajaran sebelumnya!)
5. Sempatkan untuk mendiskusikan makalah Anda di depan kelas secara bergantian!
6. Setelah didiskusikan, perbaiki makalah Anda dan jadikan satu. Sumbangkan ke perpustakaan
sekolah!
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai
untuk mengomentari karya sastra.
Menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai untuk mengomentari karya sastra
Anda tentu telah sering mendengar kata kritik, mengritik, atau dikritik. Mengritik dalam
pengertian sehari-hari adalah mengecam, mencela, dan sejenisnya. Dalam pembelajaran ini
yang dimaksud kritik adalah kecaman atau tanggapan yang disertai pertimbangan baik dan
buruk terhadap suatu hasil karya dalam hal ini karya sastra. Kritik demikian biasa disebut kritik
sastra.
Agar dapat menyusun kritik dengan baik, seseorang harus memahami dan mendalami
sastra dan teori sastra. Kedua hal tersebut dapat diraih dengan rajin membaca.
Sementara itu, esai (essay) adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah
secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi pengarangnya. Silakan buka kembali pelajaran
7 buku ini.
Uji Kompetensi 8.4
Lingkungan Hidup 181
Apa yang membedakan kritik dan esai dari karya-karya lain? Tentunya masing-masing
memiliki ciri-ciri tersendiri. Kritik dan esai memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Kritik
a. bersifat menanggapi/mengomentari karya orang lain
b. menunjukkan kelebihan dan kekurangan
c. memberi saran perbaikan
d. bertujuan menjembatani pemahaman pembaca/apresiator/apresian dengan karya sastra
bersangkutan
2. Esai
a. membahas suatu masalah secara sepintas sesuai pandangan atau pribadi pengarangnya
b. pengembangan gagasan secara bebas variatif sesuai keinginan pengarangnya
c. disajikan secara ringan dan santai
d. bertujuan membahas suatu masalah secara ringan tanpa harus sampai pada penyelesaian
secara tuntas
Contoh esai sastra
Pentingnya Sastra bagi Generasi Muda
Oleh Edy Firmansyah
Sejatinya sastra merupakan unsur yang amat penting yang mampu memberikan
wajah manusiawi, unsur-unsur keindahan, keselarasan, keseimbangan, perspektif,
harmoni, irama, proporsi, dan sublimasi dalam setiap gerak kehidupan manusia dalam
menciptakan kebudayaan. Apabila hal tersebut tercabut dari akar kehidupan manusia,
menusia tidak lebih dari sekadar hewan berakal. Untuk itulah sastra harus ada dan selalu
harus diberadakan.
Sayangnya, untuk kita, bangsa Indonesia, sastra dan kesenian nyatanya kian
terpinggirkan dari kehidupan berbangsa. Padahal, kita adalah bangsa yang berbudaya.
Dalam dunia pendidikan sastra dianggap hafalan belaka. Siswa mengenal novel-novel
sastra seperti Sengsara Membawa Nikmat, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan sebagainya
hanya karena mereka ”terpaksa” atau mungkin ”dipaksa” menghafal beberapa sinopsis
dari beberapa karya yang benar-benar singkat yang ada dalam buku pelajaran, yang
mereka khawatirkan muncul ketika ujian.
Akibatnya bagi siswa, sastra hanyalah aktivitas menghafal, mencatat, ujian, dan
selesai. Metodenya hampir sama dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi. Sehingga,
minat terhadap dunia sastra benar-benar tidak terlintas di benak kebanyakan generasi kita.
Fenomena semacam itu semakin parah melanda generasi muda di daerah-daerah,
terutama daerah pedalaman. Walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri, itu juga melanda
generasi muda di perkotaan.
Beberapa waktu lalu penulis sempat berbincang-bincang dengan seorang guru
bahasa Indonesia sebuah sekolah favorit di Pamekasan, Madura, di sebuah warung kopi
sebelah rumah. Iseng-iseng, penulis bertanya tentang perkembangan sastra siswasiswinya.
Dan jawabannya sungguh mengejutkan, ”Yah, menurut saya, yang terpenting
bagi mereka adalah mampu menjawab soal-soal UAN yang berkenaan dengan sastra.
Sebab, malu rasanya jika nilai bahasa Indonesia jeblok.” Sangat ironis jawaban seperti
itu.
182 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Selang beberapa waktu kemudian, setelah pembicaraan saya dengan guru bahasa
Indonesia itu, terjadi peristiwa yang mengejutkan di Pamekasan. Ada tawuran antarpelajar
atau tepatnya tawuran antarkelas yang dilakukan oleh beberapa siswa dari sekolah
terfavorit di Pamekasan. Namun, entah karena apa, peristiwa ini tidak diekspos oleh media
massa, koran lokal sekalipun. Padahal, dalam tawuran itu dua orang siswa harus dirawat
intensif di RSUD Pamekasan.
Tentu saja, terjadinya tawuran tersebut, kesalahan tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya
kepada siswa. Sekolah pun mestinya memiliki tanggung jawab penuh untuk merefleksi diri
mengapa tawuran antarpelajar sering terjadi akhir-akhir ini. Sebab, ada kemungkinan
kesalahan dalam mendidik dan memberikan metode pendidikan. Dan salah satunya jelas
karena kurangnya pengayaan terhadap sastra.
Sastra adalah vitamin batin, kerja otak kanan yang membuat halus sikap hidup insani
yang jika benar-benar dimatangkan, akan mampu menumbuhkan sikap yang lebih santun
dan beradab.
Tentu akan lain ceritanya jika sekolah lebih mengembangkan sastra kepada siswasiswinya.
Ambil contoh kecil, misalnya pengembangan berpuisi. Selain keseimbangan
olahjiwa, kepekaan terhadap lingkungan yang memiliki unsur-unsur keindahan, siswa
akan semakin mengerti tentang hakikat dan nilai-nilai kemanusiaan. Jiwa kemanusiaan
semakin tebal, maka jiwa-jiwa kekerasan yang ada dalam diri manusia akan tenggelam
dengan sendirinya. Sebab, jarang sekali puisi dan kekerasan tampil dalam tubuh kalimat
yang sama.
Terkait dengan itu, beberapa hasil penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa
ternyata berpuisi––sebagai salah satu bagian dari sastra––selain mampu memanajemen
stress, yang notabene pemicu dari lahirnya tindak kekerasan, juga memberikan efek
relaksasi serta mencegah penyakit jantung dan gangguan pernapasan (Hendrawan
Nadesul, Kompas, 23/07/04).
Maka, tidak bisa lagi kita mengelak dengan mengatakan bahwa sastra hanyalah
permainan kata-kata. Kata-kata yang dibolak-balik, diakrobatkan, diliuk-liukan di udara
imajinasi agar terkesan wah, indah, dan bersahaja bagi siapa saja yang membacanya.
Sebab, ternyata dari hasil penelitian di atas, sastra mampu menduduki posisi sebagai
terapi alternatif terhadap beberapa penyakit.
Sehingga, menjadi wajar bahwa penulis di sini sangat menekankan untuk sekolahsekolah
terus-menerus memberikan waktu yang lebih banyak pada siswanya untuk
melatih imajinasi melalui karya-karya sastra baik itu puisi, cerpen, teater, maupun drama.
Sebab, selain untuk memupuk minat terhadap sastra dan mengembangkan imajinasinya
sebagai penunjang pengetahuan yang lainnya, diharapkan juga nantinya mampu
melahirkan para budayawan dan sastrawan terkenal sebagai pengganti ”pendekar” sastra
pilih tanding yang tidak produktif lagi karena usia dan satu per satu telah meninggalkan
kita. Sebut saja Hamid Jabbar, Mochtar Lubis, dan Pramudya Ananta Toer.
Caranya adalah sekolah harus membuka lowongan pekerjaan untuk senimanseniman
profesional yang cenderung urakan di mata masyarakat untuk menjadi guru
bahasa dan sastra Indonesia sebagai pengganti dari guru bahasa Indonesia lulusan
universitas yang selalu terikat dengan kurikulum sehingga kebanyakan dari mereka tidak
mampu mengembangkan minat sastra pada siswa-siswinya. Bisa juga dengan memberikan
waktu khusus untuk para seniman, sastrawan muda berbakat untuk memberikan pelajaran
sastra.
Nah, kalau tidak segera digagas mulai sekarang, kapan lagi kita akan mampu
melestarikan kesastraan kita yang besar dan unik itu, serta siapa yang akan menggantikan
generasi tua?
Edy Firmansyah www.cybersastra.net, 21 September 2004
(dengan pengubahan seperlunya)
Lingkungan Hidup 183
Contoh kritik sastra
Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia
Ateng Hidayat Mahasiswa Sastra UPI Bandung
Diterbitkannya kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa
(1997) menandai kebangkitan kembali fiksi Islam Indonesia, setelah beberapa dekade
terakhir meredup. Sejarah mencatat fiksi Islam Indonesia telah berkembang sejak abad
ke-18, antara lain, dengan munculnya Tajussalatin karya Hamzah Fansuri dan
Bustanussalatin karya Nuruddin ar-Raniri.
Sejak tahun 1997 karya fiksi Islam kembali membumi. Sederetan penulis dan
karyanya berhasil mendulang prestasi besar. Di antara penulis tersebut adalah Fahri
Asiza, Gola Gong, Jazimah al Muhyi, dan Asma Nadia. Salah satu karya Asma Nadia,
penulis fiksi Islam yang pernah meraih penghargaan Adikarya IKAPI 2001, adalah cerpen
Cerita Tiga Hari, yang termuat dalam antologi cerpen Meminang Bidadari (FBA Press,
Maret 2005).
Banyak pesan moral dan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini.
Termasuk dalam Cerita Tiga Hari yang mengisahkan kebahagiaan satu keluarga. Cerita
yang dikisahkan hanya tiga hari. Hari pertama, menceritakan saat suami berangkat kerja.
Kepergiannya diiringi tatap istri dan kedua anaknya penuh bahagia. Hari kedua,
menceritakan saat suami pulang kerja sampai makan malam. Hal ketiga, menceritakan
saat suami bekerja.
Ia digoda seorang wanita cantik yang menumpang di kendaraannya. Adapun pesan
moral yang terdapat dalam cerpen ini adalah peran cinta dan rumah tangga penuh kasih,
yang dapat menyingkirkan besarnya godaan terhadap para suami di luar rumah, saat
mereka bekerja. Terlepas dari misi agung yang diemban pengarang, apabila kita membaca
dengan memposisikan diri sebagai pembaca perempuan (reading as a women),
sebagaimana yang dinyatakan Jonathan Culler, yaitu adanya kesadaran bahwa ada
perbedaan jenis kelamin yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan, budaya, termasuk
sastra, kita akan menemukan adanya gender inekualities atau ketidakadilan gender dalam
cerpen ini.
Djajanegara mengemukakan, ketidakadilan gender tersebut di antaranya dapat
dilihat dari peran dan karakter tokoh. Cerita Tiga Hari mungkin merupakan potret realitas
perempuan Indonesia, yang masih tertindas oleh dominasi laki-laki dengan ideologi
patriarkinya. Dalam cerpen tersebut masih terdapat pembagian peran, antara peran
domestik/tradisional yang dilakukan oleh perempuan dengan peran publik yang dilakukan
oleh laki-laki.
Istri dan dua anaknya mengantar sampai ke pintu. Wajah-wajah cerah itu yang setiap
hari melepasnya pergi.... Istrinya menyuguhkan segelas teh manis hangat. Itulah petikan
yang menunjukkan adanya peran domestik tokoh istri. Ia beraktivitas hanya dalam
lingkungan rumah tangga, menangani masalah dapur, merawat dan membesarkan anak,
dan mengurus rumah. Berbeda dengan tokoh suami, ia beraktivitas di wilayah publik,
bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Perhatikan kutipan berikut.
Udara Jakarta yang panas, seharian bekerja mengitari ibu kota berhadapan dengan
rupa-rupa manusia. Kehadiran tokoh istri tidak lebih hanya menjadi pelayan dan pelengkap
kehidupan tokoh suami. Pembedaan peran domestik dan peran tradisional tersebut jelas
merugikan kaum perempuan, karena hal tersebut sama sekali tidak ada hubungannya
dengan seks atau jenis kelamin. Bukan merupakan kodrat seorang perempuan untuk
184 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
mengurusi hal-hal domestik, laki-laki pun bisa melakukannya. Perbedaan peran tersebut
hanya merupakan masalah gender, yang dikonstruksi secara sosial dan kultural oleh
masyarakat yang didominasi ideologi patriarki, demikian kata Mansour Fakih.
Selain peran domestik tersebut, perempuan dalam cerpen ini hanya dijadikan
sebagai objek dalam percintaan. Lelaki yang dipanggil sayang itu tersenyum. Mengecup
kening, dan dua pipi istrinya .... Lalu sun sayang di kening, dan pelukan istri yang
menyambutnya. Kutipan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran tokoh istri hanya menjadi
pemuas kebutuhan laki-laki, baik secara biologis maupun psikologis.
Selain dalam peran tokoh, bias gender dalam cerpen ini dapat dikaji dalam penokohan.
Sambutan hangat yang anehnya justru selalu mengalirkan hawa dingin di penat tubuhnya....
Jakarta panas, tapi pikiran tentang istri dan kedua anaknya yang menanti penuh cinta,
menyejukkan perasaan. Kutipan tersebut menunjukkan adanya pencitraan tokoh
perempuan dengan stereotipe lembut, sopan, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan
taat pada suami.
Tokoh perempuan juga dicitrakan sebagai makhluk yang lemah, perasa, dan patut
untuk dikasihi. Citra tersebut melekat pada tokoh perempuan cantik yang menumpang
mobil tokoh suami: Wajahnya yang basah dengan air mata, suara isak tertahan di balik
sapu tangan yang menutupi sebagian rupanya. Betul-betul pemandangan yang
mengibakan.
Selain lemah dan patut dikasihani, ia pun dicitrakan dengan karakter jalang, penggoda,
dan amoral. Terlihat jelas ketika ia merayu tokoh suami: Tunggu dulu. Kenapa buru-buru.
Mas gak suka dengan saya? Adanya bias gender dalam penokohan dapat dilihat dengan
terang. Karakter tokoh perempuan sangat berbeda dengan karakter tokoh laki-laki. Tokoh
suami dicitrakan sebagai sosok yang jujur, soleh, bermoral tinggi, dan menjunjung tinggi
nilai-nilai religius: Perasaannya sendiri tidak enak berduaan di pinggir jalan yang sepi
dengan wanita berpakaian minim ini.
Terdapatnya bias gender dalam cerpen ini menimbulkan pertanyaan besar di benak
pembaca. Kenapa hal tersebut terjadi? Bukankah Nadia seorang perempuan? Yang
seharusnya menjunjung nilai-nilai feminisme yang memperjuangkan kesetaraan
perempuan dan laki-laki. Seperti yang dilakukan oleh para penulis perempuan lainnya,
seperti Fatima Mernissi, Nawalel Saadawi, Wardah Hafidz, dan Lies Marcoes Natsir.
Ataukah karena pengaruh ideologi Islam yang ia anut? Benarkah Islam menolak
equal right’s movement? Adalah Mahmud Abu Syukkah, seorang penulis Kuwait yang
mencoba menjelaskan hal ini. Menurutnya, dalam Islam semua manusia kedudukannya
sama di sisi Tuhan, baik ia seorang laki-laki maupun perempuan. Manusia yang paling baik
adalah yang paling besar ketaatannya kepada-Nya. Bahkan, kalau kita memutar jarum
sejarah sampai kehidupan abad ke-7, justru emansipasi perempuan dalam Islam sudah
terjadi pada masa itu. Ideologi Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad telah mampu
membebaskan kaum perempuan dari penindasan kultur Arab yang mendewakan laki-laki.
Menurut saya, paling tidak ada dua hal yang menyebabkan terjadinya gender bias
dalam cerpen Cerita Tiga Hari itu. Pertama, karena Nadia terlalu terpaku pada pesan moral
dan nilai-nilai religius yang akan disampaikan, sehingga karyanya terkesan kaku. Hal
senada diungkapkan Rahmadianti (Majalah Annida). Menurutnya, karya fiksi Islam yang
sekarang sedang membumi terlalu mengedepankan misi dakwah, sehingga aspek
estetikanya kurang tergarap dengan maksimal. Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap
sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis, yang dijadikan sebagai landasan
moral dan etis dalam menulis sebuah karya. Dalam Alquran ada ayat yang menyebutkan
bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan. Dalam Hadis ada yang menyatakan
bahwa istri yang baik adalah yang taat kepada Tuhan dan taat kepada suami.
Lingkungan Hidup 185
Kalau kita tidak memahami konteks sosial politik ketika kedua sumber hukum tersebut
diturunkan, maka kita tidak akan mampu menemukan interpretasi yang tepat terhadap ayat
dan hadis tersebut. Ketika penafsiran kurang tepat, maka dalam realisasinya pun akan
terjadi penyimpangan.
Akhirnya, terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam cerpen Cerita
Tiga Hari, sebuah karya fiksi Islam tidak cukup hanya memuat pesan moral yang baik dan
nilai-nilai religius yang agung saja. Karena, ternyata kehadirannya kian mengukuhkan
bangunan ideologi patriarki yang selama ini menindas kaum perempuan.
Republika, 11 Februari 2007
Bagaimana menulis kritik dan esai? Tentang menulis esai sudah dibahas dan Anda sudah
mencobanya bukan? Lihat kembali tugas pelajaran 7.
Sementara itu, antara menulis kritik dan menulis esai sebenarnya tidak ada perbedaan
yang berarti. Dalam mengkritik, usahakan memberi pendapat secara objektif dan seimbang
(proporsional) dengan dasar-dasar yang logis dan berdasarkan teori sastra yang benar.
Adapun yang menjadi sasarannya adalah unsur-unsur pembentuk karya sastra yang
dikritik, baik unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik, terutama yang dalam karya tersebut
dipandang menonjol. Format sederhananya sebagai berikut.
Pendahuluan
Misalnya berisi latar belakang, tujuan/maksud, dan identitas
karya yang dikritik.
Isi
Misalnya berisi sinopsis, uraian kelebihan dan kekurangan
unsur-unsur intrinsik/ekstrinsik karya yang dikritik.
Penutup
Berisi, misalnya, simpulan dan saran perbaikan.
Kunci dari keberhasilan menulis, termasuk menulis kritik dan esai adalah terus menerus
mencoba dan berlatih. Marilah mulai berlatih!
186 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
1. Tulislah sebuah kritik sederhana terhadap cerpen dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Kritiklah unsur-unsur: (relevansi) tema, gaya bahasa, penokohan, alur, latar/setting,
sudut pandang, dan konflik. Semua dilihat dari kewajarannya!
b. Presentasikan hasilnya!
c. Mintalah kepada guru Anda untuk mengomentari secara lengkap beberapa kritik yang
telah Anda buat!
d. Berdasarkan komentar tersebut adakan perbaikan!
e. Hasilnya satukan dalam kumpulan kritik. Sumbangkan ke perpustakaan!
2. Tulislah sebuah esai dengan ketentuan:
a. tema (pilih salah satu, atau yang lain tentang bersastra)
1) membaca puisi mempertajam rasa kemanusiaan
2) membaca cerpen meningkatkan jiwa toleran
3) bermain dengan memperteguh persaudaraan
b. panjang karangan lebih kurang 500 kata dalam enam sampai sepuluh paragraf
c. hasilnya disatukan untuk disumbangkan ke perpustakaan setelah diadakan penilaian/
pembahasan bersama guru Anda.
Uji Kompetensi 8.5
1. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang penyaji (presentator) proposal, antara
lain, menggunakan bahasa ragam resmi, santun dan bijaksana, jujur, berpenampilan
meyakinkan (baik dari cara berpakaian maupun bersikap), mengemukakan alasanalasan
dan keterangan logis, tidak menganggap pendengar bodoh, jika perlu
menggunakan alat bantu media tayang.
2. Pengembangan karangan secara induktif adalah pengembangan yang didahului
dengan mengemukakan hal-hal khusus bersifat penjelasan atau rincian dilanjutkan
perumusan simpulan yang bersifat umum. Kebalikan dari pengembangan secara
induktif adalah deduktif.
3. Unsur-unsur intrinsik drama, antara lain, tema, latar/setting, penokohan (tokoh dan
watak), alur/plot, pesan/amanat, sudut pandang/point of view, konflik/pertikaian,
ending/pengakhiran.
4. Secara garis besar, periodisasi kesastraan Indonesia terbagi menjadi: kesastraan
lama, kesastraan peralihan/zaman Abdullah Bin Abdul Kadir Munsyi (1820 – 1845),
dan kesastraan baru.
Rangkuman
Lingkungan Hidup 187
E v a l u a s i
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Susunlah sebuah paragraf yang bersifat saran atas penggalan informasi berikut!
Peradilan Tipikor,
Putusan MK, Suara MA
Pekan lalu Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Djoko Sarwoko mengatakan bahwa di
Indonesia tak perlu dibentuk peradilan tindak pidana korupsi (tipikor). Untuk menangani kasuskasus
korupsi, cukup berdayakan hakim-hakim di peradilan umum dengan pembekalan khusus.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa peradilan tipikor sebagaimana
diatur dalam Pasal 53 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk
dengan landasan hukum yang salah. Karena itu, peradilan tipikor dinyatakan inkonstitusional.
Tapi MK memberi waktu tiga tahun kepada DPR untuk memberi landasan hukum baru agar
peradilan tipikor menjadi konstitusional.
Sebenarnya MA dan MK sama sekali tidak menyatakan peradilan tipikor inkonstitusional.
Djoko Sarwoko hanya mengatakan peradilan tipikor ”tidak perlu”, sedangkan putusan MK
menyatakan bahwa pembentukan peradilan tipikor sekarang dibuat berdasarkan landasan
hukum yang salah. Tapi itu bisa diperbaiki dengan mencantumkan landasan hukum lain.
Dilihat dari pandangan MA dan dicermati dari putusan MK, pembentukan peradilan tipikor
(bisa) konstitusional. Benar pandangan MA bahwa sistem peradilan kita sudah menyediakan
tempat bagi penanganan kasus-kasus korupsi tanpa harus ada peradilan tipikor. Artinya,
peradilan tipikor tidak perlu — bukan tidak boleh ada. Ini berlaku dalam keadaan normal, kalau
korupsi bukan merupakan extra ordinary crime (kejahatan luar biasa).
5. Angkatan-angkatan dalam kesastraan Indonesia, antara lain, Balai Pustaka (BP)/
’20, Pujangga Baru (PB)/’30, Angkatan/zaman Jepang, Angkatan ’45, Angkatan ’50,
Angkatan ’66, Angkatan ’70/’80, dan Angkatan 2000.
Setelah tuntas mempelajari pelajaran 8 ini, jadilah anggota masyarakat yang terampil
mengajukan saran perbaikan secara santun, berpidato tanpa teks, menentukan ide pokok/
simpulan paragraf induktif dan deduktif, menulis esai atau artikel, serta memahami puisi-puisi
kontemporer. Jangan pernah menganggap apa yang Anda pelajari dalam pelajaran ini hanya
sebagai pengetahuan tanpa keinginan menerapkannya dalam hidup bermasyarakat.
Refleksi
188 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Dalam keadaan tidak normal — semua lini kehidupan, termasuk lembaga peradilan,
dijangkiti korupsi yang parah seperti saat ini — peradilan tipikor sangat penting dibentuk. Institusiinstitusi
penegak hukum yang ada sekarang ini sudah tidak mampu menangani kasus-kasus
korupsi melalui sistem konvensional yang tersedia. Pada saat kita menjerit keras tentang korupsi
yang merajalela, ada hakim, jaksa, dan polisi melakukan korupsi sehingga mereka ditangkap dan
diadili oleh koleganya sendiri.
Karena itu, saat ini peradilan tipikor masih sangat diperlukan. Kita manfaatkan putusan MK
untuk — dalam waktu paling lama tiga tahun — membuat undang-undang yang lebih konstitusional.
Kita tak dapat mengatakan putusan MK mengandung kontradiksi: peradilan tipikor inkonstitusional,
tapi masih boleh hidup sampai tiga tahun.
Menurut konstitusi, putusan MK bersifat final dan mengikat, termasuk putusan MK yang
menyatakan peradilan tipikor masih bisa hidup tiga tahun mendatang, umurnya dapat diperpanjang
dengan pembuatan undang-undang baru. Kelak, jika lembaga-lembaga penegak hukum mulai
normal, kita dapat membuat resultan baru, yakni menghapus peradilan tipikor dan
mengembalikannya ke MA.
Moh. Mahfud MD, Republika, 17 Januari 2007
2. Susunlah sebuah proposal untuk sebuah kegiatan yang berangkat dari dasar pemikiran:
pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup!
3. Tulislah ide pokok setiap paragraf teks berikut!
Setiap karya seni merupakan ungkapan atau ekspresi batin seniman. Apa yang disebut
”batin” di sini, meliputi kehidupan perasaan, pemikiran, pengalaman psikologis dan spiritual
seniman. Dalam contoh yang saya saksikan, seorang penyair melihat lukisan Jeihan atau Popo
Iskandar, atau foto karya Vadin. Rupanya pengamatan atau refleksi atas lukisan dan foto tersebut
menimbulkan atau menggerakkan batin penyair. Pikiran, perasaan, ingatan pengalaman, isi
pengetahuan, dan segala pengalaman transeden (di luar pengalaman empiris) berkecamuk
dalam dirinya. Dan ia tergerak oleh objeknya tersebut, dan menuliskan puisinya.
Ternyata, satu lukisan dapat menimbulkan reaksi-reflektif yang berbeda-beda untuk setiap
individu. Hal itu terlihat dari puisi-puisi cyber tersebut. Reaksi itulah gejolak batin. Dan gejolak ini
mendesak-desak, mendorong-dorong, memaksa-maksa dirinya untuk mewujudkan dalam bentuk
puisi. Dan itulah hasilnya. Bentuk reaksi-reflektif yang berbeda-beda. Begitulah saya kira dalam
kehidupan seniman-seniman yang lain.”Batin seniman” itu dapat tergerak oleh stimulus apa saja
di luar dirinya. Dapat karena melihat foto, lukisan, teater, terlibat dalam suatu peristiwa, menyaksikan
suatu peristiwa, mendengar berita suatu peristiwa, dan lain-lain. Banyak hal dapat menggerakkan
batin seniman, untuk kemudian diungkapkan dalam salah satu bentuk kesenian.
Batin seniman tersebut adalah makna. Makna adalah nilai-nilai seniman. Nilai positif atau
negatif. Nilai baik dan buruk. Nilai menyenangkan dan tidak menyenangkan. Nilai kosmos dan
chaos. Setiap seniman memiliki tata nilai idealnya sendiri. Dan berdasarkan tata nilai personelnya
itu, dia mengadakan penilaian terhadap stimulusnya. Proses penilaiannya inilah yang terjadi
dalam diri (batin) seniman. Inilah proses kreatifnya. Inilah proses perenungannya terhadap
objeknya (stimulus). Dan kalau ini sudah terbentuk, maka ia mengungkapkan, mengekspresikannya
dalam bentuk yang dia pilih. Seorang penyair mengekspresikannya dalam bentuk
bahasa. Bahasa terdiri atas kata-kata. Kata-kata inilah material utama penyair. Dengan kata-kata
itu, ia menyusun pengalaman batinnya yang telah berproses tadi (atau boleh jadi ia berproses
sambil mengekspresikannya). Maka terbentuklah karya puisinya.
(Jakob Sumardjo)
4. Susunlah masing-masing tiga paragraf yang dikembangkan dengan pola deduktif dan
induktif! Garis bawahilah kalimat utamanya!
Lingkungan Hidup 189
5. Rumuskan isi penggalan drama berikut!
Ken Arok dan Ken Dedes
(Lakon ketiga) : Siang hari dalam bangsal kencana, yang hadir sedang ramai
membicarakan hantu, di antaranya, Jayasaba, Sirikan, Halu, dan
ketiga menteri.
Jayasaba : ”Terbang arwah saya melihatnya. Hantu apa itu?”
Sirikan : ”Hantu penunggu astana ini barangkali. Astana ialah rumah raja-raja
dengan poyangnya.”
Halu : ”Ha ha ha, Akuwu Jayasaba dan Rakian Sirikan percaya pada hantu.”
Malu (menteri ketiga) : ”Kemasukan setan barangkali.”
Halu : ”Hantu duduknya dalam mata dan perut. Jadi hanya kelihatan bagi
orang yang salah penglihatan dan bagi orang yang ketakutan.
Bukankah orang yang berani tiada sekali juga bertemu dengan
hantu? Hanya orang penakut didatangi hantu.”
(Rajasa, Ken Dedes, Candera Kirana, Lohgawe, Anusapati, dan Wong Ateleng naik dan duduk.)
Rajasa : ”Mengapa segala pegawai kita rupanya tiada begitu tenang. Ada
apakah?”
Halu : ”Seri Paduka! Tertawa hamba mendengar Jayasaba dan Sirikan
bertemu dengan hantu dalam taman astana.”
Rajasa : ”Apa yang ditakutkan lagi; dalam rapat ini bukankah tiada hantu?”
Halu : ”Mereka masih takut, hamba tidak Seri Paduka. Juga permaisuri
melihatnya, bersama-sama dengan Anusapati, Wong Ateleng, dan
Candera Kirana.”
Rajasa : ”Jadi semuanya; hanya kita yang tidak. Halu.”
Halu : ”Karena masih laki-laki, Seri Paduka. Juga orang Brahmana Lohgawe.”
Rajasa : ”Jangan terlanjur berkata, Halu; sebab hantu itu cuma ada dalam
taman, diharapkan sekarang Rakian Halu menggambarkan maksud
rapat ini.”
….
(Mr. Muh. Yamin)
6. Tulislah esai singkat (200 – 300 kata) tentang pentingnya sastra bagi jiwa!
7. Tulislah sebuah kritik sederhana terhadap cerpen di bawah ini!
Pertemuan di Taman Hening
Cerpen Helvy Tiana Rosa
Tamparan berkali-kali dari lelaki itu membuat tubuh Sih terhuyung-huyung. Perempuan itu
jatuh terduduk di sudut kamar setelah pelipisnya terbentur ujung lemari kayu yang lancip. Darah
menetes dari sana, juga dari bibirnya yang seakan pecah. Ayo, pukul lagi, Kas! Pukul lagi! Matikan
aku! Matikan! Suara itu menjelma raungan, tapi hanya mampu didengarnya dari bilik sanubari
sendiri. Kas mendengus. Cuping hidung lelaki tegap itu membesar dan nafasnya terdengar begitu
menderu. ”Perempuan bodoh!” teriaknya sekali lagi sebelum ia membanting pintu.
Sih sudah tak punya air mata. Kebisuan kembali merengkuhnya. Ia rasakan sekujur tubuhnya
menggigil. Ada dingin yang menyegat-nyengat, lalu luka yang menyergap-nyergap. ”Kita akan
menikah, Sih. Kau yang paling perempuan di jagad ini. Aku tak akan melepaskanmu!” Di mata Sih,
senyuman Kas seperti lengkungan pelangi terbalik yang menghiasi cakrawala. Pendarnya
menggetarkan pojok-pojok sunyi dalam galau diri Sih. Seperti juga Kas, pada waktu itu Sih tak
190 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
pernah berpikir ada lelaki yang lebih sempurna, yang Tuhan ciptakan selain Kas. Kas hanya dapat
dikalahkan oleh para Nabi, bukan oleh manusia biasa. Apakah yang tak dimiliki Kas? Ia mapan,
keturunan baik-baik, berjiwa satria, tampan, pintar.... Lelaki macam mana lagi yang diperlukan
seorang perempuan selain yang seperti itu?
”Aku tetap akan menulis. Bukan untuk membantumu atau keuangan kita, tapi untuk diriku
sendiri. Dan kamu, Mas..., adalah inspirasiku yang tak pernah habis,” katanya beberapa hari
setelah menikah. Kas mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, menggoda Sih. Lesung
pipitnya yang dalam tampak seketika. Lalu gemas ditekannya kedua pipi Sih dengan dua
tangannya yang lebar dan kokoh. ”Kau boleh melakukan apa saja, Cinta,” katanya bagai penyair
pemula. ”Tahukah kau? Aku menikahimu karena engkaulah pengarangku. Lagi pula, kalau kau
ingin bekerja yang lain, silakan. Aku bukanlah seorang sipir dan rumah ini bukan penjara yang
akan mengurungmu,” bisiknya kemudian di telinga Sih.
Lima tahun. Lima tahun Kas dan Sih berumah tangga. Sih merasakan kebahagiaan bagai
air terjun yang menyerbu dirinya. Ia mengenali pelangi semesta yang sama, yang dimiliki semua
manusia, berpindah hanya memendari rumah mungil mereka. Sih tak pernah berhenti mengarang,
sesuatu yang ditekuninya jauh sebelum ia bertemu Kas. Sementara Kas masih pegawai negeri
di kecamatan. Maka hari berkejaran di halaman waktu tak ubah kanak-kanak yang berlarian di
lapangan luas tak jauh dari rumah mereka. Dan, saat mata Sih melihat seorang anak terjatuh, ia
merasakan kembali keroak luka di batinnya.
Betapa jauh berbedanya Kas kini dengan Kas yang dikenalnya bertahun lalu. Ia tak boleh
salah bicara di depan Kas, tak boleh menunjukkan wajah yang murung bila tak ingin lelaki itu
menghantamkan tangan yang dulu selalu dipakai membelai Sih, ke sekujur tubuhnya bertubi-tubi.
Kadang tanpa alasan Kas menceracau, mencela, mengeluarkan kalimat-kalimat kasar dan
menggelegar yang menjadi sengatan-sengatan strum di batin perempuan itu.
Bicara atau tidak, tersenyum atau tidak di hadapan Kas, menurut Sih, tak akan mengubah
apa pun. Kas sebenarnya hampir pergi. Setapak lagi, ia akan pergi untuk selama-lamanya
meninggalkan rumah mereka. Atau mungkinkah lelaki yang dicintainya akan mengusirnya? Sih
mendengar gelegar tawa yang nyelekit itu saat usia pernikahan mereka genap lima tahun. Saat
ia bertanya pada Kas tentang perempuan itu. Ya, perempuan penari itu. Usai tertawa itulah secara
tiba-tiba Kas menjambak rambutnya hingga tubuhnya limbung beberapa saat. Kas meninju mulut
Sih hingga gigi depannya patah dua! Ketika itu hati Sih berdetak. Ia akan kehilangan Kas!
Apakah perempuan itu yang membuat Kas berubah?
Perempuan penari itu muncul di hadapannya dengan wajah mengejek, seolah berkata: Hei,
suamimu yang mengejar-ngejar aku. Ia memohon cinta dan berlutut di kakiku. Apa yang telah kau
lakukan hingga ia lari dari sisimu?
Ya, apakah? Mengapakah? Sih kembali mengingat-ingat. Mungkin ia melakukan sesuatu
yang salah atau menyakitkan Kas. Namun yang ia temukan hanya samudra cinta yang hampir
menenggelamkan dirinya pada lara, lima tahun terakhir. Kas berhubungan dengan perempuan
penari yang ayu itu entah sejak kapan. Tetapi luka-luka cinta kian compang camping dalam dirinya
sejak lima bulan lalu, saat Kas hanya menyentuhnya dengan penuh kebencian. Dan kini, salahkah
ia bila menjalin hubungan dengan lelaki itu? Ya, lelaki dengan mata elang, yang selalu datang
dan pamit dengan senyum berjuta kupu-kupu. Sih kerap merasa lelaki itu memiliki kemiripan yang
banyak dengan Kas.
Beberapa hari ini mereka selalu berjumpa di taman itu. Taman rahasia atau taman putih,
begitu Sih menyebut taman yang letaknya tak begitu jauh dari tempat tinggal Kas dan Sih. Di sana
memang sepi. Teramat hening malah. Di sana juga putih. Sih sendiri tak mengerti mengapa taman
itu seperti bersalju. Tapi di sana penuh pepohonan dan bunga-bunga sebagaimana seluruh
taman di dunia ini. Kupu-kupu, burung-burung kecil melayang-layang. Beberapa di antaranya
hinggap di ranting pohon yang cokelat atau hijau pekat. Mereka menatap Sih dan lelaki itu seakan
mau tahu apa yang mereka perbincangkan dan lakukan di taman hening itu. Ada yang berdesir.
Angin rindu di hati Sih. Dan ia menikmati kerinduannya pada lelaki itu.
Lingkungan Hidup 191
Sebelumnya selain kepada Gusti Allah, Sih hanya mau bercerita pada bunga, serangga, dan
burung-burung kecil di sana. Lalu lelaki itu hadir. Ah, ia rindu untuk menimang bayi. Banyak atau
satu pun tak apa. Sih terkesiap saat menyadari boleh jadi Kas berpaling karena kerinduan yang
mendesak terhadap kehadiran seorang anak. Seorang anak yang hingga kini belum mampu
diberikannya. ”Seorang perempuan dihargai karena banyak hal yang membuatnya hadir secara
berarti dalam sebuah pentas bernama kehidupan, Sih. Ketiadaan seorang anak tak lantas
membuatmu menjadi tak berarti,” kata lelaki itu padanya.
Sih memandang lelaki itu dan menikmati setiap ucapannya yang semilir. Ah, andai saja Kas
yang berucap demikian. Bukankah Kas dulu pernah mengatakan hal yang hampir mirip?
”Sih...,” tangan lelaki itu menyentuh. Sih ingin menggeser duduknya sedikit, tapi ia tak
mampu. Burung-burung bercicit ramai di atas dahan-dahan pohon besar yang menaungi Sih dan
lelaki itu. Bangku putih menyaksi. Lelaki itu mencium keningnya.
Aku berkhianat, bisik Sih. Tidak. Ya, aku berkhianat. Aku telah mencintai lelaki itu. Kau
memang mencintainya, dia mencintaimu. Suamimu kasar, suka menganiaya. Suamiku selingkuh?
Ya, di depan matamu. Jadi, kau dan lelaki itu. Aku dan lelaki itu. Ia seperti Kas. Ia bukan Kas. Ia
Kas. ”Aku menulis puisi untukmu, Sih,” suara lelaki itu terdengar lagi. ”Puisi?” lirih Sih.
Ia jadi ingat puisi yang ditulisnya untuk Kas. Puisi yang tak pernah sampai. Waktu itu ia melipat
kertasnya bagai pesawat mainan dan menerbangkannya. Kertas puisi itu jatuh tak jauh dari rumah
mereka. Sih baru ingin memungutnya, namun angin menerbangkan lagi bersama butiran pasir.
Pasir-pasir menimbun kertas itu setengah hati dan tiba-tiba Sih tak peduli.
”Aku akan membacakannya untukmu,” suara lelaki itu lagi.
Dan sekonyong-konyong Sih ingat bunyi puisi yang ditulisnya untuk Kas: Meranggas
darahku meranggas. Dan bumi kering, langit pias. Laut kita mati. Tandus berkarib sunyi. Semesta
gering mengantarku kembali padamu. Menyelusup pada sejuk alir darah, denyut nadi. Pada
curahan keringatmu. Tapi laut kita sudah mati. Sudah mati....
”Bagaimana puisiku, Sih? Sukakah engkau? Apakah suatu hari nanti aku akan jadi pengarang
sepertimu? Bagaimana menurutmu?” lelaki itu tertawa, menampakkan gusinya yang merah
segar. Mengapa ia seperti Kas? Kas juga dulu ingin belajar menulis puisi dan cerita.... Sih merasa
ada air hangat di matanya. Lalu air yang dingin menetes-netes membasahinya. Semakin deras.
”Hujan,” suara lelaki itu. ”Aku akan melindungimu dari hujan,” ia membuka jaketnya,
membentangkannya ke tubuh Sih. Sih mencium aroma tubuh yang sama dari lelaki dan jaket itu.
Seperti aroma yang telah menyatu dalam dirinya bertahun-tahun.
”Aku akan melindungimu dari segala, juga dari suamimu,” ujar lelaki itu lagi.
”Aku akan membawamu pergi, Sih.”
”Haruskah aku pergi?” gumam Sih. Pergi berarti ia meninggalkan Kas selamanya. Pergi
artinya memberi kesempatan pada penari itu untuk memiliki suami dan rumahnya. Untuk memiliki
ranjang mereka.
”Demi kau, demi kita,” bisik lelaki itu.
”Kau tak boleh bertahan dengan lelaki pemberang yang bisanya hanya memukulimu!” kali
ini suara lembut itu mengeras.
”Aku ingin dilindungi. Aku ingin selalu dicintai..., aku ingin....” ”Aku akan mencintaimu
selamanya, seperti aku mencintai surga,”1) lelaki itu merengkuhnya. Mereka berjalan menuju
pondok kayu di tengah taman hening, pondok yang dibangun lelaki itu dengan tangannya sendiri,
untuk Sih. Dingin.
Dalam dekapan dan gelora diri, Sih mengenali aroma itu. Ah, ia tak sanggup lagi untuk
mengekalkan dusta. Air matanya merembes pada bantal di atas dipan. Sungguh, ia telah
menciptakan sejuta lelaki di taman hening itu. Sejuta lelaki yang semuanya entah mengapa
adalah Kas tapi tak sepenuhnya Kas. Lelaki-lelaki itu mengatakan mencintainya seperti surga.
192 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Kas tak pernah berkata seperti itu. Sih ber-istighfar. Perlahan dihapusnya sisa-sisa air mata yang
ada. Dengan gemetar jari-jari kurusnya mulai bergerak di atas mesin tik. Kas tak akan pulang lagi
malam ini. Dan Sih, akan pergi ke tempat itu lagi. Ke taman hening.
1) Terinspirasi dari ucapan Abdurahman Faiz suatu ketika di tahun 1999. Ucapan itu kemudian ditulisnya
sebagai puisi yang salah satu barisnya berbunyi: ”Aku mencintai bunda seperti aku mencintai surga.”
Republika, 26 Desember 2004
Jan Engelberth Tatengkeng
Dilahirkan di Kolongan, Sangihe (Sulawesi), 19 Oktober 1907,
meninggal di Makassar, 6 Maret 1968. Berpendidikan HIS
Manganit, Christelijk Middagkwekschool Bandung, dan
Christelijk HKS Solo. Pernah menjadi guru bahasa Indonesia
di Tahuna (1932), Kepala Schakelschool Ulu Siau, Kepala HIS
Tahuna, Menteri Pengajaran (1948) kemudian Perdana Menteri
Negara Indonesia Timur (1949), dan terakhir Kepala Jawatan
Kebudayaan Kementerian P&K Perwakilan Sulawesi. Ia juga
ikut mendirikan Universitas Hasanuddin dan pernah mengajar
di Fakultas Sastranya. Selain itu, ia pun pernah memimpin
harian Pemuda Kristen Sangihe Tuwo Kona, membantu Suara Umum (Surabaya), Suluh
Kaum Muda (Tomohan), Pemimpin Zaman (Tomohan), dan memimpin majalah Sulawesi
(1958).
Kumpulan sajaknya: Rindu Dendam (1934). Sajaknya yang lain dimuat dalam majalah
Pembangunan (1947), Zenith (1951), Siasat, dan Indonesia (1953).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
Peribahasa
Patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati. (Tidak pandai membela perkaranya tanda
akan kalah dalam beperkara)
Patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan. (Terus berusaha dengan tidak
putus asa)
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 193
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Seorang ketua OSIS menghendaki surat undangan untuk pertemuan pengurus dalam
rangka persiapan HUT sekolah. Rapat akan diselenggarakan tanggal 15 Januari 2008.
Kalimat memo yang tepat untuk sekretaris adalah ...
a. Harap segera disiapkan undangan rapat tanggal 15 Januari 2008 untuk persiapan
HUT sekolah. Undangan untuk semua pengurus.
b. Saya minta segera menyiapkan undangan rapat tanggal 15 Januari 2008 untuk
membahas persiapan HUT sekolah. Undang seluruh pengurus.
c. Sekretaris yang terhormat, mohon disiapkan undangan untuk rapat tanggal
15 Januari 2008 dalam rangka persiapan HUT sekolah. Seluruh pengurus diundang.
d. Saya harap Saudara sekretaris menyiapkan undangan rapat tanggal 15 Januari
2008 untuk persiapan HUT sekolah. Undangan untuk semua pengurus.
e. Segera selenggarakan rapat tanggal 15 Januari 2008 untuk membahas persiapan
HUT sekolah. Seluruh pengurus harap diikutsertakan.
2. Bacalah penggalan berita di bawah ini dengan saksama!
Korban KM Senopati Diperiksa Polda Jatim
Surabaya — Empat korban selamat KM Senopati Nusantara, Jumat (1/2), diperiksa di
ruang unit Pidana Ekonomi (Pidek) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Kepolisian
Daerah (Polda) Jawa Timur. Mereka adalah Siswanto, Astuti, Sutarni, dan Ahmad Shodiqin.
Didampingi pengacara Muhammad Sholeh, S.H. para keluarga korban dan korban yang
selamat itu mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB. ”Kami melapor ke Polda
Jatim, karena konsentrasi keluarga korban memang di Surabaya untuk mencari kepastian
anggota keluarganya,’’ katanya.
Soleh mengatakan, keluarga korban dan korban selamat terpaksa melapor karena polisi
selama ini belum ada kemauan baik untuk melakukan pengusutan. ”Prinsipnya, kami ingin
ada pengusutan untuk memperjelas, apakah tenggelamnya KM Senopati pada 30 Desember
2006 merupakan kelalaian manusia atau faktor alam,’’ tegasnya.....
Republika, 3 Februari 2007
Inti dari penggalan berita di atas adalah ...
a. Muhammad Soleh, S.H. selaku pengacara empat korban KM Senopati melapor ke
Polda Jatim agar ada pengusutan atas musibah yang menimpa mereka.
b. Empat korban KM Senopati melapor ke Polda Jatim agar ada pengusutan atas
musibah yang menimpa mereka.
c. Para korban KM Senopati merasa kasus tenggelamnya kapal tersebut perlu segera
diusut untuk memastikan kecelakaan tersebut mengandung unsur kelalaian manusia
atau semata-mata karena faktor alam.
d. Empat korban selamat KM Senopati Nusantara diperiksa di ruang unit Pidana
Ekonomi Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Timur.
e. Pengusutan atas kecelakaan KM Senopati harus segera dilaksanakan agar dapat
segera ditetapkan status kasusnya: kecelakaan, kesengajaan, atau kelalaian.
194 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
3. Bacalah dengan saksama penggalan teks wawancara dengan drh. H.R. Wasito M.Sc.
Ph.D. berikut!
….
Mengapa Anda tertarik untuk meneliti flu burung?
Bidang saya patologi sehingga tiap hari bergelutnya dengan penyakit. Istri saya juga
dokter hewan, dia di klinik hewan dan bidang ahlinya nutrisi. Nutrisi ini erat kaitannya dengan
penyakit. Saya dan istri saya hampir 12 tahun di Amerika bekerja di bioteknologi untuk
pengembangan dan pembuatan vaksin rekombinan untuk penyakit hewan, diagnosis
penyakit hewan berdasarkan uji imunologi dan biologi molekuler.
Pada tahun 2003 saya mendapat laporan dari Jawa Tengah bahwa di salah satu desa
ada flu burung. Saya datang ke desa tersebut dan meneliti flu burung. Kemudian banyak
spesimen unggas dikirim ke tempat saya. Lalu saya bersama dengan Prof. Hastari
menyelesaikan diagnosis apakah kematiannya karena flu burung atau tidak. Saat itu kami
selalu kontak dengan Prof. Roger K Maes, ahli virologi zoologi penyakit hewan di Michigan
State University (Amerika Serikat). Dari hasil penelitian yang kami lakukan dengan Prof.
Hastari, kami temukan bahwa flu burung H5N1 saat itu 40 persen dan non-H5N1 sebanyak
60 persen.
Lantas bagaimana ceritanya bisa meneliti H5N1 pada lalat?
Ketika saya berkunjung ke daerah-daerah yang ada wabah flu burung, di situ banyak lalat
beterbangan. Saya kemudian bilang ke istri dan istri saya kontak dengan Prof. Maes. Prof.
Maes berkata pada istri saya bahwa kemungkinan di situ ada sesuatu yang bisa menjadi
vektor flu burung.
Kami berpikir barangkali di lalat ada H5N1 karena dia makan tinja/kotoran ternak. Saya
dan istri saya mengambil sampel lalat di daerah yang ada wabah flu burung. Ternyata
hasilnya memang di dalam tubuh lalat ada H5N1. Sehingga kalau lalat tidak menjadi
perhatian pemerintah, maka flu burung menurut kami tetap ada terus, tidak akan berhenti.
Kami terus melakukan penelitian flu burung pada lalat untuk mengetahui apakah H5N1 pada
lalat bisa menularkan flu burung ke unggas maupun manusia. Kami sedang mengajukan
proposal ke Rockefeller Foundation untuk meneliti pengembangan dan pembuatan vaksin
rekombinan dan diagnosis flu burung.
….
Simpulan yang tepat untuk penggalan wawancara di atas adalah...
a. Penyakit flu burung perlu diteliti secara terus menerus untuk menghentikan
penularannya.
b. Penelitian terhadap flu burung dilakukan untuk menemukan virus H5N1.
c. Virus H5N1 adalah virus yang mengakibatkan penyakit flu burung yang ditemukan
oleh drh. H.R. Wasito, M.Sc. Ph.D.
d. Dalam meneliti virus flu burung drh. H.R. Wasito, M.Sc. Ph.D. dibantu oleh istrinya
dan Prof. Roger K. Maes dari Amerika Serikat.
e. Flu burung dimungkinkan akan selalu ada karena dan bukan tidak mungkin
ditularkan lewat lalat.
4. Bacalah dengan cermat pendapat seorang penyaji dalam sebuah diskusi di bawah ini!
….
Mengapa saya memilih jurusan biologi? Karena waktu itu jurusan yang menjadi favorit
di perguruan tinggi negeri adalah kedokteran, pertanian, dan peternakan selain teknik sipil
dan arsitektur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi negeri menawarkan kemudahan bagi
jurusan biologi untuk meneruskan kuliah tanpa harus bersusah payah ikut ujian atau SPMB
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 195
(sistem penerimaan mahasiswa baru). Pemerintah juga tengah gencar-gencarnya
membutuhkan banyak sarjana pertanian dan peternakan untuk ditempatkan di pelosok
daerah dengan gaji serta jaminan yang sangat menggiurkan.
Itu dulu, waktu itu dunia pertanian dan peternakan mengalami era keemasan sehingga
profesi insinyur pertanian maupun dokter hewan lebih dipilih anak-anak muda ketika
melanjutkan studi, dibandingkan dengan insinyur lainnya atau juga profesi lainnya. Namun,
sekarang ini, perjalanan waktu menunjukkan bahwa profesi petani tidak lagi dipilih oleh
remaja-remaja yang bukan hanya tinggal di kota, tetapi juga tinggal di desa. Mereka bahkan
terkesan jijik dengan urusan pertanian. Persepsi anak-anak muda saat ini lulusan perguruan
tinggi pertanian hanya berkubang di tanah berlumpur, berputar sekitar alam pedesaan,
kemiskinan, pupuk, pestisida, dan sejenisnya. Hal ini sangat dirasakan oleh sejumlah petani
penggarap (bukan pemilik sawah), setiap kali memasuki musim tanam padi selalu disulitkan
mencari buruh tani.
….
Pernyataan sanggahan yang paling santun dan tepat untuk pendapat di atas adalah ...
a. Tidak sepatutnya remaja sekarang meremehkan jurusan biologi, pertanian, dan
peternakan. Dengan menggeluti jurusan-jurusan itu, bangsa kita akan kembali
bangkit untuk maju.
b. Meskipun dunia pertanian dan peternakan tidak bisa diharapkan lagi, bukan berarti
bidang tersebut tidak bisa dibanggakan lagi. Sektor tersebut masih sangat
menjanjikan. Terbukti jurusan pertanian, peternakan, biologi masih cukup diminati
dengan tingkat persaingan tinggi. Kalaupun ada remaja yang kelihatan menjauhi
dua bidang itu, mereka adalah yang secara individu memang tidak tertarik terhadap
bidang pertanian dan peternakan.
c. Kalau sekarang para remaja tidak tertarik lagi kepada dunia pertanian dan
peternakan, pasti ada yang tidak beres pada pembangunan di dua bidang tersebut.
Salah satu penyebabnya adalah karena pemerintah dan masyarakat tidak lagi
menghargai secara ekonomi sektor-sektor itu. Dengan kata lain, nilai ekonominya
rendah sehingga para remaja lebih senang menggeluti bidang lain.
d. Kita memang prihatin dengan kondisi seperti itu. Masalahnya, kita, terutama
bangsa ini, sekarang hanya bisa membiarkan keadaan tersebut berlarut-larut.
Semuanya sudah telanjur. Mau apa lagi?
e. Saya sependapat dengan Penyaji. Remaja sekarang memang sudah tidak tertarik
lagi pada bidang pertanian dan peternakan. Mereka sudah menjauhinya, mereka
tidak bisa lagi diharapkan untuk membangkitkan bidang pertanian dan peternakan.
5. Perhatikan bagan notula berikut!
Notula Rapat
1. Topik : ……………………………………………………………
2. Sifat diskusi : ……………………………………………………………
3. ................... : ……………………………………………………………
4. Tempat : ……………………………………………………………
5. Peserta diskusi : 1. Hadir = ……………. orang
2. Tidak hadir = ……………. orang
6. Pimpinan diskusi : ………………………………………………………………
7. ………….. : ………………………………………………………………
8. Mata acara : 1. Pembukaan
2. Penjelasan pokok diskusi
3. dan seterusnya.
196 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
9. Risalah diskusi
1. Pembukaan
Rapat dibuka pukul .… oleh …. inti ….
2. Penjelasan pokok-pokok rapat
Oleh ......
Isi ……………………………………………………………………………..….
3. Pembacaan makalah oleh …
4. Pembahasan
4.1 Tanggapan peserta
a. Usul : Sdr …..
Isi : ………………………………………………………..
b. Pertanyaan : Sdr …..
Isi : ………………………………………………………..
c. dst.
4.2 Tanggapan balik oleh penyaji
a. Usul : Sdr …..
Isi : ………………………………………………………..
b. Pertanyaan : Sdr …..
Isi : ………………………………………………………..
c. dst
10. .....................................................................................................................
11. Penutup
Rapat ditutup pukul …. oleh ….
Isi ...............................................................................................................
……, …………….
Ketua, Notulis,
………………… ………….
Isian yang tepat untuk melengkapi bagan notula tersebut pada nomor 3, 7, dan 10
adalah ….
a. hari, tanggal; penyaji; keputusan
b. hari, tanggal; notulis; keputusan
c. hari, tanggal; penyaji; kesimpulan
d. waktu pelaksanaan, notulis, keputusan
e. waktu pelaksanaan, hari pelaksanaan, keputusan
6. Perhatikan penggalan resensi di bawah ini!
....
Cak Nur mewariskan kepada kita sebuah ensiklopedia pemikiran yang diramu dari
berbagai sumber unit peradaban umat manusia. Dari karya-karya yang telah dihasilkannya
tidak berlebihan kalau kita mengatakan Cak Nur yang lokal Jombang mempunyai wawasan
global universal dengan Islam sebagai dermaga tempat bertolaknya. Dengan gambaran itu,
menurut A Syafii Maarif, dunia pemikiran adalah habitat Cak Nur yang sesungguhnya, bukan
politik yang sering menghabiskan energi.
.....
Penggalan resensi di atas menggambarkan bagian yang menyangkut ....
a. identitas d. kepengarangan
b. kelebihan e. simpulan
c. kelemahan
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 197
7. Cermati kalimat-kalimat di bawah ini!
1. Beberapa tips berikut mudah-mudahan bisa membantu Anda.
2. Obat palsu sangat sulit dibedakan dengan yang asli.
3. Jika demikian, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari perangkap obat palsu ini?
4. Jangankan masyarakat awam, dokter atau mereka yang ahli dalam bidang obat-obatan
pun sulit membedakan antara obat yang asli dan palsu.
5. Itulah faktanya.
Paragraf yang runtut berdasarkan deretan kalimat di atas adalah ....
a. 1, 2, 3, 4, 5 d. 5, 2, 4, 3, 1
b. 2, 5, 4, 3, 1 e. 1, 2, 4, 3, 5
c. 2, 5, 4, 1, 3
8. Bacalah paragraf di bawah ini dengan saksama!
Penyakit flu burung telah merebak ke mana-mana. Hidup berkwalitas menjadi salah satu
solusinya. Hal itu bukan berarti harus serbaelit. Cukupkah dengan memerhatikan kebersihan
lingkungan? Haruskah pemerintah menerbitkan peraturan tentang standarisasi kebersihan
lingkungan? Mustinya belum perlu. Biarlah kebersihan menjadi bagian dari kebebasan
berpartisipasi masyarakat.
Deretan kata yang ditulis secara tidak baku adalah ....
a. kwalitas, solusi, elit, standarisasi, musti, partisipasi
b. kwalitas, elit, musti, partisipasi
c. kwalitas, elit, standarisasi, musti
d. kwalitas, elit, standarisasi, musti, partisipasi
e. kwalitas
9. Perkebunan teh di daerah Bogor telah terkenal sejak ratusan tahun yang lalu.
Imbuhan pada kata bercetak tebal dalam kalimat di atas memiliki nosi/arti sama
dengan imbuhan ter- dalam kalimat ...
a. Tulisannya tidak terbaca sehingga menyulitkan bagian penyuntingan.
b. Kakinya terinjak ketika berdesak-desakan memasuki ruang konser.
c. Lima buah lampu jalan telah terpasang di kampungku sehingga malam hari tidak lagi
gelap gulita.
d. Nilai ujian bahasa Indonesia Tina tertinggi dibandingkan teman-teman sekelasnya.
e. Terjangan tsunami meluluhlantakkan Banda Aceh dua tahun yang lalu.
10. Bacalah paragraf di bawah ini dengan saksama!
Belilah obat atau menebus resep di gerai-gerai resmi, semisal apotek. Biasanya, obatobat
palsu yang dijual dengan harga murah itu ditemukan di pasar atau jalur tidak resmi
seperti toko obat.
Arti kata gerai dalam paragraf di atas adalah ….
a. toko ukuran sedang sampai besar
b. pasar kecil yang memiliki banyak warung
c. kios di depan toko atau pasar
d. kedai kecil untuk menjual barang
e. kios tempat pedagang kaki lima
198 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
11. Bacalah dengan cermat paragraf rumpang di bawah ini!
Sesungguhnya dengan mengetahui betapa banyaknya penyakit yang hampir semuanya
mempunyai ... kematian yang tinggi pada manusia, akan lebih menenangkan dalam
menyelesaikan masalah. Penyakit dan ... terus saja silih berganti datang dan semakin susah
.... Sebagai manusia jelas harus terus melakukan usaha, namun kegusaran dan keresahan
pejabat hanya akan membebani permasalahan ini.
Urutan isian yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dalam paragraf di atas
adalah ....
a. resiko, virus, diprediksi d. resiko, obat, diprediksi
b. risiko, firus, di-prediktable e. risiko, virus, diprediksi
c. akibat, obat, diduga
12. Bacalah paragraf di bawah ini dengan saksama!
(1) Keuntungan yang didapatkan dari bentuk ruang bakar mesin diesel ini adalah efisiensi
terhadap panas tergolong tinggi, konstruksi cylinder head-nya lumayan sederhana, dan
perbandingan kompresi dapat diturunkan. (2) Sedangkan kerugiannya, pompa injeksi harus
menghasilkan tekanan yang tinggi, suara lebih berisik, dan bahan bakar yang digunakan
harus bermutu tinggi. (3) Bahan bakar biodiesel pun rencananya diproduksi besar-besaran.
(4) Sebaliknya, pada ruang bakar tambahan, bahan bakar akan disemprotkan oleh injection
nozzle ke pre-combustion chamber. (5) Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang
tidak terbakar akan dibakar habis di ruang utama.
Kalimat sumbang dalam paragraf di atas adalah nomor ....
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
13. Dari deretan kalimat di bawah ini yang memenuhi syarat kalimat efektif adalah ...
a. Dalam seminar itu membahas pentingnya penanaman kesadaran menjaga martabat
bangsa.
b. Setiap masalah daripada manusia hendaknya diatasi dengan bijaksana dan
mengedepankan akal sehat.
c. Sebelum memulai sesuatu terlebih dahulu berdoalah agar mendapat rida dari Tuhan
YME.
d. Merek obat ini memang yang paling terkenal di wilayah itu.
e. Kita harus dapat menjaga image agar tetap mengesankan bagi orang lain.
14. Dalam setiap organisasi perlu dikembangkan sistem kompetisi yang sehat untuk meraih
karier.
Kompetisi dalam kalimat di atas bermakna ....
a. persaingan d. perjuangan
b. pertentangan e. perjanjian
c. perebutan
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 199
15. Pembangunan harus dapat meningkatkan derajat kehidupan suatu bangsa secara terusmenerus.
Frasa yang sejenis dengan frasa dalam kalimat di atas terdapat dalam kalimat ...
a. Kesehatan badan harus dijaga, baik melalui olahraga maupun menjamin kualitas
gizi.
b. Masih banyak warga negara yang hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan.
c. Perilaku negatif yang cenderung destruktif harus dikontrol dan dikendalikan serta
diminimalisasi.
d. Tingkat kesejahteraan di negara-negara berkembang masih memprihatinkan.
e. Tidak ada yang bisa mengubah nasib manusia kecuali manusia itu sendiri mencoba
mengubahnya.
16. Bacalah dengan saksama paragraf di bawah ini!
Kawasan Pegunungan Seribu di wilayah Pacitan, Jawa Timur, pagi itu masih berkabut
meskipun udara tidak begitu dingin. Di beranda rumah Pak Toesimin di Desa Punung, tidak
hanya satu-dua orang tetapi puluhan orang yang sudah mulai bergerak. Akan tetapi, mereka
tak hendak berperang atau berburu binatang buas. Mereka adalah para arkeolog. Tujuan
mereka hari itu adalah gua-gua prasejarah di perbukitan kapur yang tandus, tak jauh dari
Desa Punung sebab lokasi itu mereka anggap menyimpan sejarah.
Kata penghubung antarkalimat dalam paragraf di atas adalah ....
a. meskipun d. atau
b. tidak ... tetapi e. sebab
c. akan tetapi
17. Perhatikan penggalan puisi di bawah ini!
Laut
...
Laut
Engkau masih akan terus abadi
Termenung, mengamuk, kadang menangis
Laut, betapa aku harus memandangmu
....
Majas yang terdapat dalam penggalan puisi di atas sejenis dengan majas dalam
kalimat ...
a. Biarkan semua berlalu seperti matahari membakar dunia.
b. Sejak setahun yang lalu ibuku sakit-sakitan. Setiap hari ia berdoa dan memohon
agar segera dipertemukan dengan ayahku yang telah berpulang lima tahun silam.
c. Sang dewi malam seperti hendak menemani aku menunggu seseorang yang telah
lama membuatku tidak bisa tidur nyenyak.
d. Apakah pantas mereka mampir ke gubugku yang reyot itu? Rasanya belum
saatnya.
e. Sungai berjalan meliuk-liuk tidak lagi peduli tebing-tebing mulai melorot seperti
cenala kolor tanpa tali.
200 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
18. Karena kelalaiannya, sekarang, setiap hari hidupnya seperti bergantung di ujung rambut.
Ungkapan yang semakna dengan ungkapan bercetak tebal pada kalimat di atas adalah
....
a. berdiri di tepi tebing d. telur di ujung tanduk
b. berlari di tepi sumur e. telur di atas api
c. berdiri di atas bara
19. Setiap bertemu temannya, Amin selalu bercerita dan berbicara panjang lebar. Seolaholah
ia serbatahu. Makin lama teman-teman Amin dapat menilai seberapa jauh sebenarnya
pengetahuan dan kemampuan Amin. Ternyata yang ia miliki tidak setinggi yang ia katakan
kepada teman-teman.
Selain dengan tong kosong berbunyi nyaring, keadaan sebagaimana ilustrasi di
atas dapat diperibahasakan ....
a. beroleh lumpur di tempat yang kering
b. terkilat ikan di air kelihatan jantan betinanya
c. tidak ada laut yang tak berombak
d. tak ada gading yang tak retak
e. kalau getah meleleh, kalau daun melayang
20. Setahun yang lalu, pemerintah melalui otoritas moneter, menurunkan tingkat rata-rata suku
bunga bank. Suku bunga kredit pun turun cukup signifikan. Mulailah para pengusaha
berbondong-bondong mengajukan proposal kredit. Satu tahun kemudian sektor riil kelihatan
mulai menggeliat dan bergerak. Meskipun belum optimal, lapangan pekerjaan mulai
terbuka. Imbasnya, tingkat pengangguran menurun dalam enam bulan terakhir. Angkanya
cukup lumayan: 25 % dari total pengangguran yang mencapai hampir 50 juta penduduk.
Kelihatannya, kesejahteraan penduduk akan segera meningkat.
Ditinjau dari alur pikirnya, paragraf di atas dikembangkan dengan penalaran....
a. sebab - akibat d. akibat-sebab 1- sebab 2
b. akibat - sebab e. sebab-akibat 1- akibat 2
c. sebab 1- sebab 2- akibat
21. Sebuah mesin, sesederhana apa pun, dapat bergerak dan menghasilkan sesuatu karena
antara komponen satu dengan komponen lainnya bergerak menurut alur irama yang
tertentu. Mengapa bisa demikian? Semua itu karena mesin ada yang menciptakan. Bagaimana
dengan alam semesta yang mahaluas dan maharumit ini? Alam, dengan segala isinya, dapat
bergerak dengan sangat teratur menurut jatah waktunya sendiri-sendiri. Matahari dan bulan
terbit tenggelam dengan irama tertentu. Demikian juga isi alam lainnya. Kalau begitu,
pastilah alam ada yang menciptakan, Sang Mahapencipta.
Paragraf di atas dikembangkan dengan pola penalaran induktif ....
a. analogi d. silogisme
b. generalisasi e. deduksi-induksi
c. sebab-akibat
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 201
22. Menjelang kemarau, kira-kira bulan April, Indonesia sudah mulai kekurangan beras. Stok
di bulog menyusut secara drastis. Tiga per empat tahun, kira-kira bulan September,
kekurangan beras mencapai puncaknya. Impor pun tak terelakkan lagi. Menjelang musim
tanam, kekurangan belum juga berangsur menghilang. Bahkan, beras impor tidak lagi
mencukupi. Keadaan ini bertahan sampai musim panen tiba, kira-kira bulan Maret – April.
Akan tetapi, apa yang terjadi? Tetap saja, meskipun panen raya telah dilakukan, beras
menjadi barang langka. Tampaknya, sepanjang tahun Indonesia akan selalu kesulitan
memenuhi kebutuhan beras rakyatnya.
Paragraf di atas dikembangkan dengan cara ....
a. deduksi-induksi d. analogi
b. induksi e. sebab akibat
c. generalisasi
23. Perhatikan silogisme di bawah ini!
Hampir telah menjadi rahasia umum, semua artis cenderung mengikuti gaya hidup
serbamewah. Keadaan seperti itu tidak terkecuali terjadi pula pada artis tetangga saya, Desty
Ratnawati. Tidak mengherankan kalau Desty Ratnawati pun ....
Simpulan yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dari silogisme di atas adalah ...
a. selalu hidup serbamewah
b. selalu cenderung hidup serbamewah
c. cenderung selalu hidup serbamewah
d. cenderung selalu mengikuti gaya hidup serbamewah
e. cenderung mengikuti gaya hidup serbamewah
24. Lemparkan barang sampai kemari,
kami sambut bersukacita.
Gemparlah orang senegeri,
melihat beruk memegang senjata.
Dilihat dari isi atau maksudnya, pantun di atas merupakan pantun ....
a. nasihat d. jenaka
b. adat e. nasib
c. anak-anak
25. ....
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
bukannya manusia itulah setan.
....
(Gurindam 12)
Pernyataan di bawah ini yang paling sesuai dengan maksud gurindam di atas adalah ...
a. Kita hendaknya dapat dipercaya dan tidak berbuat sesuatu yang salah.
b. Kalau kita berbuat jahat hendaknya dapat dipercaya.
c. Berbuat jahat adalah manusiawi tetapi hendaknya tidak berkhianat.
d. Berkhianat adalah perbuatan setan yang tidak patut kita teladani.
e. Perbuatan setan yang paling jahat adalah berkhianat.
202 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
26. Daun Terakhir
O. Hendry (Alih Bahasa: Steve Geroda)
….
Ia mendekati Johnsy. Johnsy tetap berbaring di atas tempat tidur besi yang barusan dicat
tanpa banyak bergerak. Lewat jendela kecil kamarnya ia memandang tembok tanpa coretan
apa pun dari dinding di hadapannya. Suatu pagi, dokter yang sibuk itu memanggil Sue ke
kamarnya. ”Ia hanya mempunyai satu kesempatan dari sepuluh untuk hidup,” kata dokter
sambil mengguncang-guncang air raksa dalam termometer. ”Dan satu kesempatan itu
tergantung pada kemauan untuk sembuh. Tapi sayangnya temanmu itu telah membuat
keputusan, mati muda saja. Apakah ia sedang mencemaskan sesuatu?”
….
Tidak lama kemudian Sue mendengar suara lirih, diulang beberapa kali. Ia mendekati
tempat tidur Johnsy.
Mata Johnsy terbuka lebar memandang keluar jendela sambil menghitung dari belakang,
”Dua belas …,” katanya. Tidak lama kemudian, ”Sebelas ….” Lalu, ”Sepuluh.. delapan ….
tujuh ….”
Nilai yang dominan yang dapat dipetik dari penggalan novel terjemahan di atas
adalah ...
a. Sebelum maut menjemput, berusahalah menghubungi dokter.
b. Menghadapi permasalahan, maut sekalipun, kita tidak boleh menyerah dan putus
asa.
c. Setiap permasalahan harus diatasi dan dicarikan jalan keluarnya.
d. Hidup manusia adalah milik Tuhan. Jika Tuhan menghendaki, kita harus pasrah.
e. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Semua akan mati.
27. Bacalah dengan saksama penggalan hikayat di bawah ini!
….
Maka Raja Marong Mahawangsa pun berlayarlah halanya, pergi ke timur dengan
bahteranya menyusur daratan tanah besar itu, sambil mencari-cari juga akan anak raja Rum
itu, kalau-kalau bertemu.
Hatta dengan demikian itu maka sampailah pada suatu teluk dengan satu tanjung. Maka
Raja Marong Mahawangsa pun bertanya pada seorang muallim yang tua di dalam bahtera
itu, “Apa nama tempat itu dan apa halanya?” Maka sembah muallim itu, ”Bahwa pulau yang
baharu hendak bersuatu dengan daratan itu bernama Pulau Seri dan sebuah pulau yang
kecil dekatnya itu pula bernama Pulau Jambul, dan yang arah kedatarannya sedikit itu
bernama Pulau Lada, Tuanku.”
Maka titah Raja Marong Mahawangsa, ”Jikalau demikian, singgahlah kita berlabuh ke
timur Teluk Ujung Tanjung di antara tanah besar dengan pulau yang besar itu.”
….
Hikayat Mendirikan Langkasuka
Cerita dalam penggalan hikayat di atas berlatar tempat ....
a. Pulau Lada
b. Pulau kecil
c. Teluk Bertanjung Satu
d. Pulau bernama Pulau Seri
e. Pulau bernama Pulau Jambul
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 203
28. Bacalah dengan saksama penggalan novel Ladang Perminus di bawah ini!
....
Sudah beberapa kali Hidayat bisa bertemu dengan Ita di pesawat udara dalam perjalanan
ke luar negeri. Sudah beberapa kali pula ia berjalan-jalan dengan pramugari itu di Singapura.
Hidayat merasa senang mempunyai teman bicara yang mengasyikkan dalam mengisi waktu
senggang. Malahan ia sempat memberi kenang-kenangan yang dirasakannya tidak seberapa
berharga, tetapi nyatanya diterima oleh Ita dengan perasaan yang membuat dirinya penuh
gundah gulana. Yang tumbuh pada diri Hidayat kian lama kian jelas, rasa kasihan kepadanya.
Sementara itu, ia merasa kian bertambah menyala rasa cinta pramugari itu kepadanya. Ita
mabuk, betul-betul mabuk dibuatnya. Sering kali ia tidak bisa tidur kalau sudah memikirkan
laki-laki yahg pernah memberinya sepatu di Singapura, tas yang bagus dari perjalanan
Hidayat ke Tokyo, dan sejumlah kenang-kenangan yang dipajang Ita di lemari kaca di tempat
tidurnya. ”Tapi mengapa ia tak pernah mengajak aku ke tempatnya, ke kantornya sekalipun?”
pikirnya. Tadi malam ia melamun lagi. Gelisah tak menentu
.....
(Ramadhan K.H.)
Dalam penggalan novel di atas tokoh Ita ....
a. melayani saja apa yang diharapkan oleh Hidayat karena kasihan
b. mencintai Hidayat sebagaimana Hidayat mencintainya
c. mengharapkan cinta Hidayat meskipun ia tahu Hidayat hanya mengasihaninya
d. sangat mencintai Hidayat meskipun ragu-ragu terhadap sikap laki-laki itu
e. sangat menaruh harapan Hidayat akan menjadi suaminya
29. Perhatikan penggalan puisi di bawah ini dengan saksama!
....
Perempuan itu adalah ibuku
Bagi siapa Tuhan menerbitkan
matahari juga. Bagi siapa Tuhan memberikan
singgasana-Nya. Dan dengan segala ketulusan
ia membasuh setiap niat busuk anak-anaknya.
(Arifin C. Noer, Tonggak 3 hlm. 32)
Puisi di atas mengandung amanat ...
a. Manusia harus menghormati seorang ibu karena ia bagaikan matahari.
b. Kita harus menaruh hormat kepada ibu yang telah melahirkan dan mengasuh kita.
c. Tuhan pun begitu menghormati ibu, mengapa manusia menyia-nyiakannya.
d. Kita adalah makhluk lemah yang tidak berarti apa-apa tanpa seorang ibu yang
bagaikan matahari.
e. Manusia harus menghormati seorang ibu karena ia pelindung anak-anaknya.
30. Bacalah dengan saksama penggalan cerpen di bawah ini!
....
Diam-diam lelaki tua itu merasa terharu. Bagaimanapun sebelum ia pensiun bau-bau tak
sedap, kotoran, dan debu bertebaran riuh di luar rumah. Tidak kecuali di kantornya. Dan
tempo-tempo ada saja yang terbawa pulang, menempel pada pakaian atau tas kerja,
sekalipun dia telah menepis-nepiskan. Angin di luar berembus kencang sehingga sulit
menghindar dari kotoran dan bau-bau busuk yang bertebaran. Beberapa kawannya malah
jadi terbiasa, bergelimang kotoran serta bau tidak sedap setiap waktu. Untung dia punya istri
yang khusyuk, sabar, dan rajin, yang menjadi bumper bagi kelemahannya. Istri yang tidak
pernah letih membersihkan rumah, merawatnya dengan aneka bunga-bunga, dan
membesarkan anak-anak mereka di dalamnya.
204 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
Lelaki tua itu mengenang perempuan itu dengan takjub, serta berterima kasih, di selasela
kesibukannya berbenah dengan tulang-tulang yang rapuh. Dan tenaga yang ia rasakan
semakin redup bagai nyala lilin menjelang habis. Seperti banyak kawannya, bukan tidak
mungkin dia akan terbiasa dengan kotoran dan bau-bau itu seandainya istrinya tak ada.
Angin terlalu kencang di luar rumah, bau-bau busuk dan kotoran bertebaran di mana-mana
.….
Rumah yang Bercahaya, Adek Alwi
Rumusan tema yang paling cocok untuk menggambarkan isi penggalan cerpen
tersebut adalah ....
a. peran istri dalam memelihara rumah agar tetap asri dan indah
b. tanpa istri, suami adalah sumber kotoran bagi rumah tangga
c. dalam rumah tangga peran istri sangat dominan
d. dengan istri yang baik, rumah tangga tidak memerlukan pembantu
e. istri yang baik bisa menjaga kebersihan rumah tangga
31. Bacalah dengan cermat penggalan drama berjudul Tanda Bahaya di bawah ini!
....
Kusni : ”Sebenarnya kau tak usah melanjutkan hubungan dengan Pak Lucas. Apa sih
untungnya. Paling hanya memperoleh nasihat saja. Nasihat tidak akan
menyelesaikan persoalanmu. Keuntungannya hanya mual-mual, …”
Yanti : ”Barangkali benar. Tapi aku membutuhkan nasihat-nasihat itu. Aku memerlukan
guru yang tidak cuma pandai mengajar, tetapi juga memerhatikan diriku. Aku
membutuhkan bimbingan.”
Kusni : ”Tetapi sebagai akibatnya, istrinya menjadi cemburu kepadamu. Bukankah itu
merusak rumah tangganya?”
Yanti : ”Aku tahu, itulah yang kusedihkan. Tapi aku memang membutuhkan dia ….”
Kusni : ”Memang aku sebenarnya juga.”
Yanti : ”Dulu kuharapkan Bu Sri mau mengerti persoalanku. Tapi ia malah marah
melulu.”
....
(Bakdi Soemanto)
Konflik yang terjadi dalam penggalan teks drama di atas adalah ....
a. Kusni menentang hubungan Yanti dengan Pak Lucas
b. Istri Pak Lucas cemburu terhadap Kusni dan Yanti
c. Tidak adanya guru di sekolah yang mengerti kebutuhan siswanya
d. Yanti membutuhkan Pak Lucas tetapi tidak mau mengganggu rumah tangganya
e. Yanti sedih karena istri Pak Lucas cemburu
32. Bacalah penggalan biografi Putu Wijaya berikut dengan saksama!
….
Pada masa remaja Putu Wijaya sudah menunjukkan kegemarannya pada dunia sastra.
Saat masih duduk di sekolah menengah pertama di Bali, ia mulai menulis cerita pendek dan
beberapa di antaranya dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Ketika duduk di sekolah
menengah atas, ia memperluas wawasannya dengan melibatkan diri dalam kegiatan
sandiwara. Setelah selesai sekolah menengah atas, ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta,
kota seni dan budaya.
Di Yogyakarta, selain kuliah di Fakultas Hukum, UGM, ia juga mempelajari seni lukis di
Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), drama di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi), dan
meningkatkan kegiatannya bersastra. Dari Fakultas Hukum, UGM, ia meraih gelar sarjana
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 205
hukum (1969), dari Asdrafi ia gagal dalam penulisan skripsi, dan dari kegiatan berkesenian
ia mendapatkan identitasnya sebagai seniman.
….
Berdasarkan penggalan biografi tersebut, hal yang dapat diteladani dari kehidupan
Putu Wijaya adalah ....
a. pada masa remaja gemar pada dunia sastra
b. menulis cerita pendek agar dimuat di media massa cetak
c. meskipun gagal dalam satu bidang, bisa sukses di bidang lain
d. kuliah di berbagai jurusan meskipun akhirnya gagal
e. kuliah di kota pelajar, Yogyakarta
33. Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun sekolah, SMA Mahardika akan
menyelenggarakan penyuluhan kesehatan alat reproduksi di Desa Kemuning Sari.
Dasar pemikiran dalam proposal yang sesuai dengan rencana kegiatan tersebut
adalah ...
a. Di Desa Kemuning Sari masih banyak warga miskin yang belum memahami
kesehatan reproduksi.
b. Semakin meluasnya kehamilan di luar nikah dan meluasnya penyakit pada alat-alat
reproduksi hingga ke desa-desa, termasuk Desa Kemuning Sari.
c. Pada umumnya orang tua tidak memahami arti penting kesehatan alat reproduksi.
d. kesehatan alat reproduksi merupakan salah satu materi pembelajaran yang penting
di sekolah sehingga masyarakat desa, termasuk Desa Kemuning Sari, harus
memahaminya.
e. Masyarakat desa pada umumnya malu membicarakan masalah kesehatan alat
reproduksi.
34. Bacalah dengan saksama penggalan surat penawaran di bawah ini!
….
Kami dari PT Bangun Kencana dalam kesempatan ini memperkenalkan diri kepada SMA
Bina Mandiri. Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan komputer untuk
keperluan pembelajaran sistem multimedia.
Dalam kesempatan ini pula perkenankan kami menawarkan kepada Bapak/Ibu untuk
memakai produk kami tersebut. Kami juga menawarkan sistem kredit dan potongan harga
yang menawan.
….
Pernyataan yang paling sesuai dengan maksud surat penawaran di atas adalah ...
a. PT Bangun Kencana bergerak di bidang pengadaan komputer kantor sekolah.
b. PT Bangun Kencana menawarkan komputer multimedia untuk pembelajaran
kepada SMA Bina Mandiri.
c. Komputer multimedia produk PT Bangun Kencana dipasarkan dengan kartu kredit.
d. Potongan harga komputer multimedia produk PT Bangun Kencana di atas 25%.
e. SMA Bina Mandiri sangat membutuhkan komputer multimedia pembelajaran.
206 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
35. Bacalah dengan saksama penggalan surat kuasa di bawah ini!
....
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. nama : Suntoro Adi
pekerjaan : wiraswasta
alamat : Jalan Kenanga 78, Semarang
(selanjutnya disebut Pihak I)
2. nama : Asnan Ali
pekerjaan : wiraswasta
alamat : Jalan Anggrek 56, Semarang
(selanjutnya disebut Pihak II).
Pihak I memberi kuasa kepada Pihak II untuk menguruskan klaim asuransi kepada PT Jasa
Raharja terkait dengan kecelakaan yang dialami oleh Pihak I pada Rabu, 14 Februari 2007
di Jalan Slamet Riyadi, Ungaran.
Segala hal yang berhubungan dengan penyelesaian klaim asuransi termaksud menjadi
wewenang Pihak II.
....
Pernyataan yang sesuai dengan surat kuasa di atas adalah ...
a. Pihak I memberi hak kepada Pihak II untuk menguruskan klaim asuransi kepada
PT Jasa Raharja.
b. Pihak I menuntut Pihak II dalam kasus klaim asuransi kepada PT Jasa Raharja.
c. Pihak I dan Pihak II bekerja sama dalam hal penyelesaian klaim asuransi kepada
PT Jasa Raharja.
d. PT Jasa Raharja menerbitkan surat klaim asuransi Pihak I yang pengurusannya
diserahkan kepada Pihak II.
e. Pihak I tidak bisa mengurus klaim asuransi kepada PT Jasa Raharja karena
mengalami kecelakaan pada Rabu, 14 Februari 2007.
36. Paragraf pembuka yang baik dari surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan adalah ...
a. Saya telah membaca iklan daripada perusahaan Bapak di surat kabar Samudra Pos
tertanggal 14 Januari 2007. Oleh karena saya merasa dapat mengisi lowongan
tersebut dengan ini saya melamar ke perusahaan yang Bapak pimpin. Hendaknya
Bapak tidak berkeberatan menerima saya.
b. Saya telah membaca iklan perusahaan Bapak di salah satu media massa. Karena
saya merasa dapat memenuhi persyaratan, maka dengan ini saya mengajukan
lamaran pekerjaan.
c. Berhubung saya dapat memenuhi syarat sebagaimana diumumkan dalam iklan
lowongan pekerjaan dari perusahaan Bapak di surat kabar Samudra Pos tanggal 14
Januari 2007, dengan ini saya mengajukan lamaran kerja ke perusahaan Bapak.
d. Saya telah membaca iklan lowongan pekerjaan dari perusahaan Bapak yang
termuat di surat kabar Samudra Pos tanggal 14 Januari 2007. Saya merasa dapat
memenuhi persyaratan yang diminta. Oleh karena itu, dengan ini saya mengajukan
lamaran untuk mengisi lowongan yang ada.
e. Setelah membaca iklan lowongan pekerjaan dari perusahaan Bapak di surat kabar
Samudra Pos tertanggal 14 Januari 2007, dengan ini saya mengajukan lamaran
pekerjaan sebagaimana lowongan tersebut. Dengan segala kerendahan hati sudilah
kiranya Bapak berkenan menerima saya.
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 207
37. Perhatikan penggalan surat undangan berikut!
SMA KARANGWUNI
Jalan Kemanggisan 34 Klaten, Telp. (0272) 45446
Nomor : 09/1/SMAK/07 Klaten, 17 Januari 2007
Hal : Undangan
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Guru
SMA Karangwuni
Dengan hormat,
Mengharap kehadiran daripada Bapak/Ibu pada
hari, tanggal : Senin, 19 Januari 2007
waktu : pukul 13.00 WIB
tempat : SMA Karangwuni
keperluan : rapat pleno kenaikan kelas.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
....
Berikut bukan merupakan kesalahan penulisan surat undangan di atas adalah ....
a. penulisan Klaten pada tanggal surat
b. penulisan kepada pada alamat tujuan surat
c. penulisan hormat (h huruf kecil, seharusnya kapital)
d. penulisan huruf awal kata hari, waktu, tempat, dan keperluan (huruf awal huruf kecil,
seharusnya kapital)
e. penulisan perhatiannya pada penutup surat
38. Selain tempat rekreasi, melepas ketegangan, dan kepenatan rutinitas sehari-hari, Dunia
Fantasi bisa dijadikan arena belajar anak-anak, karena kawasan ini akan dikembangkan
sebagai laboratorium fisika raksasa. Kalau jeli, sebetulnya hampir semua wahana yang ada
di Dunia Fantasi merupakan konsep fisika terapan. Teori ayun dapat dilihat pada permainan
kora-kora. Halilintar pada percepatan, gravitasi, dan ketinggian. Untang-anting adalah gaya
sentrifugal. Di Dunia Fantasi kita juga akan menemukan bahwa fisika itu mudah dan menarik.
Fisika tidak menjadi momok menakutkan, tetapi sebuah fantasi yang mengasyikkan, yang
sama serunya berada di lorong sesat atau duduk-duduk di istana boneka.
Gagasan utama paragraf di atas adalah …
a. Dunia Fantasi arena rekreasi dan belajar anak-anak.
b. Dunia Fantasi sebuah fantasi yang mengasyikkan.
c. Fisika itu mudah, menarik, dan perlu dikembangkan.
d. Di kawasan Dunia Fantasi akan dikembangkan laboratorium fisika.
e. Wahana yang ada di Dunia Fantasi merupakan konsep fisika terapan.
208 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
39. Muhammad Yamin lahir 23 Agustus 1903 di Talawi, dekat Sawahlunto, Sumatra Barat.
Selepas tamat sekolah Melayu, ia memasuki HIS dan kemudian melanjutkan ke sekolah
pertanian dan peternakan di Bogor (1923), namun tidak selesai. Pada tahun 1927, ia
merampungkan pendidikannya di AMS Yogyakarta. Belum puas dengan semua itu, ia masuk
sekolah tinggi di Jakarta hingga selesai tahun 1932 dengan gelar Meester in de Rechten
(sarjana hukum).
Pertanyaan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah …
a. Mengapa Muhammad Yamin tidak menyelesaikan sekolahnya di pertanian dan
peternakan?
b. Di mana sajakah Muhammad Yamin pernah bersekolah di Bukit Tinggi?
c. Tahun berapa dan sekolah di manakah Muhammad Yamin di Bukit Tinggi?
d. Puaskah Muhammad Yamin menempuh pendidikan di sekolah hukum di Jakarta?
e. Sudah berapakah gelar yang dimiliki Muhammad Yamin sejak 1932?
40. Pada tanggal 1 s.d. 30 Oktober 2008 OSIS SMA Darmasetia akan mengadakan peringatan
Bulan Bahasa. Untuk itu, ketua OSIS menginstruksikan kepada seksi kesenian untuk
menyusun proposal yang diajukan kepada kepala sekolah.
Kalimat memo yang tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah …
a. Kami mengharapkan Saudara dapat menyusun proposal untuk kegiatan Bulan
Bahasa tanggal 1 – 30 Oktober 2008.
b. Untuk menghadapi Bulan Bahasa tanggal 1 – 30 Oktober 2008, Saudara diminta
untuk menyusun proposal kegiatan tersebut.
c. Mohon dengan hormat, agar Saudara membuat proposal Bulan Bahasa yang akan
diadakan tanggal 1 – 30 Oktober 2008.
d. Segera susun proposal untuk kegiatan Bulan Bahasa, 1 – 30 Oktober 2008, yang
diajukan kepada Kepala Sekolah.
e. Ketua seksi kesenian diharapkan membuat proposal untuk kegiatan Bulan Bahasa
yang akan diadakan tanggal 1 – 30 Oktober 2008.
41. Barang siapa menemukan dompet warna hitam, lapor ke piket.
Kalimat yang tepat sebagai perbaikan kalimat rancu di atas adalah …
a. Siswa-siswa yang menemukan dompet berwarna hitam, harap lapor ke piket.
b. Siapa saja yang menemukan dompet warna hitam, harap lapor ke piket.
c. Anda-anda yang menemukan dompet berwarna hitam, harap lapor ke guru piket.
d. Yang menemukan dompet berwarna hitam, harap melaporkan kepada guru piket.
e. Warga sekolah yang menemukan dompet berwarna hitam, harap laporan ke guru
piket.
42. (1) Pagi hari ini matahari bersembunyi di balik awan, cuaca gelap. (2) Dedaunan bergoyang
pelan tertiup angin yang lewat. (3) Di luar sana gemuruh lalu lalang kendaraan tetap seperti
pagi sebelumnya. (4) Satu-satu terlihat orang berjalan kaki di pinggir jalan. (5) Wajah-wajah
tak kukenal mulai terlintas di benakku.
Kalimat sumbang dalam paragraf deskripsi di atas terdapat pada nomor …
a. (1) d. (4)
b. (2) e. (5)
c. (3)
Pelatihan Ujian Akhir Semester 2 209
43. Sembilan bocah berkerumun di atas petak tanah yang berlumpur. Baju, kaki, tangan bahkan
wajah mereka terlihat kotor. Sementara di langit matahari memancarkan cahayanya yang
garang. Tiba-tiba seorang anak yang bertelanjang dada berteriak, “Awas! Ular!” Temantemannya
berlarian menghindar sambil berkata, “Mana? Mana?”
Pola pengembangan paragraf tersebut adalah ….
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
44. Abrasi heboh yang terjadi di pesisir utara Jawa Barat telah menggerus objek wisata ini.
Kalimat penjelas yang tidak relevan dengan kalimat utama di atas adalah …
a. Puluhan pohon peneduh di tepi pantai, satu per satu tumbang disapu ombak.
b. Sejumlah fasilitas bermain anak-anak, pondok istirahat, lenyap disapu ombak.
c. Warung-warung kecil dan kamar bilas sudah tidak ada lagi.
d. Sepasang muda-mudi asyik bercengkerama di bawah pohon kelapa.
e. Kini yang terlihat hanyalah air laut yang membiru dan ombak.
45. Penulisan judul karangan berikut ini yang benar adalah ….
a. Pudarnya Minat Remaja terhadap Kesenian Daerah
b. Peranan Pemerintah Dalam Membina Kesenian Daerah
c. Usaha-usaha Pembinaan Kesenian Daerah Di Indonesia
d. Manfaat Kesenian Daerah Bagi Masyarakat Toraja
e. Pengaruh Kesenian Daerah bagi generasi muda
46. Penulisan daftar pustaka yang sesuai EYD adalah …
a. Prof. Dr. Yus Badudu. Sari Kesusastraan Indonesia. 1980. Bandung: Pusaka Prima.
b. Yus, Badudu. Sari Kesusastraan Indonesia. 1980. Bandung: Pusaka Prima.
c. Yus, Badudu, Sari Kesusastraan Indonesia, 1980. Bandung: Pusaka Prima.
d. Badudu,Yus,dkk.1980. Sari Kesusastraan Indonesia. Bandung: Pusaka Prima.
e. Badudu,Yus.1980. Sari Kesusastraan Indonesia. Bandung: Pusaka Prima.
47. Penulis mengakui bahwa masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, demi
perbaikan karya tulis ini, penulis akan menerima segala kritikan dari semua pihak. Penulis
mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan.
Kutipan tersebut berupa bagian karya tulis yang terdapat pada ....
a. pendahuluan d. isi karya tulis
b. kata pengantar e. latar belakang
c. kesimpulan
48. Dibandingkan dengan karya sastranya terdahulu, novel ini kurang berbobot. Lukisan
perwatakannya kurang begitu mendalam, jalan ceritanya pun mendatar saja, tidak ada
hal yang menarik perhatian pembaca.
Unsur resensi yang terdapat pada kutipan di atas adalah ….
a. simpulan novel d. keunggulan novel
b. kelemahan novel e. intensitas novel
c. latar novel
210 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
49. (1) Kini ia telah menjadi atlet kebanggaan Indonesia.
(2) Zulkifli menjadi ketua team bola basket di sekolah kami.
(3) Bulan November tahun ini orang tuaku merayakan kawin perak.
(4) Janganlah berfikiran negatif terhadap pendapat orang lain.
(5) Ketua kelas mencatat perubahan jadual mata pelajaran.
Penggunaan kata baku terdapat pada kalimat nomor …
a. (1) dan (3) d. (1) dan (4)
b. (2) dan (4) e. (2) dan (5)
c. (3) dan (5)
50. Kata berhomonim terdapat pada kalimat nomor …
a. Nasabah sangat seret membayar cicilan bank sehingga diseret ke meja hijau.
b. Dalam dakwaan itu ternyata mereka memang bersih karena mereka berhati bersih.
c. Kakak membeli kasa satu gulung di apotek kemudian kakak membayar di kassa.
d. Adik jatuh dari sepeda motor mengakibatkan ia jatuh sakit selama dua minggu.
e. Kali ini, saya harus minum obat sehari tiga kali masing-masing satu kapsul.
Glosarium 211
abstrak : garis besar, sari
akting : seni peran
alinea : paragraf, gugus kalimat
alur : jalan cerita
amanat : arahan, mandat, permintaan, ajaran, nasihat, hikmah
ambigu : bermakna ganda
ameliorasi : peningkatan nilai makna dari makna yang biasa atau buruk menjadi
makna yang baik
antagonis : antiwirawan, lawan, musuh, oponen, rival
antonim : lawan kata
apresiasi : penghargaan, komentar, penilaian
apriori : sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya
argumentasi : alasan, dalih, hujah
artikel : esai, karangan, kolom, makalah
asosiasi : gabungan, aliansi, perhimpunan
autobiografi : riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri
balada : sajak sederhana tentang suatu kisah cerita rakyat yang mengharukan
biografi : memoar, profil, riwayat hidup
bloking : teknik penataan pemain di atas panggung
brosur : edaran, katalog, selebaran
catatan kaki : keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku
cerpen : cerita pendek
citra : gambaran, bayang-bayang, ide, imaji
data : bahan, bukti, keterangan
deduksi : penyimpulan dari hal yang umum ke yang khusus
deskripsi : penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan rinci
diksi : pilihan kata
diskusi : pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah
domestik : lokal, regional, nasional, dalam negeri
editorial : tajuk karangan, artikel dalam surat kabar atau majalah yang ditulis oleh
pemimpin redaksinya
efektif : dapat membawa hasil, manjur, berhasil guna
eksekutif : administrator, manajer, pelaksana
eksplisit : definitif, jelas, gamblang
ekspresi : ungkapan, roman muka, tampang
ekstrinsik : berasal dari luar
elegi : syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dari ungkapan dukacita
ending : penyelesaian masalah
epigram : syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan atau peristiwa
dan diakhiri pernyataan menarik dan biasanya berupa sindiran
212 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
epilog : penutup, kesudahan
esai : karangan prosa yang membahas sesuatu secara sepintas lalu dari
sudut pandang penulis
estetika : kepekaan terhadap seni dan keindahan
eufemisme : ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan
kasar
evaluasi : penilaian
fakta : hal yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada
favorit : yang dijagokan, yang dikagumi, yang disukai
fiksi : cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan
flashback : alih balik, sorot balik
format : bentuk dan ukuran
forum : lembaga atau badan, wadah, tempat pertemuan
genre : jenis, ragam, rumpun, tipe, bentuk
hikayat : cerita, dongeng, riwayat
himne : nyanyian pujian (untuk Tuhan)
hiperbola : ucapan kiasan yang dibesar-besarkan (berlebih-lebihan)
hiperkorek : sifat yang menghendaki kerapian dan kesempurnaan yang sangat
berlebih-lebihan sehingga hasilnya malah menjadi sebaliknya
hipernim : hubungan dalam semantik antara makna umum dan makna khusus
hiponim : hubungan dalam semantik antara makna khusus dan makna umum
historis : berkenaan dengan sejarah
homofon : kata-kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan arti berbeda
homograf : kata-kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda
homonim : dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya
berbeda
idiom : ungkapan
ikhtisar : garis besar suatu karangan (yang penting-penting saja)
imajinatif : penuh daya khayal, bersifat khayal
implisit : tersirat, sugestif
improvisasi : penciptaan atau pertunjukan sesuatu tanpa persiapan lebih dahulu
induktif : penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah-kaidah khusus (paragraf
yang kalimat utamanya terletak di akhir)
ineratif : paragraf yang kalimat utamanya di tengah
instansi : badan pemerintah umum
intensif : secara sungguh-sungguh
internal : bagian dalam
intonasi : lagu kalimat
intrinsik : unsur dari dalam
inventaris : daftar yang memuat semua barang milik yang dipakai dalam bertugas
jeda : henti, interval, selang antara
kalimat baku : kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa
Glosarium 213
kapasitas : daya muat, serap, tampung, jabatan, peranan
kasting : pemilihan pemain
kausalitas : sebab akibat
KEM : kecepatan efektif membaca
khotbah : ceramah, kuliah, orasi, pidato (dalam kegiatan agama)
kisah : cerita tentang kejadian dalam kehidupan seseorang
klimaks : kulminasi, puncak
kognitif : kegiatan memperoleh pengetahuan atau usaha mengenali sesuatu
melalui pengalaman sendiri
kompeten : cakap, berwenang, berkuasa
kompleks : berbelit-belit, rumit, ruwet
komunikatif : mudah dipahami
konflik : bentrokan, konfrontasi, kelahi, perselisihan
konjungtor : penggabung, penghubung
konsep : pengertian, persepsi, pikiran
konseptual : berdasarkan ide, imajiner
kronologis : berurutan, bersambungan, beruntun, berantai
lafal : pengucapan bunyi
lakon : drama, teater, cerita, kisah
latar : keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan
litotes : pernyataan yang memperkecil sesuatu
logis : masuk akal, rasional
majas : kiasan, cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan
sesuatu yang lain
majemuk : beragam, beraneka macam, bermacam-macam
mayor : utama, superior
metafora : majas perbandingan, ibarat, tamsil
mimik : peniruan gerak-gerik
minor : sekunder, kecil, kurang penting
moderator : pemandu, penengah
monolog : pembicaraan dengan diri sendiri, percakapan seorang diri
morfologi : ilmu bentuk kata
motivasi : dorongan, perangsang, semangat
nada : irama, bunyi, laras
narasi : kisah, cerita
narasumber : informan, pelapor
nomina : kata benda, substantif
nonfiksi : tidak bersifat fiksi, melainkan berdasarkan fakta dan kenyataan
notula : catatan singkat jalannya rapat atau persidangan, risalah
notulis : penulis notula, penambat
novel : karangan prosa yang mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dan menonjolkan
watak dan sifat setiap pelakunya
214 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
objek : pokok pembicaraan, sasaran untuk diteliti atau diperhatikan
objektif : mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau
pandangan pribadi
opini : pandangan, pendapat, pendirian
pamflet : brosur, edaran, risalah, selebaran
panel : sekelompok pembicara yang dipilih untuk berbicara dan menjawab
pertanyaan di depan hadirin
pantomimik : gerak-gerik
parabel : rekaan cerita pendek yang menggambarkan sikap moral dan keagamaan
dengan menggunakan ibarat dan perbandingan
pelipur lara : penghibur
penokohan : penciptaan citra tokoh dalam karya sastra
peribahasa : ungkapan yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip
hidup, atau aturan tingkah laku
peyorasi : penurunan nilai makna dari makna yang baik menjadi makna yang
biasa atau buruk
pleonastis : berlebihan
plot : jalan (alur) cerita
point of view : sudut pandang
polisemi : satu kata yang memiliki makna banyak
popular : kondang, masyhur, terkenal, ternama
predikat : bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara
tentang subjek
preposisi : kata yang biasa terdapat di depan nomina
presentasi : penyajian, pertunjukan
profesi : bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu
profesional : memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya
prolog : pembukaan, pendahuluan
properti : peralatan yang digunakan oleh pemain untuk mendukung pementasan
proposal : rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja
prosa : karangan bebas
protagonis : penganjur suatu paham, pemeran utama dalam sandiwara
ragam : macam, warna, corak
redaksi : badan yang memilih menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke
dalam surat kabar
refleksi : cerminan, gambaran, pantulan
rekaan : cerita karangan (khayal), buatan, kira-kira, angan-angan
resensi : pertimbangan atau pembicaraan buku, ulasan buku
resmi : sah
riset : penyelidikan secara sistematis
roman : karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak
dan isi jiwa masing-masing
sambutan : pidato, penerimaan
Glosarium 215
sandiwara : pertunjukan lakon atau cerita, teater
santun : halus dan baik
satire : gaya bahasa yang dipakai dalam kesastraan untuk menyatakan
sindiran terhadap sesuatu atau seseorang, ejekan
sentral : berada tepat di tengah-tengah
setting : latar peristiwa
signifikan : penting, berarti
silsilah : asal-usul sesuatu
simile : majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki
berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa
simulasi : meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan
sinestesia : perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda,
misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar
sinetron : drama, lakon, teater, sandiwara, tonil
sinkron : serempak, cocok, selaras, sesuai, harmonis
sinonim : dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama
sistematika : susunan aturan
sorot balik : cerita yang diawali dari masa sekarang menuju masa lalu
spasial : berkenaan dengan ruang atau tempat
spesialisasi : pengahlian dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, dan lain-lain
sportivitas : sikap adil terhadap lawan, bersedia mengakui keunggulan lawan
subjek : pokok pembahasan, pokok kalimat, pelaku
sutradara : pengarah dan penanggung jawab dalam masalah artistik dan teknis
pementasan
tajuk rencana : mahkota, karangan pokok dalam surat kabar
taksa : mempunyai makna lebih dari satu makna, ambigu
teater : seni drama, sandiwara
tema : pokok pokiran, dasar cerita
tempo : waktu, masa, batas waktu
teras : inti sari, bagian yang utama, sesuatu yang terpenting
tesis : pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen untuk dikemukakan
tonil : sandiwara
topik : pokok pembicaraan
tritagonis : pemeran pihak ketiga, pembantu
ungkapan : gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna
anggota-anggotanya
visual : dapat dilihat dengan indra penglihatan
volume : isi, tingkat keras atau kekuatan bunyi, suara, dan lain-lain
warta : berita, kabar
wawancara : tanya jawab dengan seseorang untuk dimintai keterangan atau
pendapatnya tentang suatu hal
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan, dkk. 2000.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Aqib, Zainal. 2006. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Irama Widya.
Caraka, Cipta Loka. 2002. Teknik Mengarang. Yogyakarta: Kanisius.
Damshauser, Berlolt dan Agus R. Sarjono ( ed ). 2004. Berlolt Breeht: Zaman Buruk Bagi Puisi.
Jakarta: Horison.
Djuharie, O. Setiawan, Suherli, 2002.Panduan Membuat Karya Tulis. Bandung: Irama Widya.
Endarmoko, Eko. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Eneste, Pamusuk ( ed ). 2001. Buku Pintar Sastra Indonesia. Jakarta: Kompas.
Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Flores: Nusa Indah.
Kustiawan, Nanang. 2003. Membuat Surat Dinas/Resmi. Surabaya: Pustaka Media.
Marahimin, Ismail. 2004. Menulis secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya.
Mulyana. 2005. Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Muslimin, Totok Djuroto. 2002. Teknik Mencari dan Menulis Berita. Semarang: Dahara Price.
Pane, Sanusi. 2000. Bunga Rampai dari Hikayat Lama. Jakarta: Balai Pustaka.
Pusat Bahasa. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia I . Jakarta: Depdiknas.
__________ 2004. Buku Praktis Bahasa Indonesia II. Jakarta: Depdiknas.
Pedoman Pembinaan Pengembangan Bahasa. 2004. Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan dari Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: Irama Widya.
Rampung , Bonne. 2005. Fenomena Berbahasa. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Sayuti, Suminto A. 2002. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media.
Siswanto, Wahyudi. 2005. Budi Darma: Karya dan Dunianya. Jakarta: Grasindo.
Sitorus, Ronald H. 1993. Kamus 2500 Peribahasa Indonesia. Bandung: Pionir Jaya.
Soedarso. 2004. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia.
Soetarno. 2003. Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta: Widya Duta.
Waluyo, J. Herman. 2002. Drama: Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita.
________________ .2005. Apresiasi Puisi: Panduan untuk Pelajaran dan Mahasiswa. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Widyamartaya. 1990. Seni Menggayakan Kalimat. Yogyakarta: Kanisius.
Widyamartaya, A dan V. Sudiati. 2004. Kiat Menulis Esai Ulasan. Jakarta: Grasindo.
216 Daftar Pustaka
Indeks 217
apriori, 3, 37
adverbia, 62
alur, 29
amanat, 29, 122
apresiasi puisi, 46
artikel, 5, 39, 77
bahasa efektif, 21, 25
deduksi, 141, 142
deduksi-induksi, 5
deduktif, 5, 115, 167
deklamasi, 46
diskusi, 3, 21, 41, 56
drama, 121, 168
dramatisasi puisi, 46
ekspresi, 47
ekstemporan, 23, 140
emosional, 4, 20
ending, 29, 123, 168
entimem, 145
esai, 145, 181
esai formal, 146
esai nonformal, 146
fakta, 2, 3, 36
frasa verba, 62
generalisasi, 142
gestur, 47
gurindam, 129, 130
ide pokok, 5, 39, 77, 141
identitas buku, 61, 85
impromptu, 23,140
induksi, 5, 142
ineratif, 6
inti sari, 56
intonasi, 11, 12, 47, 57
intrinsik, 29, 121, 168
isi drama, 168
KEM, 112
kesatuan, 117
koherensi, 117
kohesivitas, 117
konflik, 29, 123
konjungsi, 11, 45
konjungtor, 11, 28
kritik, 20, 181, 183
lafal, 23, 47, 65
laporan, 2, 36, 41
latar, 29, 122
logis, 3
Indeks
A
B
D
E
F
G
I
L
K
218 Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XII (Program IPA dan IPS)
menghafal, 23
musikalisasi puisi, 46
nada, 23, 140
naratif, 6
naskah, 23, 140
notula, 41
objektif, 3, 20, 37, 108
opini, 2, 3, 36
pantun, 67
penghayatan, 12
penokohan, 29, 122
penyambung, 11, 28
periodisasi, 173
pertautan, 117
pesan, 29
pidato, 23, 140
plot, 29, 122
premis, 144
presentasi, 109, 164
program, 109, 164
puisi, 46
puisi kontemporer, 149
puisi lama, 65
ragam resmi, 4
resensi buku, 59, 61, 85
saran, 20, 54, 108
sastra baru, 66
sebab-akibat, 142
seminar, 3
setting, 29, 122
sikap, 23, 140
silogisme, 144
sudut pandang, 29, 122
surat dinas, 25,
surat lamaran, 8
surat resmi, 8, 25
teks pidato, 23, 57
tema, 29, 64, 122
tokoh, 64
unsur intrinsik, 29, 121, 168
vokal, 11, 12
volume, 47
M
N
O
P
R
S
T
U
V
Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp11.495,-
ISBN 978-979-068-906-0 (no jld lengkap)
ISBN 978-979-068-909-1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar